Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Di Rumah Sakit X Farhiyah, Nur Laili; Faizah, Hashifah; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1908

Abstract

Rumah Sakit X, sebagai institusi pelayanan kesehatan yang terus berkembang, menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompleks. Proses administrasi SDM yang masih berjalan secara semi-manual, seperti pencatatan absensi, pengelolaan data pegawai, proses rekrutmen, penggajian, hingga penilaian kinerja, seringkali memakan waktu, rentan terhadap kesalahan manusia (human error), dan menyulitkan dalam pengambilan keputusan strategis yang cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) berbasis web yang terintegrasi untuk mengatasi permasalahan tersebut di Rumah Sakit X. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem informasi yang memiliki modul-modul utama, antara lain: manajemen data induk pegawai, manajemen absensi dan kehadiran, manajemen penggajian (payroll), manajemen cuti, dan pelaporan. Sistem ini dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly) untuk memudahkan staf departemen SDM dan karyawan dalam penggunaannya. Diharapkan dengan implementasi sistem ini, Rumah Sakit X dapat meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta kualitas pengelolaan SDM secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan kepada pasien.
Sistem Anggaran Rumah Sakit Yang Berorientasi Kinerja Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Amalia, Rosi; Kasmiati, Neng; Yorismanto, Yorismanto; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem anggaran rumah sakit yang berorientasi kinerja dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Berdasarkan evaluasi terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan, ditemukan bahwa deviasi anggaran rumah sakit, yang sering melebihi 20% dari rencana anggaran, berdampak langsung pada keterlambatan layanan, ketidakefisienan biaya, dan penurunan mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025. Temuan menunjukkan bahwa ketidaksesuaian perencanaan, lemahnya transparansi, dan rendahnya kesadaran anggaran menjadi penyebab utama deviasi anggaran. Strategi perbaikan meliputi perencanaan berbasis kebutuhan riil, keterlibatan seluruh unit kerja dan penguatan sistem informasi keuangan. Model global budget dan fleksibilitas BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) terbukti efektif dalam mendorong efisiensi, menjaga mutu, dan memperluas akses layanan. Dengan demikian, sistem anggaran berbasis kinerja menjadi instrumen krusial dalam reformasi manajemen keuangan rumah sakit di Indonesia.
Literature Review: Aksesibility of demands for Health in Aging Population: Case in Indonesia Winarti, Syari; Nurlianti, Ice; Sujatmiko, Putih; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menjadi tantangan tersendiri bagi banyak negara di dunia terutama negara berkembang termasuk Indonesia. Pra-lansia dan lansia merupakan kelompok umur yang rentan terhadap masalah kesehatan sehingga memerlukan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Analisis need dan demand pelayanan kesehatan digunakan untuk mengukur permintaan layanan kesehatan lansia saat ini dan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan permintaan terkait pelayanan kesehatan pada pra-lansia dan lansia di Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada tujuan untuk mendeskripsikan analisa faktor Aksesibility dari permintaan pelayanan kesehatan dan bagaimana strategi pemerintah dalam megupayakan aksesibility pelayanan kesehatan pada lansia di Indonesia. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka. Pembahasan dilakukan dengan mengindentifikasi masalah dengan telaah literature, Hasil penelitian menunjukkan Demand for Health (permintaan pelayanan) lansia di Indonesia tinggi, terdapat tantangan pada akses pelayanan kesehatan yang belum optimal. Dari hasil penelitian pemerataan pelayanan kesehatan lansia di Indonesia belum optima, permintaan akan pelayanan kesehatan lansia dan sistem jaminan kesehatan lansia perlu diperbaiki dalam mempersiapkan populasi lansia yang meningkat. Pemerintah Indonesia telah melakukan strategi pendekatan akseksibility pelayanan kesehatan untuk lansia, namun masih terdapat tantangan yang membutuhkan kerjasama Pemerintah, pelayanan kesehatan, lintas sector, swasta dan keluarga agar pelayanan yang bermutu dalam mewujudkan aksesibilitas pelayanan kehatan yang terjangkau dan berkualitas untuk lansia.
Analisis Keseimbangan Supply dan Demand Tenaga Kesehatan di Indonesia Astuti, Dewi Probo; Situmorang , Clara Meilindawaty; Pinem, Sri Evehulisa; Hartono , Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20841

Abstract

AbstrakKetidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan masih menjadi isu mendesak dalam sistem kesehatan Indonesia, terutama di daerah terpencil dan tertinggal (3T). Meskipun jumlah tenaga kesehatan terus meningkat secara nasional, distribusinya belum merata dan masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah terpencil mengalami kekurangan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan sintesis naratif kualitatif untuk mengkaji kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini. Penelitian ini menganalisis ketidakseimbangan (maldistribusi) antara pasokan dan permintaan tenaga kesehatan dari perspektif ekonomi kesehatan. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor penyebab ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia dari perspektif kebijakan, sosial, dan ekonomi, seperti terbatasnya lulusan, kebijakan yang belum terintegrasi, insentif yang minim, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini mengevaluasi kebijakan dan strategi pemerintah untuk mengatasi kekurangan dan ketimpangan tenaga kesehatan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk perencanaan tenaga kesehatan yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan. Analisis ini menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan perlu diperkuat melalui upaya-upaya konkret, seperti menyelaraskan kebijakan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan; memastikan keterlibatan lintas sektor; mempercepat pencapaian target rasio tenaga kesehatan; meningkatkan beasiswa untuk pendidikan kesehatan; dan menyediakan insentif finansial dan nonfinansial yang menarik dan tepat sasaran. Studi ini merekomendasikan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk memastikan distribusi tenaga kesehatan yang adil dan merata, sebagai langkah penting dalam mendukung pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) di Indonesia.
Analisis Lingkungan Pemasaran Rumah Sakit Pemerintah: Studi Deskriptif terhadap Faktor Internal dan Eksternal muharani, Defrika; Yorismanto, Yorismanto; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran rumah sakit pemerintah pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi nasional dan internasional periode 2015–2025, studi ini mengidentifikasi bahwa faktor eksternal yang paling dominan adalah regulasi JKN dan mekanisme pembayaran INA-CBGs. Kedua faktor tersebut menuntut efisiensi biaya yang tinggi, membatasi fleksibilitas harga, serta memengaruhi struktur pendapatan rumah sakit. Faktor eksternal lain yang turut berpengaruh mencakup dinamika politik dan hukum, kondisi ekonomi makro, serta perubahan demografi yang mendorong meningkatnya permintaan layanan kesehatan. Di sisi internal, penelitian menemukan bahwa tiga elemen utama sumber daya manusia (People), proses layanan (Process), dan bukti fisik (Physical Evidence) memiliki kontribusi signifikan terhadap kepuasan pasien, masing-masing sebesar 28%, 22%, dan 19%. Temuan operasional menunjukkan bahwa rumah sakit pemerintah mempertahankan Average Length of Stay (AvLOS) rendah, berkisar 2,3–4,0 hari, sebagai upaya adaptasi terhadap tekanan biaya dari sistem INA-CBGs. Pada aspek keuangan, rumah sakit pemerintah cenderung memiliki tingkat likuiditas tinggi namun solvabilitas rendah, yang menunjukkan kemampuan baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetapi sedikit ruang untuk investasi jangka panjang. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa rumah sakit pemerintah perlu menerapkan strategi dualistik: strategi defensif melalui peningkatan efisiensi biaya, serta strategi ofensif melalui diferensiasi mutu layanan berbasis 3P (People, Process, Physical Evidence) agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di bawah sistem JKN.
Analisis Permasalahan dalam Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Beserta Solusi Strategis di Rumah Sakit Pemerintah: Pendekatan Deskriptif-Kuantitatif Berbasis Studi Literatur Sistematis Muharani, Defrika; Yorismanto, Yorismanto; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3819

Abstract

Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Rumah Sakit (RS) Pemerintah, khususnya yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), merupakan fungsi vital yang menentukan kualitas layanan sekaligus stabilitas finansial. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sistem PBJ di sektor kesehatan masih menghadapi tantangan serius yang berpotensi menurunkan efektivitas operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan PBJ di RS Pemerintah Indonesia serta merumuskan rekomendasi strategis melalui Sintesis Literatur Sistematis (SLR) dengan pendekatan Sintesis Deskriptif Kuantitatif (SDQK) terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2025. Hasil kajian mengidentifikasi tiga klaster utama permasalahan: risiko tata kelola (agency cost), inefisiensi logistik dalam Supply Chain Management (SCM), dan hambatan proses digitalisasi. Pada aspek tata kelola, ditemukan bahwa risiko moral hazard dan lemahnya kontrol internal berdampak nyata pada keuangan, misalnya akumulasi utang RSUD di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai Rp 247,97 miliar pada 2025. Rendahnya tingkat pengembalian kerugian negara yang hanya 28% dari total temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 4,77 miliar juga menunjukkan lemahnya akuntabilitas ex-post. Inefisiensi SCM tercermin dari dominasi biaya obat kelompok A yang mencapai 70,82% dari total biaya pengadaan, padahal hanya mencakup 5,78% dari total item obat yang digunakan. Sementara itu, hambatan digitalisasi muncul akibat kurang optimalnya penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Rekomendasi strategis meliputi penguatan regulasi internal BLUD, integrasi SIMRS untuk meningkatkan ketepatan forecasting SCM, serta peningkatan kompetensi SDM PBJ guna menekan risiko moral hazard pada proses digital.
Tinjauan Pustaka Mengenai Dampak Pengelolaan Rugi Laba Terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit: Sudut Pandang Manajerial Rahmi, Sherly Firsta Rahmi; Dewi, Nur Husna; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.1634

Abstract

The management of income statements is a crucial aspect in strategic decision-making within hospitals. The study aims to analyze the impact of income statement management on hospital financial performance from a managerial perspective. Using a literature review approach based on 20 national and international journals, the study concludes that a proper understanding and utilization of income statement can enhance operational efficiency, support effective resource allocation and strengthen strategic planning. From a managerial standpoint, the income statement functions as a tool for monitoring and evaluating the performance of work units. Furthermore, it serves as a basis for both short- and long-term financial decision-making. The study also highlights that hospital management teams who actively utilize this report tend to exhibit more stable and sustainable financial performance. Lastly, it emphasizes the importance of strengthening hospital management capacity in effectively managing and utilizing financial information to support the success of healthcare service delivery.
Kajian Konseptual: Strategi Optimalisasi Bauran Pemasaran Untuk Peningkatan Daya Saing Rumah Sakit Rahmi, Sherly Firsta; Dewi, Nur Husna; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4460

Abstract

Persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat menuntut rumah sakit untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Variasi persepsi masyarakat terhadap mutu layanan pada beberapa rumah sakit, seperti RSUD dr. Soetomo, RS Awal Bros Pekanbaru dan RSUD Kota Yogyakarta, menunjukkan bahwa kualitas interaksi, efisiensi proses, inovasi layanan dan bukti fisik menjadi faktor penting yang memengaruhi daya saing. Bauran pemasaran (marketing mix) menjadi kerangka strategis penting bagi rumah sakit dalam membangun keunggulan bersaing melalui optimalisasi aspek produk, harga, tempat, promosi, proses, bukti fisik, dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan strategi optimalisasi bauran pemasaran dalam meningkatkan daya saing rumah sakit melalui telaah literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 20 jurnal nasional dan internasional yang relevan, terbit dalam rentang sepuluh tahun terakhir, menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola strategi efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan aspek People melalui peningkatan kompetensi komunikasi dan empati, transparansi informasi pada elemen Promotion dan Price, digitalisasi proses pelayanan, modernisasi bukti fisik, serta pengembangan layanan inti yang terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap persepsi positif dan retensi pasien. Ketujuh elemen 7P terbukti saling melengkapi dan perlu diimplementasikan secara terpadu untuk menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi rumah sakit dalam merancang strategi pemasaran yang adaptif, inovatif, dan berbasis patient experience di era digital.