Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SOSIALISASI TOXIC RELATIONSHIP DALAM REGULASI EMOSI PADA KALANGAN REMAJA Ayong Lianawati; Cindy Asli Pravesti; Maghfirotul Lathifah; Sutijono
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxic relationship membuat individu merasa tidak nyaman dan dirugikan. Adapun bentuk-bentuk toxic relationship ialah yang pertama kekerasan fisik, seperti memukul dengan tangan atau dengan benda. Untuk itu tujuan pengabdian pada masyarakat ini ialah pemahaman dan pemantapan perilaku remaja melalui regulasi emosi dalam menghindarkan toxic relationship. Regulasi emosi dapat mengatur kondisi individu agar tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak stabil. Sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah 151 remaja. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada mei 2024. Metode pengabdian pada masyarakat dengan menggunakan strategi participatory action research. Strategi participatory action research menggunakan lima langkah yakni; 1) inform (penyuluhan), 2) consult (diskusi), 3) involve (melibatkan), 4) collaborate (kerjasama), 5) empower (memberdayakan). Adapun hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ialah remaja yang menghindarkan toxic relationship dalam dirinya dapat dikatakan memiliki kemampuan regulasi emosi yang tepat. Kata kunci: toxic relationship; regulasi emosi; remaja
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN PROKRASTINASI AKADEMIK TERHADAP BURNOUT AKADEMIK MAHASISWA SE-KOTA SURABAYA Aurora Dahlia Vianindia; Cindy Asli Pravesti
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.14500

Abstract

The historical context of this study is the widespread academic procrastination among students in Surabaya universities in the western, eastern, northern, and southern districts. The demands of study and the daily routines they do at home make students bored, lack of entertainment and lack of motivation. It causes academic burnout. The aim of this study is to investigate the relationship between academic procrastination and self-efficacy and academic burnout among Surabaya students. Research of this kind is quantitative research. The quantitative research design used is a correlational design. The measurement scale using three Likert scales is useful for data collection. In this study, a total of 270 students were sampled utilizing a sampling technique, namely multistage cluster sampling. The analysis method employed encompassed descriptive analysis alongside multiple regression analysis, preceded by prerequisite tests such as normality, heteroscedasticity, and multicollinearity tests. The findings revealed a significant positive correlation between self-efficacy and academic procrastination with academic burnout, indicating that both variables contribute to academic burnout. Self-efficacy and academic procrastination accounted for 41.3% of the influence on student academic burnout behavior.
Peran Keterbukaan Sosial, Cara Berpikir, dan Keterampilan Teknis terhadap Efikasi Diri Guru Bimbingand dan Konseling Abad 21 Cindy Asli Pravesti; Mufidah, Elia Firda
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i1.3676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterbukaan pada situasi sosial, cara berpikir, dan keterampilan teknis terhadap efikasi diri guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Gresik. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, penelitian ini melibatkan 119 guru BK dari wilayah Utara, Tengah, dan Selatan. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, ANOVA, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan sosial memiliki hubungan positif yang signifikan dengan cara berpikir dan keterampilan teknis. Di antara ketiga indikator, cara berpikir memiliki skor tertinggi, sementara keterampilan teknis menjadi indikator dengan skor terendah. Selain itu, terdapat perbedaan efikasi diri yang signifikan antar wilayah administratif, di mana guru BK di wilayah Utara memiliki efikasi diri tertinggi. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan keterbukaan sosial, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan teknis sebagai strategi peningkatan efikasi diri guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI PADA ANAK TK B Isabella Hasiana; Aisyah; Cindy Asli Pravesti; Elisabeth Christiana; Aprilia Kusumasari; Safina Nurma Aprilia; Dia Eka Wati; Novi Ana Retno Wulan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi pada anak TK B. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pembelajaran anak usia dini adalah masih dominannya metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga anak kurang terlibat aktif dalam proses berpikir dan berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan dalam dua siklus di salah satu Taman Kanak-Kanak dengan subjek sebanyak delapan belas anak. Data diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas anak, peran guru, keterlibatan dalam diskusi, efektivitas kegiatan, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari rata-rata pretest ke posttest pada seluruh indikator, dengan peningkatan tertinggi pada peran guru (46,87%) dan keterlibatan anak dalam komunikasi (34,38%). Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan capaian mencapai 27,1%, yang menunjukkan bahwa deep learning efektif dalam mendorong anak berpikir lebih mendalam, aktif berkomunikasi, dan terlibat reflektif dalam pembelajaran. Kesimpulannya, penerapan pendekatan deep learning dapat memperkuat kualitas pembelajaran di PAUD dengan menciptakan proses belajar yang bermakna, eksploratif, dan berpusat pada anak.