Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : RIO LAW JURNAL

PELINDUNGAN MEREK KOLEKTIF ALEKOT TERHADAP PENINGKATAN PRODUK LOKAL DESA SILLU KABUPATEN KUPANG DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS Oedjoe, Kezya Bethlin Ratoe; Jacob, Yossie M.Y.; Bire, Chatryen M. Dju
RIO LAW JURNAL Vol 7, No 1 (2026): Rio Law Jurnal
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v7i1.1958

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap Merek Kolektif Alekot serta dampaknya terhadap peningkatan produk lokal di Desa Sillu, Kabupaten Kupang, ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek Kolektif Alekot merupakan merek yang dimiliki dan digunakan secara bersama oleh Kelompok Tani Hutan Paloil Tob dalam memproduksi kacang mete sebagai produk unggulan daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis hukum. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden terkait, yaitu pihak Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur, pemerintah desa, serta anggota kelompok tani, dan didukung dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap Merek Kolektif Alekot diwujudkan melalui pendaftaran merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, yang memberikan kepastian hukum serta hak eksklusif kepada kelompok untuk menggunakan merek tersebut. Perlindungan hukum ini berdampak positif terhadap peningkatan produk lokal, antara lain meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, memperkuat identitas produk daerah, serta meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan anggota kelompok tani. Dengan demikian, Merek Kolektif Alekot berperan penting sebagai instrumen perlindungan hukum sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Merek Kolektif, Produk Lokal, Kacang Mete Alekot, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016.
Co-Authors Aloysius, Sukardan Ati, Vinsensius Manet Bhoki, Aurelya Bifel, Arista Apriani Bill Nope Bone Lau, Hildegard Blinda Lestari Cyrilius W. T. Lamataro Cyrilius Wilton Taran Lamataro Damat, Petornius Darius Mauritsius Devistro, Bernaldino Djerahu, Evodius Eron Dollu, Daud Yaferson Dopo, Novita A L Ermalinda, Jenny Fa’ah, Yuri Sandra Ferroh, Fasri Hendrika Yunita Bebhe Herman Elfridus Seran Husni Kusuma Dinata Jacob, Yossie M Y Jacob, Yossie M.Y. Jacob, Yossie Maria Yulianti Jacob, Yossie Maria Yulianty Jenny Ermalinda Jenny Ermalinda Kade, Angelina Febriani Kaesmetan, Rini Marselin Kapitan, Treza Eanda Kim, Maria Theresia Lay Rade, Jericho Gerald Lihu, Dortius K. Liwe, Juan Truly Page Maksimiliane Kolorian Hilem Manu, Ananda Natasya Mauritius, Darius Mauritsius, Darius Melinda Ratu Radja Ndolu, Juliana S Ndolu, Juliana Susantje Ngunjunau, Umbu Lapu Nubatonis, Orpa J Nubatonis, Orpa Juliana Nunuhitu, Tiara G Nunuhitu, Tiara Gracela Oedjoe, Kezya Bethlin Ratoe Orpa J. Nubatonis Orpa J. Nubatonis Orpa J. Nubatonis Orpa J. Nubatonis Orpa Juliana Nubatonis Orpa Juliana Nubatonis Radja, Melinda Ratu Renda, Ariance Rohi, Grace Djara Sakeh, Fahry Fausi Sara Christiany Nggauk Sengge, Jenifer Viola Agustina Silvester, Agustinus Siti Ramlah Usman Sodak, Frederika Atalia Tadoe, Prisca Edelweys Tallo, Daud Dima Therik, Abigail Amelia Thoe, Maria Suryati Dorman Tungga, Axel Rudolf Alexander Uly, Nila Wati L. J Un, Alicia Chalista Usman, Siti Ramlah Wale, Faustin Ye Wungo, Anna Xaveria Ekaputri Yoanita Rostika Lala Yopi Negong, Antonius Yossie Maria Yulianti Jacob