Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI DAN POLA MAKAN SEHAT PADA ANAK SD: PENELITIAN TINDAKAN KELAS Salma Nadia Syafiyah; Ekawati Rini Wulansari
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2452

Abstract

The low level of health literacy among elementary school students in selecting healthy foods and snacks may hinder optimal growth and development. This study explicitly aims to improve students’ nutrition literacy, examine the effect of balanced nutrition education on healthy food selection skills, and describe the role of schools in fostering healthy eating behaviors among sixth-grade students at SDN 1 Tanjung Kesuma. This study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. In Cycle I, learning activities relied on lectures and simple discussions, resulting in low student participation and only 50% classical mastery. Based on reflection, improvements were implemented in Cycle II through interactive balanced nutrition education and hands-on practice in designing healthy menus. The results of Cycle II demonstrated a significant improvement, with all students achieving individual and classical mastery (100%) and showing positive changes in understanding and healthy eating behavior. This study contributes to elementary education by providing empirical evidence that interactive and contextual nutrition education effectively enhances children’s health literacy and supports sustainable healthy lifestyles.ABSTRAKRendahnya literasi kesehatan anak sekolah dasar dalam memilih makanan dan jajanan sehat merupakan permasalahan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan secara eksplisit untuk meningkatkan literasi gizi siswa, menganalisis pengaruh edukasi gizi seimbang terhadap kemampuan memilih makanan sehat, serta menggambarkan peran sekolah dalam menanamkan perilaku makan sehat pada siswa kelas 6 SDN 1 Tanjung Kesuma. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada Siklus I, pembelajaran dilakukan melalui ceramah dan diskusi sederhana, namun hasil menunjukkan partisipasi siswa masih rendah dan ketuntasan klasikal baru mencapai 50%. Berdasarkan refleksi, dilakukan perbaikan pada Siklus II melalui penerapan edukasi gizi seimbang berbasis media interaktif dan praktik langsung penyusunan menu sehat. Hasil Siklus II menunjukkan peningkatan signifikan, dengan seluruh siswa mencapai ketuntasan individu dan klasikal sebesar 100%, serta menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman dan perilaku memilih makanan sehat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat praktik pembelajaran kontekstual di sekolah dasar sebagai strategi efektif pengembangan literasi kesehatan sejak dini.
Pengaruh Buku Cerita Interaktif dalam Menumbuhkan Kesadaran Cuci Tangan pada Siswa Sekolah Dasar Nisa Alfian Nikmah; Ekawati Rini Wulansari
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 2 No. 01 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter anak sejak dini memerlukan beberapa aspek salah satunya yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dilakukan anak di lingkungan sekitar baik lingkungan tempat tinggal atau lingkungan sekolah. Kebiasaan mencuci tangan dengan benar yang dilakukan anak-anak merupakan salah hal yang dapat dinilai dan dilihat dari perilaku hidup bersih dan sehat. Masih banyak ditemui siswa sekolah dasar yang belum memahami pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji peran buku cerita interaktif dalam menumbuhkan kesadaran mencuci tangan pada siswa SD Islam Baitunnur Blora dan penelitian ini juga berfokus untuk mengatahui sejauh mana buku cerita interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan kebiasaan siswa dalam mencuci tangan. Penelitian yang telah dilakukan ini menggunakan metode yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mencuci tangan serta mendorong perubahan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Buku cerita interaktif terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan kontekstual bagi anak usia sekolah dasar.
Penerapan Video Animasi Edukatif untuk Meningkatkan Literasi PHBS dan Praktik Cuci Tangan pada Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Nailul Ianah; Ekawati Rini Wulansari
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2026): ISSUE JULI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63401/learntech.v2i02.692

Abstract

Salah satu perilaku kesehatan yang perlu dibiasakan pada anak adalah praktik mencuci tangan dengan benar. Namun, hasil observasi awal pada siswa kelas III SDN Tlogotunggal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami pentingnya PHBS dan belum mampu mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi PHBS dan keterampilan praktik cuci tangan siswa melalui penerapan video animasi edukatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 13 siswa kelas III SDN Tlogotunggal. Teknik pengumpulan data menggunakan tes literasi PHBS dan lembar observasi praktik cuci tangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada literasi PHBS dan praktik cuci tangan siswa. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai literasi PHBS sebesar 63,3 dan praktik cuci tangan sebesar 61,0 dengan tingkat ketuntasan 23%. Pada siklus I, rata-rata nilai literasi PHBS meningkat menjadi 72,9 dan praktik cuci tangan 71,4 dengan ketuntasan 69%. Pada siklus II, rata-rata literasi PHBS mencapai 79,6 dan praktik cuci tangan 78,8 dengan ketuntasan belajar 100%. Penerapan video animasi edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi PHBS dan keterampilan praktik mencuci tangan pada siswa sekolah dasar. Media pembelajaran berbasis audiovisual dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang menarik dan efektif dalam pendidikan kesehatan di sekolah dasar.
Edukasi Pangan Fungsional: Potensi Yogurt Pisang-Kayu Secang sebagai Tambahan Gizi Padat Nutrisi dalam Mendukung Kesehatan Masyarakat Hilizza Awalina Zulfa; Ekawati Rini Wulansari; Luluk Hermawati; Nur Bebi Ulfah Irawati
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 3 No. 2 (2026): April: Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v3i2.2974

Abstract

Abstract. Nutritional problems and low levels of healthy food literacy remain significant challenges in rural communities. The utilization of functional foods derived from locally available ingredients represents a strategic approach to improving community health quality. This community engagement program aimed to enhance the knowledge and skills of residents—particularly housewives and adolescents—through education and hands-on training in the production of banana–sappan wood yogurt as a nutrient-dense functional food alternative. The program was conducted on January 10, 2026, in Pabuaran Village, Serang Regency, using an educational and participatory approach. Activities included the delivery of educational materials on functional foods and the health benefits of probiotics, as well as a practical demonstration of yogurt preparation. Program evaluation was carried out through observation of participant engagement and interactive discussions. The results indicated that participants were able to successfully follow all stages of yogurt production and demonstrated high enthusiasm for the use of local ingredients as healthy food alternatives. The resulting product exhibited acceptable sensory characteristics and an appealing appearance. This activity contributed to improved nutritional literacy and food processing skills and demonstrated potential to support household-level food self-reliance.