This study aims to improve elementary school students' knowledge, awareness, and positive attitudes towards reproductive health and puberty through the implementation of Classroom Action Research (CAR)-based health literacy education. The study was conducted on grade VI A students of SDIT Bina Auladi, Depok City, using the Kemmis and McTaggart spiral model, which includes planning, action, observation, and reflection stages in two cycles. Learning interventions were carried out through the delivery of contextual materials, the use of visual media in the form of anatomical images and educational videos, and group discussions tailored to student characteristics. Data were collected through pre-tests and post-tests, as well as observations of learning activities, then analyzed descriptively and comparatively between cycles. The results showed an increase in student learning completion, from 15 students in the pre-cycle to 19 students in the first cycle and increasing to 21 students in the second cycle. These findings indicate that health literacy education is effective in improving students' understanding and positive attitudes towards physical and emotional changes during puberty. This study contributes to strengthening the application of Piaget's theory, Bandura's theory, and the Nutbeam health literacy model in reproductive health learning in elementary schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa sekolah dasar terhadap kesehatan reproduksi dan pubertas melalui penerapan pendidikan literasi kesehatan berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VI A SDIT Bina Auladi Kota Depok dengan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Intervensi pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi kontekstual, penggunaan media visual berupa gambar anatomi dan video edukatif, serta diskusi kelompok yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test serta observasi aktivitas pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa, dari 15 siswa pada prasiklus menjadi 19 siswa pada siklus I dan meningkat menjadi 21 siswa pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan literasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan penerapan teori Piaget, Bandura, dan model literasi kesehatan Nutbeam dalam pembelajaran kesehatan reproduksi di sekolah dasar.