Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Preventif Masalah Malnutrisi melalui Evaluasi Status Gizi Lansia di UPTD Sosial Banten Trisnasari, Erni; Sulthany, Ade Ichwan; Darifah, Siti; Pratiwisitha, Maytia; Wulansari, Ekawati Rini; Hermawati, Luluk
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.690

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi lansia dan meningkatkan literasi gizi sebagai upaya preventif terhadap risiko malnutrisi. Kegiatan dilaksanakan di UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengukuran antropometri dan edukasi gizi interaktif. Tinggi badan lansia diestimasi menggunakan dua metode, yaitu panjang rentang lengan dan tinggi lutut, yang hasilnya digunakan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Dari 13 lansia yang diperiksa, 4 orang (30,8%) tergolong Underweight, 4 orang (30,8%) normal, dan 5 orang (38,4%) mengalami kelebihan berat badan, dengan klasifikasi IMT yang identik dari kedua metode estimasi tinggi badan. Sesi edukasi literasi gizi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa metode estimasi tinggi badan tersebut valid digunakan dalam penilaian status gizi lansia, dan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam mendorong kesadaran gizi lansia sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di lingkungan lembaga sosial.
Efektivitas Program Sekolah–Rumah Sehat terhadap Literasi Kesehatan Siswa Kelas V di SDIT Amanah Ummah Hani Wulan Ekiyanti; Ekawati Rini Wulansari
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi kesehatan pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat sejak dini. Namun, praktik kesehatan siswa sering belum konsisten karena kurangnya keterhubungan antara pembiasaan di sekolah dan di rumah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Sekolah–Rumah Sehat dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa kelas V SDIT Amanah Ummah. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 31 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi kesehatan, observasi perilaku sehat, serta wawancara orang tua. Analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan nilai rata-rata, persentase ketuntasan, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi kesehatan dari 55,38 pada tahap awal menjadi 83,42 pada akhir siklus, dengan nilai N-Gain sebesar 0,63 yang termasuk kategori peningkatan sedang. Peningkatan juga terlihat pada perilaku sehat siswa, seperti kebiasaan mencuci tangan dan membawa bekal sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa kolaborasi sekolah dan keluarga melalui Program Sekolah–Rumah Sehat mampu meningkatkan literasi kesehatan siswa secara nyata.
Remaja dan Gaming: Perkembangan Gaya Hidup Sedentari dan Risiko Kesehatan Siti Darifah; Luluk Hermawati; Ekawati Rini Wulansari; Amanah Eva Fidusia Fidusia; Erika Agustianti
Journal of Health and Physical Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jhp.v1i3.1850

Abstract

Workshop Pengolahan Sampah Rumah Tangga Sebagai Upaya Edukasi Literasi Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Citeluk, Pandeglang , Banten Ekawati Rini Wulansari; Luluk Hermawati; Hilizza Awalina Zulfa Zulfa; Nur Bebi Ulfah Irawati Ulfah Irawati
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v1i2.78

Abstract

Household waste management remains a significant challenge in many regions, including rural areas. The low level of environmental literacy among the community, particularly children, is one of the main factors contributing to the lack of awareness regarding the importance of sustainable waste management. This community service program aimed to improve environmental literacy among elementary school students in Citeluk Village, Pandeglang Regency, through an educational and participatory workshop. The program was carried out in two main sessions: an environmental literacy session delivered interactively, and a practical session involving the creation of flower pots from used plastic bottles. The results showed an increase in students’ understanding of types of waste and their environmental impact, as well as basic skills in recycling plastic waste into useful items. Additionally, the activity fostered ecological awareness and creativity in utilizing waste materials. This initiative had a positive impact and has the potential to be further developed as a school- and community-based environmental education model.
Implementasi Media Edukatif Multimodal untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Siswa Sekolah Dasar Lintang Aulia Sutardi; Ekawati Rini Wulansari
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar melalui penggunaan media edukatif multimodal dalam pembelajaran. Rendahnya pemahaman siswa mengenai konsep makanan sehat dan pemilihan jajanan sehat menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa tes literasi kesehatan berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil uji validitas menunjukkan nilai r-hitung berkisar antara 0,42–0,78 yang lebih besar dari r-tabel 0,361, sehingga seluruh butir soal dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menghasilkan nilai 0,85 yang menunjukkan kategori reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar, serta N-Gain untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai literasi kesehatan siswa meningkat dari 59,65 pada pra-siklus menjadi 66,80 pada siklus I dan 73,25 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat hingga 80% pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu ≥75% siswa mencapai nilai ≥70. Hasil perhitungan N-Gain sebesar 0,34 menunjukkan peningkatan pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif multimodal efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar.
Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Pemberantasan Pedikulosis Kapitis di Desa Pabuaran, Provinsi Banten Trasia, Reqgi First; Wulansari, Ekawati Rini; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Zulfa, Hiliza Awalina; Abdullah, Rukman
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37821

Abstract

Abstract:  Pabuaran Village still faces health problems, one of which is pediculosis capitis. Therefore, this community service activity aims to diagnose pediculosis, carry out management and provide education in the form of counseling to Pabuaran Village residents, especially children and adolescents. Pediculosis eradication was carried out in January 2026 with a primary target of 40 people. Of the total children and adolescents examined, 29 children tested positive for pediculosis, so it can be interpreted that the prevalence of pediculosis in Pabuaran Village is 72.5%. There are 25 girls (62.5%) in Pabuaran Village who tested positive for pediculosis. In this activity, education was provided regarding the prevention of pediculosis capitis. Knowledge about Pediculosis Capitis plays a crucial role in preventing transmission to others. The educational material provided to residents included symptoms, transmission methods, complications, and management of pediculosis capitis. Pediculosis transmission can occur due to poor health behaviors, one of which is the habit of rarely washing hair. Children infested with head lice were given 1% permethrin shampoo and combed using the wet combing method. Pabuaran Village has a densely populated environment that facilitates the transmission of head lice. Therefore, awareness among all villagers is needed to maintain their health and prevent the spread of head lice.Abstrak: Desa Pabuaran masih memiliki masalah kesehatan, salah satunya pedikulosis kapitis. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mendiagnosis pedikulosis, melakukan tata laksana dan edukasi berupa penyuluhan kepada warga Desa Pabuaran, khususnya anak-anak dan remaja. Pemberantasan pedikulosis dilakukan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran utama sebanyak 40 orang. Dari keseluruhan anak dan remaja yang diperiksa, terdapat 29 anak yang positif pedikulosis, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa prevalensi pedikulosis di Desa Pabuaran sebesar 72,5%. Terdapat 25 anak perempuan (62,5%) di Desa Pabuaran yang positif pedikulosis. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi mengenai pencegahan pedikulosis kapitis, sehingga transmisinya dapat dicegah. Pengetahuan mengenai pedikulosis kapitis memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Materi edukasi yang diberikan pada warga berupa gejala, cara penularan, komplikasi dan tata laksana pedikulosis kapitis. Transmisi pedikulosis dapat terjadi akibat perilaku kesehatan yang buruk, salah satunya kebiasaan jarang membersihkan rambut.  Anak-anak yang terinfestasi tuma diberikan sampo permethrin 1% dan dilakukan penyisiran dengan metode wet combing. Desa Pabuaran memiliki lingkungan padat penghuni yang memudahkan transmisi tuma. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bagi seluruh warga desa untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit kutu rambut.
Pelaksanaan Kegiatan Sunatan Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak Di Kecamatan Cipare Revi Naldi; Kenny Cantika Abadi; Luluk Hermawati; Rukman Abdullah; Louisa Ivana Utami; Ekawati Rini Wulansari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.653

Abstract

Implementation Of A Mass Circumcision Program As An Effort To Improve Children’s Reproductive Health In Cipare District. Mass circumcision is a promotive and preventive intervention that plays an important role in maintaining boys’ health, particularly in relation to reproductive health. Limited access to healthcare services and socioeconomic factors in certain regions contribute to the low coverage of early-age circumcision, thereby increasing the risk of conditions such as phimosis, balanitis, and urinary tract infections. This community service activity aimed to improve children’s health through the implementation of a mass circumcision program in Cipare District, Serang City, Banten Province. The activity involved 23 boys aged 3–8 years, with the majority of participants in the 6–8-year age group. The implementation included initial health screening, parental education, circumcision procedures performed by medical personnel, and post-procedure monitoring. The results showed that all procedures were carried out safely and effectively without serious complications. Several medical indications were identified among participants, including phimosis, balanitis, and a history of urinary tract infections. This program provided direct benefits in preventing children’s health problems and increasing parental awareness of the importance of early reproductive health. It has the potential to serve as a sustainable promotive and preventive strategy to improve children’s health status at the community level.
Metode Case-Based Learning Dalam Pendidikan Kedokteran Untuk Meningkatkan Penalaran Klinis, Pengambilan Keputusan, Dan Self-Directed Learning Ekawati Rini Wulansari; Luluk Hermawati; Erika Agustianti; Rukman Abdullah; Ade Ichwan Sulthany; Erni Trisnasari
Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/eduvasi.v2i2.168

Abstract

Pendidikan kedokteran modern menuntut pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan medis, tetapi juga pada pengembangan kompetensi esensial, seperti penalaran klinis, pengambilan keputusan, dan pembelajaran mandiri. Case-Based Learning (CBL) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memanfaatkan kasus klinis terstruktur untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik klinis. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran Case-Based Learning dalam memperkuat penalaran klinis, kemampuan pengambilan keputusan, dan Self-Directed Learning pada mahasiswa kedokteran. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci “Case-Based Learning”, “Medical Education”, “Clinical Reasoning”, “Decision-Making”, dan “Self-Directed Learning”. Artikel yang disertakan meliputi penelitian empiris, tinjauan sistematis, dan literature review yang relevan dengan konteks pendidikan kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBL berkontribusi dalam meningkatkan penalaran klinis melalui analisis kasus yang terstruktur dan kontekstual, memperkuat kemampuan pengambilan keputusan melalui diskusi berbasis bukti, serta mendukung pembelajaran mandiri dengan mendorong keterlibatan aktif dan refleksi belajar dalam kerangka pembelajaran terpandu. Efektivitas penerapan CBL dipengaruhi oleh kualitas desain kasus, peran fasilitator, dan kesiapan mahasiswa. Dengan demikian, Case-Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan relevan dalam pendidikan kedokteran untuk mendukung pengembangan kompetensi klinis dan kesiapan pembelajar sepanjang hayat.
Problem-Based Learning Dan Pengembangan Higher-Order Thinking Skills Pada Mahasiswa Kedokteran: Tinjauan Literatur Ekawati Rini Wulansari; Amanah Eva Fidusia; Erika Agustianti; Firda Asma’ul Husna; Siti Darifah; erni Trisnasari; Luluk Hermawati
Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/eduvasi.v1i3.93

Abstract

Modern medical education emphasizes not only the mastery of medical knowledge but also the development of higher-order thinking skills (HOTS), including critical thinking, problem solving, and self-directed learning (SDL). To achieve these learning outcomes, Problem-Based Learning (PBL) has become one of the most widely implemented instructional strategies in medical curricula worldwide. This literature-based study aims to systematically examine the contribution of PBL in medical education to the enhancement of students’ HOTS. The Methods was using A comprehensive literature search was conducted through PubMed, Scopus, and Google Scholar using the keywords “Problem-Based Learning,” “Medical Education,” “Higher-Order Thinking Skills,” “Critical Thinking,” “Problem solving,” and “Self-Directed Learning.” Inclusion criteria consisted of publications from 2015–2025, empirical research, systematic reviews, or literature reviews within the field of medical education. The Results are The findings indicate that PBL in medical education significantly improves critical thinking by fostering analytical and evaluative skills, enhances problem-solving ability through authentic clinical case scenarios, and supports self-directed learning by promoting learner autonomy in identifying study needs and accessing scientific evidence. The success of PBL depends on the quality of case scenarios, the role of tutors as facilitators, and the readiness of students to engage actively in the learning process. The Conclusion is Evidence from the literature highlights that Problem-Based Learning plays a pivotal role in developing higher-order thinking skills among medical students. Integrating PBL systematically into medical curricula—supported by adequate learning resources and trained facilitators—strengthens lifelong learning competencies and prepares students to face the complex challenges of modern healthcare.
PENERAPAN PENDIDIKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN PUBERTAS MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA SDIT BINA AULADI KOTA DEPOK Annisa Fitriani; Ekawati Rini Wulansari
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2441

Abstract

This study aims to improve elementary school students' knowledge, awareness, and positive attitudes towards reproductive health and puberty through the implementation of Classroom Action Research (CAR)-based health literacy education. The study was conducted on grade VI A students of SDIT Bina Auladi, Depok City, using the Kemmis and McTaggart spiral model, which includes planning, action, observation, and reflection stages in two cycles. Learning interventions were carried out through the delivery of contextual materials, the use of visual media in the form of anatomical images and educational videos, and group discussions tailored to student characteristics. Data were collected through pre-tests and post-tests, as well as observations of learning activities, then analyzed descriptively and comparatively between cycles. The results showed an increase in student learning completion, from 15 students in the pre-cycle to 19 students in the first cycle and increasing to 21 students in the second cycle. These findings indicate that health literacy education is effective in improving students' understanding and positive attitudes towards physical and emotional changes during puberty. This study contributes to strengthening the application of Piaget's theory, Bandura's theory, and the Nutbeam health literacy model in reproductive health learning in elementary schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa sekolah dasar terhadap kesehatan reproduksi dan pubertas melalui penerapan pendidikan literasi kesehatan berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VI A SDIT Bina Auladi Kota Depok dengan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Intervensi pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi kontekstual, penggunaan media visual berupa gambar anatomi dan video edukatif, serta diskusi kelompok yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test serta observasi aktivitas pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa, dari 15 siswa pada prasiklus menjadi 19 siswa pada siklus I dan meningkat menjadi 21 siswa pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan literasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan penerapan teori Piaget, Bandura, dan model literasi kesehatan Nutbeam dalam pembelajaran kesehatan reproduksi di sekolah dasar.