Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Ikan dengan Kejadian Stunting: The Relationship between Fish Consumption and Stunting Andi Yaumil Bay R Thaifur; Zhanaz Tasya; Mariene W Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.412 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.985

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi di dunia, khususnya pada anak balita stunting menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat pertumbuhan. Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup ilmu kesehatan anak dengan desain analitik observasional cross sectional study yang dilakukan di Desa Bangun, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara stunting dan frekuensi konsumsi ikan dengan nilai (p=0,015). Dan tidak ada hubungan yang bermakna antara stunting dan jenis ikan dengan nilai (p=0,302)
Pengaruh Penggunaan Media Leaflet dan Benner terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia Di Desa Labuan Lelea Kabupaten Donggala Herlis; Syamsudin DJ. Batalipu; Suharia Hafid; Ratu Bulqis; Nurhasanah; Masita; Nanchy; Fidel Rachmat; Rahmatia M Tupi; Siti Nur Ain; Elsa Hamzah; Budiman; Zhanaz Tasya; Herlina Yusuf; Muh. Syukran; Zul Adhayani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4979

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan pendekatan Benner terhadap tingkat pengetahuan tentang penyakit TB paru dan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Posyandu Anggrek Desa Labuan Lelea, Kabupaten Donggala. Penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2023 dengan Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dimana pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Sampel penelitian ini adalah lansia yang terdaftar di Posyandu Anggrek Desa Labuan Lelea, Kabupaten Donggala sebanyak 40 peserta. Dari hasil penelitian Tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberikan edukasi Kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang penyakit Tbc di posyandu Anggrek desa Labuan Lelea dengan nilai Sig = 0,538. Karena nilai sig lebih besar dari ? (0,05) maka dapat di simpulkan tidak ada pengaruh pemberian edukasi Kesehatan terhadap lansia namun, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan lansia setelah di berikan edukasi Kesehatan beruba penyuluhan mengenai penyakit Tbc. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberikan edukasi Kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang penyakit Hipertensi di posyandu Anggrek desa Labuan Lelea dengan nilai Sig = 0,103. Karena nilai sig lebih besar dari ? (0,05) maka dapat di simpulkan tidak ada pengaruh pemberian edukasi Kesehatan terhadap lansia namun, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan lansia setelah di berikan edukasi Kesehatan beruba penyuluhan mengenai penyakit Hipertensi. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TB paru dan hipertensi pada lansia. Disarankan agar pendekatan ini dapat diterapkan secara luas dalam program penyuluhan kesehatan di tingkat masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lansia.
Perubahan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahaya Merokok Melalui Pendekatan Edukasi Kesehatan di Desa Binangga Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah: Changes in Community Knowledge About the Dangers of Smoking Through a Health Education Approach in Binangga Village, Parigi Tengah District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province Putri indah mayang sari; Melia; Nurlayla Aminuddin; Marsela; Juniardi; Zhanaz Tasya; Muhammad Syukran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5255

Abstract

Merokok, sebagai kegiatan umum di kalangan masyarakat global, menjadi fenomena sosial dan industri yang berkembang pesat sejak diperkenalkan di Indonesia pada abad ke-17. Meskipun industri rokok memberikan keuntungan ekonomi, peningkatan prevalensi merokok, terutama pada kelompok usia muda, mengakibatkan beban kesehatan dan sosial yang signifikan. Keterlibatan industri rokok dan dampak merokok pasif di dalam rumah memunculkan keprihatinan terhadap dampak kesehatan yang lebih luas. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang bahaya merokok di dalam rumah terhadap pengetahuan masyarakat di desa binangga. Studi ini menggunakan pre-test dan post-test pada Sebanyak 25 responden. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dengan mean nilai pre-test 5.04 dan nilai mean posttest 7.20 mengalami peningkatan sebesar 2.16 pengetahuan masyarakat desa binangga terhadap bahaya merokok di dalam rumah. Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi terkait bahaya merokok di dalam rumah masyarakat mampu menerapkan ilmu yang sudah didapatkan pada kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pencegahan Febris pada Masyarakat di Desa Tampaure Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu : The Effect of Health Education on Knowledge, Attitudes, and Preventive Actions Regarding Febrile Illnesses in the Community of Tampaure Village, Bambaira Subdistrict, Pasangkayu Regency Amalinda, Finta; Arifandi; Ilmawati; Elsafitri Muin; Siti Rahma; Muh. Nasir Sakka; Alwansyah; Jumiati Borhan; Nurvialam; Siti Nurhaliza; Ahmad Yani; Zhanaz Tasya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9531

Abstract

Penyakit febris merupakan gejala umum infeksi yang memerlukan pencegahan efektif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan febris di Desa Tampaure, Kabupaten Pasangkayu. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest dengan sampel 32 responden yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan (skala Guttman), sikap, dan tindakan (skala Likert). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan (p=0,008) dan tindakan pencegahan (p=0,012), namun tidak signifikan pada sikap (p=0,058). Simpulan, penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan febris, namun diperlukan pendekatan lebih mendalam untuk mengubah sikap masyarakat secara bermakna.
Analisis Paparan Timbal (PB) Pada Petugas Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU) CV. Arba di Kota Palu Tasya, Zhanaz
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.493 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i3.315

Abstract

Polusi logam berat termasuk timbal (Pb) merupakan masalah yang serius di negara maju maupun negara berkembang seperti indonesia. Polusi timbal berkaitan erat dengan proses pertambangan, asap kendaraan bermotor serta Industri yang menggunakan bahan baku timbal (Pb) seperti bahan bakar minyak yang mengandung bahan kimia beracun. Bahan bakar minyak dapat menghasilkan uap atau gas diudara yang menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan timbal (Pb) pada petugas SPBU CV.Arba. Penelitian ini menggunakan desain penelitian obeservasional analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode pengambilan sampel Total Sampling yaitu sebesar 40 responden.Hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara paparan timbal (Pb) dengan jam kerja responden dengan nilai p=0,004, ada hubungan yang bermakna antara paparan timbal (Pb) dengan masa kerja responden dengan nilai p=0,000,dan hubungan yang bermakna antara paparan timbal (Pb) dengan kebiasaan merokok dengan nilai p=0,001.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pb dapat terakumulasi didalam tubuh dalam kurun waktu yang lama,akumulasi timbal (Pb) didalam tubuh khususnya kepada para petugas SPBU dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ialah masa kerja yang lama, jam kerja yang lebih dari jam kerja normal, dan kebiasaan merokok. Selain melaui spesimen darah dan urin, akumulasi timbal (Pb) didalam tubuh seseorang juga dapat dideteksi melalui spesimen yang lain seperti rambut karna rambut dapat menyimpan akumulasi zat kimia didalam tubuh dalam kurun waktu yang lama.
Pengaruh Media SMS Reminder Terhadap Pengetahuan Suami Tentang Vasektomi Di Puskesmas Parigi Kabupaten Parigi Moutong Tasya, Zhanaz; Yani, Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.651 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.528

Abstract

Metode vasektomi salah satu metode kontrasepsi yang cocok untuk pasangan usia subur yang menginjak usia diatas 35 tahun atau pada masa mengakhiri bertambahnya anak. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh media SMS (Short Message Service) reminder terhadap peningkatan pengetahuan tentang vasektomi. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen dengan rancangan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah Pasangan Usia Subur/Suami yang berusia 30 tahun keatas dengan jumlah 473 orang. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 54 orang yang memenuhi kriteria inkulusi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan pengetahuan vasektomi sebelum dan setelah mendapatkan sms reminder. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini diharapkan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Maoutong dapat mempertimbangkan pemanfaatan media sms reminder dalam kegiatan intervensi yang berkenaan dengan peningkatan pengetahuan Vasektomi.
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pengobatan Rutin Pasien TB Paru Yani, Ahmad; Tasya, Zhanaz; Syam, Sadly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.054 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1032

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang pengobatan Rutin TB Paru yang diberikan petugas kesehatan kepada Penderita TB mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan Penderita TB tentang bagaimana cara minum obat TB yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk selama masa pengobatan enam bulan yaitu dengan cara yang berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan pengobatan rutin serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada penderita TB paru agar menurunkan angka penderita TB yang putus minum obat seara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan serta respon penderita TB paru Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang kepatuhan minum obat TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post testdesign yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun men-galami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 penderita (total populasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan TB Paru.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI Kalsum, Umi; Salham, Munir; Tasya, Zhanaz
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55066

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia, di mana penyakit penyerta (komorbid) secara signifikan meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan kematian. Di wilayah kerja Puskesmas Parigi, kasus TB terus meningkat hingga mencapai 47 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan minum obat serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien TB dengan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model concurrent embedded. Populasi penelitian adalah 177 pasien TB dengan penyakit penyerta di Puskesmas Parigi periode 2020–2024, di mana seluruh populasi dijadikan sampel kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara keparahan komorbid (p=0,039), jenis komorbid (p=0,001), dan status pengobatan (p=0,032) terhadap kepatuhan minum obat. Analisis regresi logistik mengonfirmasi bahwa jenis dan keparahan komorbid merupakan prediktor signifikan terhadap kepatuhan. Sebaliknya, tingkat pengetahuan (p=0,622) dan dukungan PMO (p=0,775) tidak memiliki hubungan signifikan. Temuan kualitatif mengungkap bahwa hambatan kepatuhan meliputi efek samping obat, kejenuhan mental akibat polifarmasi, serta kendala ekonomi terkait biaya transportasi. Kepatuhan minum obat lebih dipengaruhi oleh faktor klinis terkait komorbiditas dan faktor praktis harian dibandingkan tingkat pengetahuan pasien. Dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan yang proaktif menjadi faktor kunci dalam menjaga keteraturan pengobatan.
Evaluasi Program Pemberantasan Chistosomiasis di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Wati Gae, Helvie Etma; Rajindra; Tasya, Zhanaz
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7667

Abstract

Schistosomiasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberantasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberantasan Schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara dengan meninjau aspek input, proses, dan output pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Fokus Group Disccusin, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap pemangku kepentingan terkait, meliputi Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta sektor terkait lainnya. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggambarkan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi program di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, program telah didukung oleh kebijakan, sumber daya manusia, dan pendanaan, namun masih terdapat keterbatasan sarana prasarana dan distribusi sumber daya. Pada aspek proses, pelaksanaan kegiatan surveilans, pengobatan massal, dan pengendalian keong telah berjalan, tetapi belum optimal akibat kendala koordinasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan kondisi geografis wilayah. Pada aspek output, terjadi penurunan prevalensi kasus Schistosomiasis, namun target eliminasi belum sepenuhnya tercapai. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberantasan Schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara telah berjalan namun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan, koordinasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pemberantasan Schistosomiasis menuju eliminasi.
Implementasi Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Diwilayah Kerja Puskesmas Tagolu Victres Bangkeno; Rajindra; Zhanaz Tasya
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i1.2853

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang mempengaruhi kualitas hidup anak. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 56,9% penduduk usia ?3 tahun mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, sementara pemanfaatan layanan kesehatan gigi masih relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya promotif dan preventif dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak masih belum optimal. Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kesehatan gigi anak melalui kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan gigi, dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program UKGS pada siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Tagolu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri dari petugas kesehatan, guru, orang tua, dan siswa sekolah dasar yang terlibat dalam pelaksanaan UKGS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UKGS dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan gigi berkala, serta pembiasaan menyikat gigi di sekolah. Tenaga kesehatan berperan dalam edukasi dan pemeriksaan gigi, guru berperan sebagai fasilitator dan pengingat kebiasaan menjaga kesehatan gigi, sedangkan orang tua berperan dalam pengawasan dan dukungan perilaku kesehatan gigi anak di rumah. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kunjungan tenaga kesehatan, sarana pendukung yang terbatas, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi UKGS sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara tenaga kesehatan, guru, dan orang tua dalam membentuk perilaku pemeliharaan kesehatan gigi siswa.