Abstrak Keaksaraan fungsional merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih menghadapi kesenjangan literasi. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menguji aplikasi SUAR AKSARA sebagai instrumen digital untuk mengukur tingkat keaksaraan fungsional masyarakat di Kecamatan Cikalongwetan. Instrumen ini dirancang pada lima level, mulai dari membaca huruf, membaca suku kata berpola kv, membaca kata dua suku kata kvkv, membaca dua kata, membaca kalimat sederhana. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, serta evaluasi dengan melibatkan mahasiswa KKN Tematik dan masyarakat mitra. Hasil uji coba menunjukkan bahwa peserta relatif menguasai level dasar 91% (I1) dan 85% (I2), tetapi mengalami penurunan signifikan pada level kata kompleks (68%) dan kalimat sederhana (62%). Aplikasi SUAR AKSARA terbukti efektif, praktis, dan akurat dalam pemetaan literasi, serta bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan literasi yang lebih tepat sasaran. Abstract Functional literacy is a crucial aspect of improving the quality of life, particularly in rural communities that still face literacy gaps. This community service program aims to develop and test the SUAR AKSARA application as a digital instrument to measure the functional literacy levels of communities in Cikalongwetan District. The instrument was designed across five levels, starting from reading letters, reading kv pattern syllables, reading kvkv two syllable words, reading two words, reading simple sentences. The program involved socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation, engaging both thematic community service students and community partners. The trial results indicated that participants generally mastered the basic level of 91% (I1) and 85% (I2), but experienced a significant decline at the complex word (68%) and simple sentence (62%) levels. The SUAR AKSARA application proved to be effective, practical, and accurate in mapping literacy, and it provides useful data for local governments in designing more targeted literacy policies. This activity is expected to enable participants to create sustainable agricultural enterprreneurship.