Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PEMODELAN RASCH PADA SKALA PEMAAFAN Andar Ifazatul Nurlatifah; Muhamad Rifa’i Subhi
Jurnal Ilmiah ATSAR Kuningan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal ATSAR UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Ilmiah ATSAR Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena pemaafan merupakan salah satu nilai kebajikan yang penting bagi mahasiswa, maka diperlukan penelitian untuk mengukur pemaafan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen Skala Pemaafan yang untuk digunakan untuk mengukur pemaafan (forgiveness) dari segi subaspek motivasional. Skala Pemaafan diadaptasi dari Transgression-Related Inventory of Motivations (TRIM) yang ditandai dengan adanya lessen revenge motivation, lessen avoidance motivation, dan benevolence motivation. Data dari uji coba intrumen yang melibatkan 482 partisipan dianalisis menggunakan model Rasch melalui program Winsteps®. Eliminasi outlier dan item misfit dilakukan dalam tiga tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas item-person (KR-20) tergolong excellent; sedangkan reliabilitas item, reliabilitas person, separasi item, separasi person, dan daya beda item tergolong sangat bagus. Secara umum Skala Pemaafan memenuhi syarat unidimensionalitas dengan sangat bagus karena mampu menjelaskan sebanyak 60,7% varian yang muncul pada sub aspek motivasional pemaafan partisipan. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pengukuran pemaafan dari aspek/subaspek lain agar dapat mengukur pemaafan secara lebih komprehensif.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Memberikan Motivasi Terhadap Warga Binaan Panti Sosial Di Kabupaten Malang Putri, Sherla Amanda; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 1, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i1.36212

Abstract

Abstract: Social institutions are institutions that empower people with social welfare problems (PMKS), including homeless people and individuals with mental problems. The social and psychological challenges faced by inmates, such as social isolation and uncertainty about the future, emphasize the urgency of providing motivation as a source of inspiration and emotional support. The role of Islamic religious extension is key in providing inspiration, emotional support, and stimulating positive change. Through counseling and guidance, religious extension help inmates find the meaning of life, reflect on their actions, and create positive change. The aims of this research are 1) to find out the role of religious Islamic extension as motivators for assisted residents in social institutions, 2) to determine the positive impact of providing motivation to social assistance residents in social institutions. This research uses a qualitative approach using the literature study method which was carried out at the beginning of the research concept formulation stage. The results of this research show that 1) the role of religious extension as motivators proves the importance of their contribution in guiding, inspiring, and building the psychological and moral well-being of social assistance residents (WBS), 2) the positive impact of providing motivation on social assistance residents, shows that religious extension has a significant role in forming positive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS).ositive character and improving the mental well-being of social assistance members (WBS). Abstrak: Panti sosial adalah lembaga yang memberdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk tunawisma dan individu dengan masalah kejiwaan. Tantangan sosial dan psikologis yang dihadapi warga binaan, seperti isolasi sosial dan ketidakpastian masa depan, menekankan urgensi memberikan motivasi sebagai sumber inspirasi dan dukungan emosional. Peran penyuluh agama Islam menjadi kunci dalam memberikan inspirasi, dukungan emosional, dan merangsang perubahan positif. Melalui konseling dan bimbingan, penyuluh agama membantu warga binaan menemukan makna hidup, merenungkan tindakan mereka, dan menciptakan perubahan positif. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui bagaimana peran Penyuluh Agama Islam sebagai motivator warga binaan di Panti Sosial, 2) mengetahui dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial di Panti Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan pada awal tahap perumusan konsep penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran penyuluh agama sebagai motivator membuktikan pentingnya kontribusi mereka dalam membimbing, memberikan inspirasi, dan membangun kesejahteraan psikologis serta moral warga binaan sosial (WBS), 2) dampak positif pemberian motivasi pada warga binaan sosial, menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter positif dan meningkatkan kesejahteraan mental warga binaan sosial (WBS).
ISLAMIC COUNSELING (BEHAVIOUR THEORY) IN DEALING WITH TRUANT BEHAVIOUR Hafsoh Fadilla, Fariza; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/4n17q918

Abstract

Truancy behavior in students is a problem that often occurs in schools, with many factors behind it. The urgency of this research is to discuss ideal lessons, aspects of truancy, the impact of truancy. Uniquely, this research is based on one of the theories in psychology, namely the behavior theory coined by Burrhus Federick Skinner. Behaviorism theory is also applied to group guidance and individual counseling. The research method used in this research is qualitative, field research type with data collection techniques using interviews, the analysis method used is descriptive analytical.  The results after interviews with BK teachers at SMP Darul Hikam skipping class have various causes both internal and external. Prevention of skipping class by creating a pleasant learning atmosphere such as interspersed with games. After several times of group guidance and individual counseling by applying behavior theory to children who skipped class, the child began to leave his habit of skipping class. According to the counseling teacher, the counseling above will be more effective coupled with other theories such as humanistic, CBT and REBT.
Peranan Ilmu Al-Qur'an dalam Penafsiran Ayat-Ayat Mutasyabihat Zaneta, Ariella; Muhamad Rifa’i Subhi
Al-Qadim - Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir Vol 1 No 2 (2024): Al-Qadim - Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir
Publisher : ejournal.nurulqadim.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini fokus pada penafsiran ayat mutashabihat dalam Al-Qur’an yang merupakan aspek penting dalam tafsir Islam. Ayat-ayat mutasyabihat merupakan ayat-ayat yang mempunyai makna berbeda-beda dan memerlukan pendekatan ilmiah untuk memahami pesan-pesannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan: (1) Bagaimana ilmu Al-Qur’an membantu mengungkap makna ayat mutashabihat? (2) Apa yang menyebabkan salah tafsir? (3) Mengapa penting memahami ilmu Al-Qur’an dalam menjelaskanayat Al-Qur’an yang sulit? (4) Bagaimana pemanfaatan ilmu Al-Qur’an dapat menjelaskan ayat-ayat ini? (5) Bagaimana perbedaan cara memahami ayat-ayat kompleks mempengaruhi pemahaman Al-Qur’an secara keseluruhan?Metode penelitian yang digunakan adalah identifikasi dan analisis literatur ilmiah yang relevan, termasuk tafsir Al-Qur’an kuno dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu Al-Qur’an sangat penting dalam menafsirkan ayat-ayat mutesyabihat dan memberikan metode yang jelas. Dalam menjelaskan kedua ayat penjelas ini digunakan kaidah tafsir tafsir dan ilmu retorika. Mengetahui bahasa Arab, konteks sejarah dan susunan kata dalam Al-Qur’an adalah kunci untuk menafsirkan dengan benar makna ayat. Para penafsir harus menggunakan pendekatan yang berbeda terhadap ilmu Al-Qur’an untuk menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat. Dengan demikian, pengetahuan Al-Qur’an memberikan umat Islam pemahaman yang mendalam dan praktis tentang pesan-pesan Al-Qur’an, yang berguna dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pengimplementasian Surat An-Nahl Ayat 125 Untuk Mengoptimalkan Pengetahuan Perempuan Melalui Majlis Ta’lim di Desa Bumiharja Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal Afikoh Maulidya; Muhamad Rifa’i Subhi
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v3i2.3638

Abstract

The da'wah methods that will be conveyed by the Preachers in order to achieve the da'wah objectives that have been targeted. This Majlis Ta'lim is also one of the most effective ways to invite women to join the local community so they can seek knowledge. In the Ta'lim majlis there are various activities, including reciting the reading of the iqro to the Qur'an and istighosah. This study can be said as non-formal education to increase Islamic knowledge to women. The purpose of da'wah that is adapted to the da'wah method so that these goals can run smoothly, can be adjusted to the conditions in the places that have been targeted. If it is in accordance with the desired da'wah method, it will have a positive impact and good change for the local community. The success of preaching is also encouraged by the Da'I which is related to the way in which material is delivered to the mad'u. In order to increase adaptation between Da'I and Mad'u. The da'wah method used by the local Da'I in the recitation of the Ta'lim majlis is the bil-Hikmah, bil-Mau'izah Hasanah, and bil MujJadi da'wah methods. The da'wah conveyed by the Da'I must be adjusted to the conditions of the Mad'u in Bumiharja Village. This study uses data collection techniques by interview and observation. Interviews conducted by research to Ustadz Slamet and Mad'u Majlis Ta'lim in Bumiharja Village, Tarub District. Optimizing in preaching through the interpretation of the letter An-Nahl Verse 125 (a case study of Ustadz Slamet's preaching strategy in optimizing women's knowledge in Bumharja Village, Tarub District, Tegal Regency) it can be said that Ustadz Slamet uses the da'wah method bil Hikmah, bil Mau'izah Hasanah and bil Muj is where Ustadz Slamet was staying, he always looked at the condition of the local Mad'u so that he could find supporting factors for his missionary goals. One of them is Ustadz Slamet's way of presenting the material by using words that are easy to understand and polite and smooth so that the Mad'u can quickly accept it.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 5.0 Musyafak, Musyafak; Subhi, Muhamad Rifa'i
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 1 No 2 (2023): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v1i2.2109

Abstract

This study explores the strategies and implementation of Islamic Religious Education at MTs Agung Alim Blado, facing the era of the 5.0 Industrial Revolution. The main focus is on the integration of Islamic values with technological advancements through interactive and innovative teaching methods. Qualitative methods are used to understand students' experiences and adopt a holistic approach to Islamic education in the digital era. The results of this research show that the integration of technology and religious values in learning promotes a deep understanding of Islamic teachings, ensuring the relevance of Islamic education amid digital transformation. This research emphasizes the need to develop traditional pedagogical methods in the era of the 5.0 Industrial Revolution. By combining interactive and innovative teaching techniques, such as e-learning platforms, multimedia presentations, and collaborative projects, educators can effectively engage students and enhance their understanding of Islamic values. Additionally, collaboration with local religious institutions and scholars enables a deeper understanding of religious practices and encourages students to apply these teachings in their daily lives driven by technology. The integration of technology and Islamic values in education is crucial, not only to preserve the essence of religious teachings but also to prepare students for the dynamic landscape of the digital era while holding firmly to their faith and moral principles.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Secara Daring Latifah, Azkiyatul; Ridwan, Ridwan; Subhi, Muhamad Rifa'i
Promis Vol 4 No 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v4i1.588

Abstract

Dalam rangka tertib Manajemen untuk menyusun perencanaan pembelajaran, SD N 01 Sewaka tiap tahun ajaran baru diadakan rapat untuk persiapan umum, pembagian jadwal, penyampaian tata tertib, menyusun RPP, Silabus, Prota, Promes dan perangkat pembelajaran yang lain supaya dalam pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran di SD N 01 Sewaka guru menggunakan materi, kondisi siswa dan KD untuk memilih media dan metode yang akan digunakan. Sehingga media dan metode yang digunakan itu sesuai dengan materi pelajaran. Media yang digunakan guru mata pelajaran PABP berupa aplikasi WhatsApp. Kemudian untuk mengetahui hasil belajar siswa, sebelum menutup pembelajaran guru selalu memberikan tugas untuk siswa. Usai pembelajaran guru melaporkan pada jurnal yang tersedia dan yang terakhir untuk mengetahui hasil keseluruhan di tahun ajaran itu, dewan guru atau jajaran manajemen sekolah di SD N 01 Sewaka selalu mengadakan rapat evaluasi guru selama 1 kali dalam semester.
Model Bimbingan Islami Melalui Kegiatan Tahlilan Untuk Meningkatkan Religiusitas Masyarakat Desa Rowolaku Supriyanto; Muhamad Rifa’i Subhi
IQTIDA : Journal of Da'wah and Communication Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/iqtida.v5i01.10678

Abstract

Islamic guidance is a systematic effort to provide guidance and direction to individuals and groups in order to achieve happiness in this world and the hereafter, especially in matters of life. Among the approaches that are still relevant in the context of Islamic education to increase religiosity is through religious activities commonly carried out by the community, one of which is through tahlilan. The purpose of this study is to examine how Islamic guidance through tahlilan can have a positive impact, particularly in enhancing the religiosity of the community in Rowolaku village. Through interviews, observations, and documentation, it was found that Islamic guidance through tahlilan activities significantly increased the religiosity of the community, as evidenced by the increased level of community participation in tahlilan activities. Additionally, a spirit of mutual cooperation and solidarity among the community was also observed. Tahlilan, rooted in social group activities, has proven capable of inspiring positive activities in the spirit of worship. This study suggests further exploration and the use of more in-depth methods, such as quantitative approaches.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MEMBANGUN KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Muhamad Rifa'i Subhi; Sunyoto
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/kt5qfw02

Abstract

Artikel ini membahas peran bimbingan dan konseling Islam dalam membangun keharmonisan rumah tangga melalui pendekatan yang menekankan pada nilai-nilai spiritual, komunikasi efektif, dan pemahaman peran antara suami dan istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip konseling Islam diterapkan dalam konteks rumah tangga, mengevaluasi efektivitasnya dalam mencegah dan menyelesaikan konflik pernikahan, serta mengkaji kontribusinya dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengidentifikasi bahwa konseling Islam tidak hanya menawarkan solusi atas permasalahan rumah tangga, tetapi juga menjadi instrumen preventif yang kuat melalui pendidikan pranikah dan pembinaan spiritual. Prinsip-prinsip Islam seperti musyawarah, kasih sayang, dan kesabaran menjadi fondasi utama dalam proses konseling, yang mampu meningkatkan kualitas komunikasi dan memperkuat ketahanan keluarga. Temuan menunjukkan bahwa konseling Islam memiliki potensi besar dalam mendampingi pasangan menjalani dinamika rumah tangga dengan lebih matang dan bijaksana, sehingga mampu meminimalkan risiko konflik dan perceraian. Dengan demikian, bimbingan dan konseling Islam perlu terus dikembangkan dan diintegrasikan dalam program pembinaan keluarga guna memperkuat ketahanan sosial dan spiritual umat.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Minat Belajar Al-Qur'an pada Anak di Desa Semingkir Anansyah, Syafiq Fahli; Subhi, Muhamad Rifa'i
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.36399

Abstract

Abstract: Islamic religious instructors play a major role as learning facilitators who not only convey information, but also guide the children of Semingkir Village in increasing their interest in learning to read the Al-Qur'an. Through an interactive approach, instructors can create an atmosphere that triggers curiosity, teach the teachings of the Koran in their daily lives, and highlight positive values that can provide intrinsic motivation. By adopting creative and inclusive learning methods, Islamic religious educators can overcome potential barriers to learning, build children's self-confidence, and strengthen their enthusiasm for exploring religious knowledge. Apart from that, counselors also act as mentors who guide children's moral and spiritual development, making the Al-Qur'an not only a collection of verses, but also a relevant life guide. In the context of Semingkir Village, the presence of Islamic religious instructors is not only a supporter of formal behavior, but also a motivator for children to be active and diligent in reading the Koran. With a holistic approach, they can create a pleasant learning environment, spark a sense of pride, curiosity about the Qur'an, and stimulate continued interest in the study of the Qur'an.Abstrak: Penyuluh agama Islam memegang peran utama sebagai fasilitator pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membimbing anak-anak Desa Semingkir dalam meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur'an. Melalui pendekatan yang interaktif, penyuluh dapat menciptakan suasana yang memicu rasa ingin tahu, mengaitkan ajaran Al-Qur'an dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan menyoroti nilai-nilai positif yang dapat memberikan motivasi intrinsik. Dengan mengadopsi metode pembelajaran yang kreatif dan inklusif, penyuluh agama Islam dapat mengatasi potensi hambatan belajar, membangun kepercayaan diri anak-anak, serta memperkuat semangat mereka dalam menggali ilmu agama. Selain itu, penyuluh juga berperan sebagai mentor yang membimbing perkembangan moral dan spiritual anak-anak, menjadikan Al-Qur'an bukan hanya sebagai kumpulan ayat, tetapi juga sebagai panduan hidup yang relevan. Dalam konteks Desa Semingkir, kehadiran penyuluh agama Islam tidak hanya sebagai pendukung kurikulum formal, tetapi juga sebagai motivator pada anak anak agar giat dan rajin membaca Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang holistik, mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memicu rasa bangga terhadap rasa ingin tau kepada Al-Qur'an, dan merangsang minat berkelanjutan terhadap studi Al-Qur'an.