Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Putri Rofia’tus Sholikhah; Bella Afrilia; Adhyla Noorhafida Aulia Hakim; Afifah Kurniawati; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6825

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut transformasi paradigma dalam pembelajaran matematika, dari sekadar menghafal rumus menuju pemahaman konsep yang mendalam dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembelajaran matematika di SD berbasis Kurikulum Merdeka melalui tiga pilar utama: pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), pemanfaatan media dan bahan ajar, serta implementasi pembelajaran aktif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan kontekstual efektif menjembatani materi abstrak dengan kehidupan nyata siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna; (2) Penggunaan media konkret dan digital (seperti GeoGebra) serta LKPD berbasis konteks sangat vital dalam mentransformasi konsep abstrak menjadi representasi visual; dan (3) Pembelajaran aktif yang menempatkan guru sebagai fasilitator mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta keterampilan berpikir kritis. Keberhasilan pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengintegrasikan metode dan media yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
ANALISIS TEORI-TEORI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD/MI Najmul Laily Fitriana; Nafila Nuru Fatkhana; Helsa Aufa Marccella; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6849

Abstract

Pembelajaran matematika di SD/MI memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis sejak usia dini. Namun, rendahnya hasil belajar sering kali disebabkan oleh pendekatan yang berpusat pada guru tanpa mempertimbangkan perkembangan kognitif siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai teori pembelajaran dan mengaitkannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran matematika di SD/MI secara konseptual dan praktis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji jurnal, skripsi, dan buku terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teori Behaviorisme melalui penguatan positif, teori Piaget yang menyesuaikan tahapan operasional konkret, serta teori Bruner dan Vygotsky melalui pendekatan spiral dan scaffolding, secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, dan hasil belajar siswa. Dengan menerapkan teori-teori ini, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna dan efektif bagi siswa sekolah dasar.
KAJIAN LITERATUR TENTANG MODEL ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG PADA PESERTA DIDIK KELAS IV Roselia Puji Lestari; Feni Nur Afifah; Siti Lailatul Ulya; Aines Nisma Zustiani; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6928

Abstract

Pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar, khususnya pada materi bangun ruang, masih sering dipersepsikan sulit oleh peserta didik karena karakteristik materinya yang abstrak. Kondisi tersebut menuntut penggunaan model pembelajaran yang mampu menyajikan konsep secara konkret dan bermakna. Dalam pelajaran matematika, metode Role Play merupakan salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep dan karakteristik model Role Play, karakteristik pembelajaran matematika materi bangun ruang kelas IV, bentuk penerapan Role Play dalam pembelajaran matematika, serta kelebihan dan keterbatasannya berdasarkan kajian literatur dan hasil penelitian terdahulu. Studi literatur menjadi metode yang dipilih dalam penelitian ini dengan menelaah berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menyatakan bahwa model Role Play dapat meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang, keaktifan belajar, serta kemampuan berpikir konkret peserta didik kelas IV SD, meskipun memiliki keterbatasan dalam pengelolaan waktu dan kesiapan peserta didik.
PENGARUH MEDIA MANIPULATIF BLOK DIENES TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KONSEP NILAI TEMPAT DAN OPERASI HITUNG BILANGAN RIBUAN SISWA KELAS IV SD Minhatul Atsna; Rohmatul Karimah; Khafifah Maulani; Isnaini Khusnah; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6962

Abstract

Penggunaan media manipulatif Block Dines merupakan Sebagian dari strategi pembelajaran yang mendukung siswa sekolah dasar menguasai konsep nilai tempat dan operasi hitung bilangan ribuan. Studi ini dilakukan untuk mengkaji peran media Block Dienes dalam meningatkan pemahaman konsep serta hasil belajar matematika siswa berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu.  Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel junal, buku referensi, dan karya ilmiah relevan yang dipublikasikan pada rentangtahun 2012-2025 melalui database Google Scholar dan SINTA. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatam deskriptif kualitatif dengan mensistensi temuan penelitian terkait penggunakan Block Dienes dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. Hasil kajian menunjukan bahwamedia Block Dienes mampu memberikan representasi konkret terhadap konsep nilai tempat dan operasi hitung bilangan ribuan, sehingga membantu siswa memahami struktur bilangan secara lebih bermakna. Disamping itu, pemanfaatan media ini juga meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran dan mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal. Dengan dimikian, berdasarkan hasil kajian iteratur, media manipulatif Block Dienes memiliki peran positif dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar.
REVOLUSI KARAKTER: MATEMATIKA SEBAGAI TOOLBOX UNTUK MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Sheren Dian Prasetyowati; Dita Ayuningtyas; Jihan Choiriyah; Ismail Fikri; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7020

Abstract

Pendidikan di era digital saat ini menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait degradasi moral yang melanda Generasi Alpha akibat dampak negatif teknologi dan pergeseran dinamika sosial. Matematika, yang selama ini sering dipandang terbatas pada aspek kognitif, sebenarnya memiliki potensi strategis sebagai wahana pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran signifikan pembelajaran matematika dalam pembentukan karakter siswa, serta memaparkan konstruksi integrasi antara materi matematika dengan pendidikan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer meliputi jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan artikel akademik internasional yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika memiliki kontribusi vital dalam membentuk karakter melalui empat fokus utama: (1) Interpolasi pendidikan karakter secara implisit, di mana proses penyelesaian masalah matematika melatih sikap jujur dalam proses, ketelitian berpikir, dan ketekunan; (2) Pengelolaan karakter melalui perencanaan pembelajaran (RPP dan Silabus) yang dirancang secara eksplisit memuat nilai moral; (3) Pelaksanaan pembelajaran interaktif yang menanamkan budaya disiplin waktu, kerja sama tim, dan tanggung jawab; serta (4) Integrasi nilai-nilai Islam yang memadukan konsep matematika—seperti akurasi pengukuran dan prinsip keadilan dalam persamaan—dengan nilai spiritualitas. Disimpulkan bahwa matematika bukan sekadar instrumen pengembangan logika, melainkan perangkat revolusioner untuk membangun integritas moral siswa yang kokoh.
Analisis Kompetensi Guru SD Dalam Merancang Asesmen Matematika: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Tentang Tantangan Dan Faktor Pendukung Nafi Pri Nur Ratih; Salza Sabilatul Azira; Garneta Hematala; Aryadi Nursantoso
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang asesmen pembelajaran matematika pada implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan artikel jurnal, buku, dan karya ilmiah relevan yang dipublikasikan pada periode 2021–2025. Kajian difokuskan pada pemahaman guru terhadap konsep asesmen, kemampuan merancang asesmen diagnostik, formatif, dan autentik, serta kendala yang dihadapi dalam praktik pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian guru telah memiliki pemahaman dasar mengenai asesmen pembelajaran, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun instrumen asesmen yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman teknis, beban administrasi, serta minimnya pelatihan berkelanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam merancang asesmen pembelajaran matematika perlu didukung melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Analisis Deskriptif Model Pembelajaran Kooperatif sebagai Strategi Mitigasi Kecemasan Matematika (Mathematics Anxiety) Siswa SD/MI Nadia Nurul Aini; Nurdhiya Laila Syita; Tafrikhan; Azkiatul Fuadah; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan matematika (mathematics anxiety) merupakan hambatan psikologis fundamental yang mengganggu fungsi memori kerja (working memory) dan menurunkan kinerja akademik siswa sekolah dasar. Fenomena ini sering kali diperburuk oleh iklim pembelajaran konvensional yang kompetitif dan kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif peran model pembelajaran kooperatif sebagai strategi intervensi dalam memitigasi kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan analisis isi, komparatif, dan tematik terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian model kooperatif—seperti Think Pair Share, TGT, STAD, dan Jigsaw—efektif mendekonstruksi atmosfer kelas yang intimidatif menjadi lingkungan belajar yang aman (low-threat environment). Mekanisme interaksi teman sebaya dalam model ini terbukti mengubah tekanan sosial menjadi dukungan sosial (social support) dan bantuan kognitif (scaffolding), yang secara signifikan mereduksi beban psikologis siswa. Penurunan tingkat kecemasan ditemukan berkorelasi positif dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif bukan sekadar metode instruksional, melainkan intervensi psikopedagogis yang krusial untuk memulihkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan potensi kognitif siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP LUAS DAN VOLUME PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alya Nur Azizah; Kayma Devinta Putri; Kinara Dwi Shafarani; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya penguasaan konsep, khususnya pada materi luas dan volume. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konsep luas dan volume pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menelaah artikel penelitian yang relevan dari basis data Google Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis menggunakan alur PRISMA berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh tiga artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan penguasaan konsep luas dan volume, yang ditunjukkan melalui peningkatan penguasaan konsep, ketuntasan belajar, serta keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran matematika yang efektif di sekolah dasar
DAMPAK KEGIATAN MICROTEACHING TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (STUDI PADA MAHASISWA KELOMPOK 25 PROGRAM STUDI PGMI UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN TAHUN 2026) Hesti Sangadah; Normala Sari; Finna Sofiana; Nabila Izzatin; Asti Lutfiani; Jihan Choiriyah; Aryadi Nursantoso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kegiatan microteaching terhadap peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa kelompok 25 Program Studi PGMI di Universitas Sains Al-Qur’an Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan microteaching berlangsung. Berdasarkan pengalaman dan hasil penelitian, kami merasakan bahwa microteaching sangat membantu dalam melatih kemampuan menyusun modul ajar atau RPP, memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai, serta mengelola kelas dengan lebih baik. Kegiatan ini juga membantu kami memahami alur pembelajaran secara sistematis dan meningkatkan rasa percaya diri saat mengajar, meskipun masih terdapat rasa gugup dan kendala dalam pengelolaan waktu. Jadi, secara keseluruhan microteaching memberikan dampak positif dalam mempersiapkan kami sebagai calon guru Madrasah Ibtidaiyah.
ANALISIS KECEMASAN DALAM PRAKTIK MICROTEACHING SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERFORMA MENGAJAR MAHASISWA PGMI (STUDI PADA KELOMPOK 25) Faridatul Fuadah; Tri Dariyah; Garneta Hematala; Zakaria Aan Riyadi; Adelia Asfi Khalisa; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7118

Abstract

Pembelajaran adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan berbagai keterpaduan sehingga calon guru harus memiliki keterampilan pedagogik dan profesional yang memadai. Salah satu cara untuk mempersiapkan keterampilan tersebut adalah melalui kegiatan microteaching. Namun, dalam praktiknya, microteaching seringkali menimbulkan rasa cemas pada mahasiswa yang dapat berdampak pada performa mengajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kecemasan yang dialami oleh mahasiswa PGMI Kelompok 25 saat melakukan microteaching, mengidentifikasi penyebab kecemasan, meneliti dampaknya terhadap performa mengajar, serta mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dari mahasiswa PGMI Kelompok 25 Universitas Sains Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan mahasiswa meliputi aspek kognitif, fisik, dan manajemen kelas. Faktor utama yang menyebabkan kecemasan adalah ketakutan untuk melakukan kesalahan, penilaian dari dosen dan teman sekelompok, dan kurangnya persiapan mengajar. Kecemasan tersebut berdampak pada penurunan kepercayaan diri, dan penyampaian materi yang kurang optimal. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi persiapan yang matang, latihan berulang, penguatan mental, serta dukungan sosial dari lingkungan belajar.