Claim Missing Document
Check
Articles

Changes in knowledge and attitudes following menstrual hygiene education among adolescent girls in an Islamic boarding school: a one-group pretest–posttest study Syafik Arisandi; Lusi Anggraini; Dina Dwi Nuryani; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 8 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v8i2.16716

Abstract

Menstrual health education is important for adolescent well-being, yet evidence from Islamic boarding schools remains limited. This study assessed changes in knowledge and attitudes immediately following menstrual hygiene education among female students at MTS Darul Huffaz, Lampung. A pre-experimental one-group pretest–posttest design included all 86 eligible students who had experienced menarche. Participants completed a structured knowledge and attitude questionnaire before and immediately after a 15-minute, context-sensitive educational session. Paired-samples t-tests showed significant differences between pretest and post-test knowledge scores (t = 4.988, p < 0.001) and attitude scores (t = 4.297, p < 0.001). The proportion classified as having positive attitudes increased, although negative attitudes remained the most common post-test category. The session was followed by immediate improvements in knowledge and attitudes, but the absence of a comparison group and longer follow-up limits causal interpretation and assessment of sustained change. Islamic boarding schools should provide recurring menstrual health education supported by private sanitation, appropriate disposal facilities, and trained staff.
Konseling keluarga berencana pada pasangan usia subur sebagai upaya mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera Eli Zuana; Clara Puspita; Dhiny Easter Yanti; Khoidar Amirus; Yuni Nurpela; Arini Rahmawati; Intan Obella; Eka Fitri Yana; Mutiara Adelia Putri; Mita Julpiana; Leoni Agustia Ratna Intan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.3900

Abstract

Background: Family Planning (KB) is a government program aimed at improving reproductive health, controlling birth rates, and fostering healthy, prosperous families. Challenges to the program's success include limited public knowledge regarding contraceptive methods, persistent myths about family planning, and a lack of partner involvement in decision-making. Therefore, counseling activities for couples of reproductive age are essential to enhance public understanding and awareness regarding the importance of the Family Planning program. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding the importance of the Family Planning program. Method: Counseling activities were conducted in the Langkapura District, Bandar Lampung, from May 16 to June 5, 2026, involving 40 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring respondents' knowledge levels regarding the Family Planning program and subsequently analyzed descriptively using SPSS software. Results: Showed that the mean age of respondents was 34.43 years, with the majority (15 respondents or 37.5%) falling within the 30–39 age range. Most respondents (26 or 65.0%) demonstrated a good level of knowledge regarding family planning, while 14 respondents (35.0%) possessed a fair level of knowledge; no respondents fell into the "poor knowledge" category. Following the counseling, respondents demonstrated improved understanding regarding the benefits of family planning, types of contraceptives, side effects, and the crucial role of husbands in supporting the program's success. Conclusion: Family planning (FP) counseling is effective in increasing knowledge regarding contraceptive methods among couples of reproductive age. Enhanced understanding of contraception positively impacts the fostering of awareness and the management of family health specifically concerning recommended birth spacing and the prevention of side effects associated with hormonal contraceptives. Suggestion: Continuous education and counseling are expected to reduce public misconceptions, improve the selection of appropriate contraceptive methods, and support the realization of healthy, prosperous, and high-quality families. Keywords: Contraceptive methods; Counseling; Couples of reproductive age; Family planning Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi, mengendalikan angka kelahiran, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai metode kontrasepsi, masih berkembangnya mitos tentang KB, serta kurangnya keterlibatan pasangan dalam pengambilan keputusan menjadi tantangan dalam keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, kegiatan konseling kepada pasangan usia subur (PUS) diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB). Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB). Metode:  Kegiatan konseling dilaksanakan di wilayah Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung pada tanggal 16 Mei–5 Juni 2026 dengan melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan responden mengenai program Keluarga Berencana, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan program SPSS. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 34.43 tahun dan mayoritas berada direntang usia 30-39 tahun yaitu sebanyak 15 responden (37.5%). Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 26 responden (65.0%) mengenai keluarga berencana, sedangkan 14 responden (35.0%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Tidak terdapat responden dengan kategori pengetahuan kurang. Setelah mengikuti konseling, responden menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat KB, jenis-jenis kontrasepsi, efek samping, serta pentingnya peran suami dalam mendukung keberhasilan program KB. Simpulan: Kegiatan konseling keluarga berencana (KB) efektif meningkatkan pengetahuan tentang media kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS). Meningkatnya pemahaman tentang kontrasepsi memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran dan mengelola kesehatan keluarga khususnya mengenai jarak kehamilan yang dianjurkan dan mencegah efek samping KB hormonal. Saran: Edukasi dan konseling yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi kesalahpahaman masyarakat, meningkatkan pemilihan media kontrasepsi yang tepat, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Co-Authors Aan Oktavia yuman Achmad Farich Agung Aji Perdana Akhmad Kheru Dermawan Alek Iskandar Amalia Amraini Andoko Andoko Anggie Pebriani Anggraheni Widyaningrum Aprilia Aprilia Ara Yuliasari RS Arini Rahmawati Arnan Jaya Arnelia Indah Pratama Artini, Ika Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Pinilih Athaya Hafizhah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Bella Kurniane Hartono Chanita Sari Manulang Christin Angelina Christin Angelina F Christin Angelina F Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Clara Puspita Desna Sari Putri Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinda Rachma S Dwi Astuti Widia Ningrum Echa Rafika Eka Fitri Yana Eli Zuana Erika Dwi Permana erika maulina yanti Eva Mayasari Fadel Achmad Haikal Fadel Achmad Haikal Fadhilah Amanda Sari Fakhri Rizki Febrianti Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Yanti Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Hafiratul Fitri Usfa Hana Rizka Aulia Hany Musliha Happy Aprilia Belkis Happy Aprilia Belkis Hermawan, Dessy Herry Djoko Subandriyo Ida Maya Meika S Ida Maya Meika Sari Ida Sulistiani Indah Mulia Herwisdiane Indah Mulia Herwisdiane Intan Obella Iqmy, Ledy Octaviani Karbito Karbito Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoidar Amirus Leoni Agustia Ratna Intan Lolita Sary Lusi Anggraini mislianti - Mislianti Mislianti Mita Julpiana Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhammad Shendy Febrian Sahapati Mutiara Adelia Putri Natasya Beggy Candesa Neti Nurmala Sari Nina Okta Rina Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Novita Sari Nuke Indrawati Nur’afni Balqis Julia Nurhalina Sari Nurhayati Nurhayati Nurkhasanah Nurkhasanah Nurul Aryastuti Randy Yusuf Pratama Renitasari Renitasari Renna Oktavia Rudi Resna Mahdewi Puteri Rina Suryani Rr. Salwa Zasya Samino Samino Samino Samino Setiawati Setiawati Siti Mariam Sugihati Sugihati Syafik Arisandi Vera Yulyani Veronica Ela Rimawati Wayan Aryawati Wiwik Erni Puspita Sari Yolandha Adinda Pratiwi Yuliati Amperaningish Yulyani, Vera Yuni Nurpela Yuniar Herdarini Utami Yusuf Firmansyah Zahra Shafa A Zahra Shafa Anisa Zelda Nora Afriza Zulius Alfandi