Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULATION AND CHARACTERIZATION EFFERVESCENT TABLETS OF GAMBIER LEAF EXTRACT (Uncaria gambier Roxb) Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana; Rismayanti Putri, Putu; Wintariani, Ni Putu; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol 6 No 1 (2024): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematic and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2024.v06.i01.p04

Abstract

Background: Gambier, also known as the term (Uncaria gambier Roxb), is a plant that has long been cultivated in Indonesia. The components of flavonoid compounds in gambier plants have been widely reported as antioxidants. Using the gambier plant will be more accessible and more practical if it is made in dosage form, one of which is in the form of effervescent tablets. Objective: To determine the physical and chemical characteristics of effervescent tablets of gambier leaf extract (Uncaria gambier Roxb). Methods: Descriptive design, which includes phytochemical screening research, extract quality test, physical and chemical characteristics test of effervescent tablets formulation. Results: Positive gambier leaf extracts contain flavonoid compounds, alkaloids, tannins, and saponins. The average weight uniformity test of the tablet is 1.57 ± 0.02 grams, the average tablet thickness test of the tablet is 0.5±0 cm while a tablet's average diameter is 1.6±0 cm, the fragility test obtained <1%, the average hardness test of the tablet is 4.34±0.02 kg, the solubility time of the tablet obtaining is 1.6 ±0.4 minutes and tablets pH is 5.5±0.2. Conclusion: It is possible to draw the conclusion that the positive gambier leaf extract includes flavonoid components, alkaloids, tannins, and saponins based on the findings of the data previously gathered. The quality test of gambier leaf extract is already qualified, and the test of the characteristics of the physical and chemical properties produced is suitable based on Pharmacopeia Indonesia Standard. Keywords: Gambier; Extract; Tablet Effervescent
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Mengwi II Ni Putu Helena Priscayanti; Ida Bagus Nyoman Maharjana; Ni Putu Wintariani; I Putu Gede Adi Purwa Hita
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v1i3.95

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan kasus yang biasanya memiliki riwayat kelainan yang dimulai dengan resistensi insulin. Berbagai komplikasi akibat diabetes dapat terjadi pada semua system tubuh seperti saraf, jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, dan otak. Jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian. Kepatuhan pengobatan yang rendah terhadap terapi dapat menyebabkan peningkatan risiko biaya pengobatan, peningkatan komplikasi penyakit dan risiko rawat inap. Selain itu, dukungan keluarga juga menjadi satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mengwi II. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan jumlah sampel yang digunakan 100 sampel. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji Spearman Rank dengan instrument kuesioner dukungan keluarga dan MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65 responden (65%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik dengan tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori sedang. Analisa Spearman Rank menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Hal ini berarti ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mengwi II.
ANALISIS KESESUAIAN BIAYA RIIL PASIEN KEMOTERAPI KANKER SERVIKS DENGAN TARIF INA-CBG’s PADA PASIEN JKN RAWAT INAP DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 Wintariani, Ni Putu; Suwantara, I Putu Tangkas; Suena, Ni Made Dharma Shantini
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i1.1053

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit urutan pertama yang menyerang wanita di Indonesia. Tingginya biaya perawatan dan penggunaan sistem satu tarif Indonesia Case Base Group (INA-CBG) yang saat ini diikuti oleh semua rumah sakit di Indonesia. Tarif yang diputuskan oleh INA-CBG terkadang tidak sesuai dengan biaya sebenarnya yang dikeluarkan rumah sakit sehingga terjadi perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya riil tanpa kemoterapi dan tarif INA-CBGs, komponen biaya tertinggi dengan biaya riil tanpa kemoterapi, dan untuk mengetahui jumlah biaya riil tanpa kemoterapi yang terkait dengan keteraturan siklus kemoterapi pada pasien rawat inap di serviks. Di Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar pada bulan Januari-Juli 2014. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan mengumpulkan data dokumen klaim dan rekam medis penderita kemoterapi kanker payudara di RSUP Sanglah. Diambil secara purposive sampling secara retrospektif dengan desain cross-sectional menurut perspektif rumah sakit; Sampel terdiri dari 161 episode dari 50 pasien. Analisis dilakukan dengan menggunakan satu sampel uji-t untuk mengetahui perbedaan biaya riil dan tarif INA-CBG dan analisis multivariat untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya sebenarnya. Perbedaan antara biaya riil dan tarif paket INA-CBGs pada tingkat keparahan pertama sebesar Rp. 77.021.099 untuk yang pertama, Rp. 40.924.685 untuk yang kedua, dan Rp 248.472.471 untuk kelas ketiga pengobatan; Pada tingkat keparahan kedua sebesar Rp 29.467.328 untuk yang pertama, Rp. 58.917.239 untuk yang kedua, dan Rp 170.277.952 untuk kelas ketiga perawatan, dan pada tingkat keparahan ketiga sebesar Rp 20.903.495 untuk yang pertama, Rp. 19.591.972 untuk yang kedua, dan Rp. 72.467.699 untuk kelas ketiga pengobatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya sebenarnya di kelas pertama, kedua, dan kelas ketiga adalah LOS (p = 0.000), prosedur (0.000), dan diagnosis sekunder (p = 0,030). Pola siklus tidak teratur memiliki biaya rata-rata yang nyata tanpa kemoterapi yang lebih rendah daripada yang tidak teratur.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Kulit Kedelai Edamame (Glycine Max L. Merr) menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1- picrilhidrazyl). Oktaviani, Fatikhatul Putri; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; widayanti, ni putu; wintariani, ni putu
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3 No 02 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i02.5073

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu permasalahan yang menimbulkan penyakit generative yang dapat membahayakan tubuh, dengan begitu tubuh memerlukan untuk menetralisir kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas adalah dengan antioksidan. Antioksidan membantu tubuh untuk melawan produksi radikal bebas berlebihan yang dapat terjadinya stres oksidatif maka tubuh harus mendapat tambahan antioksidan dari luar tubuh (antioksidan eksogen) seperti antioksidan alami yang berasal dari buah-buahan dan tanaman. Tanaman kedelai edamame (Glycine Max L. Merr) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan Penelitian ini mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% kulit kedelai edamame menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1- picrilhidrazyl). Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH dengan dihitung berdasarkan nilai Inhibitor Consentration (IC50). Penentuan kadar senyawa fenol dan flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil dari penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% kulit kedelai edamame memiliki nilai IC50 685,39 ±19,38 ppm. Hasil penetapan kadar flavonoid total memiliki nilai 0,3511 ± 0,03 %. Hasil penetepan kadar fenol total memiliki nilai 1,3428 ± 0,01 %. Hasil pengujian evaluasi simplisia kulit kedelai edamame meliputi uji kadar abu total dengan hasil 5,5357 ± 0,12 %, susut pengeringan dengan hasil 8,4740 ± 0,11 %. Hasil pengujian evaluasi ekstrak etanol 96% kulit kedelai edamame meliputi uji rendemen dengan hasil 13,427 %. Kesimpulan dari pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% kulit kedelai edamame memiliki hasil IC50 yang sangat lemah. Hasil dari evaluasi simplisia dan ekstrak memiliki hasil parameter yang sesuai standar dan skrining fitokimia ekstrak kulit kedelai edamame memiliki hasil positif kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, steroid, terpenoid, dan saponin.
Hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di apotek kabupaten badung : Patients satisfaction with pharmaceutical care in community pharmacies in the district of badung wintariani, putu; Apsari, Dewi Puspita; Suwantara, I Putu Tangkas
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 4 (2021): Bali Medika Jurnal Vol 8 No 4 Desember 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i4.196

Abstract

Pharmaceutical service is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of the patient. Pharmacist interactions include providing information, monitoring drug use and knowing the final goal according to expectations to achieve patient satisfaction with pharmaceutical services. Patient satisfaction is the result of an assessment in the form of an emotional response (feeling happy and satisfied) because of the fulfillment of expectations or desires in using and receiving pharmaceutical services. This is a descriptive analytic study with a cross sectional survey design towards consumers who come to the pharmacy in Badung Regency, using a questionnaire as an instrument of data collection. The number of pharmacies that are willing to participate in this research is 15 pharmacies. Respondents in this study were pharmacy consumers, namely patients who received pharmaceutical services at the Badung district pharmacy and had met the inclusion-exclusion criteria. The results of the binary logistic test of patient characteristics stated that the level of customer satisfaction with the quality of pharmaceutical services at the Badung district pharmacy was not significant, including age (p = 0.761), gender (p = 0.612), education (p = 0.079), income level (p. = 0.139), occupation (p = 0.255), visit to the pharmacy (p = 0.392). Meanwhile, the pharmaceutical service category has a significant relationship with a value of 0,000 (p = 0,000) and has an effect of 11,495 times (or = 11,495). The statement of pharmaceutical services has a good and very good percentage which is indicated by statements such as pharmacists serving kindly (36.1%), treatment given according to consumer wishes (37.1%), and pharmacies having complete drugs and medical devices ( 38.1%).
Sifat Fisika Kimia Sediaan Vanishing Krim Anti Jerawat Ekstrak Etanol 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Wintariani, Ni Putu; Mahartha, I Ketut Panji; Suwantara, I Putu Tangkas
Widya Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i1.1655

Abstract

Jerawat merupakan peradangan pada lapisan polisebaseus yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acne. Pengembangan sediaan vanishing creamantijerawat dari daun belimbing wuluh (Averhoa bilimbi L.) yang mengandung zat aktif sebagai antibakteri yang merupakan salah satu upaya mengurangi masalah resistensi antibiotic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika dan kimia sediaan vanishing krim antijerawat pada variasi konsentrasi zat aktif dari ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan empat formulasi sediaan vanishing cream dan variasi konsentrasi ekstrak yang terdiri dari 0% (F0), 10% (F1), 15% (F2), 25%(F3). Uji fisika kimia yang dilakukan dengan uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya lekat, dan uji pH serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram terhadap bakteri Propionibacterium acnes.Hasil penelitian menujukan vanishing krim anti jerawat ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki sifat fisika kimia yang baik berdasarkan uji evaluasi krim
Hubungan antara Pengetahuan Pasien dan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Puskesmas Mengwi I Apsari, Dewi Puspita; Wintariani, Ni Putu
Widya Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2805

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat antihipertensi yang buruk dianggap sebagai salah satu penyebab utama kontrol tekanan darah yang buruk. Meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dipercaya mampu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian studi potong lintang ini melibatkan 88 pasien hipertensi usia 20-54 tahun di Puskesmas Mengwi I. Kepatuhan dan pengetahuan dinilai dengan kuesioner MMAS-8 dan HK-LS secara berturut-turut. Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dianalisis menggunakan Rank Spearman. Hasil : Penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang tinggi dengan angka 61 (69,3%) dan 40 (45,5%) secara berturut-turut. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang cukup dan signifikan antara kepatuhan dengan pengetahuan terkait penanganan medis (r=0,286; p=0,007), kepatuhan minum obat (r=0,371; p=0,000), gaya hidup (r=0,310; p=0,003) dan diet ( r=0,318; p=0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien hipertensi terkait penanganan medis, kepatuhan minum obat, gaya hidup dan diet merupakan determinan penting penentu kepatuhan minum obat di puskesmas.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Hipertensi Dan Hipertensi Dengan Diabetes Militus Di Puskesmas Selemadeg Timur II Tabanan Gangga, I Made Putra; Wintariani, Ni Putu; Apsari, Dewi Puspita
Widya Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3388

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Kontrol tekanan darah dan pemilihan obat yang tepat diperlukan untuk meminimalkan angka kematian akibat hipertensi. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian non eksperimental. dimana penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif yang dilakukan secara kuantitatif dengan melihat pemberian terapi pasien Hipertensi dan Hipertensi dengan Diabetes. Penggunaan monoterapi CCB (Amlodipine) merupakan terapi yang paling sering digunakan. CCB digunakan pada pasien hipertensi sistolik lansia. Systolic Hypertension-Europe melakukan uji coba pada pada placebo terkontrol yang menunjukkan bahwa CCB dihidropyridine long-acting mengurangi resiko kejadian kardiovaskular pada hipertensi sistolik. Pasien Hipertensi dengan Diabetes penggunaan monoterapi ACEI (Captopril) merupakan terapi yang paling sering di gunakan untuk pasien hipertensi dengan DM. ACEI memiliki manfaat dalam menghambat perkembangan DM bahkan mencegah komplikasi DM pada pasien dengan hipertensi melalui mekanisme penghambatan RAAS (Renin- Angiotensin-Aldosteron System). Kontrol tekanan darah pasien hipertensi disertai DM mengalami penurunan dimana tidak terdapat pasien dengan tekanan darah stage 2. Pasien dengan Hipertensi didapati penurunan tekanan darah dimana 93% berada di bawah atau sama dengan target tekanan darah yang direkomendasikan JNC 8. Penggunaan monoterapi yang mendominasi pada pasien lansia dengan Hipertensi dan Hipertensi dengan Diabetes menunjukan adanya perbaikan tekanan darah pasien. Hal ini dikarenakan terapi yang diberikan menurut JNC 8 telah tepat sehingga target tekanan darah pasien tercapai
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Terapi Pasien TB Paru di Puskesmas Labuan Bajo Mei, Fransiska Oktaviana; Parthasutema, Ida Ayu Manik; Wintariani, Ni Putu
Bali International Scientific Forum Vol. 1 No. 1 (2020): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v1i1.126

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Unsuccessful treatment can be canceled from TB treatment and cessation treatment by patients for certain reasons. Failure of TB therapy can help by several factors such as drug side effects, the level of knowledge of the patient, relationship to taking medication and drug interactions. Purpose: to determine the factors that influence the failure of therapy for pulmonary TB patients at the Labuan Bajo primary health center.  Method: This type of research is an observational study with cross sectional research design. The sample in this study were patients who had failed TB treatment therapy as many as 22 patients and patients recovered as many as 13 people in the Labuan Bajo primary health care during 2018 taken by the total sampling technique. The analytical method used is the associative hypothesis correlation coefficient contingency test.. Result: the contingency coefficient correlation test between the knowledge level of TB patients with TB therapy failure (p-value = 0.003 <0.05) showed there was a relationship between the level of knowledge and failure of therapy, adherence to TB patients with TB therapy failure (p-value = 0.001 <0.05) showed an association between adherence to treatment failure, drug side effects with failure of TB therapy (p-value = 0.392> 0.05) showing no association between side effects and failure of therapy, and drug interactions with treatment failure ( (p-value = 0.006 <0.05) shows there is a relationship between drug interactions with failure of therapy. Conclusion: Knowledge, compliance with TB patients and the presence of drug interactions are factors  the failure of therapy for TB, while the side effects of drugs do not affect the nervousness of TB patient therapy in the Labuan Bajo health center.
Efektivitas Krim Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius Roxb.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Wintariani, Ni Putu; Andyani, Ni Kadek Ayu Surya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.22800

Abstract

Kulit sering terjadi penumpukan kotoran dan sel kulit mati yang berlebih, dimana kotoran ini apabila tidak segera dibersihkan, maka akan terjadi masalah kulit yang muncul. Salah satu masalah kulit yang muncul adalah jerawat. Jerawat pada kulit menyebabkan rasa tidak percaya diri, jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Sediaan krim yang berasal dari daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.), diujikan ke bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium Acnes (P.Acnes). Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratoris dengan menguji kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P.acnes dengan metode uji bakteri disc diffusion. Uji fitokimia pada ekstrak daun pandan wangi didapatkan hasil positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid, serta menunjukan aktvitas antibakteri dan zona hambat rata-rata sediaan krim FI(10%) 8,25±0,12 mm yaitu kategori sedang, FII (15%) 13,28±0.82 mm dan FIII (35%) 15,00±0.93 mm kategori kuat, terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap nilai zona hambat masing-masing formula krim dan peningkatan nilai zona hambat berbanding lurus seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak pada krim. Krim konsentrasi 35% merupakan krim dengan zona hambat paling besar yaitu 15,00 mm yaitu kategori kuat.  
Co-Authors Agustini, Ni Putu Dewi Andyani, Ni Kadek Ayu Surya anggarini, Dewi Barata Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putri, Windydaca Buana, Putu Negia Suci Cahyani Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewi Puspita Apsari Dewi Puspita Apsari Dharma, I Putu Handika Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri Dwicandra, Ni Made Oka Fitria Megawati Fitria Megawati Fitria Megawati Gangga, I Made Putra Herleeyana Meriyani Herliawati, Putu Arik Hildayanti, Rezha Alivia I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Ketut Tunas I Made Putra Gangga I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Riska Ardinata I Putu Tangkas Suwantara Ida Bagus N Maharjana Jaelani, Abdul Khodir Lionita, Ni Kadek Vinka Made Galih Dwi Mahayuni Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Mahartha, I Ketut Panji Megawati, Fitria Mei, Fransiska Oktaviana Meriyani, Herleeyana Ni Kadek Vinka Lionita Ni Luh Sasih Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Putu Aryanti Suryaningsih Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Helena Priscayanti Ni Putu Widayanti Oktaviani, Fatikhatul Putri Oktayanti, Leny Olivia, Brigita Pande I Ketut Sukadiasa Parthasutema, Ida Ayu Manik Pratiwi, Nanda Agnesia Jati Purwa Hita, I Putu Gede Adi Puspita Apsari, Dewi Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Yudhistira Budhi Setiawan Reganata, Gde Palguna Rismayanti Putri, Putu Suryaningsih, Aryati Sutema, Ida Ayu Manik Partha Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati, I Gusti Ayu Rai -