Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Medication Error Di Farmasi Rawat Inap di Rumah Sakit Bali Med Dharma, I Putu Handika; Wintariani, Ni Putu
Bali International Scientific Forum Vol. 5 No. 2 (2024): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v5i2.486

Abstract

Latar Belakang : Medication error merupakan kesalahan tindakan medis atau pelayanan kefarmasian kepada pasien yang sebetulnya bisa dicegah. Kejadian ini disebabkan pemakaian obat, tindakan, dan perawatan yang tidak sesuai dengan aturan atau pedoman yang sudah ditentukan. Kesalahan pengobatan (medication error) dapat terjadi pada 4 fase, yaitu kesalahan peresepan (prescribing error), kesalahan penerjemahan resep (transcribing erorr), kesalahan menyiapkan dan meracik obat (dispensing erorr), dan kesalahan penyerahan obat kepada pasien (administration error). Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya gambaran medication error error pada tahap prescribing, transcribing, dispensing dan administration di farmasi rawat inap di Rumah Sakit Balimed. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan disain cross-sectional dengan penelusuran data secara prospektif. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder berupa resep yang ada di farmasi rawat inap rumah sakit balimed. Uji analisis menggunakan rumus distribusi frekuensi kumulatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase prescribing terjadi kesalahan pada nomor SIP dokter, rute pemberian, tinggi badan pasien dan berat badan pasien, fase transcribing terjadi kesalahan pada tidak adanya usia pasien dan nomor rekam medik, fase dispensing kesalahan yang terjadi terjadi pada pemberian etiket dan tanggal obat kadaluarsa, sedangkan fase administration tidak terjadi kesalahan. Kesimpulan: Fase prescribing, transcribing, dispensing masih terjadi medication error sedangkan fase administration tidak terjadi medication error di rumah sakit balimed.
Antibacterial Activity of Cananga Extract (Cananga odorata (Lam.) Hook.F. & Thomson) Against Streptococcus Mutans and Pseudomonas Aeruginosa Bacteria Purwa Hita, I Putu Gede Adi; Budhi Setiawan, Putu Yudhistira; Wintariani, Ni Putu; anggarini, Dewi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/nyc2kg76

Abstract

Background: Streptococcus mutans is a gram-positive bacterium commonly found in the oral cavity, while Pseudomonas aeruginosa is a gram-negative rod-shaped bacterium that can form biofilms. Objective: The objective of this study was to determine the antibacterial activity of 96% ethanol extract of ylang-ylang flowers (Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson) against S. mutans and P. aeruginosa using the disk diffusion method. Methods: This was an experimental study with a post-test only control group design. Results: The test results showed that ylang-ylang flower extract exhibited antibacterial activity against S. mutans with an average zone at a 40% concentration of 16.6 ± 2.5 mm, categorized as strong. Meanwhile, against P. aeruginosa, the average inhibition zone at a 40% concentration was 7.2 ± 2.2 mm, categorized as moderate. Phytochemical analysis showed that kenanga flower extract contains flavonoids, saponins, tannins, steroids, monoterpenes, and alkaloids. Conclusion: 96% ethanol extract of kenanga flowers effectively inhibits the growth of S. mutans and P. aeruginosa at a concentration of 40%. These results indicate that kenanga has potential as a natural antibacterial source for development in the pharmaceutical field.
SOSIALISASI APOTEKER CILIK DEMI MENINGKATKAN EKSISTENSI PROFESI APOTEKER DI KOTA DENPASAR Puspita Apsari, Dewi; Wintariani, Ni Putu
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v1i1.139

Abstract

Tugas dan tanggung jawab apoteker dimulai dari proses produksi hingga obat dikonsumsi. Mengingat pentingnya hal tersebut maka perlu menumbuhkan eksistensi apoteker.      Sayangnya eksistensi profesi ini kurang diakui di Indonesia. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan edukasi serta pengetahun tentang kegiatan kefarmasian kepada anak-anak usia sekolah dasar. Sehingga profesi apoteker lebih dikenal.Sosialisasi dilakukan pada siswa SD kelas 5 di wilayah Denpasar meliputi SD N 2 Tonja dan SD N 10 Peguyangan. Kegiatan pengabdian ini berisikan materi mengenai “Who Is Pharmacist”, penggunaan obat yang aman dan benar, penggolongan obat serta praktik meracik sediaan puyer. Metode quasi-experimental digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Nilai rata-rata pre-test untuk SDN 2 Tonja dan SDN 10 Peguyangan berturut-turut adalah 63 dan 59. Setelah dilakukan post-test nilai kedua sekolah tersebut adalah 75 dan 74. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan apoteker cilik yang dipaparkan mampu meningkatkan pengetahuan siswa terkait kegiatan kefarmasian. Apoteker Cilik (Apocil) merupakan salah satu program pendidikan kesehatan yang layak dilakukan di tingkat sekolah dasar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan eksistensi apoteker dapat dikenal seperti profesi dokter
Komik Sebagai Media Edukasi PHBS Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19 Di Banjar Oongan Denpasar Timur Suryaningsih, Aryati; Puspita Apsari, Dewi; Ni Putu, Wintariani; Barata Putri, Windydaca
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.198

Abstract

COVID-19 dapat menyerang anak-anak. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara memutus rantai penularan COVID-19 pada anak-anak. Di lain pihak Anak-anak kurang paham bagaimana melaksanakan PHBS. Komik merupakan media yang tepat untuk mengajarkan PHBS pada anak-anak. Kegiatan edukasi PHBS melalui media komik diharapkan dapat mengubah perilaku anak-anak Br. Oongan dalam mengadaptasi kebiasaan baru sehingga mereka dapat terhindar dari penularan COVID-19. Metode yang dilakukan adalah berupa penyuluhan menggunakan media komik mengenai bahaya COVID-19 dan penerapan PHBS kepada anak-anak. Tahapan pelaksanaan kegiatan berupa Pre Test, Pemberian Edukasi KOMIK elektronik dan membaca KOMIK tersebut secara bersama-sama, Post Test dan pembagian goodie bag. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar responden yang ikut serta adalah perempuan (55,8%) dengan tingkat pendidikan SD (79,1%). Sebanyak 29 (67,5%) anak-anak memiliki tingkat pengetahuan yang buruk sebelum diberikan edukasi komik. Setelah diberikan edukasi komik, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan(p=0,000) dan baik dengan angka 32 (74,4%). Pelaksanaan penyuluhan ini membuktikan bahwa edukasi komik dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak terkait bahaya COVID-19 dan penerapan PHBS dalam masa pandemi. Edukasi komik yang dibuat dalam masa pandemic covid-19 menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi di lingkungan Br. Oongan, Kecamatan Denpasar.
PESO (Paham Efek Samping Obat) Sebagai Upaya Peningkatan Penerapan Farmakovigilan Di Masyarakat Banjar Abasan Denpasar Timur Wintariani, Ni Putu; Barata Putri, Dhiancinantyan Windydaca; Puspita Apsari, Dewi; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2022): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan analgesik di kalangan masyarakat, diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, salah satunya adalah efek samping obat.  Meminimalkan risiko efek samping penggunaan analgesik adalah dengan pemberdayaan masyarakat PESO (paham efek samping obat) analgesik dalam bentuk media video edukasi. Kegiatan ini merupakan salah satu penerapan farmakovigilans di masyarakat dan bertujuan agar masyarakat dapat melaporkan kejadian efek samping obat yang dialaminya secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan intervensi berupa video edukasi eletronik PESO kepada masyarakat. Evaluasi hasil intervensi kegiatan ini menggunakan pre test dan post test. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah media video edukasi elektronik PESO dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek samping obat analgesik. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat terus berlangsung dengan tema obat yang berbeda, sehingga masyarakat menjadi lebih paham efek samping obat dan dapat mencegahnya.
Penyuluhan Dan Penanaman Tananam Obat Keluarga (Toga) Di Desa Wisata Gunung Salak Tabanan Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Maharianingsih, Ni Made; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Wintariani, Ni Putu
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2022): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan  pengabdian  ini  dilakukan  di  Desa  Wisata Gunung Salak Tabanan. Desa Wisata ini berdasarkan  letak  geografis  dalah  desa  yang berada pegunungan sehingga mayoritas masyarakatnya bertani dan berkebun. Desa ini memiliki potensi  untuk dikembangkan, salah satunya dengan penanaman tumbuhan yang dapat  digunakan  sebagai  obat  keluarga untuk menambah daya tarik wisata dan menambah wawasan dalam pemanfaatan tanaman obat.  Metode  kegiatan  meliputi  penanaman tanaman obat, outbond, penyuluhan pembuatan  obat  menggunakan tanaman yang dilakukan selama dua hari yaitu pada 28-29 Oktober 2019. Hasilnya  dari pengabdian ini  tersedianya  lahan dengan  tanaman obat  yang   dapat   dikelola   dan   dimanfaatkan   oleh masyarakat.  Selain itu adanya penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan  pemanfaatan tanaman untuk pengobatan.  Penanaman pinang sepanjang jalan pedesaan menambah suasana dengan menjadi asri. Pengabdian ini berhasil meningkatkan wawasan masyarakat penggunaan tanaman obat dan menambah daya tarik desa
Penyuluhan Dan Penanaman Toga Kembang Sepatu Dan Lidah Mertua Di Desa Wisata Gunung Salak I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Wintariani, Ni Putu; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2022): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v3i1.278

Abstract

Tanaman Obat Keluarga telah menjadi bagian dari kehidupan kesehatan masyarakat. Budidaya ini telah menjadi tren dewasa ini, karena selain dapat menghijaukan dan mengindahkan pekarangan yang kosong, juga dapat memberikan manfaat yang positif untuk kesehatan masyarakat. Desa Wisata Gunung Salak merupakan salah satu desa tujuan wisata alam. Selain pemandangan alam yang indah, desa ini juga terkenal akan hasil alamnya. Desa wisata ini memiliki pekarangan yang luas. Banyak lahan kosong belum termanfaatkan dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat tanaman kembang sepatu dan lidah mertua terhadap kesehatan dan pengolahannya serta budidayanya pada masyarakat desa wisata gunung salak Tabanan. Metoda pengabdian yang dilakukan ialah berupa penyuluhan dan bimbingan lapangan untuk budidaya tanaman kembang sepatu dan lidah mertua. Dari hasil pre-post test yang dilakukan terhadap peserta pengabdian, terdapat peningkatan pemahaman sampai 50% mengenai manfaat dan cara pengolahan tanaman obat keluarga kembang sepatu dan lidah mertua. Selain itu luaran yang telah dicapai pada pengabdian ini yaitu telah tertanamnya 100 bibit tanaman kembang sepatu dan lidah mertua sebagai budidaya di pekarangan desa wisata Gunung Salak.
PESO (Paham Efek Samping Obat) Sebagai Upaya Peningkatan Penerapan Farmakovigilan Di Masyarakat Banjar Abasan Denpasar Timur wintariani, Ni Putu; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata; Apsari, Dewi Puspita; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.341

Abstract

Tingginya penggunaan analgesik di kalangan masyarakat, diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, salah satunya adalah efek samping obat.  Meminimalkan risiko efek samping penggunaan analgesik adalah dengan pemberdayaan masyarakat PESO (paham efek samping obat) analgesik dalam bentuk media video edukasi. Kegiatan ini merupakan salah satu penerapan farmakovigilans di masyarakat dan bertujuan agar masyarakat dapat melaporkan kejadian efek samping obat yang dialaminya secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan intervensi berupa video edukasi eletronik PESO kepada masyarakat. Evaluasi hasil intervensi kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah media video edukasi elektronik PESO dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek samping obat analgesik. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat terus berlangsung dengan tema obat yang berbeda, sehingga masyarakat menjadi lebih paham efek samping obat dan dapat mencegahnya
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara: The relationship between knowledge level and self-medication behavior in the use of analgesic drugs in Banjar Baluk II, Negara District Buana, Putu Negia Suci Cahyani; Wintariani, Ni Putu; Reganata, Gde Palguna; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/v6kdej02

Abstract

Latar belakang: Pengobatan sendiri adalah praktik lokal untuk menyelesaikan perawatan kesehatan untuk diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara tingkat informasi dan perilaku pengobatan sendiri obat penghilang rasa sakit di Banjar Baluk II, Wilayah Negara, dan hubungan sosiodemografi antara tingkat informasi dan pengobatan sendiri. Penelitian menggabungkan pendekatan cross-sectional untuk penyelidikan kuantitatif. Metode: Penelitian ini termasuk kuantitatif jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 95 responden dijadikan sebagai contoh penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banjar Baluk II Kecamatan Negara dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2023. Analisis statistik menggunakan pengujian analisis korelasi pada uji Spearmen’s Rank. Hasil: Terdapat 42 (44,2%) responden yang memiliki informasi kurang, 46 (48,4%) yang memiliki informasi cukup, dan 7 (7,4%) yang memiliki informasi sangat baik. Ada 57 responden (60,0%) yang berperilaku baik saat menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk pengobatan sendiri, dan 38 responden (40,0%) berperilaku baik. Tingkat pengetahuan terhadap perilaku terdapat nilai Spearmen’s Rank yang positif sebesar 0,514 termasuk dalam kategori sedang dengan signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05). Terdapat hubungan antara usia (r=0, 0,334), pendidikan (r= 0,443) dan pekerjaan (r= 0,303) (p-value= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara adalah cukup baik serta terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pekerjaan.
Co-Authors Agustini, Ni Putu Dewi Andyani, Ni Kadek Ayu Surya anggarini, Dewi Barata Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putri, Windydaca Buana, Putu Negia Suci Cahyani Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewi Puspita Apsari Dewi Puspita Apsari Dharma, I Putu Handika Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri Dwicandra, Ni Made Oka Fitria Megawati Fitria Megawati Fitria Megawati Gangga, I Made Putra Herleeyana Meriyani Herliawati, Putu Arik Hildayanti, Rezha Alivia I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Ketut Tunas I Made Putra Gangga I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Riska Ardinata I Putu Tangkas Suwantara Ida Bagus N Maharjana Jaelani, Abdul Khodir Lionita, Ni Kadek Vinka Made Galih Dwi Mahayuni Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Mahartha, I Ketut Panji Megawati, Fitria Mei, Fransiska Oktaviana Meriyani, Herleeyana Ni Kadek Vinka Lionita Ni Luh Sasih Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Putu Aryanti Suryaningsih Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Helena Priscayanti Ni Putu Widayanti Oktaviani, Fatikhatul Putri Oktayanti, Leny Olivia, Brigita Pande I Ketut Sukadiasa Parthasutema, Ida Ayu Manik Pratiwi, Nanda Agnesia Jati Purwa Hita, I Putu Gede Adi Puspita Apsari, Dewi Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Yudhistira Budhi Setiawan Reganata, Gde Palguna Rismayanti Putri, Putu Suryaningsih, Aryati Sutema, Ida Ayu Manik Partha Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati, I Gusti Ayu Rai -