Claim Missing Document
Check
Articles

SIMULASI DAN PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH MENGGUNAKAN EPANET 2.2 PADA DESA KARANGLUHUR Faqih, Nasyiin
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 02 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i02.9315

Abstract

Karangluhur Village, located in Kertek Subdistrict, Wonosobo Regency, has abundant spring water potential that remains underutilized. The community still relies on a single primary water source, while other springs cannot yet be used due to limited management. This study aims to design a clean water distribution network to meet the projected needs through 2039. The methods employed include exponential population projection (growth rate of 0.44%), calculation of water demand, planned discharge, pipe sizing, flow velocity, energy loss, and residual pressure. Data analysis was conducted using QGIS for elevation mapping and EPANET 2.2 for hydraulic simulation. The results show that the projected peak hour demand of 12.01 L/s can still be met by the available spring discharge of 22.38 L/s. The distribution network is designed using PVC pipes with diameters adjusted to flow requirements, achieving an average flow velocity of 0.77 m/s and a minimum residual pressure of 4.9 meters of water column (Mka). The system is expected to enhance the efficiency and equity of clean water distribution across the four main hamlets
Optimizing Annual Cropping Patterns Using A multi-objective Approach to Maximize Income and Minimize Soil Erosion Faqih, Nasyiin; Suripin, Suripin; Wulandari, Dyah Ari; Qomaruddin, Mochammad
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.923

Abstract

This research investigates planting strategies to optimize productivity and conserve soil, focusing on potatoes and onions grown on erosion-prone land. Cross planting versus perpendicular plantings is evaluated using the MOORA (Multi-Objective Optimization Based on Ratio Analysis) method based on erosion rates, crop productivity, and economic outcomes. Meanwhile, data from six experimental contour and perpendicular planting plots are analyzed. The measurements for sediment and runoff are carried out using a dual-bucket system. After erosion calculations, the highest erosion rate was found in the contour planting of shallots at 385,65 tons/ha/year. At the same time, Potatoes planted perpendicular to the contour lines resulted in the lowest erosion rate, at only 114.51 tons/ha/year. Economic analysis, considering crop productivity and financial outcomes, revealed the highest productivity for potatoes planted perpendicular to the contour at Rp. 26.891 kg/ha, and the highest Income for the contour planting of potatoes at Rp. 215.133.360/ha. Optimization using the MOORA method, which calculates minimal erosion (cost) and maximal Income (benefit), yielded the highest value for potatoes planted along the contour at 0.409963. This was followed by perpendicular planting (0.075816) and shallots along the contour (0.067163). The MOORA method can provide optimal planting pattern recommendations by analyzing multiple criteria, including soil erosion and productivity, thereby offering practical guidance to farmers and policymakers in making more economically viable and sustainable planting decisions.
Pembinaan Rancang Bangun Filter Air untuk Mengatasi Air Tanah Asindi Desa Tinumpuk Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Mushthofa, Mushthofa; Rahmawati, Alfia Nur; Indriani, Yulia; Faqih, Nasyiin
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.24824

Abstract

The problem of saline and cloudy groundwater quality in Tinumpuk Village, Purwosari District, Bojonegoro Regency, has rendered the government-built clean water distribution system unusable for the community. This community service program aims to provide an appropriate technological solution in the form of training and assistance in the construction of a two-stage groundwater filtration device. The first filter consists of a 550-liter tank filled with natural materials such as palm fiber, activated carbon, silica sand, and zeolite sand. The second filter, a Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) tube containing similar filtration media, functions to re-filter the water before distribution. The program involved village officials, youth organizations, and the general public through focus group discussions (FGDs), technical training, and live demonstrations. The results demonstrated increased community knowledge, skills, and awareness of the importance of sustainable groundwater management and water conservation. Testing of the filtration device demonstrated significant improvements in water quality, both visually and organoleptically. This program has had a positive impact on increasing access to clean water, strengthening community participation, and marking the first step toward community-based clean water independence.
Kelayakan Investasi Bangunan Gedung Sarana Penunjang RSUD Prambanan Menggunakan Metode Analisis Diskriptif Maulida, Rahma Tata; Faqih, Nasyiin; Abdussalam, Ashal
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 8 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v8i2.9973

Abstract

Berdasarkan data BPS Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak mencapai 1.318.086 jiwa. Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada maka besar juga kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah kebetuhan akan fasilitas kesehatan. Peningkatan fasilitas kesehatan sedang dilakukan oleh RSUD Prambanan, terbukti dengan adanya Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Sarana Penunjang RSUD Prambanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan investasi pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Sarana Penunjang RSUD Prambanan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Diskriptif, diskriptif yang berarti pemaparan masalah yang ada, sedangkan analisis berarti data yang dikumpulkan, disusun, dijelaskan, kemudian dianalisis. Untuk penilaian kelayakan investasi gedung Sarana Penunjang RSUD Prambanan meliputi NPV, RCR, IRR, BEP, dan ROI. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp.34.694.329.711,56. RCR diperoleh sebesar 1,206 > 1, IRR yang diperoleh adalah sebesar 13,8% lebih besar dari pada suku bunga komersil atau nilai MARR sebesar 12% (IRR>MARR). BEP diperoleh dalam jangka waktu 6 tahun 4 bulan 24. BEP Okupansi diperoleh adalah sebesar 48,22%, ROI sebelum pajak diperoleh 2,24 > 1, ROI setelah pajak diperoleh 1,07 > 1,07 dan ROE diperoleh 1,56>1. Dapat disimpulkan bahwa penanaman modal untuk Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Sarana Penunjang RSUD Prambanan layak untuk di investasikan. Pada penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa besarnya jumlah yang akan diinvestasikan akan berpengaruh terhadap harga sewa tempat tidur, semakin besar biaya investasinya maka akan semakin mahal juga harga sewa tempat tidur.
PENINGKATAN PRODUKSI INDUSTRI RUMAHAN FURNITURE DAN ALAT PERAGA EDUKASI DI KALIBEBER WONOSOBO Faqih, Nasyiin; Irfan, Akhmad; Guspul, Ahmad
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.5791

Abstract

Ekonomi kreatif yang menjadi salah satu target program pengembangan dari pemerintah, termasuk di kota Wonosobo Jawa Tengah, sangat membutuhkan pengembangan usaha yang dapat menyerap banyak pelaku usaha baru. Di Wonosobo perkembangan pariwisata sangat cepat dengan adanya wisata Dataran Tinggi Dieng dan Panorama Sikunir. Salah peluang usaha yang bisa dilakukan adalah di bidang kerajinan souvenir, furniture dan Alat Peraga Edukasi (APE) yang mensupplay ke seluruh TK dan PAUD di Kabupaten Wonosobo. Saat ini banyak pesanan Furniture modern seperti almari, buffet, wardrobe, dinding dan sebagainya dengan nuansa desain modern minimalis. Industri Rumah Tangga “Dieng Keren (DEKE)” yang beralamat di kelurahan Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu Industri yang bergerak di bidang Souvenir, Furniture dan Alat Peraga Edukasi (APE). Berdasarkan hasil diskusi dengan ketua pengrajin, tim Pengabdian Masyarakat dari UNSIQ Wonosobo merasa perlu untuk memberikan pendampingan teknis dan stimulan peralatan yang diperlukan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. antara lain dengan merencanakan desain seperangkat alat CNC ROUTER.
PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA DIENG KULON MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH Hermanto, Heri; Sunaryo, Sunaryo; Faqih, Nasyiin; Purnomo, Chandra Wahyu; Khasani, Khasani; Wahyu, Joko Nugroho; Ariawan, Ilham; Saputra, Juli
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6036

Abstract

Desa Dieng Kulon merupakan kawasan wisata dan kawasan pertanian. Akibat aktivitas masyarakat dan pengunjung pariwisata menyebabkan banyak timbunan sampah baik organik maupun anorganik. Permasalahan umum yang terjadi bahwa kegiatan pengelolaan sampah hanya terjadi di TPS3R. Masyarakat belum melakukan kegiatan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga dan kegiatan bank sampah berlangsung tidak optimal. Pendekatan kegiatan kosabangsa ini dilakukan dengan penerapan teknologi dan pelatihan penanganan sampah. Hasil kegiatan yang telah dilakukan berupa penyuluhan dan pelatihan pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan aplikasi online dan pelatihan manajemen bank sampah, pembuatan ember tumpuk pemroduksi pupuk cair dan pembuatan mesin hot-mixer pasir dan residu sampah plastik untuk pembuatan paving blok. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dengan partisipasi dari mitra BUMDes dan Kelompok PKK dalam kegiatan program kosabangsa
REDESIGN PEMBANGUNAN GEDUNG B TAHAP 1 RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA MENGGUNAKAN METODE BETON PRACETAK Faqih, Nasyiin; Purwati, Anika; Abdussalam, Ashal; Mushthofa, Mushthofa; Qomaruddin, Mochammad; Febrianty, Ruliana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i2.7147

Abstract

Seiring dengan terus meningkatnya perkembangan zaman populasi masyarakat juga ikut meningkat, ada beberapa masalah yang timbul di kota besar, salah satunya masalah kesehatan.. Dengan fasilitas yang sudah ada pada gedung lama (existing) kurang memadai, dalam hal ini Pihak RSUD terdorong untuk memberikan fasilitas yang lebih memadahi dengan dilakukannya pengadaan pembangunan gedung baru. Sebagai Studi Perencanaan pada Penelitian ini menggunakan metode beton pracetak.. Perencanaan merujuk pada pedoman yang berlaku di Indonesia yaitu SNI 03-1727-2020, SNI 1726-2019, SNI 2847-2019. Metodologi penelitian yang saya gunakan diawali dari tahap persiapan, pengumpulan data, menentukan desain bangunan dan pembebanan, Penentuan dimensi struktur, Analisa momen dengan menggunakan program SAP2000 v.14, pembuatan Gambar kerja perhitungan RAB struktur, dan diakhiri dengan Pembuatan Rencana Schedule.
Optimalisasi Manajemen Nilai Hasil untuk Pengendalian Waktu dan Biaya: Studi Kasus Proyek Drainase Lendra, Lendra; Sintani, Lelo; Salonten, Salonten; Robby, Robby; Faqih, Nasyiin
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v8i1.6963

Abstract

Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat di Kota Palangka Raya menyebabkan tekanan besar pada sumber daya ruang dan lingkungan, terutama infrastruktur sanitasi. Pembangunan kawasan perkotaan yang ekspansif membutuhkan infrastruktur yang memadai, termasuk drainase efektif untuk mengurangi risiko banjir. Pembangunan saluran drainase primer di Kota Palangka Raya merespons kompleksitas sanitasi lingkungan di wilayah tersebut, dengan pengendalian waktu dan biaya proyek menjadi krusial untuk kelancaran pembangunan infrastruktur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value Management (EVM) untuk menginvestigasi efektivitas pengendalian waktu dan biaya dalam pembangunan saluran drainase primer, dengan menerapkan pendekatan studi kasus eksploratif yang mengintegrasikan data kuantitatif, diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman penerapan EVM dalam proyek konstruksi. Terdapat empat tahap dalam pelaksanaan penelitian ini: pengumpulan data dari perusahaan konstruksi terkait, pengolahan data menjadi tabel observasi, implementasi metodologi EVM, dan analisis data serta hasilnya. Hasilnya menunjukkan fluktuasi signifikan dalam CPI dan SPI, menekankan pentingnya pemantauan dan pengendalian yang cermat terhadap kinerja proyek. TCPI > 1 menunjukkan bahwa proyek mungkin menghadapi tekanan biaya untuk mencapai target biaya yang ditetapkan. Perbaikan perlu dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab tantangan dalam mengelola biaya dan jadwal, memperbaiki perencanaan dan pengendalian proyek, optimalisasi penggunaan sumber daya, menjaga komunikasi yang efektif, menerapkan manajemen risiko proaktif, dan melakukan evaluasi rutin untuk pembelajaran.
Penerapan Konsep Building Information Modeling (BIM) Dalam Estimasi Quantity Material Take Off Pada Pekerjaan Struktural Gedung (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman) Faqih, Nasyiin; Abdussalam, Ashal; Hermawan, Danu
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v7i2.7650

Abstract

Proyek Gedung Pendidikan Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedriman terletak di Jl. Dr. Soeparno No. 61, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kab. Banyumas. Pada proses pembangunan gedung ini telah terjadi waste material berupa material beton dan pembesian pada pekerjaan struktural. Penelitian ini membahas penggunaan metode Building Information Modeling (BIM) dengan menggunakan software Revit untuk membuat 3D modeling pada pekerjaan struktural dan memperoleh hasil quantity take off yang mampu meminimalisir waste material sehingga dapat meningkatkan value proyek tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif yang mana pada metode ini dimulai dengan teori, hipotesis, desain penelitian, subjek yang dipilih, pengumpulan data, pemrosesan, analisis, dan penulisan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil volume existing (konvensional) dan hasil volume Quantity Take Off yang diperoleh melalui konsep BIM, Pada pekerjaan lantai 1 pekerjaan rabat beton bawah lantai memiliki selisih volume sebsesar 2.34%, pekerjaan beton pondasi foot plat memiliki selisih volume sebesar 4.89%, pekerjaan beton sloof memiliki selisih volume sebesar 3%, pekerjaan beton kolom memiliki selisih volume sebesar 3.51%, pekerjaan beton balok memiliki selisih volume sebesar 14.41%, dan pekerjaan beton plat lantai memiliki selisih volume sebesar 5.82% begitupun dengan lantai 2, lantai 3, dan lantai rooftop yang memiliki jumlah selisih volume di setiap masing masing jenis pekerjaan.
Integrasi Sistem Informasi Geografis dan Metode Skoring dalam Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Faqih, Nasyiin; Prasetyo, Subhi Tri
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v8i1.8830

Abstract

Negara Indonesia adalah wilayah rawan terhadap bencana hidrometeorologi yaitu salah satu diantaranya adalah banjir. Kondisi morfologi dan dari sekian banyaknya sungai melewati dan mengalir di segala penjuru hingga menyebabkan potensi terjadinya sebuah banjir pada beberapa wilayah dan daerah di Indonesia pada setiap terjadinya musim penghujan. Secara kondisi topografi untuk wilayah Kota Grobogan merupakan wilayah dengan dataran rendah dan untuk wilayah Kelurahan Gubug, Pranten, dan Jatipecaron juga menjadi salah satu daerah atau wilayah yang pada setiap tahunnya dapat mengalami bencana banjir. Dengan Tujuan Penelitian ini untuk membuat pemetaan klasifikasi daerah yang rawan bencana banjir menggunakan pemanfaatan dari sebuah data spasial dan penginderaan jarak jauh atau landsat kota dengan bantuan pemanfaatan software Sistem Informasi Geografis, dan menghitung luasan daerah rawan banjir di wilayah penelitian. Metode Penelitian ini dengan cara pemberian nilai skoring dan pembobotan di setiap parameter-parameter yang digunakan dan menjadi faktor kerawanan banjir yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, buffer sungai, dan tutupan lahan dalam bentuk data spasial. Untuk mengevaluasi setiap parameter, bobot dan skor akan diberikan berdasarkan setiap klasifikasinya masing-masing, kemudian dilakukannya proses overlay dengan menggunakan software SIG. Kemudian hasilnya tersebut disajikan dalam bentuk Peta Rawan Banjir yang mengklasifikasikan sebaran wilayah rawan banjir di seluruh Kecamatan Gubug, Pranten, dan Jatipecaron di Kabupaten Grobogan. Dengan demikian, terdapat 254,9 (31%) hektare yang masuk dalam kategori sangat rawan, 457 (55%) hektare masuk dalam kategori rawan, dan 119 (14%) hektare masuk dalam kategori tidak rawan banjir. Hal ini juga disebabkan oleh medan atau permukaan daerah tersebut yang berbukit-bukit dan memiliki ketinggian. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk dapat memaksimalkan sistem informasi geografis (SIG) dan melakukan banyak perbandingan terhadap metode maupun parameter yang lebih luas dan banyak sehingga mendapat hasil dan output yang akurat dalam pemetaan.