Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Sistem Informasi Geografis dan Metode Skoring dalam Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Faqih, Nasyiin; Prasetyo, Subhi Tri
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v8i1.8830

Abstract

Negara Indonesia adalah wilayah rawan terhadap bencana hidrometeorologi yaitu salah satu diantaranya adalah banjir. Kondisi morfologi dan dari sekian banyaknya sungai melewati dan mengalir di segala penjuru hingga menyebabkan potensi terjadinya sebuah banjir pada beberapa wilayah dan daerah di Indonesia pada setiap terjadinya musim penghujan. Secara kondisi topografi untuk wilayah Kota Grobogan merupakan wilayah dengan dataran rendah dan untuk wilayah Kelurahan Gubug, Pranten, dan Jatipecaron juga menjadi salah satu daerah atau wilayah yang pada setiap tahunnya dapat mengalami bencana banjir. Dengan Tujuan Penelitian ini untuk membuat pemetaan klasifikasi daerah yang rawan bencana banjir menggunakan pemanfaatan dari sebuah data spasial dan penginderaan jarak jauh atau landsat kota dengan bantuan pemanfaatan software Sistem Informasi Geografis, dan menghitung luasan daerah rawan banjir di wilayah penelitian. Metode Penelitian ini dengan cara pemberian nilai skoring dan pembobotan di setiap parameter-parameter yang digunakan dan menjadi faktor kerawanan banjir yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, buffer sungai, dan tutupan lahan dalam bentuk data spasial. Untuk mengevaluasi setiap parameter, bobot dan skor akan diberikan berdasarkan setiap klasifikasinya masing-masing, kemudian dilakukannya proses overlay dengan menggunakan software SIG. Kemudian hasilnya tersebut disajikan dalam bentuk Peta Rawan Banjir yang mengklasifikasikan sebaran wilayah rawan banjir di seluruh Kecamatan Gubug, Pranten, dan Jatipecaron di Kabupaten Grobogan. Dengan demikian, terdapat 254,9 (31%) hektare yang masuk dalam kategori sangat rawan, 457 (55%) hektare masuk dalam kategori rawan, dan 119 (14%) hektare masuk dalam kategori tidak rawan banjir. Hal ini juga disebabkan oleh medan atau permukaan daerah tersebut yang berbukit-bukit dan memiliki ketinggian. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk dapat memaksimalkan sistem informasi geografis (SIG) dan melakukan banyak perbandingan terhadap metode maupun parameter yang lebih luas dan banyak sehingga mendapat hasil dan output yang akurat dalam pemetaan.
Effectiveness of Absorption Wells Using The Sunjoto Method to Control Flooding in The Village of Ngraseh Bojonegoro Mushthofa, Mushthofa; Fadhila, Fajrina Nur; Indriani, Yulia; Faqih, Nasyiin; Qomaruddin, Mochammad
Journal of Green Science and Technology Vol 8 No 1 (2024): Journal of Green Science and Technology Vol.8 No.1 March 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v8i1.133

Abstract

Infiltration wells are a form of hydrological infrastructure used to manage rainwater. Infiltration wells are usually built as part of a rainwater management system to soak rainwater into the ground and reduce surface waterlogging as well as slow down surface runoff and allow rainwater to seep into the ground to renew aquifers or prevent waterlogging. Maintaining groundwater levels is an important step in sustainable water resource management. The aim of this research is to plan effective infiltration wells to replace rainwater catchment areas lost due to building construction. The planning of this infiltration well uses the Sunjoto  method. From the research results, it was found that an effective infiltration well design was calculated using the Sunjoto  method. With the data, each roof area of ​​the house has an optimum number of infiltration wells with a planned infiltration well diameter of 1 m with a depth of 2.5 m with an effective depth according to the calculations is as follows: 60 m2 number of 1 unit of absorption well with an optimum depth of 2.82 m, 80 m2 number of 2 units of absorption well with an optimum depth of 3.76 m, 100 m2 number of 2 units of absorption well with an optimum depth of 4.7 m, 120 m2 number of 2 units of infiltration wells with an optimum depth of 5.64 m, 140 m2 number of 3 units of absorption wells with an optimum depth of 6.58 m, 160 m2 number of 3 units of absorption wells with an optimum depth of 7.52 m, 180 m2 number of 3 units of absorption wells with an optimum depth of 8.46 m, 200 m2 total of 4 units of infiltration wells with  an  optimum depth  of 9.4 m.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BARU LIMA LANTAI RS PKUM WONOSOBO Muzaki, Ahmad; Faqih, Nasyiin; Alfin, Ahmad; Mushthofa, Mushthofa; Qomaruddin, Mochammad
Device Vol 14 No 1 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v14i1.7032

Abstract

Melonjaknya kebutuhan pelayanan kesehatan di RS PKUM Wonosobo diperlukan peningkatan layanan kesehatan. Direncanakan gedung lima lantai menggunakan struktur beton rigid serta atap menggunakan struktur baja profil. Perencanaan struktur gedung mengacu pada SNI 2847:2019 dan SNI 1729:2020. Beban yang bekerja ditinjau berdasarkan SNI 1727:2019 dan SNI 1726:2019. Pengambilan data perencanaan, menentukan standart acuan, menentukan sistem struktur, preliminary design, menganalisa menggunakan program SAP2000 dan SPColumn, menentukan kebutuhan tulangan, serta mendesain fondasi.Perencanaan konstruksi terlebih dahulu menentukan sistem rangka pemikul momen. Struktur pada gedung dianalisa menggunakan aplikasi SAP2000 dan dihitung berdasarkan gaya dalam yang terjadi. Dari pengolahan data digunakan atap: WF 390.300, profil kanal 150.75.9.12,5; balok: B1 50×70 cm, B2 40×60 cm, B3 35×50 cm, BA1 25×50 cm, BA2 25×45 cm, BA3 20×40 cm, BA4 15×25 cm, BC1 30×40 cm; tebal pelat: P-1 120 mm, P-2 120 mm, P-3 120 mm, P-T 120 mm, P-B 120 mm, P-Atap 100 mm, P-Dasar 100 mm; tebal shearwall 350 mm; kolom: K1 70×70 cm, K2 60×60 cm; dan fondasi footplate 250×250×80 cm.
Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Kalikarung Kalibawang Wonosobo Faqih, Nasyiin; Kharianto, Aan; hermawan, hermawan; Qomaruddin, Mochammad; Mushthofa, Mushthofa
Device Vol 14 No 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v14i2.7651

Abstract

Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten wonosobo, Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang sumber mata airnya melimpah namun karena kurangnya pengelolaan dari pihak desa sehingga desa kalikarung mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau datang . Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan air bersih di Desa Kalikarung di rencanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sampai 15 tahun. Proyeksi Jumlah Penduduk renncana di lakukan dengan menggunakan 3 metode yaitu Geometrik, Arimatika dan eksponensial. Dan kemudian di lanjutkan perhitungan secara manual dan analisis menggunakan softwere QGIS dan EPANET 2.2.Perencanaan jaringan air bersih ini memerlukan data-data seperti keadaan sumber air, pengukuran debit, jumlah konsumen serta lokasi peletakan bak. Untuk menentukan elevasi dan panjang pipa dapat menggunakan aplikasi QGIS dan EPANET untuk memodelkan jaringan di lapangan. Mata air di Desa Kalikarung memiliki debit 13,51 lt/dt yang akan di gunakan untuk mengaliri penduduk sebanyak 3719 di tahun 2039 dengan metode perhitungan Exsponensial dengan rasio pertumbuhan 0,36% Dengan debit rencana yang akan di alirkkan ke Desa Kalikarung sebesar 6,86 lt/dt sampai tahun 2039. Kemudian gambar pemodelan di lakukan di aplikasi QGIS kemudian di export ke EPANET Perencanaan jaringan pipa distribusi tersebut menggunakan pipa jenis PVC dengan besarnya diameter disesuaikan dengan kebutuhan aliran debit.Berdasarkan hasil analisis EPANET dibutuhkan 1 PRV(Pressure Reducing Valve) untuk mmengatur tekanan air pada jaringan pipa yang mempunyai tekanan besar pada pipa dan untuk biaya perencanaan dibutuhkan sebesar Rp 2.416.867.000 dengan tarif seting per sambungan sebesar 2.200.00/m3
PENGARUH VOLUME KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR (Study Kasus Ruas Jalan Keongsari - Blebak STA 0+000 – 1+300 & Karanggondang – Mpurancak STA 0+000 – 1+300) Rizki, Muhammad Efendi; Saputro, ST., MT., Yayan Adi; Rochmanto, Decky; Faqih, Nasyiin; Roehman, Fatchur
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 12 No.1 : April 2024
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v12i1.9105

Abstract

The number of two-, four- or four-wheeled motorized vehicles is increasing in Jepara Regency. With the increasing number of vehicles, it is estimated that roads will experience damage in a relatively short time. The aim of this research is to determine the effect of vehicle traffic on the level of road damage and the relationship between vehicle traffic and the level of road asphalt damage. The method used to determine the value of road damage is the PCI method and the level of road damage uses the non-linear multiple regression method. This research was carried out on two roads, namely Jalan Keongsari – Blebak and Jalan Karanggondang – Mpurancak. It is known that the average damage that occurs on the Keongsari - Blebak road section is 39.29 (BAD) including the Overlay maintenance type, while the Karanggondang - Mpurancak road section has an average damage value of 67.14 (GOOD) if routine maintenance is carried out. pen type. The results of measuring the thickness of the additional layer (overlay) using the road composition analysis method on the Keongsari – Blebak road section obtained an additional layer thickness of 5 cm using LAPEN material. Meanwhile, the results of the relationship between vehicle traffic and road damage show that traffic (pcu/hour) and time (hours) have a large influence on road damage. This is shown by the results of determining the R2 coefficient of 86%. Keyword: Damage, Road, Flexure, Overlay, Highway.
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL PEREMPATAN PASAR MAYONG JEPARA MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 DAN WEBSTER Umam, Khotibul; Ahmad , Arrisal Khoirudin; Saputro, ST., MT., Yayan Adi; Qomaruddin, Mochammad; Faqih, Nasyiin
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 12 No.1 : April 2024
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v12i1.9109

Abstract

Congestion is caused by the increasing number of vehicles, however. Not matched by the increase in supporting transportation facilities. Jepara Regency is located in the province of Central Java, with an area of 1,004 km2. At Simpang Empat Mayong around the intersection there are shopping areas and educational institutions, this factor causes the high number of passing vehicles. In this study, researchers used the 1997 MKJI method and the Webster method. The peak flow occurs on Tuesday at 15.30-16.30 with vehicles 2920.5 pcu/hour. Side resistance on each approach is low. Jalan Mayong-Welahan peak traffic flow was 349.6 pcu/hour, Jalan Jepara-Kudus (B) was 811.1 pcu/hour, Jalan Mayong-Pancur was 301.7 pcu/hour and Jepara-Kudus (D) was 1133.5 pcu/hour. Degree of saturation on Mayong-Welahan road 1.28 pcu/hour and 82 seconds delay, Jepara-Kudus (B) road 1.30 pcu/hour 120 second delay, Mayong-Pancur road 1.29 pcu/hours with 98 second delay and Jepara-Kudus (D) degree of vehicle saturation is 1.29 pcu/hour with a delay of 98 seconds. The level of service is jammed. increase that was initially Stalled (E). MKJI method signal time andWebster 120 seconds, green time for Jalan Mayong-Welahan MKJI 17 seconds, Webster 14 seconds, Jalan Jepara-Kudus (B) MKJI andWebster 35 seconds, Jalan Mayong-Pancur MKJI 14, Webster 12, Jalan Jepara-Kudus (D) MKJI 38 and Webster 41 sec. Keyword: intersection, traffic, MKJI, Webster  
OPTIMASI SIFAT MEKANIK DENGAN METODE ALKALI SERAT TERHADAP KOMPOSIT CANTULA-EPOKSI PENGGANTI BAHAN PLAFON Nurhidayat, Achmad; Faqih, Nasyiin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.6050

Abstract

Pemanfaaatan material komposit selaras kebutuhan bahan industri skala kecil hingga besar. Penguat komposit bahan alami misalnya serat cantula yang memiliki selulosa tinggi 64,23% dan perlu perlakuan alkali mengurangi lapisan penutup serat, dengan berbagai bahan kimia. Penelitian ini untuk mengetahui jenis larutan alkali serat cantula yang menghasilkan mekanik tinggi. Metode eksperimen destruktif variabel bebasnya jenis larutan, variabel terikatnya serat cantula,epoksi, katalis, sedangkan variabel kontrolnya pengujian impak, tarik, bending, foto makro dan SEM. Bahan berupa serat cantula, NaOH, NaOCl, NaHCO3, H2O2, HC, epoksi, hardener dan katalis. Alat untuk uji impak izod, UTM, moisture analyzer, oven, timbangan dan sebagainya. Pembuatan komposit dari alkali serat cantula, pengeringan, pemotongan, pencampuran dengan epoksi, pengadukan dan penambahan katalis, lalu penuangan ke cetakan. Selanjutnya pengujian impak ASTM D.5941, tarik ASTM D.6272, bending ASTM D.638 dan analisa foto makro serta SEM. Nilai tertinggi ketangguhan impak 18,85 kJ/m2 terjadi pada alkali NaOCl, kekuatan tarik 11,49 MPa pada NaOH dan kekuatan bending 28,74 MPa pada larutan alkali NaOCl. Semakin kandungan pektin, lignin, selulosa dan hemiselulosa serat terdegradasi akibat larutan alkali golongan basa dengan derajat keasaman (pH>7), maka sifat mekanik komposit meningkat. Ketangguhan impak dan kekuatan bending tertinggi komposit cantula pada alkali serat dengan NaOCl, sedangkan kekuatan tarik pada larutan NaOH.
Implementasi Hec-Ras Dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Spesifikasi Banjir Di Wilayah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Rosita, Indah; Hidayati, Nor; Umam, Khotibul; Faqih, Nasyiin; Roehman, Fatchur; Arif Hidayat; Agus Setiawan
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v5i02.1295

Abstract

Bencana banjir yang sering terjadi di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, memerlukan upaya mitigasi yang efektif untuk mengurangi risiko dan dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi debit banjir rencana, menganalisis implementasi perangkat lunak HEC-RAS dalam pemodelan hidraulik, serta mengintegrasikan hasilnya dengan GIS untuk visualisasi zona rawan banjir. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung debit banjir rencana menggunakan metode Rasional, Der Weduwen, Haspers, dan HSS Nakayasu. Simulasi hidraulik menggunakan HEC-RAS memberikan informasi mendalam mengenai profil muka air, kedalaman genangan, dan kecepatan aliran sungai pada berbagai titik sepanjang Sungai Silugonggo. Hasil penelitian menunjukkan debit banjir rencana mencapai puncak metode Rasional 2903,2192 m3/s, Der Weduwen 2291,861827 m3/s, Haspers 4433,007922 m3/s, dan Nakayasu 6114,1573 m3/s. Simulasi HEC-RAS berhasil memodelkan aliran sub-kritis (angka Froude < 1) dengan kedalaman genangan hingga 3 meter pada beberapa titik kritis. Integrasi dengan GIS menghasilkan peta risiko banjir yang memvisualisasikan area terdampak secara akurat, yang sangat berguna untuk perencanaan mitigasi bencana. Hasil integrasi ini menghasilkan peta risiko yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penanggulangan bencana banjir​. Metode yang lebih komperhesif yaitu Metode Nakayasu karena memiliki keunggulan dalam perhitungan hidrograf aliran dari waktu ke waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi HEC-RAS dan GIS merupakan pendekatan yang efektif dalam penanggulangan banjir, baik untuk identifikasi risiko maupun perencanaan infrastruktur pengendalian banjir. Penerapan hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi dampak bencana banjir di Kecamatan Juwana.
Analysis of Water Losses in the Jimat Irrigation Area, Wonosobo Regency Faqih, Nasyiin; Ulumudin, Fadhilah Ilham; Abdussalam, Ashal; Qomaruddin, Mochammad; Musthofa, Musthofa
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p105-112

Abstract

This study aims to analyze the actual irrigation water losses in the Jimat Irrigation Area, identify the factors causing irrigation water losses, and determine effective strategies to reduce water losses in the area. One of the important irrigation areas in this region is the Jimat Irrigation Area, which supplies water to 110 hectares of agricultural land. However, the effectiveness of water distribution is often hampered by significant water losses. The research methods used are descriptive evaluative and quantitative descriptive analysis. The descriptive evaluative method describes a study that evaluates the actual conditions of the study object. Meanwhile, the quantitative descriptive analysis method aims to accurately describe the characteristics of the study object.Based on the analysis and calculations, the Jimat Irrigation Area requires an actual irrigation water supply of 0.812 m³/second to serve its four tertiary canals, with the highest allocation going to Tertiary Channel 2 (0.465 m³/second) and the lowest to Tertiary Channel 4 (0.084 m³/second). However, only 54% of the initial discharge of the primary canal (1.702 m³/second at the Upstream Intake) actually reaches the agricultural land. A total of 46% of the water (0.686 m³/second) is lost along the primary network, with seepage accounting for 99.94% of the water loss, particularly in critical sections such as Primary Channel V, which lost 59% of its discharge. Meanwhile, the contribution of evaporation is minimal (0.06%) due to the limited water surface area and low daily evaporation rate (2.76 mm/day).
PERENCANAAN FASILITAS PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN: DESAIN TPS3R UNTUK KAMPUS UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Perdian, Alprido; Lendra, Lendra; Faqih, Nasyiin
Device Vol. 15 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/d1j31q91

Abstract

The growth of the academic community at Palangka Raya University has led to significant waste problems. Without an appropriate and sustainable management system, the accumulation of waste can have a negative impact on environmental cleanliness, the health of the campus community, and the aesthetics and image of the institution. To address these challenges, a more progressive and sustainability-oriented waste management system is needed through the planning and construction of a Reduce, Reuse, Recycle Waste Management Facility (TPS3R). This planning includes building design and the preparation of a Cost Estimate Plan (RAB) tailored to the needs of Palangka Raya University. The implementation of the construction project requires comprehensive and accurate budget calculations. The preparation of the cost plan must consider the principle of economic efficiency while maintaining consistency with established quality standards and technical specifications. Based on the analysis conducted by the researchers, waste generation data was obtained, and the TPS3R building design for Palangka Raya University is planned to cover an area of 216 square metres with a budget plan of Rp 752,964,900.00. It is hoped that the design planning of the TPS3R building at Palangka Raya University will not only serve as a technical solution to waste management issues but also as a model for campus environmental management that can be replicated in other educational institutions.