Gunawan, M. Ricko
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Muhammad Ricko Gunawan; Triyoso Triyoso; Rudi Winarno; Dewi Kusumaningsih; Nirwanto Nirwanto; Aprilia Ismi; Nurlaini; Taufik Sofa; Veni Andriyani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.462 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Penyuluhan kesehatan tentang cermat memilih jajanan sehat untuk anak Nurul Nepiana; Muhammad Ricko Gunawan; Raihan Saputra; Erna Oktalia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.254

Abstract

Background: Availability and food safety are basic human rights. One of the community groups who often experience problems due to food poisoning are school-age children. Elementary school age children (7-13 years) certainly have not been able to determine what is good for their body health, including in terms of choosing healthy snacks. The number of traders who peddle or sell fast food in the school environment is a problem for children’s health. Early efforts that must be done are to provide counseling to parents and children regarding the importance of choosing healthy snacks. Purpose: To determine the level of public understanding about careful behavior in choosing healthy roads. Method: Extension activities were carried out in RT 05 North Panjang. The implementation of this counseling activity was carried out in 2 stages, namely first, Students of The Nursing Science Study Program (PSIK) explained how to choose healthy snacks for children to the community, especially parents and children using sheets, leaflets and the second after the community outreach was given a question and answer session about the importance of choosing healthy snacks for children. Results: The community or respondents can understand and practice in choosing healthy snack menus for children. Conclusion: The community or respondents can understand in choosing healthy snack menus for children. Keywords: Careful Choice; Children; Health Education; Healthy Snacks Pendahuluan: Ketersediaan serta keamanan pangan merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Salah satu kelompok masyarakat yang tentunya sering mengalami masalah akibat keracunan makanan adalah anak usia sekolah. Anak usia sekolah dasar (7-13 tahun) tentunya belum mampu dalam menentukan hal yang baik untuk kesehatan tubuhnya termasuk dalam hal memilih jajanan yang sehat. Banyaknya pedagang yang menjajakan atau menjual makanan cepat saji di lingkungan sekolah merupakan masalah bagi kesehatan anak. Upaya dini yang harus dilakukan yaitu memberikan penyuluhan kepada orang tua serta anak terkait pentingnya memilih jajanan ringan yang sehat. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang perilaku cermat dalam memilih jajanan yang sehat. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di RT 05 Panjang Utara. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu Pertama Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang cara memilih jajanan sehat untuk anak kepada masyarakat terutama orang tua serta anak menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah dilakukannya penyuluhan, masyarakat diberikan sesi Tanya jawab tentang pentingnya memilih jajanan ringan yang sehat untuk anak. Hasil: Masyarakat atau Responden dapat memahami serta mempraktikan dalam memilih menu jajanan sehat untuk anak. Simpulan: Masyarakat atau Responden dapat memahami dalam memilih menu jajanan sehat untuk anak.
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Gunawan, Muhammad Ricko; Triyoso, Triyoso; Winarno, Rudi; Kusumaningsih, Dewi; Nirwanto, Nirwanto; Ismi, Aprilia; Nurlaini; Sofa, Taufik; Andriyani, Veni
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Pendidikan promosi kesehatan tentang kejadian diare di Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung Rifaie, Mahda Rizka Faer; Zainaro, M. Arifki; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1392

Abstract

Background: Diarrhea in children is a leading cause of death, mostly due to infection. A child is categorized as having diarrhea if the volume of stool exceeds 10 ml/kg/day. The prevalence of diarrhea in children reaches 7.4%. In Bandar Lampung City, 5.754 cases of diarrhea in children were recorded. Of the three sub-districts in Tanjung Karang, Tanjung Karang Pusat District ranked first with 261 cases of diarrhea in children in 2024. This situation indicates the need for effective health promotion efforts to increase public knowledge regarding diarrhea prevention and treatment. Purpose: To increase knowledge about diarrhea incidence through health promotion media using leaflets and community health education programs (CHEP). Method: This study employed a quantitative design with a Paired Sample T-Test approach. The study population consisted of respondents in Tanjung Karang Pusat District. Most respondents were aged 31–40 years and had a senior high school education level. Knowledge levels were measured before and after the health promotion intervention using leaflets and community health education programs (CHEP).. Results: This activity was conducted on June 20, 2025, in the Tanjung Karang Pusat District Health Center, Bandar Lampung City. Participants were 30 parents with toddlers in the Tanjung Karang Pusat District Health Center's work area. Inclusion criteria were those who were willing to participate, had toddler-aged children, and were able to read. The instruments used were a questionnaire to measure respondents' knowledge and leaflets as reading materials during the presentation. The activity was conducted using a lecture method and provided instructions using leaflets. Measurement of the effectiveness of health education through health promotion media on parents' knowledge about diarrhea in children was conducted before and after the outreach activity. Results: The respondents' pre-test score averaged 64.30 with a standard deviation of 9.9 within a range of 50-80, with a 95% CI for Mean of 60.58-68.02. The post-test score averaged 83.67 with a standard deviation of 9.6 within a range of 70-100, with a 95% CI for Mean of 80.07-68.02. Conclusion: Health education through health promotion media in the form of leaflets and outreach programs (OPU) significantly improved parents' knowledge about diarrhea, prevention, and post-diarrheal care in children. Suggestion: It is hoped that health workers at community health centers (Puskesmas) will adopt media-based health education methods such as leaflets, community health education programs (CHEP), and interactive digital promotional methods on a regular basis to reach a wider audience. Keywords: Community health center; Diarrhea; Health education promotion; Leaflets Pendahuluan: Diare pada anak merupakan salah satu penyebab utama kematian yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi. Seorang anak dikategorikan mengalami diare apabila volume buang air besar lebih dari 10 ml/kg/hari. Prevalensi diare pada anak mencapai 7.4%. Di Kota Bandar Lampung, tercatat 5.754 kasus diare pada anak. Dari tiga kecamatan di Tanjung Karang, Kecamatan Tanjung Karang Pusat menduduki peringkat pertama dengan jumlah 261 kasus diare pada anak pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan diare. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang kejadian diare dengan media promosi kesehatan menggunakan leaflet dan satuan acara penyuluhan (SAP). Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Pesertanya adalah 30 orang tua yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Kriteria inklusi adalah mereka yang bersedia menjadi responden, memiliki anak usia balita, dan mampu membaca. Instrumen yang digunakan adalah berupa lembar kuesioner sebagai alat ukur pengetahuan responden dan media leaflet sebagai media baca pada waktu penyampaian materi. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan memberikan petunjuk dengan media leaflet. Pengukuran efektivitas pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang diare pada anak dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil: Menunjukkan bahwa skor pre-test responden mendapatkan mean 64.30 dengan standar deviasi 9.9 dalam rentang 50-80 pada nilai CI for Mean(95%)=60.58-68.02, sedangkan skor post-test responden mendapatkan mean 83.67 dengan standar deviasi 9.6 dalam rentang 70-100 pada nilai CI for Mean(95%)=80.07-68.02. Simpulan: Pendidikan kesehatan melalui media promosi kesehatan berupa leaflet dan satuan acara penyuluhan (SAP) secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kejadian diare, pencegahan dan penangan pasca kejadian diare pada anak. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan di puskesmas dapat mengadopsi metode pendidikan kesehatan berbasis media promosi seperti leaflet, satuan acara penyuluhan (SAP) dan metode promosi digital yang interaktif secara rutin agar dapat menjangkau kelompok yang lebih luas.
Peningkatan pengetahuan kader dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Rahmatika, Ida; Gunawan, M. Ricko; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1396

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), caused by the Flavivirus and transmitted by Aedes aegypti and Aedes aegypti, has increased rapidly in tropical and subtropical regions, including Indonesia, which recorded 149,866 cases in 2024. Lampung recorded 9,096 cases, peaking in February, and Bandar Lampung City recorded 202 cases, with Kemiling District recording the highest number of cases with 27 cases. Environmental health workers play a crucial role in prevention through education, monitoring mosquito breeding sites, and 3M Plus interventions. However, the effectiveness of preventive measures still needs to be systematically evaluated. Purpose: To improve the knowledge of environmental health workers in optimizing dengue fever prevention measures. Method: This activity was conducted on July 2–4, 2025, in Kemiling District, Bandar Lampung, involving 20 health cadres who handle Dengue Fever as respondents. The health education activity used a lecture method and instructions in the form of informative leaflets on Dengue Fever prevention management, which included presentations, material presentations, and interactive discussions. Questionnaire scores, consisting of Pre-test and Post-test data, were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine changes in the cadres' level of knowledge after the education activity. Accumulated data were presented descriptively quantitatively. Results: The average age of respondents was 38.5 years with a standard deviation of 7.06 years, ranging from 29 to 57 years. The majority of respondents were between 36 and 45 years old, with 9 (45.0%) having a high school education, and 16 (80.0%). Meanwhile, based on the analysis, the data obtained on the respondents' knowledge level scores in the Pre-test obtained a Mean value of 20.5 in the range of 15-22, while in the Post-test, the Mean value was 24.5 in the range of 23-25, with a negative rank value = 0 and p-Value = 0.001. Conclusion: Education on Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) prevention management delivered through lectures, discussions, and leaflets significantly increased knowledge of environmental health and demonstrated the effectiveness of structured educational interventions tailored to the characteristics of respondents. Sugesstion: The educational program should be expanded and scheduled regularly with an integrated module that combines lectures, discussions, and interactive visual materials. The Health Office and community health centers (CHC) should increase leaflet distribution to all sub-districts prone to DHF, train local facilitators to support the sustainability of the intervention, and conduct tiered evaluations through Pre-tests and Post-tests to adapt the material to demographic needs and ensure continued knowledge improvement. Keywords: Cadres; Dengue hemorrhagic fever (DHF) prevention; Education Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh virus Flavivirus dan ditularkan oleh Aedes aegypti serta Aedes aegypti, telah meningkat pesat di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia yang mencatat 149,866 kasus pada 2024. Di Lampung tercatat 9,096 kasus dengan puncak insiden pada Februari dan di Kota Bandar Lampung 202 kasus, di mana Kecamatan Kemiling memegang rekor tertinggi dengan 27 kasus. Kader kesehatan lingkungan memegang peran krusial dalam pencegahan melalui edukasi, pemantauan sarang nyamuk, serta intervensi 3M Plus, namun efektivitas tatalaksana pencegahan masih perlu dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan kader kesehatan lingkungan dalam mengoptimalkan tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–4 Juli 2025 di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, dengan melibatkan 20 kader kesehatan yang menangani Demam Berdarah Dengue menjadi responden. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan petunjuk berupa leaflet informatif mengenai tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue yang meliputi kegiatan presentasi, pemaparan materi dan diskusi interaktif. Data skor kuesioner berupa data Pre-test dan Post-test dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan kader setelah kegiatan penyuluhan. Akumulasi data disampaikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Menunjukkan usia rata-rata responden adalah 38.5 tahun dengan standar deviasi 7.06 tahun dalam rentang usia antara 29-57 tahun, mayoritas usia responden berada dalam rentang usia 36-45 tahun sebanyak 9 (45.0%) dan sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA sebanyak 16 orang (80.0%). Sedangkan berdasarkan analisa mendapatkan data skor tingkat pengetahuan responden pada pre-test mendapatkan nilai mean 20.5 dalam rentang nilai 15 – 22 sedangkan pada post-test mendapatkan nilai mean 24.5 dalam rentang nilai 23 – 25, dengan nilai negatif rank=0 dan p-Value=0.001. Simpulan: Edukasi tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disampaikan melalui ceramah, diskusi, dan media leaflet secara signifikan meningkatkan pengetahuan terhadap kesehatan lingkungan dan menunjukkan adanya efektivitas intervensi edukatif yang terstruktur dan sesuai karakteristik responden.  Saran: Program edukasi sebaiknya diperluas dan dijadwalkan secara berkala dengan modul terpadu yang memadukan metode ceramah, diskusi, dan materi visual interaktif. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu meningkatkan distribusi leaflet ke seluruh kecamatan rawan Demam Berdarah Dengue, melatih fasilitator lokal untuk mendukung keberlanjutan intervensi, serta melakukan evaluasi berjenjang melalui pre-test/ post-test untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan demografis dan memastikan peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan.
Co-Authors A.N. Afandi Ach. Syahrudin Fakhri Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andriansyah, Muhammad Rizal Andriyani, Veni Annisa Ramadhanti Aprilia Ismi Aprilia Putri, Hanisa Aripriharta - Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Dahlia Aprillia Dayu Jaysendira Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi, Ruspa Dika Amelia Putri Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Urip Puji Rahayu Dwiwahyono, Irawan Eka Mistakim Eka Novita Sari Elliya, Rahma Erna Oktalia Evi Marta Fakhri, Ach. Syahrudin Fakhri, Achmad Syahrudin Farich, Achmad Feri Febri Saputra Ferisca, Fidela Furqoni, Prima Dian Gustiani, Dwi Ibnu Hasyim Ibrahim, Idris Iit Imas Masitoh Irham Fadlika Ismi, Aprilia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwal Iwal Keswara, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati King, King Kornelius Kamargo/Irawan Dwi Wahyono Kornelius Kamargo Langlang Gumilar M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Marlena Marlena Mistakim, Eka Mualifah, Ria Muhammad Agustianda Muhammad Rizal Andriansyah Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Nugroho Cahyo Kusumantoro Nurlaini Nurlaini Nurliyani Nurliyani Nurul Nepiana Prima Dian Furqoni Rachmi Fitria Sari Rafika Anjarsari Rahma Eliya Rahmatika, Ida Raihan Saputra Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rohani Rohani Romayati, Umi Rudi Winarno Setiawati Setiawati Sofa, Taufik Sosya Mona Seprianti Suhartini Suhartini Susmarini, Neta Taufik Sofa Teguh Pribadi Teguh Pribadi Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Umi Rohmawati Keswara Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Winarno, Rudi Yulendasari, Rika Yulina Yulina