Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Resiliensi Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Pada Skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang Sulawesi Selatan: Institutional Resilience of Forest Farmer Groups in The Community Forestry Scheme in Kindang Sub-district, South Sulawesi Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus Florianus Sera; Selanno, Frenly Marvi; Lamanda, Sukriati Andesti; Samad, Radhiatunnisa S; Sari, Puspa; Apriani, Nurul
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22878

Abstract

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat membutuhkan kelembagaan lokal yang kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan dalam skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret–April 2025 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan kelembagaan berada pada tingkat sedang dengan variasi di berbagai dimensi. Struktur organisasi telah ditetapkan secara formal tetapi belum berfungsi sepenuhnya karena dominasi kepemimpinan dan distribusi wewenang yang tidak merata. Partisipasi anggota masih bersifat simbolis, karena pengambilan keputusan sebagian besar bersifat top-down. Aturan internal ada tetapi diterapkan secara tidak konsisten karena lemahnya sosialisasi, pemantauan, dan penegakan sanksi. Hubungan eksternal relatif kuat tetapi sangat bergantung pada fasilitator, sehingga membatasi independensi internal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan kelembagaan hanya dapat dicapai melalui penguatan fungsi organisasi, peningkatan partisipasi anggota, kepastian penegakan aturan yang konsisten, dan pembinaan jaringan kolaboratif dengan aktor eksternal guna mendukung pengelolaan hutan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
POLA PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA NGABLAK DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Kletus Florianus Sera Gare; Nusrah Rusadi; Fransiskus Xaverius Dako; Frenly Marvi Selanno; Sukriati Andesti Lamanda; Lies Rahayu Wijayanti Faida; Much. Taufik Tri Hermawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat Desa Ngablak di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek kebijakan, kelembagaan, dan ekologi, sementara kajian mengenai pola pemanfaatan sumber daya hutan pada tingkat lokal di kawasan konservasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut melalui analisis empiris interaksi masyarakat dengan sumber daya hutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Desa Ngablak, Jawa Tengah. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur terhadap 64 petani, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan meliputi tiga aktivitas utama, yaitu penggarapan lahan, pengambilan kayu bakar, dan pemanfaatan hijauan pakan ternak. Penggarapan lahan dilakukan melalui sistem agroforestri sederhana yang mengombinasikan tanaman tahunan dan semusim. Kayu bakar dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga, sedangkan vegetasi bawah dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penelitian ini menunjukkan adanya struktur pemanfaatan yang bersifat hierarkis, di mana kawasan hutan berfungsi sebagai basis produksi ekonomi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa TNGM tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga mendukung sistem penghidupan masyarakat secara adaptif.