Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS KONSELING TERHADAP MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI Lailatul Fithtriyyah; Fania Nurul Khoirunnisa; Ummi Kulsum
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v9i1.2916

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung komposisi gizi lengkap dan antibodi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada tahun 2024, di Desa Wonosalam, Kabupaten Demak, angka pemberian ASI mencapai 53,49%. WHO merekomendasikan pemberian ASI hingga 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun, namun faktor seperti kesibukan kerja, kurangnya pengetahuan, dan minimnya dukungan sering menjadi hambatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk konseling dan edukasi kesehatan menjadi kunci untuk meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI. Faktor-faktor seperti kurangnya motivasi dan kesadaran ibu menjadi penghambat utama. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow yang terdiri dari 70 responden yaitu, ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, dengan uji validitas Product Moment Test dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha. instrumen penelitian ini adalah dengan kuesioner motivasi dalam pemberian ASI dan kuesioner sikap dengan menggunakan kuesioner dari Lowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS). Kemudian data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk melihat perbedaan motivasi sebelum dan sesudah konseling. Hasil penelitian di RSI NU Demak menunjukkan bahwa konseling ASI cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu. Rata-rata peningkatan pemahaman mencapai 21,54%, dengan mayoritas responden berada pada usia produktif (21–35 tahun), berpendidikan tinggi, dan tidak bekerja, yang mendukung kesiapan menerima informasi. Tingkat motivasi ibu meningkat dari 66,57 sebelum konseling menjadi 70,63 setelahnya, dan pemahaman tentang manfaat ASI juga meningkat secara signifikan (p 0,001).
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN BAYI MELALUI PENDEKATAN DAN EDUKASI GIZI Fania Nurul Khoirunnisa; Durrotun Munafiah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1503

Abstract

Masa postpartum merupakan masa yang dimulai sejak plasenta lahir sampai semua organ reproduksi kembali seperti semula dimana selama masa tersebut diperlukan pemantauan terhadap ibu. Penanganan yang kurang baik selama masa postpartum dapat menimbulkan berbagai masalah. Status gizi yang baik dan seimbang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu post partum dimana membantu proses metabolisme, pemeliharaan dan berperan dalam pembentukan jaringan baru serta memengaruhi kualitas ASI (Air Susu Ibu). Menilai pentingnya nutrisi pada masa postpartum bagi ibu dan bayi maka edukasi tentang gizi perlu disampaikan kepada ibu nifas sebagai salah satu bagian dari asuhan komprehensif. Dalam memberikan asuhan, Bidan hendaknya mampu memberikan asuhan secara komprehensif, antara lain melalui layanan kebidanan dengan pendekatan continuity of care. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Edukasi gizi sebagai bagian dari asuhan komprehensif masa nifas dan menyusui merupakan upaya promotif sekaligus preventif sehingga ibu dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhannya
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN BAYI MELALUI PENDEKATAN DAN EDUKASI GIZI Fania Nurul Khoirunnisa; Durrotun Munafiah; Nor Asiyah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1453

Abstract

Abstrak Masa postpartum merupakan masa yang dimulai sejak plasenta lahir sampai semua organ reproduksi kembali seperti semula dimana selama masa tersebut diperlukan pemantauan terhadap ibu. Penanganan yang kurang baik selama masa postpartum dapat menimbulkan berbagai masalah. Status gizi yang baik dan seimbang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu post partum dimana membantu proses metabolisme, pemeliharaan dan berperan dalam pembentukan jaringan baru serta memengaruhi kualitas ASI (Air Susu Ibu). Menilai pentingnya nutrisi pada masa postpartum bagi ibu dan bayi maka edukasi tentang gizi perlu disampaikan kepada ibu nifas sebagai salah satu bagian dari asuhan komprehensif. Dalam memberikan asuhan, Bidan hendaknya mampu memberikan asuhan secara komprehensif, antara lain melalui layanan kebidanan dengan pendekatan continuity of care. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Edukasi gizi sebagai bagian dari asuhan komprehensif masa nifas dan menyusui merupakan upaya promotif sekaligus preventif sehingga ibu dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhannya Kata Kunci: Kesehatan Ibu dan Bayi, Edukasi, Gizi Abstract Postpartum period is the period that starts from the birth of the placenta until all reproductive organs return to normal, during which time monitoring of the mother is required. Poor handling during the postpartum period can cause various problems. A good and balanced nutritional status is needed to accelerate the recovery of post partum maternal health which helps the metabolic process, maintenance and plays a role in the formation of new tissues and affects the quality of breast milk (Mother's Milk). Assessing the importance of nutrition in the postpartum period for mothers and babies, education about nutrition needs to be conveyed to postpartum mothers as part of comprehensive care. In providing care, midwives should be able to provide comprehensive care, including through midwifery services with a continuity of care approach. This concept is very important to be applied to overcome health problems during the reproductive period, during pregnancy, childbirth and the puerperium (post-partum). Nutrition education as part of comprehensive care during the puerperium and breastfeeding is a promotive as well as preventive effort so that mothers can implement the fulfillment of nutritional needs according to their needs. Keywords: Maternal and Infant Health, Education, Nutrition