Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendekatan Spiritual Mahasiswa : Studi Fenomenologi Pada UKM JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Winda Islamitha Nurhamidah; Nur Azizatul Haqiah; Amri Saputra; Sibawaihi Sibawaihi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.613

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kesadaran spiritual mahasiswa di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi Islam yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembinaan moral dan ruhani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pendekatan spiritual mahasiswa yang tergabung dalam organisasi JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menganalisis pengalaman keagamaan mereka melalui perspektif Tazkiyat Al-Nafs (penyucian jiwa) menurut Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota aktif JQH Al-Mizan yang telah bergabung minimal satu tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan fenomenologi meliputi epoche, horizontalization, dan sintesis makna esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual mahasiswa muncul melalui aktivitas keagamaan rutin seperti tilawah, hadrah, dan dzikir bersama yang menumbuhkan ketenangan batin, keikhlasan, dan perubahan moral. Proses ini mencerminkan konsep mujahadah (perjuangan spiritual) dan riyadhah ruhaniyah (latihan kejiwaan) menurut Al-Ghazali, di mana keterlibatan religius secara terus-menerus membentuk refleksi diri dan kedekatan kepada Allah. Selain itu, kegiatan organisasi juga memperkuat kesadaran sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab antaranggota. Kesimpulannya, pendekatan spiritual yang dikembangkan di JQH Al-Mizan menjadi model efektif dalam membentuk karakter religius, intelektual, dan spiritual mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Objektivasi Nilai-nilai Hadis dalam Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.614

Abstract

Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa interaksi antara laki-laki dan perempuan di lingkungan kampus sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai keislaman, meskipun mahasiswa memahami batasan syariat. Penelitian ini mengidentifikasi korelasi antara pemahaman nilai-nilai agama Islam dan objektiviasnya dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali bentuk nyata living hadis di kehidupan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menafsirkan ajaran agama secara kontekstual, menganggap interaksi antar lawan jenis diperbolehkan selama sesuai adab dan niat yang benar. Penelitian ini berkontribusi terhadap Pentingnya studi living hadis dalam mengidentfifikasi bentuk objektivasi pemahaman mahasisswa Islam dalam prilaku sosial.
Internalisasi Nilai Hadis Pendidikan Anak di TPA Sambilegi: Kajian Living Hadis dalam Pembentukan Karakter Religius Anak Amri Saputra; Maesaroh Maesaroh; David Ricardo; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai hadis tentang pendidikan anak dalam praktik pembelajaran di TPA Sambilegi dengan perspektif living hadis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya implementasi hadis-hadis Nabi sebagai pedoman pendidikan karakter anak, terutama dalam konteks lembaga pendidikan nonformal seperti TPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru ngaji dan pengurus TPA, observasi terhadap aktivitas belajar mengajar, serta dokumentasi kegiatan keagamaan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, menggunakan teori habitus religius Pierre Bourdieu dan teori tindakan sosial berorientasi nilai Talcott Parsons sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang akhlak dan menuntut ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk perilaku anak di TPA Sambilegi. Internalisasi nilai hadis dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan rutin seperti doa bersama, tadarusan, dan nasihat akhlak. Nilai-nilai hadis tersebut membentuk karakter anak yang sopan, hormat kepada guru, dan disiplin dalam beribadah. Namun demikian, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan, terutama pada anak usia dini yang memiliki tingkat kedisiplinan dan perhatian yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa living hadis di TPA Sambilegi menjadi wujud nyata transformasi ajaran profetik ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual dan membumi dalam pembentukan karakter religius anak.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori habitus religius dan tindakan sosial berorientasi nilai dalam menjelaskan proses hidupnya hadis dalam konteks pendidikan anak nonformal, yang belum banyak dikaji sebelumnya.
Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Seks Islami Berbasis Living Hadis dalam Proyek Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pendidikan seks Islami dipahami tidak hanya sebagai pengetahuan biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan sosial yang berorientasi pada kesucian (ṭaharah) dan tanggung jawab (‘iffah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dan analisis interpretatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi pembelajaran berbasis hadis dalam kegiatan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Living Hadis menjadi landasan epistemologi penting dalam membangun pendidikan seks Islami yang integratif dan kontekstual. Nilai-nilai hadis seperti ḥaya’ (malu), ghadd al-baṣar (menundukkan pandangan), dan ‘iffah (menjaga kehormatan diri) diinternalisasikan melalui proses internalisasi nilai, transformasi perilaku, dan rekontekstualisasi makna sesuai karakteristik peserta didik generasi Z. Implementasi nilai tersebut tampak dalam proyek P5 bertema “Batasan dan Persetujuan,” “Nilai dan Hak,” dan “Tubuhku Amanahku,” yang memadukan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam pengalaman belajar. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran epistemologi pendidikan seks Islami dari pendekatan normatif-doktriner menuju model partisipatif dan reflektif berbasis pengalaman (experiential learning). Living Hadis berfungsi sebagai penghubung antara teks normatif dan praktik pendidikan yang relevan secara kontekstual, sejalan dengan konstruktivisme Islam yang menekankan pembentukan pengetahuan melalui pengalaman spiritual dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis, serta implikasi praktis bagi penyusunan kurikulum P5 yang Islami, humanis, dan sesuai kebutuhan moral generasi digital.
The Role of Religious Moderation in Islamic Character Education Among Madrasah Aliyah Students: A Comparison Between Urban and Rural Students Dea Asmara; Rafia Mukhtar; Amri Saputra; Desma Hemaliyah Apita; Amilia Mariam Ulfa
Cultura Islamica: Journal of Islamic Studies, Management, and Culture Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025 | Islamic Studies, Management, and Culture
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/culturaislamica.v1i2.331

Abstract

This study examines the role of religious moderation in Islamic character education among Madrasah Aliyah students, comparing urban and rural contexts. Religious moderation, which emphasizes balance, tolerance, and inclusivity, plays a crucial role in shaping students' character by preventing extremism and promoting peaceful coexistence. Through a qualitative approach, this research explores how students in urban and rural areas internalize and apply religious moderation values in their daily lives, particularly within the framework of Islamic character education. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis from students, teachers, and headmasters in both urban and rural madrasahs. The findings show significant differences in the understanding and application of religious moderation: students in urban areas, exposed to more diverse social and cultural environments, tend to adopt a more inclusive approach to religious moderation, while students in rural areas, with more traditional environments, exhibit a narrower yet committed understanding. Despite these differences, both groups emphasize the importance of religious moderation in promoting tolerance, empathy, and social responsibility. The study also identifies challenges in implementing religious moderation in both environments, particularly the limited exposure to diverse perspectives in rural areas. These findings contribute to the development of more contextual and equitable Islamic education policies and curricula, tailored to the social and geographical context of students, to ensure that religious moderation can be effectively integrated into character education.
Reception and Symbolic Meaning of Salawat: A Living Hadith Study on the Religious Community in Wonokromo Pleret Bantul Havid Nur Solikhin; Amri Saputra; Marhumah; Kadambari; Desma Hemaliyah Apita
Cultura Islamica: Journal of Islamic Studies, Management, and Culture Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026 | Islamic Studies, Management, and Culture
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/culturaislamica.v2i1.340

Abstract

This study examines the reception and symbolic meaning of 'Salawat' within the context of the A.M Assembly in Wonokromo Pleret Bantul, using the Living Hadith approach. Salawat, as one of the main practices in Islam, is not only understood as the recitation of phrases but also as an expression of love, respect, and spiritual attachment to the Prophet Muhammad (SAW). While traditional Hadith studies focus more on textual analysis, this research highlights how the Hadith regarding Salawat is understood and practiced as a living tradition within the community. This study reveals that the practice of Salawat in the A.M Assembly is more than just a theoretical or textual understanding; it is internalized and expressed through ritual actions, symbolism, and collective experience. The study also demonstrates that Salawat serves as a social and religious bond, reinforcing community cohesion and affirming ethical values among the participants. Using a field-based qualitative research method, including interviews, participatory observation, and documentation, this research investigates how the symbolic meaning of Salawat develops and resonates within the community, reflecting the dynamic integration of religious teachings within the local cultural context. This study contributes to a broader understanding of Living Hadith as a methodological approach and offers new insights into how Islamic traditions are adapted and internalized in local practices, while enriching the relevance of Hadith in contemporary religious life.
Analisis Scientometric Pendidikan Islam di Universitas Studi Bibliometrik Dengan Menggunakan R Biblioshiny Amri Saputra
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1234

Abstract

This study aims to map the development of Islamic education research at the university level during the period 2013–2025 using a scientometric approach with the R Biblioshiny tool. The research is motivated by the growing number of publications on Islamic education covering curriculum, teaching methods, Islamic values integration, and pedagogical innovation. However, most studies remain thematic or case-based, offering limited insights into broader research trends. Data were retrieved from the Scopus database using the keyword “Islamic education” and related terms, restricted to journal articles. The dataset was analyzed with the Bibliometrix package through the Biblioshiny interface. The analysis included annual publication trends, average citations per article, the most influential authors and journals, contributions from productive institutions and countries, collaboration networks, and keyword evolution. The findings reveal that Indonesia dominates global output, followed by Malaysia, Turkey, and several other countries. The dominant themes include Islamic education, higher education, curriculum, religious moderation, and teacher education. Visualizations through network analysis, word clouds, three-field plots, and treemaps demonstrate the clustering of themes and collaboration patterns, reflecting increasingly complex and multidimensional research directions. These results highlight the strategic role of Islamic higher education in shaping global discourse and emphasize the need for stronger international collaboration and interdisciplinary approaches to ensure that Islamic education research remains relevant and adaptive to contemporary challenges.
Menggali Evolusi Riset Sistem Multimedia melalui Three-Field Plot dan Network Visualization dalam Biblioshiny Amri Saputra
JoMMiT Vol 9 No 2 (2025): Artikel Jurnal Volume 9 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jommit.v9i2.1797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan struktur keilmuan dalam bidang sistem multimedia melalui pendekatan bibliometrik menggunakan data publikasi dari basis data Scopus selama periode 2019 hingga 2025. Sebanyak 924 dokumen dianalisis dengan bantuan perangkat lunak Biblioshiny pada RStudio untuk mengeksplorasi tren publikasi, kata kunci dominan, kolaborasi penulis, serta keterkaitan antara topik, jurnal, dan aktor penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa topik “multimedia systems” mendominasi sebagai pusat perhatian riset, diikuti oleh tema-tema seperti computer graphics, e-learning, deep learning, dan learning systems. Visualisasi three-field plot dan co-occurrence network mengungkap adanya struktur tematik yang terbagi dalam dua klaster utama, yaitu pendekatan teknis dan pendekatan pedagogis. Selain itu, identifikasi penulis dan jurnal paling relevan menunjukkan bahwa riset sistem multimedia bersifat global dan kolaboratif. Temuan ini menegaskan bahwa sistem multimedia merupakan bidang riset strategis yang terus berkembang, dengan kecenderungan integrasi teknologi mutakhir dan penerapan dalam konteks pendidikan, komunikasi, dan layanan digital. Studi ini memberikan landasan bagi pengembangan riset lanjutan yang lebih interdisipliner, adaptif, dan aplikatif dalam menghadapi tantangan era digital.
Literasi al-Qur’an di Era Digital: Analisis Bibliometrik dan Kajian Tren Penelitian di Indonesia 2018-2024 Amri Saputra; Maesaroh Maesaroh; Muhammad Farij Al-Kahfi; Havid Nur Solikhin; Dwi Ratnasari; Ansorul Alim
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.168

Abstract

This study aims to analyze the development of scientific literature on Qur’anic literacy in the digital era in Indonesia during the period 2018–2024 using a bibliometric approach. A total of 16 scientific documents were retrieved from the Scopus database and analyzed using RStudio with the Bibliometrix package and the Biblioshiny interface. The results reveal that research on digital Qur’anic literacy in Indonesia has shown an increasing trend, although the number of publications remains limited. The dominant topics include Islamic education, the use of digital media in Qur’anic learning, and the dynamics of Islam in Indonesian society. Moreover, the level of collaboration among authors and institutions is largely national, with limited international contributions. These findings suggest that Qur’anic literacy in the digital era is not merely an adaptation to technological advancement but also a form of recontextualization of Islamic values within the modern digital environment. This study provides a foundational perspective for developing technology-based Qur’anic education models that maintain the authenticity of Islamic teachings while remaining relevant to the needs of the digital generation.
Epistemologi Fungsional C.A. van Peursen: Rekonstruksi Makna Ilmu di Tengah Krisis Objektivitas Modern Amri Saputra; Lutfiah Holifa Balkis; Winda Islamitha Nurhamidah; Rofiatus Sa'adah; Ansorul Alim; Usman
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.187

Abstract

The crisis of objectivity in modern science reveals a profound epistemological problem in which scientific rationality becomes detached from ethical and human dimensions. Science, which was originally intended to liberate humanity, has often turned into a technocratic instrument that alienates it. This article aims to reconstruct the meaning of science through the perspective of C.A. van Peursen’s functional epistemology as a philosophical response to the modern crisis of objectivity. The study employs a qualitative approach using a philosophical-hermeneutic analysis to interpret Van Peursen’s ideas within the broader context of culture and contemporary knowledge dynamics. Data were collected from Van Peursen’s primary works and relevant secondary sources, then analyzed through three stages: descriptive-conceptual mapping, critical analysis, and philosophical reconstruction. The findings indicate that Van Peursen’s functional epistemology positions science as a dynamic and value-laden cultural strategy rather than a value-free system. Science is not merely a tool for empirical verification but also a means of restoring human meaning and moral purpose. The study contributes to developing a more humanistic, dialogical, and context-sensitive philosophy of science that integrates scientific rationality, local wisdom, and ethical responsibility within the Indonesian intellectual landscape.