Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap Literasi Budaya Siswa Kelas IV Sdn 1 Banyumulek Rahma Yanti; Haifaturrahmah; Yuni Mariyati
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap literasi budaya siswa kelas IV SDN 1 Banyumulek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas kelas IV A sebanyak 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B sebanyak 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara, dengan rata-rata pre-test 65,50 pada kelas eksperimen dan 65,62 pada kelas kontrol. Setelah perlakuan, rata-rata post-test kelas eksperimen meningkat menjadi 80,30, sedangkan kelas kontrol mencapai 70,88. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, pendekatan CRT berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi budaya siswa sekolah dasar.
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Genially Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Inang Irma Rezkillah; Yuni Mariyati; Syafruddin Muhdar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.3960

Abstract

In today’s digital era, the use of interactive learning media has become increasingly important for improving the quality of teaching and learning processes in elementary schools. One widely adopted innovation is Genially; therefore, this study was conducted to investigate the effect of using Genially-based interactive learning media on students’ learning interest at MI NW Montong Selat. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, in which fourth-grade students served as the control group using picture-based learning media, while fifth-grade students served as the experimental group using Genially interactive learning media. Data collection techniques included learning interest questionnaires and observation of learning activities. The collected data were normally distributed, with significance values of 0.109 in the control class and 0.103 in the experimental class. Both classes were homogeneous, with a significance value of 0.806. The results of the independent t-test showed that the t-value (2.28) was less than the t-table (1.684), indicating a significant difference between the two classes. The findings concluded that the use of Genially-based interactive learning media had a positive and significant effect on students’ learning interest.
PENGARUH PENERAPAN ETNOMATEMATIKA DALAM BUDAYA BIMA DORO RO TA NGARA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SATUAN PANJANG KELAS III SDN 1 MARIA Nurhidayati Nurhidayati; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penerapan etnomatematika berbasis budaya Bima Doro ro Ta Ngara terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi satuan panjang siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan 20 siswa kelas III SDN 1 Maria sebagai kelompok eksperimen dan 20 siswa kelas III SDN Inpres 2 Maria sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan etnomatematika yang mengintegrasikan prosesi menaiki dan menuruni tangga tebu dalam tradisi Doro ro Ta Ngara sebagai visualisasi konkret konversi satuan panjang, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 49,40 menjadi 81,55 (peningkatan 32,15 poin), sementara kelas kontrol meningkat dari 46,70 menjadi 64,90 (peningkatan 18,20 poin). Uji-t independen menghasilkan nilai t hitung 18,970 > t tabel 1,656 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, membuktikan terdapat pengaruh signifikan penerapan etnomatematika berbasis budaya Bima Doro ro Ta Ngara terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi satuan panjang.
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Di Sekolah Dasar Dwi Astuty; Haifaturrahmah; Yuni Mariyati
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh lingkungan belajar terhadap pembentukan karakter disiplin siswa sekolah dasar. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah artikel dari berbagai basis data akademik untuk menemukan pola, tren, dan kesenjangan dalam kajian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa, khususnya melalui tiga dimensi utama: fisik, sosial, dan psikologis. Lingkungan sekolah yang tertata rapi, interaksi positif antara guru dan siswa, serta iklim belajar yang mendukung terbukti berkontribusi besar terhadap penguatan perilaku disiplin. Selain itu, ditemukan bahwa faktor lingkungan eksternal, terutama sekolah dan teman sebaya, lebih dominan dibanding faktor internal seperti motivasi diri. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi karakter sebagai strategi efektif dalam pembentukan disiplin siswa di sekolah dasar.
PELATIHAN INTEGRASI QUIZIZZ DAN EDUCAPLAY UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAMIFIKASI inang irma Rezkillah; Husen Husen; Namia Izzah; Nadia Al Kholifi; Siti Fajria; Suci Rahmawati; Wiwit Andriani; Wini Aulia Safutri; Arpan Islami Bilal; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Yuni Mariyati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34301

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Media pembelajaran berbasis digital merupakan aktualisasi guru dalam meningkatkan kompetensi terkhusus untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Hal ini menjadi pertimbangan kepala sekolah SDN 3 Jerowaru selaku mitra untuk melaksanakan pelatihan integrasi platform quizizz dan educaplay untuk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di SDN 3 Jerowaru untuk 14 guru disekolah. Tahap awal pelatihan dengan pembagian angket pretest sebelum memberi pelatihan oleh pemateri. Penyampaian materi terkait pengenalan aplikasi dan demonstrasi cara mengoperasikan aplikasi. Tidak sampai disana, guru-guru mempraktikan secara langsung pada laptop masing-masing. Tahap akhir yaitu pemberian postest sebagai evaluasi untuk mengetahui peningkatan komptensi guru. Hasil pretest menunjukkan bahwa 8 dari 14 guru masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata skor posttest guru, dari 62,1 menjadi 90,7, serta peningkatan kepercayaan diri dan motivasi dalam mengembangkan media interaktif di kelas. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kolaborasi aktif selama pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan integrasi Quizizz dan Educaplay efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap inovasi pembelajaran digital. Diharapkan, model pelatihan ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesionalisme guru di era digital. Kata kunci: Quiziz; Educaplay, Elementary, Interaktif  ABSTRACTDigital-based learning media serve as a means for teachers to actualize and enhance their professional competencies, particularly in developing interactive gamified learning tools. This consideration prompted the principal of SDN 3 Jerowaru, as the partner institution, to organize a training program focused on the integration of Quizizz and Educaplay platforms for the development of interactive gamified learning media. The training was conducted at SDN 3 Jerowaru and involved 14 teachers from the school. The initial stage of the training began with the distribution of a pre-test questionnaire to assess baseline knowledge prior to the delivery of material by the instructors. The content covered an introduction to the applications and a demonstration of how to operate them effectively. Importantly, teachers were also given the opportunity to directly practice using the platforms on their respective laptops. In the final stage, a post-test was administered to evaluate improvements in teacher competence. The pre-test results revealed that 8 out of 14 teachers still faced significant limitations in utilizing digital applications for instructional purposes. However, following the training, there was a marked improvement in the teachers’ average post-test scores, increasing from 62.1 to 90.7. In addition, teachers reported increased confidence and motivation in developing interactive media for classroom use. High levels of enthusiasm and active collaboration were also observed throughout the training sessions. This activity demonstrated that training on the integration of Quizizz and Educaplay is effective in enhancing teachers’ knowledge, skills, and attitudes toward digital learning innovation. It is hoped that this training model can serve as a reference for the ongoing professional development of teachers in the digital era. Keywords: Quizizz; Educaplay; Elementary; Interactive
PELATIHAN GENDANG BELEQ UNTUK MENINGKATKAN CINTA BUDAYA DAERAH SASAK TERHADAP SISWA SDN 1 SUKARAJA Nanang Rahman; Zaenul Ikhwan; Syafruddin Muhdar; Sukron Fujiaturrahmah; Yuni Mariyati; Sintayana Muhardini; Nursina Sari; Putri Maya Masyitah
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28418

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi menjadi tantangan utama, terutama dalam mempertahankan eksistensi gendang beleq sebagai warisan budaya Sasak. Generasi muda cenderung kurang mengenal dan mencintai budaya tradisional, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk memperkenalkannya sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan siswa SDN 1 Sukaraja terhadap budaya Sasak melalui pelatihan gendang beleq. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 4 hingga 6 sebagai peserta dengan jumlah 24 siswa pada bulan Agustus dan 26 siswa pada bulan September, dengan bimbingan guru seni dan pelatih profesional dari komunitas seni lokal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, mencakup aspek keterampilan teknis, pemahaman budaya, serta perubahan karakter siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek: 70% siswa menjadi sangat tertarik terhadap budaya lokal (sebelumnya hanya 40%), 60% siswa menguasai teknik dasar gendang beleq, dan 50% memahami filosofi budaya Sasak. Selain itu, 85% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa sekaligus menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya Sasak. Kata kunci: Gendang beleq; budaya Sasak; pelestarian budaya. ABSTRACTPreservation of local culture amidst the strong currents of globalization poses a significant challenge, particularly in maintaining the existence of gendang beleq as a cultural heritage of the Sasak people. The younger generation tends to have limited knowledge and appreciation of traditional culture, necessitating systematic efforts to introduce it from an early age. This activity aims to enhance the appreciation of Sasak culture among students of SDN 1 Sukaraja through gendang beleq training. The implementation methods include socialization and hands-on practice. This activity involves students from grades 4 to 6 as participants with a total of 24 students in August and 26 students in September 2024, under the guidance of art teachers and professional trainers from the local art community. Evaluation was conducted through observations, interviews, and questionnaires administered before and after the training, covering aspects of technical skills, cultural understanding, and changes in students' character. The training results showed significant improvements in several aspects: 70% of students developed a strong interest in local culture (up from 40%), 60% mastered the basic techniques of gendang beleq, and 50% gained an understanding of Sasak cultural philosophy. Furthermore, 85% of students demonstrated increased discipline, teamwork, and self-confidence. This program successfully sparked students' enthusiasm and served as a strategic step toward preserving the cultural heritage of the Sasak people. Keywords: Gendang beleq Sasak culture; cultural preservation
ETHNOMATHEMATICS: AN EXPLORATION OF GEOMETRIC SHAPES AND STRUCTURES IN THE “UMA LENGGE” TRADITIONAL HOUSE Ririn Fitriatunnisa; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati; Saba Mehmood
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.12409

Abstract

This research aims to explore the geometric shapes and structures found in the Uma Lengge traditional house with a qualitative approach based on the ethnographic model. This research was conducted in Maria Village, Wawo Sub-district, which was chosen because of the existence of the Uma Lengge traditional house and its role in cultural preservation and the development of the tourism sector. The problem raised in this research is the lack of studies linking the architectural design of Uma Lengge with mathematical concepts, especially within the framework of ethnomathematics, which has the potential to provide new insights into the relationship between culture and science. Respondents were selected using a purposive sampling technique, including custodians, cultural experts, and conservationists who have in-depth knowledge of the history and construction of Uma Lengge. Data collection was conducted through direct observation, literature study, and in-depth interviews. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and verification to ensure the validity and reliability of research findings. The results show that the architectural design of Uma Lengge combines geometric concepts in flat and spatial shapes, including patterns of triangles, squares, rectangles, triangular prisms, cubes, blocks, and pyramid frustums. These geometric structures not only reflect beauty and function, but also reflect local wisdom in the use of traditional mathematical concepts. This research makes an important contribution in expanding the understanding of ethnomathematics as part of cultural heritage that can be integrated into the mathematics learning process. It is recommended to conduct more comprehensive follow-up research on the application of other mathematical concepts, as well as develop ethnomathematics-based learning modules to increase students' appreciation of mathematics in a cultural context.
Pengaruh Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap Literasi Budaya Siswa Kelas IV Sdn 1 Banyumulek Rahma Yanti; Haifaturrahmah; Yuni Mariyati
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap literasi budaya siswa kelas IV SDN 1 Banyumulek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas kelas IV A sebanyak 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B sebanyak 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara, dengan rata-rata pre-test 65,50 pada kelas eksperimen dan 65,62 pada kelas kontrol. Setelah perlakuan, rata-rata post-test kelas eksperimen meningkat menjadi 80,30, sedangkan kelas kontrol mencapai 70,88. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, pendekatan CRT berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi budaya siswa sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD pada Materi Bangun Ruang Diki Damma Putra; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati; Syaharuddin Syaharuddin; Sutarto Sutarto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr EDU terhadap motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 19 siswa. Instrumen angket motivasi belajar disusun berdasarkan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dan telah melalui proses uji kelayakan instrumen. Uji validitas dilakukan menggunakan data try-out untuk memastikan setiap butir angket benar-benar mengukur indikator motivasi yang dimaksud. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Cronbach Alpha pada data yang sama dari kelas try-out dan menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi yang baik. Sebelum uji hipotesis dilakukan, data skor total pretest dan posttest dianalisis melalui uji normalitas Shapiro–Wilk untuk menentukan jenis uji statistik yang sesuai. Hasil normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga analisis dilanjutkan dengan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media AR, dengan rata-rata skor pretest sebesar 15,58 meningkat menjadi 34,42 pada posttest. Uji Paired Sample t-Test menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media Augmented Reality secara signifikan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang.
Keefektifan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Menggunakan Powerpoint Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Novi Wulandari; Haifaturrahmah; Syafruddin Muhdar; Nursina Sari; Yuni Mariyati; Saddam
Madako Elementary School Vol. 1 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/mes.v1i2.50

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of multimedia-based learning media using powerpoint on the learning outcomes of elementary school students. This type of research is R&amp;D (Research and Development). The method used by the researchers was the Barg and Gall model (1potency and problem, 2 data collection, 3 product design, 4 design validation, 5design revision, 6 product trials, 7 product revisions, 8 discharging trials, 9product revisions, 10mass production). This research is specifically to see the effectiveness of multimedia-based learning media using powerpoint. The results of the effectiveness of multimedia-based learning media using powerpoint from the N-Gain score obtained a score of 0.74%. So that it can be concluded that the use of multimedia-based learning learning media using powerpoints in the high category and is effective for improving the learning outcomes of elementary school students.