Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN STONE CRUSHER DI PT LUTVINDO WIJAYA PERKASA PEKANBARU TAHUN 2015 Aryantiningsih, Dwi Sapta
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.027 KB)

Abstract

Kenaikan tekanan darah adalah apabila adanya kenaikan tekanan darah sistolik ≥ 30 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 15 mmHg. Kenaikan tekanan darah didiagnosa akan menyebabkan penyakit hipertensi (Garnadi, 2012). World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Survei pendahuluan pada pekerja di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru sebelum dan sesudah bekerja didapatkan 30% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah sistolik dan 53% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah diastolik setelah bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Bagian Stone Cursher Di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan 08 Juni – 16 Juni 2015 di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015. Populasi yaitu seluruh pekerja dibagian stone crusher yang berjumlah 35 orang dan seluruh pekerja menjadi objek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pekerja yang mengalami kenaikan tekanan darah yaitu 54,3%. Variabel status merokok (POR=10,929; CI 95%=1,867-63,968), kebisingan (POR=6,250; CI95%=1,399-27,925) yang berhubungan signifikan dengan kenaikan tekanan darah.Kesimpulan yaitu status merokok dan kebisingan berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Oleh karena itu disarankan kepada pihak PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru untuk dapat memberikan earplug kepada pekerja yang terpapar kebisingan serta meminimalisir tingkat kebisingan di tempat kerja dengan melakukan perawatan mesin berkala sehingga mesih terjaga, dan memberikan penyuluhan kepada pekerja mengenai bahaya rokok terhadap kenaikan tekanan darah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI DESA PEMATANG TEBIH UJUNGBATU TAHUN 2014 Aryantiningsih, Dwi Sapta
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.343 KB)

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya mendapatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman atau kuman yang sudah dilemahkan atau sudah dimatikan (Marimbi,2010). Campak adalah penyakit menular, disebabkan oleh virus Morbili. Pemberian imunisasi campak agar anak mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Desa Pematang Tebih merupakan desa dengan cakupan imunisasi campak yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskemas Ujung Batu dengan pencapaiannya yaitu tahun 2011(100%), tahun 2012 (95,1%) dan tahun 2013 sebesar (91,9%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Desa Pematang Tebih Ujungbatu Tahun 2014. Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berumur 9 sampai 12 bulan di Desa Pematang Tebih sejumlah 108 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara pendidikan ibu (POR=3,179), status pekerjaan ibu (POR= 0,073), status ekonomi (POR= 11,200), sarana dan prasarana (POR=6,900), dukungan keluarga (POR=6,838) dan dukungan tenaga kesehatan (POR=9,562) dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan upaya promotif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang imunisasi campak pada bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN STONE CRUSHER DI PT LUTVINDO WIJAYA PERKASA PEKANBARU TAHUN 2015 Dwi Sapta Aryantiningsih
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v6i01.487

Abstract

Kenaikan tekanan darah adalah apabila adanya kenaikan tekanan darah sistolik ≥ 30 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 15 mmHg. Kenaikan tekanan darah didiagnosa akan menyebabkan penyakit hipertensi (Garnadi, 2012). World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Survei pendahuluan pada pekerja di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru sebelum dan sesudah bekerja didapatkan 30% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah sistolik dan 53% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah diastolik setelah bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Bagian Stone Cursher Di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan 08 Juni – 16 Juni 2015 di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015. Populasi yaitu seluruh pekerja dibagian stone crusher yang berjumlah 35 orang dan seluruh pekerja menjadi objek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pekerja yang mengalami kenaikan tekanan darah yaitu 54,3%. Variabel status merokok (POR=10,929; CI 95%=1,867-63,968), kebisingan (POR=6,250; CI95%=1,399-27,925) yang berhubungan signifikan dengan kenaikan tekanan darah.Kesimpulan yaitu status merokok dan kebisingan berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Oleh karena itu disarankan kepada pihak PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru untuk dapat memberikan earplug kepada pekerja yang terpapar kebisingan serta meminimalisir tingkat kebisingan di tempat kerja dengan melakukan perawatan mesin berkala sehingga mesih terjaga, dan memberikan penyuluhan kepada pekerja mengenai bahaya rokok terhadap kenaikan tekanan darah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI DESA PEMATANG TEBIH UJUNGBATU TAHUN 2014 Dwi Sapta Aryantiningsih
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.595

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya mendapatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman atau kuman yang sudah dilemahkan atau sudah dimatikan (Marimbi,2010). Campak adalah penyakit menular, disebabkan oleh virus Morbili. Pemberian imunisasi campak agar anak mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Desa Pematang Tebih merupakan desa dengan cakupan imunisasi campak yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskemas Ujung Batu dengan pencapaiannya yaitu tahun 2011(100%), tahun 2012 (95,1%) dan tahun 2013 sebesar (91,9%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Desa Pematang Tebih Ujungbatu Tahun 2014. Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berumur 9 sampai 12 bulan di Desa Pematang Tebih sejumlah 108 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara pendidikan ibu (POR=3,179), status pekerjaan ibu (POR= 0,073), status ekonomi (POR= 11,200), sarana dan prasarana (POR=6,900), dukungan keluarga (POR=6,838) dan dukungan tenaga kesehatan (POR=9,562) dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan upaya promotif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang imunisasi campak pada bayi.