Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Effect of Green Tea Aromatherapy on Blood Pressure in Hypertensive Patients at Semper Barat I Health Center Janati, Nur; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.4362

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah penggunaan aromaterapi Green Tea yang mengandung senyawa aktif seperti polifenol dan L-theanine yang berpotensi menurunkan tekanan darah serta memberikan efek relaksasi sehingga mendukung keseimbangan sistem saraf otonom. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi Green Tea terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimen dengan rancangan pre and post test with control group. Sampel terdiri dari 36 responden, masing-masing 18 pada kelompok intervensi dan kontrol, dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok setelah intervensi. Kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 151,83 mmHg menjadi 143,06 mmHg, dan diastolik dari 86,44 mmHg menjadi 83,61 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok, namun uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05). Kesimpulan: Aromaterapi Green Tea berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, namun belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih panjang, ukuran sampel lebih besar, dan kontrol variabel lebih ketat dianjurkan untuk memperkuat bukti ilmiah.
The Relationship between Knowledge of the DASH Hypertension Diet and Hypertension Recurrence at the Pademangan Timur Community Health Center, North Jakarta Thania, Sarah; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.4365

Abstract

Hypertension is a chronic disease with a continuously increasing prevalence in Indonesia and is a major risk factor for cardiovascular diseases. One way to control hypertension is through a healthy diet, such as the DASH diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Good knowledge about the hypertension diet is believed to play an important role in reducing the recurrence of high blood pressure. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of the hypertension diet and the recurrence of hypertension in patients at the community health center Pademangan Timur, North Jakarta. The study used a cross-sectional correlational quantitative design with 88 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the DASH diet questionnaire and observation of recurrence over the last 3 months based on medical records, then analyzed using the Chi-Square test and Fisher Exact Test. The results show that the majority of respondents have good to sufficient knowledge (97.5%) and the majority did not experience a relapse (87.5%). There is a significant relationship between knowledge of hypertensive diet and the relapse of hypertension (p = 0.000). It is concluded that good knowledge regarding hypertensive diet can reduce the risk of relapse. Therefore, this study provides evidence that knowledge of the DASH diet plays an important role in preventing hypertension relapse, which impacts the risk of further diseases, and these findings can also be utilized by health workers to strengthen educational programs and healthy diet interventions in promotional and preventive efforts against hypertension.
Edukasi Kesehatan dan Literasi Digital Terhadap Insomnia di Kalangan Remaja Sekolah Yari, Yarwin; La Ramba, Hardin; Rosliany, Nia; Wahyudi, Adi; Cantika, Marsya Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.741

Abstract

Edukasi kesehatan dan literasi digital terhadap insomnia di kalangan remaja dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pengaruh penggunaan media sosial terhadap pola tidur. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA X, Jakarta Utara, dengan melibatkan 50 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi kesehatan berbasis literasi digital melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai penyebab dan pencegahan insomnia setelah mengikuti edukasi. Seluruh peserta mampu memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan waktu istirahat. Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi digital yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan efektif dalam membentuk perilaku hidup sehat di era digital. Dengan demikian, program pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran remaja dalam mencegah gangguan tidur akibat penggunaan media sosial berlebihan.
Hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Sawah Besar Jakarta Pusat Anggraeni, Ryana Iga; Nia Rosliany; Yarwin Yari
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 2 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i2.2090

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease with a prevalence continues to increase nationally and globally. This condition can cause serious complications such as stroke, kidney failure, and heart disease. Hypertension management is not only through drug therapy, but also includes healthy lifestyle changes and dietary compliance. One factor that supports compliance is self-efficacy, namely an individual's belief in their ability to perform certain behaviors, including following a hypertension diet. Objective: To determine the relationship between self-efficacy and dietary compliance in hypertension patients at the Sawah Besar Community Health Center, Central Jakarta. Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The data analysis technique used in this study was the Spearman rho test with a sample of 190 respondents. Results: The results showed that the majority of respondents had high self-efficacy and were compliant with the diet. Based on the results of statistical tests, the p value = 0.000 and r value 0.922 indicated a very strong relationship between self-efficacy and dietary compliance.
Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Terhadap Keberhasilan Pengobatan TBC di Puskesmas Sawah Besar Trianna, Nanda; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1186

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious public health issue in Indonesia, which ranks second in the world for TB cases. One of the key factors in ensuring the success of TB treatment is patient adherence, which can be supported through the presence of a family member acting as a treatment supervisor, or Pengawas Minum Obat (PMO). This study aimed to determine the relationship between family support as PMO and the success of TB treatment in patients at Puskesmas Sawah Besar.This quantitative study used a cross-sectional design and descriptive analytic methods with a total sample of 39 respondents selected through total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-Square tests. The results showed that most respondents received strong family support, and a significant number of them achieved successful treatment outcomes.The statistical analysis revealed a significant relationship between family support as PMO and the success of TB treatment (p < 0.05). The findings suggest that family involvement plays a vital role in supporting patients throughout their treatment, improving adherence, and increasing the likelihood of treatment success. Therefore, enhancing family education and engagement in TB programs is essential to reducing treatment failure and TB incidence.
Hubungan Tindakan Elevasi Ekstremitas Bawah Oleh Perawat Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Ulkus Diabetes Melitus Khotimah, Ayu; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.636

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terus meningkat di Indonesia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti ulkus diabetes melitus. Ulkus ini menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi sederhana yang dapat mempercepat penyembuhan luka adalah elevasi ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah oleh perawat terhadap penyembuhan luka pasien ulkus diabetes melitus di RSUD Pasar Rebo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional non-eksperimental dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 perawat diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 90% perawat melakukan elevasi secara adekuat dan 84% pasien mengalami penyembuhan luka dengan cepat. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah dengan penyembuhan luka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elevasi ekstremitas bawah merupakan intervensi keperawatan yang efektif, karena dapat meningkatkan aliran balik vena, mengurangi edema, serta memperbaiki perfusi jaringan pada area luka. Posisi elevasi yang tepat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer, sehingga mempercepat proses granulasi, epitelisasi, dan regenerasi sel pada luka. Tindakan ini, jika dilakukan dengan sudut 30°–45° selama ≥15 menit sebanyak 2–3 kali per hari dan disertai pemantauan kondisi kulit dan kenyamanan pasien, terbukti mampu mempercepat proses regenerasi jaringan dan memperpendek waktu penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetes melitus
Hubungan Gaya Hidup Konsumsi Kafein Terhadap Kekambuhan Hipertensi di Puskesmas Rachmah, Alya Putri; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.637

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berkembang perlahan dan sering tanpa gejala, sehingga dikenal sebagai “silent killer”. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak, jantung dan ginjal. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa angka kejadian hipertensi di Jakarta Timur masih tinggi, sehingga diperlukan upaya pengendalian faktor risikonya. Salah satu faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap tekanan darah adalah konsumsi kopi. Kopi mengandung kafein, yaitu zat stimulan yang dapat meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme vasokonstriksi dan stimulasi sistem saraf pusat.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur. Metode penelitian digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan konsumsi kopi sedang hingga tinggi mengalami kekambuhan hipertensi, dengan nilai P = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi. Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi kopi berlebihan berkaitan erat dengan kekambuhan hipertensi, sehingga pengendalian gaya hidup dan pembatasan asupan kafein penting untuk mencegah kekambuhan serta komplikasi hipertensi
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KOPI TERHADAP GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA MAHASISWA KESEHATAN DI DKI JAKARTA Firdaus, Gabriel Valmorrine; Rosliany, Nia; Yari, Yarwin
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.934

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang cukup sering terjadi, salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola konsumsi, termasuk konsumsi kopi. Kebiasaan minum kopi di kalangan mahasiswa cukup tinggi, meskipun mahasiswa kesehatan memiliki pemahaman mengenai dampak dari GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 104 responden mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner GERD-Q dan kuesioner konsumsi kopi, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 21–24 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi instan, dan mayoritas baru mengkonsumsi kopi selama 0–1 tahun. Lebih dari separuh responden (51,9%) memiliki kemungkinan mengalami GERD. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD (p=0,029). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Hasil ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi kopi guna mencegah risiko GERD.
Health Belief Model Pada Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Terhadap Wanita : Systematic Review Ribka Sabarina Panjaitan; Yurita Mailintina; Nia Rosliany; Ludovikus Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17784

Abstract

ABSTRACT The leading cause of mortality for women is breast cancer, a common illness. In the world, approximately a million new cases are found each year. The rising incidence of this disease is caused by a number of risk factors, including age, genetics, and lifestyle choices. The government-sponsored breast self-examination (BSE) program is one method of early breast cancer detection. Despite the program's effectiveness, minimal participation persists. Based on the Health Belief Model (HBM) paradigm, research has demonstrated improvements in health behaviors like BSE. Systematically identify and analyze various literature regarding the effectiveness of using interventions based on the Health Belief Model theory on BSE practice behavior for women. This research uses a systematic review method, collecting data from scientific journals, clinical reports, and other related publications, namely Pubmed, Science Direct, Sagejournal. The inclusion criteria set are original research articles, in English and published within the 2014-2024 period. The sample used in this research ranged in age from 16-80 years and was conducted on women. Based on the search results, 6 articles were found that met the inclusion criteria. The articles obtained prove that the use of HBM-based interventions is effective in increasing knowledge, perceptions, skills, and in some cases, behavior related to BSE practice. HBM-based interventions are effective in increasing BSE knowledge and skills, but behavior change requires long-term support. Mass and visual media are also effective in increasing awareness. Keywords: Breast Cancer, BSE, Health Belief Model, Women  ABSTRAK Penyebab utama kematian perempuan adalah kanker payudara, penyakit yang umum. Di dunia, sekitar satu juta kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Meningkatnya kejadian penyakit ini disebabkan oleh sejumlah faktor risiko, antara lain usia, genetik, dan pilihan gaya hidup. Program pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang disponsori pemerintah merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara. Meskipun program ini efektif, partisipasinya masih sangat minim. Berdasarkan paradigma Health Belief Model (HBM), penelitian telah menunjukkan perbaikan dalam perilaku kesehatan seperti SADARI. Mengidentifikasi dan menganalisis dari berbagai literatur secara sistematik terkait efektifitas penggunaan intervensi berbasis teori Health Belief Model pada perilaku praktik SADARI terhadap wanita.  Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis, mengumpulkan data dari jurnal ilmiah, laporan klinis, dan publikasi terkait lainnya yaitu Pubmed, Science Direct, Sagejournal. Adapun kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu artikel penelitian original, berbahasa inggris dan di publikasikan dalam rentang waktu 2014-2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berusia berkisar 16-80 tahun dan dilakukan pada wanita. Berdasarkan hasil pencarian, ditemukan 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dari artikel yang didapatkan membuktikan bahwa penggunaan intervensi berbasis HBM efektif untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi, keterampilan, dan pada beberapa kasus, perilaku terkait prakek SADARI. Intervensi berbasis HBM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI, namun perubahan perilaku memerlukan dukungan jangka panjang. Media massa dan visual juga efektif meningkatkan kesadaran.   Kata Kunci: Kanker Payudara, SADARI, Health Belief Model, Wanita
Edukasi Upaya Pencegahan Perilaku Kekerasan pada Anak Usia Pre & Usia Sekolah di Panti Yauma Yatim dan Dhuafa Kemayoran Jakarta Pusat Ernawati Ernawati; Nia Rosliany; Muchamad Ichrom Tobari; Zahwa Sabil Ramadhani; Kezia Ester Josephin
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i4.1064

Abstract

Children as the nation's generation are a very important asset. Children have the potential to be human resources who will hold the journey of the Indonesian nation in the next few years. Violence prevention education can be provided as early as possible starting from preschool age. Preschool-aged children have a large amount of information at their disposal in a short period of time. The purpose of this activity is to provide education about the prevention of violence against children at the Yauma Orphanage, so that children and caregivers understand the forms of violence, how to prevent it, and create a safe environment for child development by measuring changes before and after the intervention. Pre-test and post-test, which calculate mean values and variations for each condition, are used to evaluate students' knowledge. Pareto analysis was also used to calculate the percentage increase in knowledge with the result of increasing child mobilization with an N-Gain score of 65.09961, the program showed that an educational approach that included pre-test and post-test increased students' knowledge about sexual violence prevention. As evidence of the success of this intervention, the pre and post results showed an increase in student knowledge of up to 85%. The program not only raises health awareness, but also teaches students more about how to apply violence to children in daily life. The conclusion in this activity can increase the health awareness of students at the Kemayoran Orphanage and Dhuafa Orphanage, Central Jakarta.