Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peran Perawat Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Darmi Arda; Cakrawati R; Cici Pratiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1269

Abstract

ABSTRACT Newborn care is an important factor in maintaining infant health and survival during the neonatal period. Limited maternal knowledge regarding newborn care may increase the risk of infection, growth disorders, and health complications in infants. Nurses have an important role as educators in providing health education to mothers regarding newborn care. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge about newborn care through health education conducted by nurses. The implementation methods included health counseling, newborn care demonstrations, maternal mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 postpartum mothers and mothers with newborn babies. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, mothers were able to correctly practice newborn care, such as umbilical cord care, breastfeeding, maintaining infant hygiene, and keeping the baby warm. This program proved effective in improving mothers’ knowledge and skills regarding newborn care. Keywords: Nurse, Health Education, Newborn Baby, Mother, Neonatal Care ABSTRAK Perawatan bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup bayi pada masa neonatal. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, gangguan pertumbuhan, serta komplikasi kesehatan pada bayi. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir melalui edukasi kesehatan yang dilakukan oleh perawat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan bayi, pendampingan ibu, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu nifas dan ibu dengan bayi baru lahir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu mulai mampu mempraktikkan cara merawat bayi baru lahir dengan benar, seperti perawatan tali pusat, menyusui, menjaga kebersihan bayi, dan menjaga kehangatan tubuh bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kata Kunci: Perawat, Pendidikan Kesehatan, Bayi Baru Lahir, Ibu, Perawatan Neonatal
Pendampingan Penerapan Konsep Isi Piringku Untuk Meningkatkan Perilaku Makan Sehat Nurharlinah Nurharlinah; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1270

Abstract

ABSTRACT Unhealthy eating behavior remains one of the main causes of nutritional problems and non-communicable diseases in society. Limited public understanding regarding balanced dietary patterns often leads to food consumption that does not meet nutritional needs. The “My Plate” concept is a balanced nutrition guideline introduced by the Indonesian Ministry of Health to help communities understand healthy food proportions in daily meals. This community service program aimed to improve public knowledge and healthy eating behavior through mentoring in the implementation of the “My Plate” concept. The implementation methods included health education, healthy menu preparation demonstrations, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, participants were able to prepare healthy menus according to the “My Plate” principles and apply healthy eating behaviors in daily life. This program proved effective in improving public awareness and behavior regarding the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns. Keywords: My Plate, Healthy Eating Behavior, Balanced Nutrition, Health Education, Community Service ABSTRAK Perilaku makan yang tidak sehat masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya masalah gizi dan penyakit tidak menular di masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan seimbang menyebabkan konsumsi makanan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh. Konsep “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memahami proporsi makanan sehat dalam satu kali makan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan sehat masyarakat melalui pendampingan penerapan konsep “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu sehat, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu menyusun menu sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan menerapkan perilaku makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Kata Kunci: Isi Piringku, Perilaku Makan Sehat, Gizi Seimbang, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Pelatihan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Sebagai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengurangi Stres Masyarakat Riswanti Riswanti; M. Agus Jabir; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1271

Abstract

ABSTRACT Stress is one of the psychological health problems commonly experienced by communities due to work demands, economic issues, and social changes in daily life. Unmanaged stress may negatively affect both physical and mental health. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce stress is deep breathing relaxation techniques. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in practicing deep breathing relaxation techniques as an effort to manage stress. The implementation methods included health education, relaxation technique demonstrations, direct practice sessions, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, participants were able to independently practice deep breathing relaxation techniques and reported reduced tension and anxiety after the exercise sessions. This program proved effective in improving community abilities to manage stress through non-pharmacological interventions. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Stress, Non-Pharmacological Intervention, Mental Health, Community Service ABSTRAK Stres merupakan salah satu masalah kesehatan psikologis yang sering dialami masyarakat akibat tuntutan pekerjaan, masalah ekonomi, serta perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah teknik relaksasi nafas dalam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan teknik relaksasi nafas dalam sebagai upaya pengelolaan stres. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik relaksasi nafas dalam secara mandiri dan melaporkan penurunan tingkat ketegangan serta rasa cemas setelah latihan dilakukan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola stres melalui intervensi non farmakologis. Kata Kunci: Relaksasi Nafas Dalam, Stres, Intervensi Non Farmakologis, Kesehatan Mental, Pengabdian Masyarakat
Program Edukasi Penggunaan Kelambu Dan Pengendalian Nyamuk Untuk Pencegahan Malaria Marlin Eppang; Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1292

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a major public health concern in several endemic regions of Indonesia. The disease is caused by Plasmodium parasites transmitted through the bites of female Anopheles mosquitoes. Malaria prevention requires active community participation through healthy lifestyle practices, the use of insecticide-treated bed nets, and mosquito breeding site control. This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding bed net utilization and mosquito control as malaria prevention strategies. The methods included health education, demonstrations on proper bed net use, mosquito breeding site control education, and evaluations through pre-tests and post-tests. The program involved 40 households living in malaria-risk areas. The results showed an increase in the average knowledge score from 56.8 before the intervention to 86.5 after the intervention. Furthermore, regular bed net use increased from 42.5% to 80.0% following the program. The intervention effectively improved community knowledge and preventive behaviors related to malaria control. Continuous education and multisectoral involvement are necessary to support sustainable malaria prevention efforts. Keywords: Malaria, Bed Net, Mosquito Control, Disease Prevention, Health Education. ABSTRAK Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di berbagai wilayah endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Upaya pencegahan malaria memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui penerapan perilaku hidup sehat, penggunaan kelambu berinsektisida, serta pengendalian tempat perindukan nyamuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan kelambu serta pengendalian nyamuk sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan kelambu, edukasi pemberantasan sarang nyamuk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kepala keluarga di wilayah yang berisiko malaria. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 56,8 menjadi 86,5 setelah edukasi. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan kelambu secara rutin dari 42,5% menjadi 80,0% setelah kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan malaria. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di masyarakat. Kata Kunci: Malaria, Kelambu, Nyamuk, Pencegahan Penyakit, Edukasi Kesehatan.