Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

EKSTRAK KULIT KAYU MANIS ALTERNATIF PENGGANTI EDTA SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALAMI Herlina Herlina; Barita Aritonang; Rotua Sumihar Sitorus; Asvia Rahayu
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.973

Abstract

Kayu manis, dengan kandungan kumarin dan transcinnamaldehyde yang signifikan, telah menarik minat dalam penelitian sebagai agen antikoagulan alami. Kumarin, salah satu komponen utamanya, telah terbukti menghambat sintesis protrombin, menghasilkan efek antikoagulan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek antikoagulan dari ekstrak kulit kayu manis secara eksperimental. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ekstrak dengan berbagai volume ke dalam darah menghasilkan variasi dalam morfologi sel darah merah. Ekstrak kulit kayu manis dengan volume 80 µL, 120 µL, dan 160 µL pada 1 ml darah di dapatkan sel darah masih berkelompok dan berbentuk bulat tidak sempurna. Sedangkan pada ekstrak kulit kayu manis volume 180 µL didapatkan hasil sel yang sempurna. Meskipun ekstrak kayu manis tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran EDTA sebagai antikoagulan, namun memiliki kemampuan dalam menghambat proses pembekuan darah. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kulit kayu manis dapat berfungsi sebagai antikoagulan yang memperlambat proses pembekuan darah, memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF TARO LEAVES EXTRACTCOMBINED WITH ZnO AND ORGANO-ZnO AGAINST Staphylococcus aureus Ahmad Hafizullah Ritonga; Imel Santika; Hasni Yaturramadhan Harahap; Barita Aritonang
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1197

Abstract

Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium commonly associated with serious human infections, leading to various health complications. Zinc oxide (ZnO) is well known for its antibacterial properties, while Organo-ZnO, a modified form of ZnO incorporating organic compounds, exhibits even stronger antibacterial potential. Due to their therapeutic properties, Taro leaves (Colocasia esculenta L.) have a long history of traditional use for treating various ailments, including burns and boils. This study aims to identify the active compounds in taro leaves that function as antibacterial agents and to evaluate the combined antibacterial activity of taro leaf extract with ZnO and Organo-ZnO against Staphylococcus aureus. The research was conducted as a laboratory experiment. Phytochemical screening revealed that the taro leaf extract contains alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins, which may contribute to its antibacterial effects. Antibacterial activity tests against Staphylococcus aureus showed inhibition zones of 8.5 mm for taro leaf extract, 8.8 mm for 5% ZnO, and 10 mm for 5% Organo-ZnO. The combination of taro leaf extract with 5% ZnO resulted in an inhibition zone of 9.1 mm, while the combination with 5% Organo-ZnO exhibited the highest inhibition zone of 10.7 mm. These results suggest that the ethanol extract of taro leaves possesses significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus, and its effectiveness is further enhanced when combined with ZnO and Organo-ZnO. The combination with Organo-ZnO demonstrates the greatest antibacterial potential, indicating its promise for further development in antibacterial applications.