Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Manajemen Pasca-Bencana dan Strategi Mitigasi Risiko: Studi Kasus Pemulihan Tragedi Kanjuruhan Malang Nabil Nazhif Fikri Ahmad; Annisa Hangesti Prihaningrum; Zeni Fradita Sari; Keisya Reydi Natasya Sifa; Ratnasari Dewi Faradilla; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/exr2jy75

Abstract

This study aims to examine post-disaster management and identify weaknesses and strategies for mitigating the risks of the Kanjuruhan Tragedy in Malang, which occurred in 2022. This incident was a non-natural disaster, caused by a failure in event management and security systems at large public events. This study employed a qualitative approach through literature review, collecting secondary data from various journals, official reports, and other relevant sources. The findings revealed that the Kanjuruhan Tragedy was caused by several key factors, such as stadium overcapacity, the use of tear gas, and weak evacuation systems and inter-agency coordination. In post-disaster management, the government has implemented several initiatives, including medical treatment, psychosocial recovery, and policy evaluation through new regulations. However, weaknesses remain in terms of risk mitigation and accountability. Therefore, a more comprehensive mitigation strategy is needed, including strengthening regulations, improving stadium safety standards, and improving peatland management to prevent similar incidents in the future.
Manajemen Bencana Banjir Rob dalam Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Kelurahan Simo Surabaya Nabila Ananda; Irma Oktavia Sari; Intan Nacwa 'Ainauz Zahro; Muhammad Daffa Radja Perkasa; Ferdian Satria Eka Permana; Nuh Krama Hadianto; M.Noer Falaq Al Amin
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.457

Abstract

Banjir rob seringkali terjadi di kawasan pesisir perkotaan Indonesia, termasuk di Kelurahan Simo, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan banjir rob serta dampaknya terhadap ketahanan masyarakat, termasuk faktor pendukung dan penghambat yang ada. Metode yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banjir disebabkan oleh faktor teknis dan non-teknis, seperti kurangnya sistem drainase yang memadai, perubahan penggunaan lahan, penurunan permukaan tanah, serta pengelolaan lingkungan yang tidak optimal. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan fisik, gangguan terhadap ekonomi, kesehatan, dan aspek psikososial masyarakat. Upaya mitigasi yang telah dilakukan, seperti perbaikan sistem drainase, pembangunan bozem, dan instalasi rumah pompa, masih belum sepenuhnya efektif. Pengelolaan berbasis masyarakat memiliki peranan penting dalam partisipasi menjaga lingkungan, namun masih terdapat kendala berupa kurangnya konsistensi dalam keterlibatan serta terbatasnya infrastruktur yang ada. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terintegrasi yang mencakup peningkatan infrastruktur, perencanaan tata ruang yang baik, dan partisipasi aktif masyarakat untuk memperkuat ketahanan terhadap banjir rob.
Dinamika Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran: Perspektif Edukasi dan Literasi Bencana Zahra Prima Putri Regina; Sahiddna As Shiddiq Putri Argananto; Fakhri Ramadhan Najmuddin Rahman; Dhea Ananta Sindi Fabila; Maghfiroh Hefril Gatmalia; Naina Vira Sakina; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Surabaya dari sudut pandang pendidikan dan pemahaman tentang bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber akademis yang relevan melalui studi pustaka, seperti jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Surabaya masih tergolong signifikan, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, serta perilaku warga. Tingkat kesiapan masyarakat masih berada dalam proses pengembangan, terlihat dari adanya celah antara pengetahuan yang dimiliki dan pelaksanaan tindakan yang nyata. Walaupun warga telah memiliki pemahaman dasar terkait risiko kebakaran, keterampilan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kondisi darurat masih rendah. Pendidikan bencana berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan pemahaman bencana berperan dalam kemampuan masyarakat untuk menangkap dan menerapkan informasi tersebut. Meskipun demikian, distribusi pendidikan yang belum merata dan akses pelatihan yang terbatas menjadi tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan pemahaman tentang bencana, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendorong upaya mitigasi yang lebih aktif.
Strategi Manajemen Konflik Interpersonal dalam Transformasi Digital Layanan Publik: Studi Kasus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Ika Bima; Putri ishmah Widayati; Farida Fauzia Ihsani; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.528

Abstract

Digital transformation in public services has become a strategic effort by local governments to create a more efficient, transparent, and responsive bureaucracy. Surabaya City, as one of the pioneers of Smart City implementation in Indonesia, introduced the Klampid New Generation application to facilitate population administration services for the community. However, the digitalization process has triggered interpersonal conflicts within the Department of Population and Civil Registration (Dispendukcapil), particularly between senior employees who are accustomed to manual systems and younger employees who are more adaptive to technology. This study aims to analyze the forms of interpersonal conflict, the factors causing the conflict, and conflict management strategies in supporting the digital transformation of public services. The study employed a qualitative approach using a literature study method through descriptive analysis of various relevant scientific sources. The results show that relationship conflict and process conflict are the most dominant forms of conflict. These conflicts are influenced by limited digital literacy, lack of continuous training, human error, and a traditional bureaucratic culture that has not fully adapted to change. Conflict management strategies such as collaboration, accommodation, compromise, and open communication have proven effective in reducing tension among employees and improving teamwork. This study concludes that the success of digital transformation depends not only on technological readiness but also on the organization’s ability to build an adaptive work culture, effective communication, and the strengthening of human resource capacity. Keywords: Interpersonal Conflict, Conflict Management, Digital Transformation, Public Service, Public Organization.
Pengaruh Faktor Politik Terhadap Dampak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Konflik Israel Palestina Refalina Dwi Ananda; Hanifatus Sholikah; Devita Liliana Yasaputra; Najwa Salahuddin; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.530

Abstract

Abstract. This study examines the Israeli-Palestinian conflict from the perspective of conflict management and international law. This conflict is influenced by political factors, power imbalances, and the involvement of major powers, which prolong the conflict and human rights violations. The study aims to analyze the influence of political factors on human rights violations and the obstacles to resolving the Israeli-Palestinian conflict. The method used is a qualitative approach through literature studies through scientific journals, international reports, and international legal documents. The results show that political policies, weak enforcement of international law, and global geopolitical interests make the conflict difficult to resolve fairly. The greatest impact is felt by civilians, especially in the form of a loss of sense of security, loss of life, and limited access to basic needs. Therefore, a more just and neutral conflict resolution is needed, oriented towards protecting human rights and long-term peace. Keywords: Israel Palestine Conflict, conflict management, international law, human rights. Abstrak. Penelitian ini membahas konflik Israel Palestina dari perspektif manajemen konflik dan hukum internasional. Konflik ini dipengaruhi oleh faktor politik, ketimpangan kekuasaan, serta keterlibatan negara-negara besar yang memperpanjang terjadinya konflik dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor politik terhadap pelanggaran HAM serta hambatan dalam penyelesaian konflik Israel Palestina. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur melalui jurnal ilmiah, laporan internasional, dan dokumen hukum internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan politik, lemahnya penegakan hukum internasional, dan kepentingan geopolitik global menyebabkan konflik sulit diselesaikan secara adil. Dampak terbesar dirasakan oleh warga sipil, terutama dalam bentuk hilangnya rasa aman, korban jiwa, serta terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar. Oleh karena itu, diperlukan penyelesaian konflik yang lebih adil, netral, dan berorientasi pada perlindungan HAM serta perdamaian jangka panjang. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia; Konflik Israel Palestina; Politik Internasional
Dinamika Konflik Pemerintah dan Masyarakat dalam Penerapan Kebijakan Pembatasan Usia Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun di Indonesia Wafa Khosibah; Alfia Nur Aline; Chindika Maulidyah Apriliani; Adha Roh Fifiandari; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.534

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of conflict between the government and society in the implementation of social media age restriction policies for children under 16 years old in Indonesia. The study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method through a literature review of relevant secondary sources. The findings show that the age restriction policy represents a preventive government response to protect children from various digital risks, including exposure to harmful content, cyberbullying, digital exploitation, and misuse of personal data. However, the implementation of this policy faces several challenges arising from differing perceptions between the government and society, technical limitations such as age verification systems, and low levels of digital literacy. These conflicts have led to suboptimal policy implementation in practice, creating a gap between normative policy objectives and empirical realities. The study emphasizes that policy effectiveness is not only determined by regulatory frameworks but also by the readiness of the digital ecosystem, including technological, social, and institutional aspects. Therefore, a collaborative approach is required through strengthening digital literacy, enhancing platform responsibility, and involving families and communities to ensure effective and sustainable policy implementation.
Strategi Manajemen Konflik Mahkamah Konstitusi (MK) Atas Permohonan Penghapusan Kolom Agama Pada Kartu Tanda Penduduk Fathin Yasir; Nadia Zanubah; Aminatu Sholihah; Luna Lathifu; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.539

Abstract

Adanya penelitian ini munculnya konflik antara kebijakan administrasi kependudukan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara terkait pencantuman kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Permasalahan utama terletak pada ketidakmampuan regulasi dalam mengakomodasi keberadaan penghayat kepercayaan, sehingga menimbulkan diskriminasi administratif dan hambatan akses terhadap pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab konflik, bentuk konflik, strategi manajemen konflik oleh Mahkamah Konstitusi, serta dampaknya terhadap pelayanan publik dan hak warga negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi bersifat multidimensional, dengan karakter utama sebagai konflik vertikal antara negara dan warga negara, yang berkembang menjadi konflik berbasis identitas dan struktural. Strategi manajemen konflik yang dilakukan melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 menggunakan pendekatan normatif-konstitusional yang bersifat kompromis dengan memperluas makna agama mencakup kepercayaan. Pendekatan ini berhasil mereduksi konflik pada tingkat normatif dan mendorong sistem administrasi yang lebih inklusif. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan pada aspek teknis, birokrasi, dan penerimaan sosial masyarakat. Dengan demikian, penyelesaian konflik tidak hanya memerlukan putusan hukum, tetapi juga penguatan implementasi kebijakan dan transformasi sosial yang berkelanjutan.
Analisis Konflik Struktural pada Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Surabaya Rafidah Rahmadani; Tha’lifvia Agustin; Avida Nuriah Salsabila; Mohammad Ali Ridho; Revienda Anita Fitrie; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik struktural dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Kota Surabaya. Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan terbaru menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum ini masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi menimbulkan konflik struktural dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature study), yang bersumber dari artikel ilmiah. serta literatur relevan lainnya yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020-2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, kategorisasi dan interpretasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik struktural disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kebijakan pusat dan kondisi sekolah, yang ditandai oleh keterbatasan kompetensi guru, kesenjangan sarana prasarana, serta lemahnya koordinasi. Dampaknya terlihat pada belum optimalnya pembelajaran dan ketidakkonsistenan pengalaman belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas guru, penguatan pendampingan, pemerataan fasilitas, serta kebijakan yang lebih adaptif dan kontekstual.
Studi Literatur: Dampak Letusan Gunung Kelud Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Di Kabupaten Kediri Nurhayati Nurhayati; Daffa Mauludie Al Daufir; Emmanuel Jessica Priskilla; Oktavia Rahmadani; Muhammad Ady Nursetya; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8715

Abstract

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memahami proses resiliensi yang dilakukan masyarakat pascabencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Kelud menyebabkan kerusakan lahan pertanian, penurunan produktivitas ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, serta perubahan mata pencaharian masyarakat. Sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama mengalami dampak paling besar akibat tertutupnya lahan oleh abu vulkanik dan material erupsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti diversifikasi pekerjaan, pemanfaatan sektor pertambangan pasir, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan wisata. Selain itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait turut berperan melalui bantuan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pelatihan mitigasi bencana, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala koordinasi dan distribusi bantuan. Dalam jangka panjang, pengalaman menghadapi erupsi mendorong meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Kediri mampu membangun resiliensi adaptif melalui kombinasi strategi ekonomi, kekuatan sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Peran Masyarakat Dalam Fase Tanggap Darurat: Studi Kasus Pada Banjir Gresik Risma Dwiyana Arianty; Ahmad Zaki; Sagita Happy Arida; Aliyah Rifdatul Nabilah; Talitha Rifqi Risqulloh; Muhammad Naufal Firzatulloh; Nuh Krama Hadianto; M. Noer Falaq Al Amin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8731

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena berulang yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang konsisten mengalami peningkatan frekuensi akibat banjir dari tahun ke tahun, terutama akibat meluapnya Kali Lamong. Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji dan menggambarkan peran masyarakat dalam fase tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Gresik sebagai respons komunitas sebelum ada intervensi formal dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library reserach) melalui analisis terhadap berbagai sumber data sekunder, mencakup laporan resmi, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan referensi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam fase tanggap darurat, meliputi: (1) pelaksanaan evakuasi mandiri memprioritaskan kelompok rentan; (2) pembentukan pola inisiatif melalui pendirian posko darurat dan dapur umum; serta (3) penguatan kerjasama antara tokoh masyarakat dengan organisasi lokal. Meskipun demikian respons masyarakat masih mengalami beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana evakuasi, distribusi logistik yang tidak merata, hambatan komunikasi dan koordinasi, serta terbatasnya akses fisik akibat genangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan kelembagaan masyarakat melalui pembentukan kelompok siaga bencana, simulasi evakuasi, dan kolaborasi multi aktor merupakan strategi yang tepat dalam meningkatkan efektivitas respons darurat berbasis komunitas.
Co-Authors Adha Roh Fifiandari Adiratna Rani Maharani Puspanegara Afida Ayu Azalia Afifah Fatmala Nurlianti Ahmad Zaki Albaitul Khoiridah Fitriani Alfia Nur Aline Aliyah Rifdatul Nabilah Aliza Putri Amelia Aminatu Sholihah Ananta Naufal Imamul Hikam Angeli Haura Diva Khansa Angelina Nurmita Amira Annisa Hangesti Prihaningrum Arshafa Rayya Maulidya Assyifa Syanna Zhafira Dinar Putri Astin Khoiriyah Astrella Vanindya Sheren Aulia Putri Avida Nuriah Salsabila Azzahra Anindya Krisna Putri Beryl Shira Filiandri Cahaya Fatihah Cahyo Bagus Alfian Chelomitha Dini Aprillia Putri Chindika Maulidyah Apriliani Christine Cicilia Sinaga Clara Aurora Salsabila Daffa Mauludie Al Daufir Delies Eky Purwandani Devita Liliana Yasaputra Dewi Rahma Shobirin Dhea Ananta Sindi Fabila Dwi Nurul Hidayah Eldaffa Zulano Alya Emilda Putri Sania Emmanuel Jessica Priskilla Evana Clairina Heriyanto Fakhri Ramadhan Najmuddin Rahman Farage Alena Farah Ardelia Ambarwati Farida Fauzia Ihsani Farrel Ega Patria Fathin Yasir Felia Noorlibna Badzlin Fellysta Angelina Ferdian Satria Eka Permana Fiona Putri Tampubolon Firre An Suprapto Fitrotun Niswah Hanifatus Sholikah Herdiyanto Fransiskus Samosir Hieronimus Febian Jona Hendrawan Hilman Rizkillah Sya’bi Ika Bima Intan Aurellia Evania Intan Nacwa 'Ainauz Zahro Intan Nia Putri Irma Oktavia Sari Izza Mutia Aqila Izza Naura Mawaddah Juan Sabam Gerson Sijabat Keisya Reydi Natasya Sifa Lathifatil Auniyah Luna Lathifu M Isnainah Salsabila M Noer Falaq Al Amin M. Noer Falaq Al Amin M. Noer Falaq Al Amin M.Noer Falaq Al Amin M.Noer Falaq Al Amin Maghfiroh Hefril Gatmalia Marini Muharwati Maura Alayya Nusantari Melantika Dewi Kharisma Mohammad Ali Ridho Mohammad Fauzan Al Angsyari Muhammad Ady Nursetya Muhammad Chairil Umam Muhammad Daffa Radja Perkasa Muhammad Farid Ma'ruf Muhammad Nabil Hibatullah Muhammad Naufal Firzatulloh Muhammad Nu’man Abror Muhammad Salman Al Farisi Muhammad Thariq Ilham Fahmi Muhammad Zuhal Mafazi Mutia Viayuvada Nabil Nazhif Fikri Ahmad Nabila Ananda Nabilatus Sa’diyah Nadia Zanubah Naila Afiliyah Naina Vira Sakina Najwa Salahuddin Narizky Nur Fakhri Navy Restiani Anggita Nurlaila Nayzilla Mega Rahmadhani Nurhayati Nurhayati Oktavia Rahmadani Perdy Alfa Resal Priscilia Bunga Margaretha Putri ishmah Widayati Rachmad Raffi Satria Rafidah Rahmadani Rahma Fitriyani Rangga Naim Ansori Ratna Rizky Amalia Ratnasari Dewi Faradilla Ravienda Anita Fitrie Refalina Dwi Ananda Revienda Anita Fitrie Revienda Anita Fitrie Risma Dwiyana Arianty Risma Tria Syahrani Rosalia Triana Dewi Sagita Happy Arida Sahiddna As Shiddiq Putri Argananto Siti Sholihatul Habibah Suci Megawati Syaroni Talitha Rifqi Risqulloh Tha’lifvia Agustin Tjitjik Rahaju Vannisha Rafa Naura Harina Vella Elfanny Meisyacharis Wafa Khosibah Wilda Sumarsyah Winda Dwi Cahyani Yusrotul Widad Sugiyanto Zahra Prima Putri Regina Zaskia Naurah Salsabila A. S. Zeni Fradita Sari