Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dinamika Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran: Perspektif Edukasi dan Literasi Bencana Zahra Prima Putri Regina; Sahiddna As Shiddiq Putri Argananto; Fakhri Ramadhan Najmuddin Rahman; Dhea Ananta Sindi Fabila; Maghfiroh Hefril Gatmalia; Naina Vira Sakina; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Surabaya dari sudut pandang pendidikan dan pemahaman tentang bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber akademis yang relevan melalui studi pustaka, seperti jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Surabaya masih tergolong signifikan, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, serta perilaku warga. Tingkat kesiapan masyarakat masih berada dalam proses pengembangan, terlihat dari adanya celah antara pengetahuan yang dimiliki dan pelaksanaan tindakan yang nyata. Walaupun warga telah memiliki pemahaman dasar terkait risiko kebakaran, keterampilan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kondisi darurat masih rendah. Pendidikan bencana berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan pemahaman bencana berperan dalam kemampuan masyarakat untuk menangkap dan menerapkan informasi tersebut. Meskipun demikian, distribusi pendidikan yang belum merata dan akses pelatihan yang terbatas menjadi tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan pemahaman tentang bencana, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendorong upaya mitigasi yang lebih aktif.
Studi Literatur: Dampak Letusan Gunung Kelud Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Di Kabupaten Kediri Nurhayati Nurhayati; Daffa Mauludie Al Daufir; Emmanuel Jessica Priskilla; Oktavia Rahmadani; Muhammad Ady Nursetya; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8715

Abstract

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memahami proses resiliensi yang dilakukan masyarakat pascabencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Kelud menyebabkan kerusakan lahan pertanian, penurunan produktivitas ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, serta perubahan mata pencaharian masyarakat. Sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama mengalami dampak paling besar akibat tertutupnya lahan oleh abu vulkanik dan material erupsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti diversifikasi pekerjaan, pemanfaatan sektor pertambangan pasir, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan wisata. Selain itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait turut berperan melalui bantuan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pelatihan mitigasi bencana, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala koordinasi dan distribusi bantuan. Dalam jangka panjang, pengalaman menghadapi erupsi mendorong meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Kediri mampu membangun resiliensi adaptif melalui kombinasi strategi ekonomi, kekuatan sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Peran Masyarakat Dalam Fase Tanggap Darurat: Studi Kasus Pada Banjir Gresik Risma Dwiyana Arianty; Ahmad Zaki; Sagita Happy Arida; Aliyah Rifdatul Nabilah; Talitha Rifqi Risqulloh; Muhammad Naufal Firzatulloh; Nuh Krama Hadianto; M. Noer Falaq Al Amin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8731

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena berulang yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang konsisten mengalami peningkatan frekuensi akibat banjir dari tahun ke tahun, terutama akibat meluapnya Kali Lamong. Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji dan menggambarkan peran masyarakat dalam fase tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Gresik sebagai respons komunitas sebelum ada intervensi formal dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library reserach) melalui analisis terhadap berbagai sumber data sekunder, mencakup laporan resmi, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan referensi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam fase tanggap darurat, meliputi: (1) pelaksanaan evakuasi mandiri memprioritaskan kelompok rentan; (2) pembentukan pola inisiatif melalui pendirian posko darurat dan dapur umum; serta (3) penguatan kerjasama antara tokoh masyarakat dengan organisasi lokal. Meskipun demikian respons masyarakat masih mengalami beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana evakuasi, distribusi logistik yang tidak merata, hambatan komunikasi dan koordinasi, serta terbatasnya akses fisik akibat genangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan kelembagaan masyarakat melalui pembentukan kelompok siaga bencana, simulasi evakuasi, dan kolaborasi multi aktor merupakan strategi yang tepat dalam meningkatkan efektivitas respons darurat berbasis komunitas.
Implementasi Pengurangan Risiko Bencana dalam Manajemen Pra-Bencana Banjir di Osowilangun Kota Surabaya Muhammad Nu’man Abror; Dwi Nurul Hidayah; Ratna Rizky Amalia; Azzahra Anindya Krisna Putri; Ananta Naufal Imamul Hikam; M Isnainah Salsabila; Nuh Krama Hadianto; M Noer Falaq Al Amin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8504

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction/DRR) dalam manajemen pra-bencana banjir di Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, diperkuat analisis spasial berbasis GIS. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi regulasi dan literatur, serta analisis empat lapisan data spasial: elevasi DEMNAS, jaringan drainase SAMID, batas administrasi kelurahan, dan data infrastruktur Satu Data Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan risiko banjir terkonsentrasi pada zona sangat tinggi dan zona tinggi. Implementasi DRR memiliki fondasi kebijakan yang kuat, namun masih didominasi respons reaktif. Kesiapsiagaan masyarakat berbasis zonasi dan mitigasi nonstruktural belum berjalan optimal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi peta risiko GIS sebagai dokumen operasional, edukasi kesiapsiagaan berbasis zonasi, dan penguatan koordinasi rutin lintas instansi pra-bencana.
Co-Authors Afifah Fatmala Nurlianti Ahmad Zaki Albaitul Khoiridah Fitriani Aliyah Rifdatul Nabilah Ananta Naufal Imamul Hikam Angeli Haura Diva Khansa Annisa Hangesti Prihaningrum Arshafa Rayya Maulidya Assyifa Syanna Zhafira Dinar Putri Astin Khoiriyah Aulia Putri Azzahra Anindya Krisna Putri Cahyo Bagus Alfian Chelomitha Dini Aprillia Putri Christine Cicilia Sinaga Clara Aurora Salsabila Daffa Mauludie Al Daufir Dhea Ananta Sindi Fabila Dwi Nurul Hidayah Emilda Putri Sania Emmanuel Jessica Priskilla Evana Clairina Heriyanto Fakhri Ramadhan Najmuddin Rahman Farah Ardelia Ambarwati Farrel Ega Patria Felia Noorlibna Badzlin Herdiyanto Fransiskus Samosir Hieronimus Febian Jona Hendrawan Intan Aurellia Evania Izza Naura Mawaddah Juan Sabam Gerson Sijabat Keisya Reydi Natasya Sifa Lathifatil Auniyah M Isnainah Salsabila M Noer Falaq Al Amin M. Noer Falaq Al Amin M.Noer Falaq Al Amin Maghfiroh Hefril Gatmalia Maura Alayya Nusantari Melantika Dewi Kharisma Mohammad Fauzan Al Angsyari Muhammad Ady Nursetya Muhammad Nabil Hibatullah Muhammad Naufal Firzatulloh Muhammad Nu’man Abror Muhammad Thariq Ilham Fahmi Nabil Nazhif Fikri Ahmad Nabilatus Sa’diyah Naina Vira Sakina Navy Restiani Anggita Nurlaila Nurhayati Nurhayati Oktavia Rahmadani Perdy Alfa Resal Priscilia Bunga Margaretha Rachmad Raffi Satria Rahma Fitriyani Rangga Naim Ansori Ratna Rizky Amalia Ratnasari Dewi Faradilla Ravienda Anita Fitrie Revienda Anita Fitrie Risma Dwiyana Arianty Rosalia Triana Dewi Sagita Happy Arida Sahiddna As Shiddiq Putri Argananto Siti Sholihatul Habibah Syaroni Talitha Rifqi Risqulloh Vannisha Rafa Naura Harina Vella Elfanny Meisyacharis Winda Dwi Cahyani Yusrotul Widad Sugiyanto Zahra Prima Putri Regina Zeni Fradita Sari