Latar belakang: Gangguan mobilitas ekstremitas bawah dapat membatasi kemampuan berjalan, berpindah posisi, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat berkaitan dengan faktor individu, keluhan klinis, serta kapasitas fisik pasien. Identifikasi faktor yang berhubungan dengan gangguan mobilitas diperlukan untuk mendukung skrining dan perencanaan pelayanan rehabilitatif pada pasien rawat jalan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan mobilitas ekstremitas bawah pada pasien rawat jalan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dirancang pada 129 pasien rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan selama Mei–Juli 2026. Variabel independen meliputi usia, tingkat nyeri, penyakit penyerta, aktivitas fisik, kekuatan otot ekstremitas bawah, dan keseimbangan. Gangguan mobilitas dinilai berdasarkan pemeriksaan fungsional berjalan dan berpindah. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Dari 129 responden, 54 orang (41,9%) mengalami gangguan mobilitas ekstremitas bawah. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kelemahan otot ekstremitas bawah (AOR=3,40; 95% CI: 1,48–7,82), gangguan keseimbangan (AOR=2,40; 95% CI: 1,08–5,36), dan usia ≥60 tahun (AOR=2,10; 95% CI: 1,01–4,39) berhubungan dengan gangguan mobilitas. Aktivitas fisik rendah juga menunjukkan hubungan setelah penyesuaian, meskipun kekuatan asosiasinya lebih rendah (AOR=1,90; 95% CI: 0,89–4,05). Kesimpulan: Kelemahan otot, gangguan keseimbangan, dan usia lanjut merupakan faktor yang berhubungan dengan gangguan mobilitas ekstremitas bawah dalam rancangan penelitian ini. Skrining fungsional dan penilaian faktor risiko dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pelayanan pasien rawat jalan.