Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Enzim Alfa-Amilase Dan Glukoamilase Terhadap Karakteristik Gula Cair Bengkuang (Pachyrhizus erosus) Ramanda, Muhammad Rizky; Nasution, Syahrizal; Rajab Amran, Fajri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 4 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/wdsm1x93

Abstract

Bengkuang (Pachyrhizus erosus) memiliki potensi yaitu dapat dijadikan tanaman pangan sumber karbohidrat dikarenakan adanya kandungan serat dan pati yang relatif tinggi. Sirup glukosa atau gula cair merupakan larutan yang diperoleh dengan proses hidrolisis pati, lalu dilakukan netralisasi dan pemekatan sampai tingkat tertentu, metode hidrolisis merupakan suatu proses untuk mendapatkan sirup glukosa dengan cara hidrolisis secara enzimatis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan alfa amilase dan gluco amilase terhadap karakteristik gula, dan mengetahui karakteristik fisik dari gula cair berbahan dasar pati Bengkuang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2978-1992. Bahan utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu pati Bengkuang. Pengujian yang dilakuan yaitu kadar air, kadar abu, total padatan terlarut, pH, dan Angka Lempeng Total. Data hasil penelitian kadar air, kadar abu, pH, Total padatan, dan Angka Lempeng Total (ALT) dilakukan analisa mengunakan software SPSS dengan metode Analisys of Variance (ANOVA) α=5%. Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) digunakan untuk uji lanjut. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh penambahan konsentrasi enzim disetiap penambahan enzim yaitu perbedaan kadar air, kadar abu, pH, Total Padatan Terlarut (TPT), Angka Lempeng Total (ALT), dan Gula pereduksi dimana jika dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sirup glukosa. Hasil data menunjukkan nilai kadar abu, pH, Total Padatan Terlarut (TPT), Angka Lempeng Total (ALT) memberikan hasil tidak berbeda nyata, sedangkan nilai kadar air dan gula pereduksi menghasilkan nilai berbeda nyata dengan nilai kadar air 15,5%, 16,7%, 19,3% dan nilai gula pereduksi 40,54%, 44,30%, 48,45% pada perbedaan penambahan konsentrasi enzim.
Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong dan Lama Penyimpanan terhadap Total Bakteri Asam Laktat (BAL), pH, Total Asam, dan Viskositas pada Yoghurt Susu Skim Bubuk Munthe, Patrisia Anggraeni; Nasution, Syahrizal; Marvie, Ilham
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62745

Abstract

Yoghurt adalah pangan fungsional yang bergizi dan terbuat dari susu fermentasi. Bahan baku bubuk seperti susu skim bubuk, kultur yoghurt bubuk, jika dibandingkan dengan bentuk cair atau segar memiliki masa simpan yang lebih lama, sehingga mengurangi risiko kerusakan. Perbedaan sumber gizi pada bahan baku membuka peluang bagi produsen yoghurt untuk menciptakan produk-produk inovatif dengan kombinasi rasa dan tekstur yang unik, serta kandungan nutrisi yang dapat disesuaikan. Pati singkong dengan sifatnya yang mudah menyerap air dan membentuk gel dapat membantu menjaga kestabilan struktur yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh konsentrasi pati singkong dan lama penyimpanan terhadap total bakteri asam laktat (BAL), pH, total asam, dan viskositas pada yoghurt susu skim bubuk. Variabel dalam penelitian ini adalah konsentrasi pati yang digunakan yaitu 1%, 2%, dan 3% serta lama waktu penyimpanan yaitu 0 hari dan 7 hari. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Penelitian dilakukan dengan dua ulangan serta dianalisis secara duplo. Perolehan hasil akan diolah menggunakan uji Two way ANOVA pada taraf α = 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap parameter. Apabila hasil yang diperoleh menyatakan berpengaruh nyata maka dilanjutkan ke uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Analisis Nilai pH dan Sensori Yoghurt dan Soyghurt dengan Proses Fermentasi yang Berbeda Syafitri, Yosi; Nasution, Syahrizal; Fithriyani, Dina
Communication in Food Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Communication in Food Science and Technology, October Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/cfst.v1i1.939

Abstract

Yoghurt is a milk product that lactic acid bacteria have fermented. Soyghurt drinks have gained popularity in recent years. Soyghurt is a fermented soymilk drink that tastes similar to yoghurt. Commercial starter cultures or back-sloping methods can make yoghurt and soyghurt. The purpose of this study was to compare the pH and sensory characteristics of yoghurt and soyghurt made using different production methods. Back-slope yoghurt, commercial yoghurt starter, back-slope soyghurt, and commercial starter soyghurt were the four treatments used in this study. The fermentation process was carried out at room temperature (27-30 °C) for 24 hours. Color, aroma, taste, and texture were all measured, as well as the pH value. The sample shows the product has a pH value between 4 and 5. The low pH value in yoghurt and soyghurt is due to the growth of lactic acid bacteria. Based on sensory analysis, commercial starter culture produced the best yoghurt and soyghurt rather than the back-slope method in sensory attributes of taste, aroma, and texture. In addition, the color of soyghurt products appeared to be darker than yoghurt products.
Analisis Cemaran Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, dan Salmonella pada Produk Ayam Geprek di Belakang Wisma ITERA Hasanah, Ditaria Al; Nasution, Syahrizal; Lianti, Lita
Communication in Food Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Communication in Food Science and Technology, April Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/cfst.v3i1.1812

Abstract

Ayam geprek merupakan produk olahan daging ayam yang dilumuri tepung melalui proses penggorengan untuk mendapatkan hasil yang renyah kemudian digeprek, dan dilengkapi dengan lalapan dan sambal. Ayam geprek mudah terkontaminasi apabila penyimpanannya tidak tepat. Kontaminasi tersebut dapat terjadi melalui kondisi lingkungan, penanganan bahan baku, pengolahan, dan sanitasi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai angka lempeng total, angka kapang khamir, dan Salmonella sp pada ayam geprek di empat penjual Wisma ITERA, kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan standar SNI 7388:2009 dan BPOM No. 13 tahun 2019. Ruang lingkup penelitian ini meliputi uji angka lempeng total, angka kapang khamir, dan Salmonella sp di empat penjual ayam geprek belakang wisma ITERA dilakukan dua kali ulangan dan duplo. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji masih memenuhi standar SNI 7388:2009 dan BPOM No. 13 tahun 2019. Namun, hasil dari pengujian Salmonella sp diperoleh hasil yaitu terdapat dugaan Shigella dan dugaan Salmonella sp pada beberapa sampel.
Penentuan umur simpan keripik buah dengan metode accelerated shelf life test model kadar air kritis: Determination of the shelf life of fruit chips using the accelerated shelf life test model critical water content Ramanda, Muhammad Rizky; Nasution, Syahrizal; Rahmadi, Isnaini; Munawaroh, Nina Lutfia
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v14i2.3788

Abstract

Fruit chips in Darsa Small and Medium Industry at Lampung products do not include an expiry date on the packaging label as important information that consumers must know. This study aims to estimate the shelf life of jackfruit, pineapple and banana chips using the Accelerated Shelf Life Test (ASLT) method with the Labuza equation critical moisture content approach model. The research was conducted by determining the initial water content, critical water content and equilibrium moisture content with other supporting variables such as packaging permeability, slope (b), product solid weight and packaging area. Based on the research results, the initial water content and critical water content of each fruit chips were 0.0348 and 0.0582 gH2O/g solid for jackfruit chips, 0.0348 and 0.0493 gH2O/g solid for pineapple chips, 0.0525 and 0.0741 gH2O/g solid for banana chips. while the equilibrium moisture content at 75% relative humidity at 30°C is -0.0537 g H2O/g solid in jackfruit chips, 0.01128 g H2O/g solid in pineapple chips and 0.0119 g H2O/g solid in banana chips. The Hasley equation model is the most suitable model to describe the water sorption isotherm phenomenon in jackfruit chips, while the Chen-Clayton equation model is suitable to describe the water sorption isotherm phenomenon in pineapple and banana chips products. The prediction of the shelf life of jackfruit and banana chips packed in nylon aluminum foil stored at 30°C with 75% RH is 2.6 months for jackfruit chips and 3 months for banana chips. While the prediction of the shelf life of pineapple chips packaged in metallized plastic paper is 4.2 months.