Filter By Year

1945 2024


Kesalahan Berbahasa di Kelas Berbicara BIPA 3 KBRI Moskow 2023 Ristyandani, Rizky; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Kurniawan, Latif Anshori
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa di kelas berbicara BIPA tiga KBRI Moskow dua ribu dua puluh tiga, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan sumber data berupa video rekaman. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode agih dengan metodologi analisis kesalahan berbahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi sebanyak tiga puluh enam data, morfologi sebanyak delapan data, sintaksis sebanyak empat belas data dan semantik sebanyak sebelas data. Adanya kesalahan berbahasa yang terjadi karena pengaruh dari bahasa pertama. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu pemelajar dalam usaha perbaikan dan menentukan pijakan materi agar kesalahan tersebut tidak terjadi secara berulang
Penerapan Media Angklung dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara bagi Pemelajar BIPA A1 Nugraha, Ivan Rifqi; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1332

Abstract

Optimalisasi pelaksanaan pembelajaran BIPA telah dilakukan sejak tahun dua ribu enam belas melalui berbagai cara, antara lain pengenalan permainan tradisional Indonesia, pemutaran film Indonesia, pengajaran tari daerah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tidak hanya kemahiran berbahasa Indonesia tetapi juga pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Indonesia. Tujuan penelitian ini guna memberikan pendeskripsian media angklung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bagi pemelajar BIPA A1. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yakni pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang dipakai pada mengumpulkan data yakni teknik simak dan teknik catat. Teknik simak yakni sebuah teknik yang dilaksanakan dengan melakukan penyimakan pemakaian metode pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan metode handsign melalui permainan musik angklung. Adapaun teknik catat dilakukan dengan cara mencatat bentuk simbol-simbol yang diajarkan oleh pengajar dengan metode handsign pada permainan musik angklung yang akan digunakan oleh peneliti dalam melihat keterampilan berbicara pada pemelajar BIPA A1. Kemudian analisis data kualitatif dilakukan berdasarkan analisis data yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menampilkan yakni metode hand sign yang berbasis visual pada pembelajaran BIPA yakni satu diantara metode pembelajaran BIPA dengan menggunakan pendekatan integratif. Pendekatan integratif bisa jadi alternatif yang tepat dalam pembelajaran BIPA. Dengan metode hand sign yang berbasis simbol dalam pembelajaran angklung, diharapkan pemelajar BIPA khususnya pada tingkat pemula dapat mendeskripsikan simbol-simbol dalam permainan angklung terlebih dahulu yang kemudian nantinya para pemelajar BIPA dapat berargumentasi menggunaan bahasa Indonesia yang baik serta benar secara perlahan.
Unsur Budaya dalam Buku BIPA Sahabatku Indonesia untuk Penutur Bahasa Inggris Wibowo, Muhammad Fuad Eko; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1577

Abstract

Dalam mempelajari BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), aspek budaya Indonesia menjadi hal yang penting untuk diintegrasikan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di kancah global. Kemendikbud telah menerbitkan buku untuk memfasilitasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap komponen budaya yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Data penelitian dikumpulkan melalui pemanfaatan metode dokumentasi serta pendekatan menyimak dan mencatat. Data yang terkumpul dikaji menggunakan pendekatan agih, yang memanfaatkan bahasa itu sendiri sebagai alat penentu melalui teori kombinasi. Metodologi penyajian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemberian penjelasan terperinci yang dilengkapi dengan penggunaan tabel dan ilustrasi. Temuan menunjukkan bahwa buku ini berisi total 10 unit berbeda yang mencakup empat keterampilan berbahasa. Dari total 10 unit, terdapat delapan unit yang secara khusus membahas atau mencakup tema budaya. Unit-unit ini diberi nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 10. Unit 5 dan 9 tidak menyertakan komponen budaya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pemahaman komponen budaya dalam konteks BIPA. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pembelajar BIPA dalam memilih buku ajar yang tepat.
Model Pembelajaran BIPA Bermuatan Kearifan Lokal Tari Dampeng melalui Media Audiovisual Tumanggor, Evi Bunga Rosari; Siregar, Elfriati; Epriadi, Epriadi; Amri, Hasanul; Syahfitri, Dian
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1836

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami nilai filosofis dan makna dari tari dampeng sebagi identitas budaya suku Singkil melalui media audiovisual. Penelitian ini mengkaji keraifan lokal Indonesia melalui video Tari dampeng untuk pemelajar asing dengan menerapkan model pembelajaran BIPA di tingkat madya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik rekam dan angket. Berdasarkan hasil diskusi setiap kelompok pemelajar BIPA dapat mengulang gerakan tarian dampeng yang dapat dilihat dari hasil rekam yang dilakukan oleh peneliti. Kemudian pemelajar juga mampu mengutarakan langkah-langkah penari dalam melakukan tarian serta mampu mendeskripsikan dan menyampaikan tujuan tari dampeng dan makna dari setiap gerakan tari dampeng. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran BIPA bermuatan kearifan lokal tari dampeng melalui media audiovisual sangat efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa untuk mengasah keterampilan berbicara pemelajar asing. Tari ini pertama kali ditarikan tahun 1986. Singkil banyak didatangi berbagai etnis misalnya, pak-pak, karo, jawa, gayo, alas dan minangkabau
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Bantuan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pengajar dan Calon Pengajar BIPA Muzaki, Helmi; Susanto, Gatut; Andajani, Kusubakti; Widyartono, Didin; Suherjanto, Indra; Dewi, Bintang Cahyaningtyastuti Aisyah; Nardiawan, Lailin Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.552

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengajar dan calon pengajar BIPA dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan media pembelajaran. Pelatihan diikuti oleh 32 peserta dan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan, lokakarya, pendampingan intensif, serta evaluasi. Peserta dikenalkan pada konsep AI, etika penggunaannya, dan praktik pembuatan media interaktif menggunakan aplikasi seperti Veed.IO, Plotagon, Adobe Express AI, Renderforest, Gemini, dan Invideo.ai. Produk yang dihasilkan meliputi video, animasi kosa kata, dan presentasi multimedia yang mendukung pengajaran BIPA. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata kebermanfaatan sebesar 87, kemudahan penggunaan 83, dan niat untuk menggunakan AI 83, yang mengindikasikan penerimaan positif terhadap teknologi ini. Umpan balik peserta juga menyoroti peningkatan literasi digital, kreativitas, dan kesadaran etis dalam penggunaan AI, dengan penekanan pada pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai budaya. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam mendorong integrasi AI secara berkelanjutan dalam pembelajaran BIPA, sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam menyajikan materi yang menarik, interaktif, dan bermakna bagi penutur asing.
Diplomasi Bahasa dan Budaya Indonesia melalui Program Cultura: Studi Kasus Program BIPA di Universitas Islam Sultan Agung Chamalah, Evi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v2i2.3674

Abstract

Abstrak— Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), baik di dalam maupun luar negeri, semakin mendapat perhatian yang signifikan. Hal serupa juga dapat ditemui dalam konteks program BIPA di Universitas Islam Sultan Agung. Program BIPA di Unissula tidak hanya terbatas pada Mata Kuliah BIPA di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, melainkan juga menjadi salah satu keunggulan program di bawah naungan UPT Bahasa dan UPT Kerjasama Unissula. Pada tahun 2022 dan 2023, UPT Bahasa Unissula meluncurkan program Cultura, sebuah program BIPA yang diselenggarakan secara gratis. Program ini diikuti oleh 39 peserta dari 16 negara pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 54 peserta dari 10 negara pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada deskripsi pelaksanaan program Cultura di Unissula. Teknik analisis data yang diterapkan adalah teknik kajian isi. Dalam pelaksanaannya, diplomasi bahasa dan budaya tampak melekat dalam setiap tahapan program BIPA Cultura, mulai dari pembukaan program, proses pembelajaran, hingga penutupan program. Interaksi yang terjalin antara panitia, pengajar, sahabat BIPA, dan peserta BIPA menunjukkan keberhasilan diplomasi budaya yang diwujudkan melalui pertukaran bahasa dan pemahaman antarbudaya. Lebih lanjut, bentuk diplomasi budaya ini diperkuat melalui kegiatan seperti perlombaan membaca puisi dan menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah dari Indonesia.Kata kunci—diplomasi bahasa dan budaya, BIPA, program Cultura Abstract— Teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), both at home and abroad, is increasingly receiving significant attention. Similar things can also be found in the context of the BIPA program at Sultan Agung Islamic University. The BIPA program at Unissula is not only limited to BIPA courses in the Indonesian Language and Literature Education Study Program, but is also one of the advantages of the program under the auspices of the Unissula Language UPT and Unissula Cooperation UPT. In 2022 and 2023, Unissula Language UPT launches the Cultura program, a BIPA program which is held free of charge. This program was attended by 39 participants from 16 countries in 2022 and will increase to 54 participants from 10 countries in 2023. The research method used in this research is descriptive qualitative, with a focus on describing the implementation of the Cultura program at Unissula. The data analysis technique applied is the content study technique. In its implementation, language and cultural diplomacy appears to be inherent in every stage of the BIPA Cultura program, starting from the opening of the program, the learning process, to the closing of the program. The interaction between the committee, teachers, BIPA friends and BIPA participants shows the success of cultural diplomacy which is realized through language exchange and intercultural understanding. Furthermore, this form of cultural diplomacy is strengthened through activities such as poetry reading competitions and singing national or regional songs from Indonesia.Keywords— language and cultural diplomacy, BIPA, Cultura program
Analisis Efektivitas Aplikasi Duolingo sebagai Media Pembelajaran Bipa Tingkat Dasar Kurniawan, Dady; Ibrahim, Aray Faqih; Jaja, Jaja; Kurnia, Maya Dewi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4128

Abstract

Abstrak— Pada saat ini eksistensi bahasa Indonesia di kancah internasional semakin menguat hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya penutur asing yang mulai belajar bahasa Indonesia lewat program BIPA. Tetapi pada praktiknya banyak penutur asing yang merasa kesulitan dalam belajar bahasa Indonesia terutama bagi mereka yang baru belajar pada tingkat dasar. Dengan memanfaatkan teknologi saat ini pengajar BIPA dapat membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan menggunakan aplikasi Duolingo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas aplikasi Duolingo dalam membantu proses pembelajaran BIPA di tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten-konten yang ada di aplikasi Duolingo. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa Duolingo memiliki banyak fitur yang dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan materi pembelajarannya juga sudah sesuai dengan standar kompetensi untuk pemelajar BIPA tingkat dasar. Dapat disimpulkan bahwa Duolingo cukup efektif dan dapat digunakan dan sebagai media pembelajaran BIPA di tingkat pemula.Kata kunci— Pembelajaran BIPA, Media Pembelajaran, Duolingo Abstract—Currently, the existence of the Indonesian language in the international arena is getting stronger as evidenced by the increasing number of foreign speakers who are starting to learn Indonesian through the BIPA programme. But in practice many foreign speakers find it difficult to learn Indonesian, especially for those who are just learning at the basic level. By utilising current technology, BIPA teachers can make learning easier and more fun by using the Duolingo application. This research aims to find out how the effectiveness of the Duolingo application in helping the BIPA learning process at the basic level. This research uses a qualitative descriptive analysis method by analysing the content in the Duolingo application. The results of this study found that Duolingo has many features that can make learning more fun and the learning materials are also in accordance with the competency standards for basic level BIPA learners. It can be concluded that Duolingo is quite effective and can be used as a medium for learning BIPA at the beginner level.Keywords— BIPA learning, Learning media, Duolingo
Analisis Kesalahan Perubahan Bunyi Bahasa Indonesia pada Tuturan Mahasiswa BIPA Tingkat Pemula di Universitas Muhammadiyah Malang Carmitha, Inez; Arif Budi Wurianto; Sudjalil; Hakimi, Abdul Qadir
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i2.6943

Abstract

This study aims to describe the form of sound change symptoms and the factors that cause sound changes. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data is based on learning speaking skills for 9 meetings from 12 meetings with a duration of 30 minutes. The source of research data is based on the results of Zoom video recordings of the speaking learning process for BIPA students at the beginner level, totaling 1 student from Egypt and 2 students from Uzbekistan. The data collection technique used is the technique of recording, listening, and taking notes. The data analysis used is error analysis. The results obtained were found data forms of assimilation changes, data forms of vocal modifications, data forms of anapticsis sound epenthesis, data forms anapticsis sound paragog, data forms zeroization of syncope sounds, data forms zeroization of apocope sounds, data forms monophthong changes, lenisi form data. The factors that cause changes in sound assimilation, vocal modification, anaptiksis, zeroization, monophthong, and lenisi, so that educators can provide special training to students from Egypt and Uzbekistan in learning speaking skills. The impact of these sound changes resulted in differences in meaning and improper pronunciation.
Transformasi Diri Pemelajar BIPA melalui Penulisan Ulang Cerita Rakyat: Pendekatan Hermeneutik terhadap Nilai Budaya dan Karakter Wahyudi Siswanto; Dwi Sulistyorini; Dewi Ariani; Prima Vidya Asteria; Madiawati Binti Mamat
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21598

Abstract

Indonesian folktales, as part of the nation’s cultural heritage, contain local wisdom that reflects the worldview and collective values of Indonesian society. In the context of teaching Indonesian to speakers of other languages (BIPA), folktales serve not only as linguistic input but also as pedagogical tools for introducing cultural values and fostering character development among foreign learners. This study aims to examine the forms of self-transformation experienced by BIPA learners through the activity of rewriting Indonesian folktales. A descriptive qualitative approach was employed, grounded in transformative learning theory and hermeneutic analysis. The participants consisted of five advanced-level BIPA learners from Malaysia, South Korea, and China enrolled in a language program at an Indonesian state university. Data were collected through rewritten narrative texts and in-depth interviews, then analyzed hermeneutically through stages of initial comprehension, theme identification, contextual interpretation, and reflection on transformation. The findings reveal that learners experienced personal growth by interpreting cultural values such as livelihood, cooperation, and deliberation, and internalizing character traits such as honesty, responsibility, and respect for others. The act of rewriting served as a reflective process that fostered cross-cultural understanding and cognitive-affective transformation, thereby enriching BIPA learning experiences. This study recommends the integration of folktales as value-based and culturally grounded learning materials in BIPA instruction.
Revitalizing Madurese Folklore through the "Careta Madhura" Media in BIPA Learning as a Cultural Education Strategy Emy Rizta Kusuma; Siti Mutiatun; M. Masqotul Imam Romadlani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21695

Abstract

Research on Madurese folklore is of high urgency in preserving local culture amid the rapid pace of globalization. Globalization often leads to cultural homogenization, threatening the relevance of oral traditions such as folklore. Revitalizing Madurese folklore is a strategic step to keep cultural values alive and known to a wider audience. The proposed effort is to integrate folklore into the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program. The main objective of this research is to develop the “Careta Madhura” learning media that utilizes folklore as culture-based teaching materials. The method used is development research with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The research stages included identifying material needs, designing media concepts, developing modules and interactive digital content, and limited dissemination. The product's feasibility was assessed by BIPA experts and Madurese cultural experts, then tested on beginner-level BIPA learners using data collection techniques such as questionnaires, observation, and interviews. The novelty of this research lies in its contextual role-play approach, which allows learners to experience cultural values directly, unlike conventional learning methods that tend to emphasize grammar. The results of the study show that “Careta Madhura” is feasible and effective, both as an innovative medium to enrich BIPA materials and as a sustainable strategy for introducing Madurese cultural heritage to the global arena.

Page 104 of 118 | Total Record : 1176