cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan" : 10 Documents clear
PENGARUH NANO KURKUMIN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA MODEL TIKUS PREEKLAMSIA Subandi; Syamsiatul Akhyar Riyadz; Nurdiana
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.1

Abstract

Preeklamsia adalah kelainan hipertensi serius pada ibu hamil yang menjadi kontributor terbesar jumlah kematian ibu di Indonesia pada tahun 2023. Munculnya hipertensi pada preeklamsia berhubungan dengan gangguan fungsi endotel, berupa penurunan bioviabilitas nitric oxide akibat stres oksidatif. Nano kurkumin sebagai antioksidan dapat mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki fungsi endotel, tetapi efektivitasnya dalam memengaruhi tekanan darah pada preeklamsia perlu ditinjau lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nano kurkumin terhadap tekanan darah pada model tikus preeklamsia (dengan pemberian L-NAME). Jenis penelitian eksperimental murni digunakan melalui pendekatan post test only control group design. Sampel yang diambil sebanyak 24 tikus bunting, terbagi ke dalam kelompok kontrol negatif dan positif, serta 4 kelompok perlakuan (P1, P2, P3, dan P4) dengan pemberian 4 dosis nano kurkumin berbeda (25 mg/KgBB, 50 mg/KgBB, 100 mg/KgBB, dan 200 mg/KgBB). L-NAME dan nano kurukumin diberikan mulai usia kehamilan hari ke-13 hingga ke-18. Data tekanan darah diambil saat usia kehamilan hari ke-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nano kurkumin berpengaruh terhadap tekanan darah pada model tikus preeklamsia (one-way ANOVA, p = 0,000 < 0,05). Hasil uji post hoc LSD menunjukkan bahwa nano kurkumin 25 mg/KgBB (P1) secara signifikan mencegah peningkatan tekanan darah dibandingkan kelompok preeklamsia tanpa nano kurkumin (K+), yaitu pada variabel tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan tekanan darah diastolik (p = 0,000). Penelitian menyimpulkan bahwa nano kurkumin dapat mencegah peningkatan tekanan darah pada preeklamsia. Nano kurkumin 25 mg/KgBB adalah dosis paling efektif.
Tinjauan Literatur: KEPERAWATAN PERIOPERATIF PADA PASIEN OPERASI BARIATRIK: LITERATURE REVIEW Sassanti, Suci Wulandari
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.10

Abstract

Operasi bariatrik merupakan salah satu prosedur alternatif bagi penderita obesitas yang telah gagal melakukan segala upaya untuk menurunkan berat badan. Prosedur ini berfungsi untuk membatasi asupan makanan, mengurangi penyerapan makanan, atau mengubah produksi ghrelin (hunger hormone). Perawat perioperatif bersama dengan tenaga kesehatan lainnya berperan penting dalam mengawal pasien dari tahapan pra operasi awal, pra operatif, intra operatif, dan pasca operatif sesuai dengan guideline yang berlaku untuk hasil klinis yang optimal dan berkelanjutan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memastikan guideline yang berfokus pada peran perawat secara holistik dalam keperawatan perioperatif pada pasien operasi bariatrik. Tinjauan literatur menggunakan database Google Scholar menggunakan kata kunci dan boolean “intitle: bariatric AND nurse”. Kriteria inklusi merupakan artikel berupa guideline free access dalam rentang tahun 2015 hingga 2022, berbahasa inggris atau indonesia, serta sesuai dengan kriteria inklusi. Pencarian dan pemilihan artikel menggunakan metode PRISMA. Kesimpulan dari tinjauan literatur ini adalah pelaksanaan keperawatan perioperatif pada operasi bariatrik, yang terdiri dari fase pre-intra-post operatif memiliki keunikan dalam hal penekanan khusus pada modifikasi pola hidup pasien yang mencakup diet dan aktivitas. American Society for Metabolic and Bariatric Surgery Guideline dan Association of periOperative Registered Nurses Guideline menawarkan panduan yang paling komprehensif dengan pendekatan yang mencakup aspek klinis, program pengembangan kualitas, dan monitoring post-operatif yang terperinci.
KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA WAST (WASTING– STUNTING) DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Ginting, Ignasia Agatha Br; Aulia, Nurhanna Putri; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.7

Abstract

Asupan zat gizi dan penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan secara langsung dengan stunting dan wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kecukupan asupan zat gizi makro dan kejadian penyakit infeksi pada balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting) di Kota Semarang. Studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek dipilih dengan metode consecutive sampling sebanyak 72 subjek yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu normal, stunting, wasting, dan WaSt (Wasting-Stunting). Analisis perbedaan dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis (data tidak berdistribusi normal) dengan uji lanjutan Mann-Whitney, tingkat kepercayaan 95% dan hasil signifikan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kecukupan asupan zat gizi meliputi energi, protein, lemak, dan karbohidrat (p < 0,001) dan kejadian penyakit infeksi (p = 0,007) antara kelompok balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting). Kecukupan asupan energi kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok stunting dan normal. Kecukupan asupan protein kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok wasting. Kejadian penyakit infeksi pada kelompok WaSt lebih tinggi dibandingkan kelompok wasting, stunting dan normal (secara berturut-turut sebesar 38,9%; 16,7%; 5,6%; dan 0%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok WaSt mempunyai riwayat kejadian penyakit infeksi dan kecukupan asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak, dan karbohidrat) yang berbeda dengan kelompok lainnya.  
PERBANDINGAN pH SALIVA PADA PENGGUNA ROKOK ELEKTRIK, ROKOK KONVENSIONAL, DAN NON PEROKOK Mutia Rochmawati; Riski Amalia Hidayah; Ratih Wijayanti
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.6

Abstract

Perubahan pH saliva dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk aktivitas merokok, oleh karena rongga mulut menjadi tempat utama penyerapan asap rokok. Perbedaan kandungan zat antara rokok elektrik dan konvensional dapat mempengaruhi perubahan pH saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pH saliva pengguna rokok elektrik, perokok konvensional, dan non perokok. Penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 108 mahasiswa yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pengguna rokok elektrik, pengguna rokok konvensional, dan non perokok. Subjek diminta untuk mengisi formulir persetujuan informasi, data pribadi dan kuesioner. Data kebiasaan subjek dan variabel lainnya dikumpulkan melalui wawancara. Selanjutnya subjek diminta untuk mengumpulkan saliva dengan metode passive drooling selama 5 menit, dan kemudian pH saliva diukur segera menggunakan pH indikator strips untuk saliva dan pH meter. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kruskal Wallis. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pH saliva pengguna rokok elektrik sebesar 6,772±0,3918, pengguna rokok konvensional sebesar 6,506±0,6229 dan non perokok sebesar 7,022±0,5150. Berdasarkan uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok pengguna rokok elektrik, rokok konvensional, dan non perokok (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pH saliva pada pengguna rokok lebih rendah dibandingkan non perokok dan pH saliva pengguna rokok konvensional lebih rendah dibandingkan pengguna rokok elektrik. Penurunan pH saliva dapat mempengaruhi fungsi saliva untuk melindungi mukosa mulut sehingga bakteri akan menjadi lebih mudah melekat pada mukosa mulut  
PENERAPAN PHBS SEBAGAI MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Dhelya Widasmara; Henggar Sulistiarto; I Wayan Agung Indrawan; Siti Umi Ernawati; Suparno Adi Santika
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.8

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya preventif yang dilaksanakan secara sadar untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat. Implementasi PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam meminimalisasi risiko penularan penyakit sekaligus mendukung pencapaian standar mutu layanan serta akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan PHBS di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara yang melibatkan 41 informan kunci, dan studi literatur. Pengumpulan data dilaksanakan pada periode Januari-Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PHBS di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang telah mengacu pada kriteria akreditasi rumah sakit dan pedoman pelayanan kesehatan. Namun, ditemukan sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, kepatuhan tenaga kesehatan, serta konsistensi pengawasan terhadap pengunjung dan pasien. Faktor-faktor tersebut berpotensi menurunkan efektivitas PHBS dalam mendukung mutu pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem monitoring dan evaluasi, serta internalisasi budaya PHBS di seluruh lapisan rumah sakit. Kesimpulannya, penerapan PHBS yang konsisten dan terstandar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan rumah sakit. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya PHBS sebagai manajemen strategi yang berkelanjutan dalam mendukung akreditasi dan pencapaian pelayanan kesehatan yang unggul.
PERBEDAAN EFEK ANTIBIOFILM EKSTRAK METANOLIK DAUN SIRIH HIJAU DENGAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP Acinetobacter baumannii PADA ENDOTRACHEAL TUBE Martin, Amandus Michael; Kristi, Brenda; Ratridewi, Irene; Santosaningsih, Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.2

Abstract

Kemampuan pembentukan biofilm Acinetobacter baumannii pada endotracheal tube (ETT) meningkatkan resistensi antibiotik dan risiko ventilator-associated pneumonia. Penanganan biofilm bakteri saat ini menunjukkan hasil yang belum optimal dan efek samping. Daun sirih hijau (Piper betle) dan sirih merah (Piper crocatum) berpotensi menghambat pembentukan biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek anti-biofilm ekstrak metanolik daun sirih hijau dan sirih merah terhadap A. baumannii pada ETT. Identifikasi pembentukan biofilm dari A. baumannii pada ETT dilakukan dengan metode tissue culture plate. Penentuan nilai optical density (OD) dari ekstrak metanolik daun sirih hijau serta sirih merah berbagai dosis (25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, 100 mg/mL, 125 mg/mL, dan 150 mg/mL), dilakukan menggunakan micro-ELISA auto reader dengan panjang gelombang 570 nm. Hasil cut-off value dari OD570 pada kelompok kontrol negatif sebesar 0,944 pada sirih hijau serta 1,103 pada sirih merah. Kelompok kontrol positif menunjukkan formasi biofilm lemah pada sirih hijau dan formasi biofilm dan sedang pada sirih merah. Kelompok intervensi memiliki minimum biofilm inhibitory concentration (MBIC) yaitu dosis 125 mg/mL ada sirih hijau dan 75 mg/mL pada sirih merah. Peningkatan dosis ekstrak metanolik daun sirih memiliki korelasi yang kuat dan signifikan dengan nilai OD, baik pada sirih hijau (r = 0,986, p = 0,000) maupun sirih merah (r = 0,880, p = 0,002). Ekstrak metanolik daun sirih merah memiliki efek antibiofilm yang lebih tinggi terhadap A. baumannii pada ETT dibandingkan dengan sirih hijau.
HUBUNGAN KADAR TIMBAL, ARSEN, DAN MERKURI DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER DI KABUPATEN BANYUMAS Andani, Raden Roro Scundria Ayu Kusuma; Laksana, Agung Saprasetya Dwi; Kuncoro, Prasetyo Tri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.4

Abstract

Di Indonesia, penderita autism spectrum disorder  meningkat sekitar 500 kasus per tahun. Autism spectrum disorder  disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan berupa paparan timbal (Pb), arsen (As), dan merkuri (Hg) yang dapat pula memengaruhi status gizi anak dengan cara menurunkan penyerapan nutrisi dan menghambat sekresi hormon pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan purposive sampling. Kriteria inklusi sampel adalah anak autism spectrum disorder  dengan usia 1-12 tahun dan orang tua anak mengizinkan anaknya berperan serta dalam penelitian. Sampel rambut diambil sebanyak 3 g dan diperiksa kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan metode AAS. Status gizi dinyatakan dengan Z-score untuk anak usia <5 tahun dan untuk anak usia 5-12 tahun dinyatakan dengan IMT/U kemudian dikategorikan menurut grafik CDC 2000. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak signifikan kecuali pada uji kadar timbal yang signifikan (r = 0,613; p = 0,045) dengan status gizi (IMT/U) di kelompok usia <5 tahun. Kadar arsen dan merkuri masing-masing nilai r = 0,175, p = 0,606, dan r = 0,296, p = 0,377. Kesimpulan penelitian adalah kadar timbal rambut berhubungan dengan status gizi pada anak autism spectrum disorder usia <5 tahun, dan tidak ada hubungan antara arsen dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas pada semua kelompok usia anak.
PERBANDINGAN TEKANAN INTRAOKULAR ANAK DENGAN DOWN SYNDROME DAN ANAK TANPA DOWN SYNDROME DI KOTA MALANG Putra, Dani Haritsah; Dewi, Nadia Artha; Anandita, Nanda Wahyu; Wulandari, Lely Retno
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.5

Abstract

Pengukuran tekanan intraokular (TIO) merupakan pemeriksaan untuk menilai kondisi dinamika aqueous humor. TIO dikatakan normal apabila terjadi keseimbangan antara produksi dan outflow dari aqueous humor. Adapun peningkatan TIO dapat merusak struktur bola mata, terutama saraf optik dan sel ganglion retina, serta menjadi faktor risiko penting untuk perkembangan glaukoma. Anak-anak dengan Down syndrome (ADS) memiliki kedalaman bilik mata depan yang lebih dangkal dibandingkan anak-anak tanpa Down syndrome (ATDS) sehingga dapat menyebabkan peningkatan TIO. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan analisis hasil pengukuran TIO terhadap ATDS dengan ADS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara cross-sectional terhadap 22 subjek ADS dan 44 subjek ATDS berusia 0-18 tahun yang didapat dari hasil pemeriksaan mata di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang dan beberapa panti asuhan yang tersebar di Kota Malang. Pada penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan TIO yang signifikan antara ATDS dan ADS pada okuli dekstra (p = 0,065) dan okuli sinistra (p = 0,153). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan TIO yang signifikan antara ATDS dan ADS, serta tidak didapatkan perbedaan TIO berdasarkan perbandingan intraokular, usia, dan jenis kelamin pada masing-masing kelompok ATDS dan ADS sebagai secondary outcome pada penelitian ini.
MUTASI GEN β-GLOBIN PASIEN THALASSEMIA DI RSUD Dr. SOEDARSO KALIMANTAN BARAT Fitrianingrum, Iit; Windarti, Wiwik; Lestari, Desriani; Nevita
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.3

Abstract

Thalassemia beta (β) merupakan kelainan yang disebabkan oleh mutasi pada gen beta globin sehingga menyebabkan gangguan produksi hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (RBC). Frekuensi pembawa sifat thalassemia beta di Indonesia diperkirakan mencapai 3–10%, dengan variasi karakteristik alel yang berbeda pada setiap wilayah geografis. Pemeriksaan mutasi gen untuk diagnosis klinis thalassemia β di RSUD Dr. Soedarso Kalimantan Barat belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutasi gen thalassemia β di RSUD Dr. Soedarso Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik. Ekstraksi DNA dilakukan dari sampel darah, kemudian dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi mutasi pada ekson 1–3 gen hemoglobin sub unit beta (HBB), yang umum ditemukan di Indonesia. Produk PCR selanjutnya disekuensing menggunakan metode Sanger untuk menentukan urutan basa nukleotida, sehingga dapat dilihat jenis dan letak mutasi yang terjadi. Sebanyak 13 pasien dengan rentang usia 2–17 tahun dilibatkan, terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan. Hasil menunjukkan ada enam tipe mutasi dengan frekuensi: CD26 (G>A)/IVS-1-5 (G>C) 5 (38.4%), IVS-2-654 (C>T)/-28 A>G (c.78A>G) 4 (30 .7%) CD123/124/125 (-TTCT)/CD41/42 2 (15.4%) dan  homozigot IVS1-5 (G>C) 1 (7.6%). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi enam jenis mutasi gen β-globin pada pasien thalassemia dengan mutasi yang dominan ditemukan adalah IVS-1-nt5 (G>C) dan kodon 26 (G>A). Kombinasi mutasi langka seperti -28 A>G/IVS-2-nt654 (C>T) juga ditemukan. Pola mutasi yang bersifat heterogen kemungkinan dipengaruhi oleh latar belakang etnis yang beragam dan perkawinan antar suku. Studi ini memberikan bukti awal bahwa variasi mutasi gen β-globin  bersifat regional.  
Laporan Kasus: LESI BULOSA ATIPIKAL PADA PSORIASIS PUSTULAR GENERALISATA: SEBUAH KASUS JARANG Yosephine, Septina; Prawitasari, Suci; Yuniaswan, Anggun Putri; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.9

Abstract

Psoriasis Pustular Generalisata (PPG) merupakan varian psoriasis yang cukup jarang terjadi. Karakteristik penyakit ini berupa lesi pustular generalisata. Lesi bulosa merupakan lesi atipikal pada kasus PPG dan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan kasus PPG dengan atipikal lesi bulosa. Seorang laki-laki usia 33 tahun dengan keluhan bintil berisi nanah di seluruh tubuh disertai demam yang muncul sejak 5 hari sebelumnya. Awalnya muncul bercak kemerahan pada seluruh tubuh setelah 2 hari mengonsumsi cefadroxil terkait keluhan sinusitisnya. Keluhan tersebut disertai gatal dengan VAS 6/10 dan nyeri VAS 7/10. Pemeriksaan status dermatologis di seluruh tubuh: pustul multipel di atas plak eritematosa, sebagian berkonfluens membentuk lake of pus dengan body surface area (BSA)  eritema 68%. Pada  regio scalp, alis, dan area retroauricula : skuama putih tipis kekuningan. Pada pemeriksaan mikroskopis didapatkan pustul steril dan laboratorium: leukositosis, eosinophenia, hipoalbuminemia, peningkatan C-reactive Protein (CRP). Perawatan hari ke 3 muncul lesi atipikal bula tegang pada beberapa area tubuh. Hasil histopatologi menunjukkan reaksi psoriasiform dengan microabses monroe dengan kesimpulan psoriasis vulgaris overlapping dengan PPG. Lesi atipikal bulosa yang muncul pada kasus ini menyulitkan dalam penegakkan diagnosis, sehingga pemeriksaan histopatologi sangat penting dilakukan. Hal ini dikarenakan PPG bersifat mengancam nyawa dan perbedaan dalam penatalaksanaannya dibandingkan dengan penyakit bulosa lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue