cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
A Literature Review: Akurasi Pengukuran Mid Upper Arm Circumference (MUAC) dalam Mendeteksi Malnutrisi Akut pada Ibu Hamil: Literature Review: Accuracy of Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) Measurement in Detecting Acute Malnutrition in Pregnant Women Mau-Buti, Duarte; Nadhiroh, Siti Rahayu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi pengukuran Mid Upper Arm Circumference (MUAC) dalam mendeteksi malnutrisi akut pada ibu hamil. Malnutrisi pada ibu hamil dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi, sehingga deteksi dini sangat penting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan sistematis dengan mengambil artikel yang telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir yang berkaitan dengan malnutrisi akut pada wanita usia reproduktif, wanita hamil, dan wanita menyusui. Artikel yang relevan diidentifikasi dari Science Direct, Pubmed, Google Schoolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUAC memiliki sensitivitas yang bervariasi dalam mendeteksi malnutrisi akut, dengan batas optimal yang berbeda tergantung pada konteks populasi dan Negara masing-masing. Di Timor Leste, nilai batas MUAC yang ditentukan untuk mendeteksi malnutrisi akut adalah kurang dari 23 cm, dengan sensitivitas mencapai 70% dan spesifisitas 80%. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun MUAC merupakan alat yang sederhana dan efektif untuk skrining malnutrisi, perlu adanya penyesuaian cut-off berdasarkan karakteristik demografis dan sosial ekonomi negara setempat. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam penggunaan MUAC serta pengembangan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan status gizi selama kehamilan. Dengan demikian, MUAC dapat menjadi alat yang lebih efektif dalam upaya pencegahan malnutrisi akut pada kelompok ibu hamil.
Analisis Pemeriksaan CT Scan rologi dengan Teknik Low Contrast Klinis Urolithiasis di Bagian RIR Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: Analysis of Urological CT Scan Examination Using Low Contrast Teqnique for Urolithiasis Cases at Santo Borromeus Hospital, Bandung Ruto, Maria Mardiana; Lana Prasetya, I Made; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12000

Abstract

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi ekskresi, termasuk mengatasi masalah seperti batu saluran kemih yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Urolithiasis di saluran kemih, lebih sering terjadi pada pria dan dapat ditemukan di seluruh bagian saluran kemih, terutama di pelvis ginjal. CT Scan Urologi menggunakan kontras untuk meningkatkan kualitas gambar dan mengurangi artefak. Penggunaan teknik Low Contras pada CT Scan Urologi memberikan hasil yang setara dengan kontras standar, mengurangi dosis radiasi, serta biaya dan risiko serangan jantung. CT Scan Urologi dengan persiapan pasien, alat dan bahan, posisi pasien dan protokol pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan 5 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan Urologi dengan Teknik Low Contrast dan kelebihan dan kekurangan pada pemeriksaan CT Scan Urologi dengan teknik Low Contrast pada klinis Urolithiasis. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan teori dilakukan dengan 4 fase yaitu fase non kontras, fase Corticomedullary, fase nefrografik (Nephrographic) dan fase ekskresi (Excretory)(8-12 menit), sedangkan dilapangan dilakukan dengan 4 fase yaitu fase pre kontras, arterio portal, Nefrography dan Delay (20 Menit). Pemeriksaan CT scan urologi menggunakan low contrast 50 cc dapat mengevaluasi seluruh orga urologi serta organ intraabdomen lainnya.
Evaluasi Fisikokimia Ekstrak Gliserin Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) pada Sediaan Serum Gel Anti Jerawat: Physicochmical Evaluation of Glycerin Extract of Pomegranate Peels (Punica grabatum L.) in an Anti-Acne Serum Gel Formulation Audina, Mia; Raihanah, Raihanah; Setiawan, Agus; Faisal, Ahmad; Lutfhi, Lutfhi; Anjani, Siti Monica; Listiani Rahayu, Ni Luh Lady
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12001

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bakteri Cutibacterium acnes dan proses inflamasi. Penggunaan obat konvensional sering menimbulkan efek iritasi sehingga mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya kulit buah delima (Punica granatum L.) yang kaya akan polifenol dan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia ekstrak gliserin kulit buah delima pada sediaan serum gel antijerawat dengan dua konsentrasi ekstrak, yaitu Formula I (FI) 15% dan Formula II (FII) 30%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula memenuhi kriteria sediaan topikal yang baik. Secara organoleptis, kedua formula berbentuk kental, berair, dan memiliki aroma khas delima, dengan FII berwarna cokelat sedangkan FI berwarna kekuningan. Nilai pH kedua formula berada dalam rentang pH kulit (4,5–6,8) dan viskositasnya memenuhi syarat (2.000–4.000 cPs) dengan sifat aliran pseudoplastis. Secara statistik, FII menunjukkan daya sebar (6,78 ± 0,16 cm) dan daya lekat (188,33 ± 1,53 detik) yang lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan FI, yang menunjukkan kemudahan aplikasi serta retensi kulit yang lebih baik. Berdasarkan hasil karakteristik fisikokimia, FII (30%) disimpulkan sebagai formula yang paling optimal.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) dan Daun Meniran (Phyllanthus niruni L.): Antioxidant Activity of the Combination of Ethanol Extract of Sambiloto Leaves (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) and Meniran Leaves (Phyllanthus niruni L.) Puspita, Melinda Dian; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12003

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kekebalan tubuh tidak mampu menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu maka diperlukannya suatu antioksidan untuk menangkalnya, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mecegah terjadinya radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Contoh tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman sambiloto dan tanaman meniran. Kedua tanaman tersebut jika dikombinasikan mempunyai potensi farmakologi yang lebih besar dan saling melengkapi. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling optimal pada kombinasi ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees.) dan daun meniran (Phyllanthus niruri L.). Penelitian dilakukan di Labolatorium Kimia Universitas Sari Mulia, pada bulan November 2023-Juli 2024. Dilakukan pengumpulan duan sambiloto dan daun meniran, pembuatan ekstrak kental, kemudian setelah itu dilakukan skrining Fitokimia dengan reaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan ekstrak kombinasi 1:1; 1:2 dan 1:3. Data di analisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm.
Drymariae Cordota Willd: Review Artikel Tanaman Yang Berkhasiat Mengatasi Infeksi Herpes (Dompo) pada Kulit: Drymariae Cordota Willd: Review Article Plants that’s are Effective in Overcoming Herpes Infections on the Skin Ardisya, Pinky Alifanda; Pratama, Rahmad; Oktavia, Regina; Fernando, Solagratia Okta; Viviana, Viviana; Nabila, Yasmin
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12007

Abstract

Drymaria cordata Willd., tumbuhan tradisional dengan potensi farmakologis, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik dalam studi preklinis. Ekstrak metanol dan airnya secara signifikan mengurangi edema pada model tikus yang diinduksi karagenan melalui penghambatan mediator inflamasi (prostaglandin, sitokin) serta menekan respons nyeri dalam uji writhing asam asetat. Efek antipiretiknya, setara aspirin, dimediasi oleh modulasi hipotalamus dan inhibisi prostaglandin E2 pada tikus demam yang diinduksi 2,4-DNP/ragi. Namun, studi toksisitas perkembangan pada embrio ikan zebra mengungkapkan LC₅₀ 448 μg/ml dengan kelainan seperti edema dan hambatan pertumbuhan, mengindikasikan risiko toksisitas pada tahap perkembangan awal. Meski hasil preklinis mendukung penggunaan tradisionalnya, belum ada uji klinis manusia yang dilaporkan (2020–2025). Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi keamanan, dosis terapeutik, dan mekanisme molekuler, khususnya terkait potensi toksisitas pada mamalia dan populasi rentan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi data keamanan sebelum pemanfaatan klinis Drymaria cordata.
Narrative Review: Potensi Buah Pala (myristica fragrans) Sebagai Terapi Herbal untuk Insomnia: Narrative Review: Potential of Nutmeg (myristica fragrans) as Herbal Therapy for Insomnia Rohama, Rohama; Rosyada, Amrina; Puteri, Anggia; Oktavia, Anisya; Punlin, Bella Aprilia; Safitri, Bella; Ira Wati, Nyoman Rindi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12010

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penggunaan obat-obatan farmakologis seperti benzodiazepin untuk mengatasi insomnia seringkali disertai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, terapi alternatif berbasis herbal menjadi pilihan yang menarik. Buah pala (Myristica fragrans) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen sedatif dan hipnotik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi buah pala sebagai terapi herbal untuk insomnia. Studi pra-klinis menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri buah pala memiliki efek sedatif dan hipnotik pada hewan percobaan. Studi klinis juga menunjukkan bahwa aromaterapi dan infusa serbuk biji pala dapat meningkatkan kualitas tidur pada manusia. Meskipun hasil-hasil awal ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja, dosis yang aman, dan efektivitas jangka panjang dari penggunaan buah pala sebagai terapi insomnia.
Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan : Combination Extracts of Katuk Leaf (Sauropus androgynus L. Merr) and Meniran Leaf (Phylanthusniruri L.) Against Antioxidant Activity Khatimah, Indah Husnul; Nastiti, Kunti; Kusumawati, Linda; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12020

Abstract

Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan rotary evaporator, skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova. Kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).
Uji Parameter Spesifik Simplisia Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah: Specific Parameters Test of Sarang Semut Tubers Simplicia of Central Kalimantan Rinaldy, Yunantan; Handayani, Rezqi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12043

Abstract

Umbi Sarang Semut asal Kalimantan Tengah dikenal dan dimanfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional diolah dalam bentuk seduhan dan rebusan. Secara empiris tumbuhan ini dipercaya dapat mencegah penyakit seperti asma, katarak, diabetes, rematik, migrain, wasir dan kangker. Simplisia umbi Sarang Semut asal Papua positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol, serta memiliki efek sebagai antibiotik dan antivirus untuk HIV dan herpes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran farmakognostik simplisia umbi Sarang Semut berdasarkan uji parameter spesifik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Metode yang digunakan dengan cara pengujian parameter simplisia umbi Sarang Semut. Hasil parameter spesifik simplisia umbi Sarang Semut meliputi pemeriksaan identitas simplisia umbi Sarang Semut yang masih dilakukan proses determinasi, pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia bentuk serbuk kasar, warna cokelat, bau khas dan rasa pahit, makroskopik umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah, daun bulat atau oval berwarna hijau, batang keras dan berpori-pori berwarna cokelat, akar memiliki serat-serat, keras dan berwarna cokelat, dan umbi berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang kasar, sebelum dikupas umbi berduri berwarna putih cokelat, dan setelah dikupas berwarna cokelat, berpori-pori dan bagian luar sedikit berdaging, tinggi umbi 17 cm dan lebar 10 cm, mikroskopik simplisia yaitu identifikasi sel-sel jaringan bagian tumbuhan dan metabolit sekunder simplisia umbi Sarang Semut positif mengandung Alkaloid dan Flavonoid.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2024: The Relationship Between Environmental Sanitation and Incidence Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Work Area UPTD Menteng Health Center Palangka Raya City Year 2024 Aurora, Arsa Natalie; Sangkai, Mariaty A.; Widuri, Pamela Dewi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12075

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama didaerah tropis dan sub-tropis, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dan juga merupakan salah satu negara endemis Demam Berdarah Dengue. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue yaitu faktor Triad Epidemiologi yaitu Agent, Host, dan Environment. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Chi-Square tempat penampungan air dengan nilai p-value 0,768 dan sistem pengelolaan sampah dengan nilai p-value 0,905 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Hasil uji Chi-Square kondisi lingkungan rumah dengan nilai 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Kesimpulan: Terdapat 56 responden menderita kejadian DBD berjumlah 30 orang (53,6%) dan yang tidak menderita kejadian demam berdarah dengue berjumlah 26 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara tempat penampungan air dan sistem pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue, adanya hubungan antara kondisi lingkungan rumah dengan kejadian kejadian demam berdarah dengue Menambah pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue khususnya hal-hal yang harus diperhatikan di lingkungan sekitar rumah agar tidak tejadi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.
Analisis Faktor Lingkungan Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di UPTD Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Analysis of Home Environmental Factors with the Incidence of ISPA in Toddlers at the UPTD of the Menteng Health Center Working Area Palangka Raya City Imur, Cindy Claudia; Frisilia, Melisa; Afrina, Yana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12077

Abstract

Balita menjadi kelompok yang paling berisiko terkena infeksi ISPA karena balita menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam rumah serta daya tahan tubuh balita masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa lingkungan fisik rumah tempat keluarga berkumpul dan berlindung tidak sehat maka berisiko besar akan menimbulkan berbagai penyakit pada balita, salah satunya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 93 responden balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square yaitu didapatkan p value yaitu 0,01 atau tingkat signisikasi p<0,05, maka ha diterima sehingga ada hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ispa pada balita di Puskesmas Menteng kota Palangka Raya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menunjukan bahwa adanya hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Saran yang diberikan yaitu dapat memperkuat landasan teoritis tentang peran lingkungan rumah dalam penularan ISPA dan membuka jalan bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dalam pencegahan penyakit pernapasan pada balita.