cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Sosialisasi Ketenagakerjaan bagi Masyarakat Pesisir di Pulau Pari Kepualauan Seribu Taufiq, Moch Aly; Rao, Don Gusti; Ningrum, Tuti; Izhatullaili, Izhatullaili
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.10434

Abstract

Pada era disrupsi, masyarakat pesisir mempunyai berbagai tantangan ke depan yang membutuhkan skill yang adaptif. Untuk itu diperlukan pemahaman ketenagakerjaan dengan berbagai view guna mengafirmasi tantangan tersebut. Politeknik Ketenagakerjaan sebagai stakeholder ketenagakerjaan yang salah satu orientasinya adalah penyerapan tenaga kerja melalui upgrading skill lewat pendidikan vokasional, melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi ketenagakerjaan dengan diseminasi, focus group discusion, dan sosialisasi rekrutmen mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat pesisir terkait potensi ketenagakerjaan, dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pengabdian di Pulau Pari Kepulauan Seribu ini menunjukkan antusiasme masyarakat mengikuti sosialisasi, dan motivasi yang baik dalam meningkatkan kompetensi dan pemahaman terkait isu-isu seputar ketenagakerjaan.
Pos Simulasi Profesi Interaktif untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar terhadap Profesi Apoteker Miftahurrohmah, Nur; Ariani, Lusiana; Winarti, Wiwi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.10446

Abstract

Apoteker memiliki peran penting, karena peranannya tidak dapat dipisahkan dengan profesi lainnya dalam bidang kesehatan. Namun ternyata, profesi apoteker kurang dikenal oleh anak-anak sehingga perlu dilakukan program kemitraan masyarakat yang bertujuan untuk mengenalkan profesi apoteker sejak dini kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan pos simulasi profesi apoteker yang interaktif. Program dilakukan di Sekolah Alam Indonesia (SAI) Meruyung, Depok, Jawa Barat. Peserta kegiatan adalah siswa siswi kelas 5 dan 6 SD, yang total berjumlah 71 siswa. Metode yang dilaksanakan adalah pemberian materi singkat tentang profesi apoteker, kemudian dilanjutkan mengikuti kegiatan pos simulasi interaktif yang terdiri dari enam pos, meliputi pos pengenalan bentuk sediaan obat, pengenalan golongan obat, menonton video pembuatan obat di pabrik farmasi, meracik dan membungkus obat, menulis etiket obat, dan simulasi penyerahan obat serta pemberian informasi obat kepada pasien. Di awal dan akhir kegiatan, para siswa mengisi kuesioner sederhana sebagai bahan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang profesi apoteker dari 56,34% menjadi 95,77%. Melalui kegiatan ini, siswa peserta kegiatan dapat mengenal peran penting dari profesi apoteker, bahkan sebagian siswa peserta kegiatan (22,53%) kemudian memiliki cita-cita ingin menjadi seorang apoteker.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan STEM@Home bagi Guru-Guru Sains dan Biologi Ramli, Murni; Dwiastuti, Sri; Sugiharto, Bowo; Prayitno, Baskoro Adi; Mumpuni, Kistantia Elok; Prabowo, Chandra Adi; Putri, Dwika Sarnia; Majid, Alysa Nur Chasanah Alam; Rahayu, Ratna
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.10456

Abstract

STEM (Science, Technology, Education, and Mathematics) adalah salah satu pendekatan pembelajaran sains terintegrasi yang bermanfaat untuk melatihkan problem solving skills dan keterampilan abad 21, serta menjadi salah satu model pembelajaran inovatif yang disarankan untuk diterapkan di kelas sains. Permasalahannya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru tentang STEM, sehingga hampir tidak ada yang menerapkannya. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan wawasan pengetahuan dan keterampilan kepada guru bagaimana mendesain dan menerapkan STEM, terutama pada masa pandemi. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru Biologi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Biologi Karanganyar, Jawa Tengah dan guru-guru Biologi anggota Persatuan Pendidik Biologi Indonesia Folia (PPBIF) cabang Jawa Tengah (N=53). Kegiatan ini berupa workshop yang dilaksanakan sebanyak 5 pertemuan secara online dengan tema: Pengantar STEM, Problem-based Learning dan Project-based Learning, STEM@Home, Desain STEM, dan Evaluasi STEM. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun Desain STEM dan rencana pembelajarannya. Persepsi guru tentang STEM juga meningkat terkait dengan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan STEM@Home pada masa pandemi. Diperlukan implementasi STEM lebih lanjut di kelas pembelajaran jarak jauh untuk melihat keefektifan pendampingan
Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan produk sabun handmade dan masker wajah organik di Mipitan Mojosongo Surakarta Fatmawati, Umi; Harlita, Harlita; Indrowati, Meti; Sari, Dewi Puspita; Santosa, Slamet
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10469

Abstract

Penggunaan sabun cuci tangan meningkat pesat di masa pandemi COVID-19. Masyarakat disarankan untuk sering mencuci tangan dengan sabun agar bakteri dan virus yang menempel di tangan mati dan tidak menginfeksi tubuh. Berdasarkan hal tersebut maka diadakan kegiatan pelatihan pembuatan sabun bagi warga di desa Mipitan Mojosongo Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar terampil membuat sabun handmade yang murah, aman dan berkualitas yang tidak kalah dengan sabun produksi pabrik. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi praktik pembuatan sabun, pelatihan pembuatan sabun, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan dilakukan secara offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Produk sabun yang dikembangkan adalah sabun batang dengan aromaterapi, sabun cair antiseptik dan sabun cuci piring berbahan dasar minyak goreng bekas. Selain itu, tim P2M juga membekali warga dengan keterampilan membuat produk masker wajah organik untuk kesehatan dan perawatan kulit. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah sebanyak 90% anggota masyarakat yang mengikuti kegiatan pelatihan menyatakan bahwa pelatihan pembuatan sabun handmade dan masker organik sangat bermanfaat dan tertarik untuk mengembangkan produk di pasar komersial.
Pemberdayaan Kelompok Tani Wanita Desa Stabat Lama Barat dengan Pelatihan Pembuatan Asap Cair Suherman, Suherman; Suroso, Bekti; Yusuf, Mukhtar; Ilmi; M. Amirul; Harahap, Muchsin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10549

Abstract

Desa Stabat Lama Barat merupakan salah satu desa di kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Sebagian besar petani didesa ini menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan nutrisi pada tanaman guna meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk kimia menyebabkan tanah kehilangan unsur hara dan kerusakan lingkungan. Untuk menyelesaikan permasalahan mitra maka diperlukan sentuhan teknologi tepat guna untuk menyelesaikan masalah ini. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bantuan mesin serta pelatihan dan pendampingan pembuatan asap cair (liquid smoke) kepada 2 (dua) Kelompok Tani Wanita (KTW). Pada kegiatan ini tim PkM memberikan bantuan dan pendampingan kepada kelompok petani wanita dalam pembuatan Asap cair dengan menggunakan mesin pirolisis (pembakaran) tempurung kelapa dan kayu yang mengandung senyawa lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon dimana proses ini terjadi tabung reaktor dan asap yang hasilkan dialirkan kedalam pipa kondensasi yang menghasilka asap cair. Pada kegiatan program kemitraan masyarakat (PkM) ini, mesin asap cair dirancang sedemikian rupa agar mendapatkan disain yang optimal. Proses manufaktur dan uji coba dilakukan di workshop kampus UMSU. Selanjutnya kelompok tani wanita diberikan bantuan mesin dan pendampingan pengoperasian mesin asap cair sehingga seluruh peserta pelatihan  memahami pengoperasian dan memahami kegunaan asap cair dalam bidang pertanian.
Peningkatan Jumlah dan Kompetensi Nelayan Melalui Program Sosialisasi dan Magang, di Kalurahan Poncosari, Srandakan Bantul di Yogyakarta Heliani, Leni Sophia; Partosuwiryo1, Suwarman; Setiawan, Juswono Budi; Nayati, Widya; Sarwadi, Ahmad; Suyanta, Suyanta
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10550

Abstract

Pesisir DI Yogyakarta, Kalurahan Poncosari memiliki potensi sumberdaya perikanan dan kelautan  yang belum dioptimalkan, yang disebakan oleh kurangnya jumlah   dan   keterampilan nelayan.  Kegiatan Pengabdian masyarakat Desa Binaan melaksanakan pengembangan profesi nelayan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, terkait profesi nelayan. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi profesi nelayan dan magang nelayan untuk menambah jumlah (regenerasi atau pengkaderan nelayan). Hasil kegiatan sosialisasi diikuti oleh sekiat 40 orang pemuda, yang terdiri dari nelayan muda, petani, penambang pasir dan karang taruna. Hasil kuisioner sosialisasi menunjukan pengetahuan dan ketertarikan peserta terhadap profesi nelayan meningkat. Sosialisasi dilanjutkan kegiatan magang nelayang yang diikuti oleh 7 peserta dan dilaksanakan selama 4 hari, dengan hasil peningkatan kemampuan sangat baik, dimana peserta magang telah memiliki 90% kemampuan yang ditargetkan, sehingga dapat di klasifikasi pada nelayan pemula, berupa adaptasi dengan pelayaran, peningkatan keberanian dan keterampilan  procedural pengoprasian dan penangkapan ikan dengan pendampingan
Upaya Pemanfaatan Lahan Perkotaan dengan Pelatihan Hidroponik Sistem Wick Untuk Ketahanan Pangan Warga Purwantoro Sari, Ulfi Andrian; Yasri, Hayyun Lathifaty; Rahmah, Azizatur
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.10569

Abstract

Tujuan program ini untuk mengatasi problematika urban farming di kelurahan Purwantoro RW 5 dengan pelahitan hidroponik sistem wick. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ABCD (asset-based community development. Pengabdian ini menekankan pada pemanfaatan asset masyarakat purwantoro RW 5 berupa lahan diteras rumah. Komunitas yang dijadikan subjek pengabdian adalah Pengurus RW 5 dan ibu-ibu PKK. Tahap kegiatan yang hendak dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah: 1) Analisis Aset, 2) Rencana Tindakan, 3) Action, 4) Monitoring dan evaluasi dan 5) Refleksi.  Pada saat pelatihan peserta diberi angket untuk mengukur pemahaman dan kepuasan masyarakat terhadap pengabdian. Hasil dari angket akan dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase.Hasil analisis aset menunjukkan bahwa belum ditemukan sistem wick dalam penanaman hidroponik di RW 5 akan tetapi kelurahan purwantoro memiliki potensi untuk di terapkan sistem wick. Kegaiatan perencaan kegiatan pelatihan berjalan lancar. Kegaiatan pelaksaaan dikur dengan angket yang telah diisi oleh peserta sebagai berikut. 1) pemahaman peserta saat mengikuti pelatihan bahwa 52% baik dan 48 % baik sekali 2) Hidroponik system wick sebagai alternatif pertanian dilahan sempit menunjukkan 16% setuju dan 84% sangat setuju, 3) Hidroponik system wick dapat mengatasi ketahanan pangan menunjukkan bahwa 20% setuju dan 72%  sangat setuju, dan 8 % tidak menjawab
Pendampingan UMKM di Kabupaten Karawang dalam Memaksimalkan Pemanfaatan Insentif Pajak Selama Masa Pandemi Mahpudin, Endang; Agnia, Annisa; Vitaningrum, Mineva Riskawati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10681

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta memberikan pendampingan dalam mendapatkan haknya yang berupa insentif pajak selama pandemi covid-19 yang berada di wilayah Kabupaten Karawang. Terdapat 3 tahap dalam metode pengabdian ini. Tahap pertama adalah metode focus group discussion dan sharing time.  Tahap kedua yaitu sosialisasi secara daring dengan menggunakan aplikasi berupa zoom. Tahap ketiga yaitu tahap aksi yang berupa pendampingan bagi UMKM Binaan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan UMKM Binaan mendapatkan hasil berupa surat keterangan PP 23 Final 0,5% ditanggung pemerintah, pengisian e-form secara online serta pembukuan secara sederhana. Kegiatan pengabdian ini harus dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya untuk menciptakan UMKM yang naik kelas serta meningkatkan kepatuhan perpajakan baik bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat publik.Assistance of MSMEs in Karawang Regency in Maximizing the Utilization of Tax Incentives During the PandemicABSTRACTThis service activity aims to educate Micro, Small, and Medium Enterprises and provide assistance in obtaining their rights in the form of tax incentives during the Covid-19 pandemic in the Karawang Regency area. I have only three stages in this method of devotion. The first stage is the focus group discussion method and time-sharing. The second stage is bold socialization using an application in the form of zoom. The third stage is the action stage in the form of mentoring-assisted MSME. Based on the Assisted MSME's activities, the results are in the form of a letter of PP 23 Final 0.5% borne by the government, filling out online forms, and simple bookkeeping. This service activity must be carried out continuously every year to create “UMKM Naik Kelas” and increase taxation for both MSME players and the public.Kata Kunci: Tax Insentive; Service; UMKM  
Dukungan Psiko-Spiritual PROLANIS melalui Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada Kelompok Penderita Diabetes Mellitus Dewi, Inggriane Puspita; Jami’at Nugraha, Nandang; Pujiastuti, Endang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10682

Abstract

Diabates Mellitus (DM) merupakan penyakit paliatif karena membutuhkan perawatan jangka panjang dan komprehensif. Dampak penyakit DM bukan hanya pada fisik, namun juga pada aspek psikologis atau mental dan spiritual, seperti cemas, stress dan depresi. Pemerintah mengupayakan penanganan penyakit DM ini melalui PROLANIS (program penanggulangan penyakit kronis) di PUSKESMAS. Salah satu PUSKESMAS yang menjalankan program ini adalah Kujangsari Kota Bandung, dengan peserta PROLANIS sebanyak 74 orang, namun keaktifan peserta berkisar antara 20 s.d 43 orang tiap bulannya. Program yang dilaksanakan adalah pendidikan kesehatan tentang diet, senam diabetes serta pengukuran kadar gula darah, intervensi dukungan psiko-spiritual belum termasuk ke dalamnya. Intervensi dukungan untuk kesehatan psiko-spiritual dilakukan melalui latihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada peserta PROLANIS DM, dan terbukti mampu menjadi salah satu terapi self help, dengan adanya penurunan level cemas, dari rata-rata sedang dan berat (36%) menjadi didominasi oleh cemas ringan (74%).
Pendampingan Komunitas Karang Taruna dalam Mengurangi Tingkat Kenakalan Remaja di Era New Normal Adji, Riyanto; Rezasyah, Teuku
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.10695

Abstract

Remaja adalah usia yang sangat riskan sekali dalam mengenal kehidupan sosial diluar rumah karena banyak hal baru yang akan ditemukan dalam kehidupan sosial di luar rumah, dan jika kontrol yang rendah dari orang tua maka dapat memicu tindakan kenakalan remaja, sehingga akan terjadi tindakan yang berbeda. Tindakan kenakalan remaja seperti berbohong kepada orang tua, merokok di luar rumah, suka mengeluarkan kata-kata kotor/cemoohan kepada teman lainnya. Sejak merebaknya virus Covid-19 di Indonesia awal tahun 2020 memaksa pemerintah merubah metode pendidikan menjadi online, dab hal ini memaksa orang tua untuk memenuhi kelengkapan belajar online dipenuhi, namun fasilitas belajar tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk belajar online, karena sebagian besar waktu kosongnya untuk permainan online. Hal ini merupakan tindakan kenakalan remaja dan perlu dicari jalan keluarnya. Seperti yang terjadi di RW 14 Kampung Babakan Cikeruh Cimekar Cileunyi dan bersama komunitas karang taruna dirangkulah anak-anak remaja dalam kegiatan positif, seperti 1). Menarik iuran sampah, 2). Membantu dalam mengkordinir penjadwalan dan pengumpulan sampah, 3). Mensosilisasikan pentingnya protokol kesehatan dan penyemprotan disinfektan. Kegiatan diatas dapat mengurangi tindakan kenakalan remaja, dan mereka dapat belajar secara langsung mengenai apa yang harus dilakukan dalam bermasyarakat dan bagaimana melakukannya agar dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat