cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Penggunaan Terminologi dan Komunikasi Kesehatan dalam Pemberitaan #HIVAIDS Lartutul, Xavery Alberto; Mulyana, Deddy; Hadisiwi, Purwanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8377

Abstract

The issue of HIV and AIDS is not only a health concern but also a social one, heavily influenced by how the media communicates it to the public. This study aims to examine the use of terminology and health communication practices in news coverage about HIV and people living with HIV on the online platform harianjogja.com during the period of February 2024 to June 2025. The research employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. Data were collected through documentation of news texts published within the specified period, then analyzed by examining the three dimensions of Fairclough’s framework: text, discourse practice, and social practice. The findings reveal that the news coverage remains dominated by terminology inconsistent with the UNAIDS Terminology Guidelines 2015, such as “AIDS sufferers” and “deadly virus.” The language used in the news texts tends to frame people living with HIV as objects of suffering or sources of moral threat. Editorial practices are frequently driven by considerations of audience appeal and clickbait dynamics, which in turn undermine empathetic perspectives and a human rights oriented framework.Such reporting potentially reinforces stigma, weakens public empathy, and hinders progress toward achieving the global Three Zero HIV 2030 targets. This study underscores the urgency of transforming health journalism toward a more humanistic, inclusive, and equitable approach through cross-sectoral collaboration, including with affected communities. Abstrak Isu HIV dan AIDS tidak hanya menjadi permasalahan kesehatan, tetapi juga isu sosial yang sangat dipengaruhi oleh cara media mengkomunikasikannya kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan terminologi dan praktik komunikasi kesehatan dalam pemberitaan mengenai HIV dan orang yang hidup dengan HIV di media daring harianjogja.com selama periode Februari 2024 hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui dokumentasi teks berita yang dipublikasi pada periode tersebut, kemudian dianalisis dengan menelaah tiga dimensi analisis Fairclough: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan masih didominasi oleh istilah yang tidak sesuai dengan pedoman UNAIDS Terminology Guidelines 2015, seperti penderita AIDS dan virus mematikan. Bahasa yang digunakan dalam teks berita cenderung membingkai orang yang hidup dengan HIV sebagai objek penderitaan atau sumber ancaman moral. Praktik redaksional sering dibentuk oleh orientasi pada daya tarik publik dan logika klikbait, sehingga mengorbankan perspektif empatik dan pendekatan berbasis hak asasi manusia. Pemberitaan semacam ini berpotensi memperkuat stigma, melemahkan empati publik dan menghambat pencapaian target global Three Zero HIV 2030. Penelitian ini menegaskan urgensi transformasi jurnalisme kesehatan menuju pendekatan yang lebih humanistik, inklusif, dan adil melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk komunitas terdampak.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pada Berita Viral Pembatalan Pernikahan Batak Simanungkalit, Kaleb Edison; Wardani, Nugraheni Eko; Saddhono, Kundharu; Rohmadi, Muhammad
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8432

Abstract

Mass media play a crucial role in shaping public opinion and framing social reality through discourse construction. In online news reporting, the choice of words, text structure, and journalistic perspective significantly influence how events are perceived by the public. This study aims to analyze the critical discourse in the Tribun Medan news article titled “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) model. This research employs a qualitative method with data collected through documentation of the news text published on July 11, 2023, supported by relevant literature. The data were analyzed using the three dimensions of Van Dijk’s CDA: text structure (macrostructure, superstructure, and microstructure), social cognition, and social context. The results reveal that the news is not neutral but is constructed through linguistic choices, textual organization, and rhetorical strategies that emphasize the financial and social pressures experienced by the groom’s family. The analysis of social cognition shows that the journalist’s ideology, values, and personal experiences influence the framing of the event. Meanwhile, the social context analysis highlights power dynamics within Batak customary traditions, particularly regarding the rights and position of the male party in customary marriages, as represented by the highlighted demand for compensation in the news. This study contributes to CDA scholarship on local cultural reporting and offers a critical perspective on how media construct social realities.. Abstrak Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan membingkai realitas sosial melalui konstruksi wacana. Dalam konteks pemberitaan daring, pemilihan kata, struktur teks, dan sudut pandang jurnalis sangat memengaruhi bagaimana sebuah peristiwa dipersepsikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pada berita Tribun Medan berjudul “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi terhadap teks berita yang diterbitkan pada 11 Juli 2023, serta studi pustaka sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan tiga dimensi AWK Van Dijk, yakni struktur teks (makro, superstruktur, dan mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita tersebut tidak bersifat netral, melainkan dikonstruksi melalui pilihan bahasa, skema teks, dan strategi retoris yang menekankan kerugian finansial serta tekanan sosial yang dialami pihak pengantin pria. Analisis kognisi sosial mengungkap bahwa ideologi, nilai, dan pengalaman wartawan turut membentuk cara peristiwa diberitakan. Adapun pada konteks sosial, ditemukan bahwa dinamika kekuasaan dalam adat Batak, khususnya terkait hak dan posisi pihak laki-laki dalam pernikahan adat, direpresentasikan melalui tuntutan ganti rugi yang ditonjolkan media. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian AWK dalam pemberitaan budaya lokal dan memberikan perspektif kritis mengenai cara media mengonstruksi realitas sosial.
Desain Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri; Supianto, Supianto; Septiari, Wahyu Dini; Darmayanti, Rani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8241

Abstract

Designing a project-based evaluation model for Indonesian language learning as a Compulsory Curriculum Subject (MKWK) in Higher Education that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students is the objective of this research. The research method used is research and development (R&D), with stages of needs analysis and literature review, model design, expert validation, and model trials on students, and model finalization. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and student critical thinking tests. Data analysis techniques used were carried out with two approaches. Qualitative data were analyzed through Miles and Huberman's interactive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Meanwhile, quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the calculation of the mean, percentage, and model effectiveness testing using the t-test and N-Gain to determine the improvement of students' critical thinking skills. The Indonesian language learning evaluation model developed integrates project-based formative and summative assessments as well as critical reflection on lecture materials, especially in writing scientific articles. The conclusion of this study confirms that the developed evaluation model design is effective in facilitating the strengthening of students' critical thinking skills through contextual and reflection-based learning. This will increase the University Performance Index (IKU) of higher education institutions. Research results indicate that implementing this model can increase student engagement in the learning process and strengthen students' analytical, synthetic, and critical reasoning skills. The implications of this research emphasize the importance of learning evaluation that focuses not only on final results but also on students' in-depth thinking processes. Abstrak Merancang model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan dan literature review, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba model pada mahasiswa, serta finalisasi model. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan dua pendekatan. Data kualitatif dianalisis melalui teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi perhitungan rerata, persentase, dan uji efektivitas model menggunakan uji-t dan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan mengintegrasikan asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek serta refleksi kritis terhadap materi perkuliahan, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain model evaluasi yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis refleksi. Hal inilah yang akan menaikkan Indeks Kinerja Universitas (IKU) Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analisis, sintesis, serta penalaran kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.
Pemberitaan tentang Femisida Pada Media Daring Kompas.com dan Kompas.id: Analisis Wacana Berbasis Korpus Arviana, Flora Nerissa; Widodo, Pratomo; Sudartinah, Titik
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7602

Abstract

The murder of women motivated by hatred of their gender, known as femicide, is a crucial issue that frequently occurs in society. The mass media play an important role in shaping the public’s perceptions regarding femicide and the institutions that deal with it through the way they report the news related to both matters. This research aims to analyze the news discourse on femicide and the media's efforts to frame the image of institutions that deal with femicide cases in the online media Kompas.com and Kompas.id. This research employs a descriptive qualitative method and a corpus-based discourse analysis. Data were obtained from 36 news articles related to femicide in Kompas.com and Kompas.id. The femicide news corpus data will be entered into the Antconc software to analyze the word lists, concordance, n-grams, and colocations. The data collection process includes selecting articles, documenting news articles by copying the texts into the Notepad application, saving news texts in *txt. format, and inputting corpus data into the Antconc application. The data analysis process of this research starts from data reduction, data presentation, data triangulation, to drawing conclusions. The results showed that Kompas online media tend to use word choices that are directed at educating about femicide. Kompas online media tends to discuss femicide to raise awareness about femicide among the public. In describing the image of the National Commission on Violence Against Women, the online media Kompas uses positive word choices. This indicates that the public must trust Komnas Perempuan in handling femicide cases. Meanwhile, in describing the police institution's image, the online media Kompas presents this objectively, accurately, and based on the facts in the field. Some of the word choices used by Kompas online media also reveal the expectations of the public and Komnas Perempuan for the police institutions to be more responsive to femicide cases. Abstrak Pembunuhan terhadap perempuan yang didorong oleh kebencian terhadap jenis kelamin mereka, yang dikenal sebagai femisida, adalah isu krusial yang kerap terjadi di masyarakat. Media massa berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap femisida dan lembaga yang menangani femisida melalui cara pemberitaan terkait kedua hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana femisida direpresentasikan dalam pemberitaan, serta bagaimana media membentuk persepsi publik terhadap lembaga yang terlibat dalam penanganan kasus femisida. Metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis wacana berbasis korpus digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh dari 36 artikel berita terkait femisida dalam media Kompas.com dan Kompas.id. Proses pengumpulan data meliputi pemilihan artikel, dokumentasi artikel dengan menyalin teks-teks tersebut ke aplikasi Notepad, penyimpanan teks dalam format *txt., dan input data korpus di aplikasi Antconc. Tahap analisis data penelitian ini dimulai dari reduksi data, penyajian data, triangulasi data, sampai penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media daring Kompas cenderung menggunakan pilihan-pilihan kata yang mengarah pada edukasi mengenai femisida. Media daring Kompas cenderung mewacanakan femisida dengan tujuan memunculkan kesadaran (awareness) tentang femisida kepada masyarakat. Dalam menggambarkan citra lembaga Komnas Perempuan, media daring Kompas menggunakan pilihan kata yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat harus percaya kepada Komnas Perempuan dalam menangani kasus femisida. Sementara itu, dalam menggambarkan citra lembaga kepolisian, media daring Kompas mengungkapkan hal tersebut secara objektif, akurat, serta sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Beberapa pilihan kata yang digunakan media daring Kompas juga mengungkapkan ekspektasi masyarakat dan Komnas Perempuan terhadap lembaga kepolisian agar lebih tanggap terhadap kasus femisida.
Konstruksi Makna, Identitas Lokal, dan Spiritualitas dalam Folklor Batu Kuda: Kajian Semiotika Peirce Firmansyah, Arif; Vatahhayati, Nova Aldhita; Malik, Miftahul
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7839

Abstract

This study aims to obtain and describe the moral value of the oral tradition of Horse Stone folklore based on Pierce's semiotics in classifying objects based on the classification of symbols, icons, and indices. Pierce's use of semiotics is related to the uses possessed by folklore itself. All types of folklore, whether oral folklore, partly oral folklore or non-oral folklore, have uses or functions that are very important for human life. This makes folklore in life can describe the way a person involves himself in the midst of community life. The method used qualitative method with a semiotic approach, because the results of data that have been generated and collected on the Horse Stone folklore will be described in the form of written data. Finally, the results of data processing are used as a proposal for literature teaching materials in high school based on the Independent Curriculum in the form of modules. Learning folklore or folklore has a very important role in efforts to preserve noble values and local cultural wisdom. In education, folklore can be used as a learning medium and can be used as learning material for students. The use of folklore as an educational medium can be utilized in various disciplines, which of course the selection of folklore used must be right with the subject matter to be delivered. The use of folklore as an educational medium also acts as one step in preserving existing local culture. Therefore, getting used to delivering lessons through teaching materials is an effort to preserve folklore as part of culture, both protection, utilization and development of folklore in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mendeskripsikan nilai moral dari tradisi lisan folklor Batu Kuda ini berdasarkan semiotik Pierce dalam penggolongan objek berdasarkan klasifikasi simbol, ikon, dan indeks. Penggunaan semiotika Pierce ini berkaitan dengan kegunaan yang dimiliki oleh folklor itu sendiri. Keseluruhan jenis folklor baik folklor lisan, folklor sebagian lisan ataupun folklor non lisan, memiliki kegunaan atau fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Hal tersebut membuat folklor dalam kehidupan itu dapat menggambarkan cara seseorang melibatkan dirinya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik, karena hasil data yang telah dihasilkan dan dikumpulkan pada folklor Batu Kuda akan dideskripsikan dalam bentuk data tertulis. Terakhir hasil pengolahan data dijadikan sebagai usulan bahan ajar sastra di SMA berdasarkan Kurikulum Merdeka berbentuk modul. Pada isi cerita folklor Batu Kuda ini, peneliti mendapatkan 11 hasil analisis data yang menggunakan semiotika Pierce yang pengklasifikasianya berdasarkan objeknya yang di dalamnya terdapat : Ikon adalah tanda yang menyerupai bentuk objek aslinya. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis ikon pada folklor Batu Kuda. Indeks adalah tanda yang berkaitan dengan hal yang bersifat kausal, atau sebab akibat. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis indeks pada folklor Batu Kuda. Dan Simbol adalah tanda yang berkaitan dengan penandanya dan juga petandanya. Terdapat lima (5) data dari hasil analisis simbol pada folklor Batu Kuda. Dengan total keseluruhan data yang diperoleh dalam analisis semiotika pada folklor Batu Kuda yaitu berjumlah sebelas (11) data yang terdiri dari tiga pengkategorisasian.
Pengembangan Bahan Ajar Teks Biografi Berbasis Kearifan Lokal Berbantu QR Code Hidayat, Muhammad Taufik; Rizki, Azrul; Junaidi, Teuku; Nuriana, Nuriana; Wulanda, Wulanda; Al Furqan, Al Furqan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8412

Abstract

This study aims to create innovative teaching materials focused on biographical texts by utilizing Local Wisdom and QR Code technology. The research method used is Research and Development (R&D) following the steps outlined by Borg and Gall. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and testing techniques using material testing instruments and expert validation. Data analysis techniques were conducted using quantitative analysis in the form of calculating the average validation and test scores. The research was also analyzed qualitatively for content and teaching material usage. The results of this study are expected to produce teaching materials that can be used by teachers in Indonesian language learning in Langsa City high schools, creating a more interactive learning experience and reducing the use of conventional teaching materials. The steps are (1) the pre-development stage, (2) the product development and testing stage, and (3) the product revision stage. The research findings show that (1) the expert material test had an average score of 89% in the excellent category, (2) the design trial had an average score of 88% in the excellent category, and (3) the field trial had a score of 89%, meaning that the digital teaching book for writing biographical texts is suitable for implementation in the learning process. The research results conclude that biographical text material containing local elements is easier for students to understand. Digital-based content helps students learn more effectively. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar inovatif yang berfokus pada teks biografi dengan memanfaatkan teknologi Kearifan Lokal dan QR Code. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti langkah-langkah Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan teknik tes dengan instrument ujia mteri dan validasi ahli. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif berupa perhitungan rerata skor validasi dan tes. Penelitian juga dianalisis dengan kualitatif untuk konten dan penggunaan bahan ajar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan bahan ajar yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Langsa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dan mengurangi penggunaan bahan ajar konvensional. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan dan uji coba produk, dan (3) tahap revisi produk. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) uji tim ahli materi dengan skor rata-rata 89% kategori sangat baik, (2) uji coba desain dengan skor rata-rata 88% kategori sangat baik, (3) uji coba lapangan luas sebesar 89% sehingga produk buku ajar digital menulis teks biografi layak untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa materi teks biografi yang mengandung unsur lokalitas lebih mudah dipahami oleh siswa. Konten berbasis digitalisasi membantu siswa untuk lebih efektif dalam belajar.
From Structure to Social Dimensions: A Contrastive Study on Numerical Systems in Indonesian, Javanese, and Balinese Wijana, I Dewa Putu; Yoga, Adwidya
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8370

Abstract

The study of numerical systems in Indonesian, Javanese, and Balinese languages reveals significant syntactic and semantic differences despite their genetic relation within the Austronesian family. This paper examines how each language expresses numerals, categorizing them into cardinal, ordinal, collective, and indefinite types, and how these categories reflect broader sociocultural influences on linguistic development. Alwi et al. (2010) and Keraf (1991) emphasize the multifaceted roles of numbers in language, illustrating their grammatical functions and contextual nuances. This research highlights the interaction between numerals and unit nouns, enhancing the semantic richness of numerical expressions. An analysis of Balinese showcases complex categorization and phonological rules governing number formation, further complicating the learning process. In contrast, the Javanese adopt a simplified framework that may overlook certain linguistic intricacies. This comparative study explores the sociocultural dimensions that shape numerical expressions, offering insights into the interplay between language and culture in the representation of numbers. This research also implies that, in pedagogical and educational contexts, a cross-cultural understanding of numerical systems across various traditional languages in Indonesia is urgently needed to provide a cohesive teaching environment that connects subjects such as languages, math, physics, and others that involve numerical systems and terms. Abstrak Kajian tentang sistem bilangan dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Bali mengungkap adanya perbedaan sintaktis dan semantis yang signifikan, walaupun ketiganya secara genetis berkerabat dalam rumpun bahasa Austronesia. Artikel ini membahas bagaimana setiap bahasa mengekspresikan bilangan dengan mengategorikannya ke dalam jenis bilangan kardinal, ordinal, kolektif, dan tak tentu, serta bagaimana kategori-kategori tersebut mencerminkan pengaruh sosial budaya yang lebih luas terhadap perkembangan bahasa. Alwi et al. (2010) dan Keraf (1991) menekankan peran multifaset bilangan dalam bahasa, menunjukkan fungsi gramatikal dan nuansa kontekstualnya. Penelitian ini menyoroti interaksi antara bilangan dan kata satuan yang memperkaya makna dalam ungkapan numerik. Analisis terhadap bahasa Bali memperlihatkan kategorisasi yang kompleks serta aturan fonologis yang mengatur pembentukan bilangan, yang semakin memperumit proses pembelajaran. Sebaliknya, bahasa Jawa mengadopsi kerangka yang lebih sederhana yang berpotensi mengabaikan beberapa kerumitan linguistik tertentu. Studi komparatif ini mengeksplorasi dimensi sosial budaya yang membentuk ekspresi numerik, menawarkan wawasan tentang keterhubungan antara bahasa dan budaya dalam representasi bilangan. Penelitian ini juga mengisyaratkan bahwa dalam konteks pedagogis dan pendidikan, pemahaman lintas budaya mengenai sistem bilangan dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia sangat diperlukan untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang koheren dan menghubungkan mata pelajaran seperti bahasa, matematika, fisika, dan disiplin lain yang melibatkan sistem dan istilah bilangan.
Zakat Philanthropy and Power: Critical Discourse Analysis of BZNAS Disaster Response Narratives in Indonesia Rahmat, Wahyudi; Tiawati, Refa Lina; Cesaria, Anna; Zulfa, Zulfa; Tatalia, Ricci Gemarni; Azri, Harizqi; Mujtaba, Sultan Tirta; Rahmad, Hari Adi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8433

Abstract

This study investigates how the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) constructs its institutional image and legitimacy in disaster management through discourse. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, the research explores textual, cognitive, and contextual dimensions of BAZNAS’s disaster response narratives. The study analyzes official publications, press releases, and media reports to reveal how language is strategically employed to shape public perception of BAZNAS as both a faith-based and professional humanitarian actor. The findings demonstrate that BAZNAS incorporates Syariah legitimacy (endorsed by the Indonesian Ulema Council's Fatwa No. 66/2022), technocratic legitimacy (achieved through ISO 9001:2015 certification and unqualified audit opinions), and political legitimacy (via endorsements from State officials). These layers of discourse position BAZNAS as a quasi-state institution bridging religious duty and bureaucratic professionalism. At the superstructural level, narratives emphasize rapid response, organizational efficiency, and structured governance, while micro-level analysis highlights rhetorical strategies such as quantification, metaphors of heroism, and digital transparency that reinforce credibility and public trust. This study concludes that BAZNAS’s discourse transforms the meaning of Zakat from a traditional act of charity into a modern instrument of disaster governance and social resilience. By linking faith-based values with managerial and state-endorsed frameworks, BAZNAS strengthens its role as a central actor in Indonesia’s philanthropic ecosystem. The research contributes to the understanding of Islamic philanthropy, discourse, and power relations in the context of humanitarian crises. Abstrak Penelitian ini menginvestigasi bagaimana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membangun citra kelembagaan dan legitimasi dalam penanggulangan bencana melalui wacana. Dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk, penelitian ini mengeksplorasi dimensi tekstual, kognitif, dan kontekstual dari narasi respons bencana BAZNAS. Studi ini menganalisis publikasi resmi, siaran pers, dan laporan media untuk mengungkap bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap BAZNAS sebagai aktor kemanusiaan yang berbasis keagamaan sekaligus profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS menggabungkan legitimasi Syariah (diperkuat oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 66/2022), legitimasi teknokratis (melalui sertifikasi ISO 9001:2015 dan opini audit tanpa pengecualian), serta legitimasi politik (melalui dukungan pejabat negara). Lapisan-lapisan wacana tersebut memosisikan BAZNAS sebagai lembaga kuasi-negara yang menjembatani kewajiban keagamaan dengan profesionalisme birokratis. Pada tataran superstruktur, narasi menonjolkan respons cepat, efisiensi organisasi, dan tata kelola yang terstruktur; sementara analisis pada level mikro menyoroti strategi retoris seperti kuantifikasi, metafora heroisme, dan transparansi digital yang memperkuat kredibilitas dan kepercayaan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana BAZNAS mentransformasikan makna zakat dari sekadar tindakan amal tradisional menjadi instrumen modern tata kelola bencana dan ketangguhan sosial. Dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kerangka manajerial dan dukungan negara, BAZNAS memperkuat perannya sebagai aktor sentral dalam ekosistem filantropi di Indonesia.
Gejala Hiperkorek Pada Tugas Mahasiswa yang Berbantukan Artificial Intelligence: Kajian Semantik Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Fahira, Dima Azharul; Rahman, Muhammad Arif
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8019

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of hypercorrection in students’ assignments written with the assistance of Artificial Intelligence (AI). This research employs a descriptive qualitative method. The data sources are students’ assignments produced with the help of AI applications. The data consist of text excerpts in the form of words, phrases, clauses, and sentences containing semantic errors. The research was conducted at three universities UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif specifically in the Indonesian Language Education study program, from May to September 2024. Data were collected using the non-participatory observation method (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking technique. The data were analyzed using the distributional method (Metode Agih) with the Immediate Constituent Analysis technique (Bagi Unsur Langsung/BUL) and the translational equivalent method (Metode Padan Translasional) with the Determining Element Sorting technique (Pilah Unsur Penentu/PUP). The results show that from the essays produced by students across the three universities in the Ciayumajakuning region, there were 27 cases of hypercorrection errors. These errors generally occurred due to the excessive or inappropriate use of words that altered the intended meaning. Overall, the findings indicate that the use of AI in academic writing has not yet fully supported linguistic accuracy, particularly in the semantic aspect. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala hiperkorek dalam tugas mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari tugas mahasiswa yang menggunakan bantuan AI dalam proses penulisannya. Data penelitian berupa penggalan teks berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa pada tataran semantik. Penelitian dilaksanakan di tiga universitas, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif pada program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan waktu pelaksanaan mulai Mei hingga September 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) serta metode padan translasional dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teks esai mahasiswa di tiga universitas wilayah Ciayumajakuning ditemukan sebanyak 27 data kesalahan berbahasa yang tergolong gejala hiperkorek. Kesalahan tersebut umumnya berupa penggunaan kata berlebihan atau bentuk koreksi berlebihan yang tidak sesuai dengan konteks makna. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam penyusunan tugas akademik belum sepenuhnya mampu mendukung ketepatan berbahasa, khususnya pada aspek semantik.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Tujuan Komunkasi Bisnis Bermuatan Video Animasi Juwanda, Juwanda; Zulaeha, Ida; Mardikantoro, Hari Bakti; Yuniawan, Tommi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8372

Abstract

The purpose of this study is to develop BIPA teaching materials for business communication purposes with animated video content. This study is a development research using the Analysis, design, development, implementation, Evaluation (ADDIE) model. The results of this study indicate (1) The results of the analysis of the needs of BIPA teachers and learners for business communication purposes require teaching materials that contain themes and materials that contain business elements. In addition, teachers and learners need digital teaching materials that contain images, illustrations, and videos. (2) The design of BIPA teaching materials for business communication purposes containing animated videos includes the themes of Self-Introduction, Indonesian Work Culture, Let's Send Letters, Negotiation, Job Interviews, Business Reports, and Company Organizational Structure. In each unit there are materials for four language skills (3) Based on the validation results from material experts and media experts, it shows that BIPA digital teaching materials for business communication purposes containing animated videos are very valid. This can be seen from the average validation value of material experts and media experts, namely 87.58, this value indicates that the teaching materials are very valid and suitable for use. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tujuan komunikasi bisnis dengan muatan video animasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Analysis, design, develovement, implementation, Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan denggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis membutuhkan bahan ajar yang memuat tema dan materi yang mengandung unsur bisnis. Selain itu, pengajar dan pembelajar membutuhakan bahan ajar digital yang memuat gambar, ilustrasi, dan video. (2) Berdasarkan hasil validasi dari para ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi sangat valid. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai validasi ahli materi yaitu 87,88, rata-rata nilai validasi ahli media 92,5. Berdasarkan hasil validasi tersebut rata-rata nilai validasi dari ahli materi dan media yaitu 90,19 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. (3) Berdasarkan hasil implementasi bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi didapat nilai respons pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis sebesar 87 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan pengguna didapat rata-rata nilai validasi sebesar 82. Nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid dan layak untuk dipergunakan.