cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 160 Documents
Studi Kesesuaian dan Arah Strategis Pengelolaan Pengembangan Wisata Pantai di Pulau Sebesi Yuliana, Darma; Damai, Abdullah Aman; Hasani, Qadar; Yulianto, Herman; Caesario, Rachmad; Diantari, Rara; Reza, Muhammad; Julian, David; Delis, Putu Chintia; Putriani, Rizha Bery
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94856

Abstract

Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata bahari berkelanjutan karena kekayaan ekosistem laut, topografi unik, serta letaknya yang strategis dekat Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pengelolaan wisata di pulau ini masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya infrastruktur, rendahnya promosi, dan belum adanya perencanaan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi atau menilai tingkat kesesuaian lahan untuk kebutuhan wisata pantai sekaligus merancang strategi pengembangan yang sesuai. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung serta wawancara kuesioner. Analisis data dengan pengukuran Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Nilai IKW pada Stasiun 1 tercatat 2,245, Stasiun 3 sebesar 2,415, dan Stasiun 4 sebesar 2,32, ketiganya termasuk kategori sesuai. Sementara Stasiun 2 sebesar 2,9 termasuk kategori sangat sesuai. Berdasarkan SWOT, Pulau Sebesi berada pada kuadran III. Hal ini berarti strategi yang direkomendasikan adalah WO (memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan). Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan promosi digital, pelatihan sumber daya manusia lokal, dan kolaborasi multipihak untuk perencanaan pengelolaan terpadu. Hasil kajian menunjukan bahwa Pulau Sebesi berpeluang besar menjadi destinasi ekowisata unggulan jika pengelolaannya diarahkan secara tepat dan partisipatif.
Kepadatan dan Pola Distribusi Kima (Tridacnidae) di Perairan Timur Pulau Penata Besar Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Sukmajaya, Andira; Sofiana, Mega Sari Juane; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae) di perairan timur Pulau Penata Besar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2025 di tiga stasiun dengan karakteristik lingkungan berbeda, menggunakan metode belt transect sepanjang 50 meter dan lima plot pengamatan berukuran 10 × 10 meter pada masing-masing stasiun. Analisis kepadatan dihitung berdasarkan jumlah individu per satuan luas, sedangkan pola distribusi dianalisis menggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies kima, yaitu Tridacna crocea dan Tridacna squamosa, dengan T. crocea sebagai spesies dominan. Kepadatan tertinggi T. crocea ditemukan di Stasiun II sebesar 0,284 ind/m ², sedangkan T. squamosa memiliki kepadatan sangat rendah dan tidak merata. Pola distribusi T. crocea di semua stasiun bersifat mengelompok dengan nilai Indeks Morisita (Ip) berkisar antara 0,59492"“0,60317. Parameter perairan seperti suhu (28,83"“29,73 °C), salinitas (32,23"“33,20 ppt), dan kedalaman (1,3"“2,9 m) berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan kima, namun kecepatan arus yang rendah (0,05"“0,06 m/s) dapat menjadi faktor pembatas. Temuan ini menunjukkan pentingnya perlindungan habitat dan pengelolaan berbasis ekosistem dalam upaya konservasi kima, serta perlunya pelibatan masyarakat lokal dalam strategi konservasi yang berkelanjutan.
Kelimpahan Sampah Laut Makro di Pantai Sungai Belacan Kabupaten Sambas Imaniraga, Moh Tegar putra; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94197

Abstract

Pantai Sungai Belacan memiliki peran yang signifikan dalam sektor pariwisata dan sebagai lokasi peneluran penyu. Namun, akumulasi sampah di area ini mengancam kesehatan lingkungan dan dapat berdampak negatif pada berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menilai suatu kebersihan pantai dengan menggunakan Indeks Kebersihan Pantai (Clean Coast Index), sebagai perhitungan untuk mengukur suatu tingkat kebersihan pantai berdasarkan jumlah dan jenis sampah yang ditemukan. Metode purposive samping digunakan dengan empat titik stasiun pengambilan sampel. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi komposisi, distribusi dan menghitung nilai CCI untuk setiap lokasinya. Hasil penelitian menunjukan terdapat 578 item sampah laut dengan total berat 31.127 gram, Sampah plastik mendominasi dengan nilai persentase sebesar 71,80%. Berdasarkan perhitungan CCI, Pantai Sungai Belacan memperoleh nilai 10,35 yang masuk ke dalam kategori kotor Hasil ini mengidikasikan bahwa meskipun masuk kedalam kategori kotor, Namun perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk mengatasi permasalah ini. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan kesadaran lingkungan melalui edukasi serta kerjasama yang erat antara pembuat kebijakan dan masyarakat setempat dalam upaya mengurangi akumulasi sampah.
Laju Pertumbuhan Eucheuma Cottonii Metode Keramba Jaring Apung dengan Berat Awal Berbeda di Melanau Barat, Pulau Lemukutan Hertadi, Rizky; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94309

Abstract

Pemilihan berat awal bibit merupakan salah satu faktor krusial dalam budidaya rumput laut yang dapat mempengaruhi efisiensi dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) rumput laut Eucheuma cottonii serta menentukan berat awal bibit yang paling efisien pada metode budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian dilaksanakan selama 40 hari di perairan Melanau Barat, Pulau Lemukutan, menggunakan empat kelompok perlakuan berat awal bibit yang berbeda: 50 g, 100 g, 150 g, dan 200 g. Data dianalisis menggunakan statistik non- parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi pada berat awal 100 g dimana hasil pertumbuhan mutlak sebesar 136 g, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai Asymp. Sig. 0,49 (p > 0,05). Sebaliknya, laju pertumbuhan spesifik (SGR) menunjukkan perbedaan sangat signifikan dengan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05), dimana bibit dengan berat awal 50 g memiliki SGR tertinggi (rata-rata akhir 2,95%/hari). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara efisiensi pertumbuhan dan akumulasi biomassa akhir. Bibit dengan berat awal 50 g menunjukkan efisiensi pertumbuhan tertinggi, sedangkan bibit dengan berat awal 100 g menghasilkan biomassa total terbesar pada akhir masa budidaya. Pemilihan berat awal bibit yang optimal perlu disesuaikan dengan orientasi tujuan budidaya, apakah untuk mempercepat siklus produksi atau memaksimalkan hasil panen total.
Analisis Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Hasil Transplantasi Terumbu Karang terhadap Perbedaan Kedalaman di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu Syaputra, Andika Charles; Anggoro, Ari; Sugara, Ayub
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94462

Abstract

Pulau Tikus merupakan pulau yang terletak di dalam wilayah administratif Kota Bengkulu. Pulau Tikus dikelilingi oleh terumbu karang yang luas sehingga mampu melindungi daratan pulau dari abrasi yang disebabkan oleh gelombang. Metode transplantasi karang yang digunakan ialah metode web spider, metode ini menjadi salah satu teknik rehabilitasi karang yang paling berhasil. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelangsungan hidup terumbu karang dengan metode web spider dengan kedalaman yang berbeda perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu. Pada penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk hasil pertumbuhan rata-rata panjang fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 0,51 mm/2 minggu. Sedangkan, untuk pertumbuhan panjang fragmen pada kedalaman 5 meter ialah 0,91 mm/2 minggu. Selanjutnya untuk pertumbuhan lebar dari fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 1,40 mm/2 minggu dan kedalaman 5 meter 0,36 mm/2 minggu. Transplantasi terumbu karang dengan metode web spider di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) berkisar antara 83-91,67% kedalaman 3 meter dan 75-87,50% pada kedalaman 5 meter.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mangrove di Kawasan Ekowisata Borneo Bahari Desa Sungai Kakap Kalimantan Barat Cahyany, Brigita Sari Kusuma; Juniarti, Juniarti; Alfadzri, Andry; Listy, Irma; Awlia, Isti; Hidayat, Ade; Triono, Riski; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94959

Abstract

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mempunyai total luasan area ekosistem mangrove mencapai 44.625,76 hektar. Ekosistem mangrove memiliki potensi besar sebagai sumber metabolit sekunder yang berperan penting dalam mekanisme adaptasi terhadap tekanan lingkungan. Kawasan ekowisata Borneo Bahari yang berada di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya merupakan area pesisir yang ditumbuhi oleh berbagai jenis mangrove seperti Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Namun, belum ada kajian mengenai kandungan metabolit sekunder pada mangrove di kawasan ekowisata Borneo Bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Metabolit sekunder dari ketiga jenis mangrove diekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol A. ilcifolius mengandung flavonoid dan saponin. Mangrove A. marina mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid. Jenis S. caseolaris menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan steroid. Temuan ini menjadi dasar awal dalam eksplorasi lebih lanjut seperti potensi bioaktivitas metabolit sekunder dari mangrove di wilayah tersebut.
Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Kerang Darah (Anadara granosa) Hasil Tangkapan Nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Fahrurozi, Zidhan Muhammad; Eryati, Ristiana; Ritonga, Irwan Ramadhan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.99922

Abstract

Mikroplastik pada biota perairan merupakan salah satu permasalahan global yang dihadapi sekarang ini. Salah satu biota perairan yang diketahui mengakumulasi mikroplastik adalah kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mikroplastik serta menganalisis korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan ukuran kerang darah. A. granosa dengan ukuran yang berbeda (kecil, sedang dan besar) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Proses identifikasi mikroplastik pada A. granosa menggunakan metode mikroskopis secara visual. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 4 tipe mikroplastik yang ditemukan pada daging kerang yang didominasi oleh tipe fiber (507 partikel), fragmen (273 partikel), film (194 partikel) dan pellet (15 partikel). Kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada daging A. granosa adalah tipe fiber (11,3 partikel/ind), fragmen (6,07 partikel/ind), film (4,31 partikel/ind), dan pellet (0,33 partikel/ind). Tipe fiber merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu 507 partikel per individu. Warna hitam sebanyak 289 partikel mendominasi pada tipe mikroplastik yang ditemukan. Hubungan antara kelimpahan mikroplastik dan ukuran kerang (panjang dan berat) memiliki tingkat korelasi sangat kuat dan signifikan (p < 0,05).
Pengaruh Variasi Kedalaman terhadap Struktur Komunitas Ikan Terumbu Karang di Kepulauan Seribu, Jakarta Yudha, Firsta Kusuma; Sachio, Nikolas; Hidayati, Tirza; Fuadi, Itsar Nur; Assyifa, Siti Fatma; Rabiyanti, Intan; Afif, M. Irfan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.98019

Abstract

Ikan terumbu karang merupakan salah satu kelompok biota dominan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelimpahan dan biomassa ikan terumbu karang pada dua kedalaman berbeda di perairan Pulau Pramuka dan sekitarnya. Pengamatan dilakukan pada tujuh stasiun menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). -rata kelimpahan ikan pada kedalaman 3 m mencapai 46 ind/100 m², sedangkan pada kedalaman 10 m hanya 28 ind/100 m². Biomassa tertinggi pada kedalaman dangkal tercatat di Selatan Pulau Panggang sebesar 3.397,29 g/100 m², sementara biomassa terendah ditemukan di Utara Pulau Pramuka sebesar 677,84 g/100 m². Pada kedalaman 10 m, biomassa tertinggi terdapat di Selatan Pulau Air (5.301,68 g/100 m²) dan terendah di Dermaga 1 Pulau Pramuka (60,65 g/100 m²). Secara umum, ikan mayor mendominasi pada kedalaman dangkal, sedangkan ikan target lebih sering dijumpai pada kedalaman dalam. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi kedalaman berpengaruh nyata terhadap struktur komunitas ikan terumbu karang melalui distribusi kelimpahan dan biomassa pada setiap lokasi pengamatan.
Tingkat Kestabilan Pantai di Pesisir Pelabuhan Mawasangka Awaluddin, Awaluddin; Takwir, Amadhan; Bahdad, Bahdad
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan pantai merupakan hasil interaksi kompleks antara berbagai faktor fisik, termasuk parameter tinggi gelombang, panjang gelombang, kelandaian pantai, serta ukuran butiran sedimen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kestabilan pantai diperairan Pelabuhan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data dari hasil pengukuran di lapangan, observasi, dan dokumentasi, penelitian. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Metode penentuan kestabilan pantai menggunakan metode Sunamura dan Horikawa karena mampu memberikan estimasi kuantitatif terhadap perubahan garis pantai yang disebabkan oleh gelombang laut, terutama dalam konteks pengaruh arus sejajar pantai terhadap transportasi sedimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi Akresi atau abrasi ringan diperairan Pelabuhan Mawasangka di empat titik Stasiun penelitian Stasiun (1) dengan nilai 0,295289, Stasiun (2) 0,364086, Stasiun (3) 0,364086 dan Stasiun (4) 0,295289. Kondisi penelitian ini dipengaruhi oleh tinggi gelombang, panjang gelombang, kelandaian pantai, serta ukuran butiran sedimen.
Studi Perbandingan Karakter Morfometrik Lamun Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh di Perairan Bangka Selatan Emillia, Emillia; Adi, Wahyu; Supratman, Okto; Muftiadi, Muhammad Rizza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.96906

Abstract

Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh, adalah salah satu spesies lamun yang ditemukan di Bangka Selatan. Kajian mendalam mengenai perbedaan karakter morfometrik O. serrulata di wilayah Bangka Selatan belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi morfologi lamun, menganalisis karakter morfometrik lamun dan pengaruh susbtrat terhadap morfometrik O. serrulata. Penelitian dilakukan bulan Juni 2023 di Pantai Tanjung Kerasak, Penutuk, Kumbung dan Tanjung Sangkar. Penentuan titik lokasi sampling lamun dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data morfometrik di analisis menggunakan analisis one way Anova, Principal Component Analysis (PCA) dan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan panjang daun berkisar antara 22,86-101,48 mm, lebar daun 6,19-8,19 mm, panjang tangkai lamun 14,79-36,06 mm, diameter tangkai yaitu 2,14-2,46 mm. Sementara itu, panjang rhizoma berkisar 40,8-51,35 mm, diameter rhizoma 2,19-2,63 mm dan panjang akar 32,69-88-92 mm. Berdasarkan analisis komponen utama, substrat yang berpengaruh adalah pecahan karang, pasir, dan lumpur. Hasil analisis kluster yang mempunyai kesamaan antar lokasi yaitu Kumbung dan Tanjung Sangkar sedangkan hasil analisis Anova yaitu hanya mempunyai perbedaan secara signifikan pada bagian tangkai O. serrulata.