cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2024)" : 13 Documents clear
Pembentukan jaringan-aktor smart eco village di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Oktaviannor, Tomi; Wirawan, Rudolf; Maryono, Maryono; Al Syahrin, M Najeri; Irawan, Anugrah Septiadi; Muhammad, Mahathir; Maulana, M Azhar
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.15872

Abstract

Desa Hiyung merupakan salah satu desa yang memiliki potensi cabai terpedas di Indonesia. Meski demikian, desa Hiyung selama ini masih mengatasi beberapa persoalan secara parsial utamanya dalam peningkatan produktivitas cabe, pemasaran dan tata kelola organisasi tani. Desa dengan konsep smart eco village akan sulit berkembang apabila tidak ada dukungan eksternal, karena orang-orang di desa memiliki keterbatasan. Sementara pemerintah daerah dan pemerintah desa juga terbatas dalam memberi dukungan baik dari segi anggaran maupun SDM. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk jaringan-aktor smart ecovillage untuk memetakan tugas dan tanggung jawab klasifikasi kerja dari eco-buddies, eco-leader serta community leader yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, aktivis sosial, pemerintah dan dunia industri. Jaringan-aktor yang sudah berhasil dibentuk tergabung dalam Forum Relawan Pengabdi Bangsa yang berasal dari perguruan tinggi terdiri dari dari mahasiswa (eco buddies) dan dosen (eco-leader), serta Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa Hiyung serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tapin Tengah sebagai community leader. Jaringan aktor lainnya dari industri/aktivis/wirausaha yakni Wirasoft Foundation dan Diaspora Australia serta jaringan aktor dari masyarakat desa/UMKM desa yakni 12 Kelompok Tani Desa Hiyung. Pembentukan Jaringan-aktor Smart Eco Village Desa Hiyung dimaksudkan guna membangun jaringan informasi dan sumber daya pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan di desa Hiyung.   Establishment of a smart eco-village actor network in Hiyung Village, Central Tapin District, Tapin Regency   Abstract. Hiyung Village is one of the villages that has the potential for the hottest chilies in Indonesia. However, Hiyung village is still partially overcoming several problems, especially in increasing chili productivity, marketing, and governance of farmer organizations. Villages with the smart eco-village concept find it difficult to develop if there is no external support because the people in the village have limitations. Meanwhile, regional governments and village governments are also limited in providing support both in terms of budget and human resources. This activity aims to form a smart ecovillage actor network to map the duties and responsibilities of work classifications consisting of eco-buddies, eco-leaders, and community leaders consisting of academics, students, social activists, government, and the industrial world. The actor-network that has been successfully formed is part of the Forum Relawan Pengabdi Bangsa which comes from universities consisting of students (eco buddies) and lecturers (eco-leaders), the Regional Government, Hiyung Village Government, and the Tapin Tengah District Agricultural Extension Center (BPP) as a community leader. Another network of actors from industry/activists/entrepreneurs, namely the Wirasoft Foundation and the Australian Diaspora, as well as a network of actors from village communities/village MSMEs, namely the 12 Hiyung Village Farmer Groups. The formation of the Smart Eco Village Actor Network in Hiyung Village is intended to build a network of information and resources for economic, social, and environmental development in Hiyung Village.
Optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan melalui Program KALIMASADA Rachmaniyah, Bunga Ayufi; Utami, Anisa Fitria; Nisa, Fauzatul Laily
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.16405

Abstract

Tujuan adanya kegiatan Sosialisasi ini adalah untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa dalam melengkapi administrasi kependudukan saat ini sudah lebih mudah karena bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Klampid New Generation. Selain itu, juga untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat bahwa tertib administrasi kependudukan sangat diperlukan, karena administrasi kependudukan sebagai dasar yang dipakai dalam keperluan apapun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode direct (langsung) yaitu melakukan Sosialisasi pentingnya administrasi kependudukan yang lengkap, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat terkait kemudahan dalam melengkapi administrasi kependudukan yang dapat diajukan melalui aplikasi Klampid New Generation secara mandiri. Dalam hal ini, hasil yang didapat dalam pengoptimalan keasadaran masyarakat untuk melengkapi administrasi kependudukan sudah hampir optimal karena kegiatan ini dapat memberikan wawasan ataupun pengetahuan kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui pentingnya tertib administrasi kependudukan menjadi paham bahwa administrasi kependudukan yang lengkap sangat diperlukan karena pengurusannya sudah lebih mudah, cepat, dan efisien.   Optimization of civil registration services through the KALIMASADA Program   Abstract: The purpose of this Socialization activity is to provide knowledge to the community that completing the population administration is now easier because it can be done independently through the Klampid New Generation application. In addition, it is also to provide knowledge to the community that orderly population administration is very necessary because population administration is the basis used for any purpose. The method used in this service is the direct method, namely socializing the importance of complete population administration, training, and assistance to the community regarding the ease of completing population administration which can be submitted through the Klampid New Generation application independently. In this case, the results obtained in optimizing public awareness to complete population administration are almost optimal because this activity can provide insight or knowledge to people who previously did not know the importance of orderly population administration to understand that complete population administration is needed because the management is easier, faster, and more efficient.
Peningkatan kompetensi komunikasi pariwisata melalui pelatihan public speaking Pokdarwis Mangunharjo Semarang Rahmah, Hilda; Safira, Citra; Fitrianti, Ayang
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17715

Abstract

Mangunharjo merupakan kelurahan di Kota Semarang yang memiliki wisata potensial, antara lain atraksi wisata seperti karawitan, dirt bike, kuda lumping, kampung tematik dan kampung batik yang dikelola oleh warga melibatkan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Durenan Indah. Sebagai penggerak dan pendukung kepariwisataan desa, idealnya setiap anggota Pokdarwis mampu menjadi komunikator untuk memberikan pelayanan informasi kepariwisataan kepada wisatawan dan warga setempat. Namun tidak semua anggota kelompok memiliki kemampuan komunikasi pariwisata yang baik serta mampu konsisten dalam membuat konten promosi di sosial media. Hal ini berimplikasi pada  kurangnya daya tarik wisata. Oleh karenanya dibutuhkan pelatihan public speaking untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pariwisata Pokdarwis guna memperluas jangkauan audien. Kegitan ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan model analisis Paired Samples Test (t- test). Hasil kegiatan menunjukkan terjadi perbedaan yang signifikan pada kemampuan komunikasi pariwisata sebelum dan sesudah diberikan pelatihan public speaking. Berdasarkan hasil analisis t-test, diperoleh nilai signifikansi 2-tailed <0.05 yang dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan public speaking terhadap peningkatan kompetensi komunikasi pariwisata anggota Pokdarwis Durenan Indah.   Improving tourism communication competence through public speaking training of Pokdarwis Mangunharjo Semarang   Abstract: Mangunharjo is a sub-district in Semarang City that has potential tourism, including tourist attractions such as karawitan, dirt bike, kuda lumping, thematic villages, and batik villages managed by residents involving the Tourism Awareness Group or Pokdarwis Durenan Indah. As a promoter of village tourism, ideally, each Pokdarwis member can become a communicator to provide tourism information services to tourists and residents. However, not all group members have good tourism communication skills and can consistently create promotional content on social media. This has implications for the lack of tourist attractions. Therefore, public speaking training is needed to improve Pokdarwi's tourism communication competency and expand the reach of the audience. This activity uses a participatory method, with a Paired Samples Test (t-test) analysis model. The activity results showed a significant difference in tourism communication skills before and after being given public speaking training. Based on the results of the t-test analysis, a 2-tailed significance value of <0.05 was obtained, which can be concluded that there is an influence of public speaking training on improving the tourism communication competence of Pokdarwis Durenan Indah members.
Pendidikan keselamatan anak sebagai upaya peningkatan safety awareness di sekolah Widowati, Evi; Wahyuningsih, Anik Setyo; Pangesti, Lely Tri; Putri, Risa Anggita; Febriananda, Hanif Satria; Anisa, Aza Putri; Wahid, Ayu Fadilah
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17803

Abstract

Sekolah merupakan tempat dimana anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk belajar, bermain dan berkembang, namun kenyataannya, anak banyak terpapar bahaya (multi-bahaya) ketika mereka berada disekolah, sehingga banyak insiden keselamatan terjadi disekolah akibat adanya bahaya fisik, biologi, ergonomi dan psiko-sosial yang mengakibatkan anak mengalami cidera minor hingga serius, tertular penyakit dan menjadi korban kekerasan dilingkungan sekolah, baik yang terlaporkan ataupun tidak. Disisi lain, belum optimalnya penerapan budaya keselamatan dan pengetahuan yang masih minim pada siswa terkait pencegahan dan penanganan bahaya keselamatan yang ada disekolah mendorong tim untuk melakukan kegiatan ini, dengan tujuan untuk meningkatkan safety awareness disekolah dalam menghadapi ancaman multi-hazards pada anak melalui kegiatan pelatihan dengan menggunakan alat permainan edukatif ular tangga keselamatan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini telah mendapatkan surat keterangan layak etik 314/KEPK/FK/KLE/2024 dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran UNNES. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap rata-rata pengetahuan siswa yaitu dari 44 naik menjadi 77 (naik 33 poin). Oleh karena itu komitmen sekolah dalam melakukan edukasi melalui inovasi pada berbagai media edukatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ketahanan sekolah, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah terkait aspek keselamatan.   Child safety education as an effort to increase safety awareness in schools   Abstract: A school is a place where children spend most of their time learning, playing, and developing, but in reality, children are exposed to many hazards (multi-hazards) when they are at school, so many safety incidents occur at school due to physical, biological and ergonomic hazards. and psycho-social which results in children experiencing minor to serious injuries, contracting diseases, and becoming victims of violence in the school environment, whether reported or not. On the other hand, the lack of optimal implementation of safety culture and minimal knowledge among students regarding the prevention and handling of safety hazards in schools prompted the team to carry out this activity, with the aim of increasing safety awareness in schools in dealing with multi-hazard threats to children through training activities by using the snake and ladder safety educational game tool. The method consists of 3 stages, namely: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This activity has received an ethical certificate 314/KEPK/FK/KLE/2024 from the Health Research Ethics Commission, Faculty of Medicine, UNNES. The activity results showed a significant increase in the average student knowledge, namely from 44 to 77 (up 33 points). Therefore, the school's commitment to providing education through innovation in various educational media is very much needed to increase school resilience, especially by increasing school residents' knowledge and awareness regarding safety aspects.
Pelatihan pembelajaran case method untuk mengembangkan kemampuan kerja sama dan berpikir kritis Wahyuni, Daru; Baroroh, Kiromim; Sulasmi, Sulasmi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17807

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kalasan melalui Program Dosen Mengajar. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis siswa, serta meningkatkan motivasi belajar dan memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan situasi dunia nyata. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan angket untuk melihat tanggapan siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kepuasan dan ketertarikan siswa berada dalam kategori tinggi, dan sebagian besar siswa menyatakan bahwa metode kasus bermanfaat untuk memahami materi ekonomi dengan lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa metode kasus tidak hanya meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis, tetapi juga menumbuhkan minat dan pemahaman yang lebih baik terhadap materi pembelajaran. Saran selanjutnya perlu dilakukan kegiatan untuk mengeksplorasi variasi metode kasus untuk berbagai mata pelajaran, melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang, mengintegrasikan teknologi, melibatkan lebih banyak guru, mengevaluasi keterampilan lain yang relevan, serta menyesuaikan metode untuk memenuhi kebutuhan individu yang berbeda.   Case method learning training to develop collaboration and critical thinking skills   Abstract: This community service program aims to improve the ability to work together and think critically with class X students at SMA Negeri 1 Kalasan through the Teaching Lecturer Programme. The implementation of this community service was carried out in three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The results of the activity showed a significant increase in students' ability to work together and think critically, as well as increased learning motivation and provided practical experience relevant to real-world situations. The evaluation was conducted by distributing questionnaires to see students' responses. The collected data was analyzed using descriptive statistics. The results showed that students' satisfaction and interest were in the high category, and most students stated that the case method was useful for understanding economic material better. This finding confirms that the case method not only improves the ability to work together and think critically but also fosters interest and a better understanding of the learning material. Future suggestions include exploring variations of the case method for different subjects, conducting longitudinal studies to assess long-term impact, integrating technology, involving more teachers, evaluating other relevant skills, and customizing the method to meet different individual needs.
Pembelajaran sosial emosional melalui media visual edukatif: Toleransi dalam sastra anak Tisnawijaya, Christy; Kurniati, Geni
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17823

Abstract

Toleransi adalah salah satu dari delapan belas nilai-nilai karakter bangsa yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Untuk mendukung program PPK terkait toleransi, tim Pengabdian kepada Masyarakat Sastra Inggris Universitas Pamulang merumuskan kegiatan berjudul “Pembelajaran Sosial Emosional melalui Media Visual Edukatif: Toleransi dalam Sastra Anak” sebagai implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Bahasa dan Sastra Inggris terhadap kebutuhan masyarakat sekitar akan kegiatan ekstrakurikuler yang membangun dan menguatkan karakter toleransi. Kegiatan PkM ini diterapkan di Musala Nurul Ashri Pondok Petir Depok dan diikuti oleh enam belas peserta didik berusia enam sampai sebelas tahun. PkM yang bertujuan membangun dan menguatkan karakter toleransi ini, dilakukan dengan metode Pembelajaran Sosial Emosional meliputi rangkaian kegiatan: penampilan drama pendek Bahasa Inggris oleh mahasiswa, pemaparan materi karakter toleransi oleh dosen, membaca nyaring, dan bermain peran secara berkelompok. Keempat rangkaian kegiatan tersebut dinilai berhasil meningkatkan pemahaman karakter toleransi dan keterampilan Bahasa Inggris yang dibuktikan oleh jawaban peserta pada kuis pra dan pascakegiatan. Kegiatan berbasis Pembelajaran Sosial Emosional perlu dilaksanakan secara berkelanjutan karena dapat membangun pemahaman diri serta empati terhadap orang lain untuk menjalin interaksi sosial yang harmonis.
Pemberdayaan anak usia dini melalui bermain sains dalam mengembangkan kemampuan saintifik di SPS Bunga Mawar Pujianti, Yuli; Suharti, Suharti; Wijaya, Purwani Kusumawati; Mustofa, Edy
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17882

Abstract

Anak usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan kognitif dan pengetahuan saintifik. Pengenalan sains melalui metode bermain dapat memberikan dasar yang kuat untuk keterampilan berpikir kritis dan analitis pada anak. SPS Bunga Mawar menyediakan lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan program pemberdayaan ini melalui aktivitas bermain sains. Tujuan kegiatan ini  untuk pengembangan kemampuan saintifik anak usia dini melalui bermain sains. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru dalam aktivitas bermain sains, seperti demonstrasi, eksperimen sederhana, dan permainan interaktif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi dan penilaian perkembangan kemampuan saintifik anak setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kemampuan saintifik anak usia dini, termasuk kemampuan mengamati, menanya, menalar, dan berkomunikasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa bermain sains dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan konsep-konsep saintifik kepada anak-anak sejak dini, serta program serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan di berbagai institusi pendidikan anak usia dini di Indonesia.   Development of early childhood scientific abilities through science play at SPS Bunga Mawar   Abstract: Early childhood is a critical period in cognitive development and scientific knowledge. Introducing science through play can provide a strong foundation for children's critical and analytical thinking skills. SPS Bunga Mawar provides a conducive environment for implementing this empowerment program through science play activities. The purpose of this activity is to develop early childhood scientific abilities through science play. The method used is a participatory approach, involving children, parents, and teachers in science play activities, such as demonstrations, simple experiments, and interactive games. The program evaluation was conducted through observation and assessment of children's scientific skills development after participating in the activities. The results show that the program is efficacious in improving children's scientific skills, including the ability to observe, question, reason, and communicate. This program concludes that science play can be an effective method to introduce scientific concepts to young children, and similar programs are recommended to be implemented in various early childhood education institutions in Indonesia.
Pelatihan pembuatan simulator gempa bumi bagi guru SDN Bence 4 sebagai literasi mitigasi bencana Lukma, Hazairin Nikmatul; Yusofa, Devis; Burhani, Mohamad Imam
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17905

Abstract

Kabupaten Blitar yang terletak di wilayah selatan pulau Jawa berada pada jalur gempa teraktif di dunia, memiliki tingkat risiko gempa tinggi. Dengan kondisi ini diperlukan adanya upaya literasi mitigasi, salah satunya melalui institusi pendidikan dasar. Melalui pelatihan kepada guru, diharapkan dapat memberikan keterampilan membuat alat peraga gempa bumi sehingga menjadi literasi mitigasi siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN Bence 4, dengan jumlah peserta yaitu seluruh guru sebanyak 12 orang.  Kegiatan terbagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan yang terakhir evaluasi dan monitoring. Dimulai dari persiapan, pembukaan, penyampaian materi, pelatihan, hingga evaluasi dan monitoring, peserta memberikan respon positif melalui keaktifan mereka saat kegiatan berlangsung. Setiap kelompok juga mampu membuat satu alat peraga yang dapat berfungsi dengan baik saat diujicoba. Evaluasi dan monitoring juga menunjukkan hasil yang baik, dan alat peraga telah diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kegiatan pelatihan dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan dapat diikuti oleh semua guru SDN Bence 4, peserta dapat membuat alat peraga sederhana sebagai literasi mitigasi gempa bumi untuk siswa, peserta cukup antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Melalui kegiatan ini diharapkan kreativitas guru  meningkat untuk mendesain pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan inovatif.   Training on making earthquake simulator for bence 4 primary school’s teachers as disaster mitigation literacy   Abstract: Blitar Regency, which is located in the southern region of Java’s island, is on the most active earthquake route in the world, and has a high level of earthquake risk. This condition requires mitigation literacy efforts, one of which is through basic education institutions. Through training for teachers, it is hoped that they can provide skills in making earthquake props so that they become students' mitigation literacy. The service activities were carried out at SDN Bence 4, with the total number of participants being 12 teachers.  Activities are divided into 3 main stages, namely preparation, implementation, and finally evaluation and monitoring. Starting from preparation, opening, delivery of material, and training, to evaluation and monitoring, participants gave positive responses through their activeness during the activity. Each group was also able to make a prop that could function well when tested. Evaluation and monitoring also show good results and teaching aids have been implemented in classroom learning. The conclusion obtained is that the training activities can be carried out according to the specified schedule and can be followed by all teachers at SDN Bence 4, participants can make simple teaching aids such as earthquake mitigation literacy for students, participants are quite enthusiastic and hope that similar activities can be carried out again. Through this activity, it is hoped that teacher creativity will increase to design interesting, communicative, and innovative learning.
Penyuluhan soft skill pencegahan bullying bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMP untuk menciptakan sekolah damai Astuti, Budi; Rachmawati, Indriyana; Mumpuni, Sesya Dias; Kurniasari, Mitta
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17993

Abstract

Perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi merupakan tiga dosa besar pendidikan yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Kondisi ini dapat berpengaruh pada pembentukan sekolah damai bagi peserta didik. Konsep sekolah damai yang diharapkan yaitu mampu memberikan tempat yang nyaman, aman, dan damai bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru bimbingan dan konseling perlu mengambil bagian penting dalam pembentukan sekolah damai dengan mencegah perilaku bullying di sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan soft-skill pencegahan bullying bagi guru bimbingan dan konseling SMP untuk meningkatkan sekolah damai. Metode kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu sosialisasi, pemberian materi konseptual, dan praktik pembuatan media pencegahan bullying. Pengabdian ini dilakukan secara virtual sinkronus menggunakan zoom meeting dan offline di Dinas Pendidikan Kota Magelang. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah guru bimbingan dan konseling di Kota dan Kabupaten Magelang, sebanyak 50 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling mampu mempraktikkan pembuatan media layanan bimbingan dan konseling dalam bentuk poster untuk mencegah bullying, sehingga dapat meningkatkan sekolah damai di SMP.   Soft skill counseling on bullying prevention for junior high school guidance and counseling teachers to create peaceful schools   Abstract: Bullying, sexual violence, and intolerance are three major sins of education that are very concerning lately. This condition can affect the formation of peaceful schools for students. The concept of a peaceful school is expected to provide a comfortable, safe, and peaceful place for students to take part in learning activities at school. Guidance and counseling teachers need to take an important part in forming peaceful schools by preventing bullying behavior. The purpose of this community service is to provide soft-skill counseling on bullying prevention for junior high school guidance and counseling teachers to improve peaceful schools. The activity method is carried out through three stages, namely socialization, providing conceptual material, and practicing making bullying prevention media. This service is carried out virtually synchronously using Zoom meetings and offline at the Magelang City Education Office. The target of this service activity is guidance and counseling teachers in Magelang City and Regency, with as many as 50 students. The results of the activity show that guidance and counseling teachers can practice making guidance and counseling service media in the form of posters to prevent bullying so that they can improve peaceful schools in junior high schools.
Pelatihan pembuatan game edukasi berbasis web sebagai alternatif media pembelajaran yang fleksibel dan interaktif Mulasari, Susanti; Fortinasari, Paulina Besty; Nata, Imam Adi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18055

Abstract

Pelatihan pembuatan game edukasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan fleksibel melalui media game edukasi berbasis web. Kegiatan ini dilakukan di SD N Pancuranmas dan SD N Setan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dengan 20 guru yang berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan keterampilan digital mereka.Pelatihan terdiri dari empat tahap: observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Materi utama pelatihan ini adalah pembuatan game edukasi menggunakan aplikasi Wordwall. Selama enam pertemuan, peserta mengikuti sesi pemaparan, diskusi, dan praktik langsung dalam pembuatan game.Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam membuat game edukasi berbasis web. Guru mampu memanfaatkan game tersebut sebagai media pembelajaran yang interaktif, yang juga berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Pelatihan ini memberikan dampak positif, terutama dalam implementasi hasilnya pada pembelajaran di kelas, yang menjadikannya alternatif efektif untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan peserta didik.   Training how to create web-based education games as an alternative to flexible and interactive teaching media   Abstract: The educational game development training aims to enhance teachers' ability to utilize technology to create interactive and flexible learning through web-based educational games. This activity was conducted at SD N Pancuranmas and SD N Setan, Secang District, Magelang Regency, and involved 20 teachers who were committed to improving their professionalism and digital skills. The training was divided into four stages: observation, socialization, mentoring, and evaluation. The main material focused on creating educational games using the Wordwall application. Over six sessions, participants engaged in presentations, discussions, and hands-on practice in game development. The results showed a significant improvement in teachers' skills in developing web-based educational games. The teachers were able to use these games as interactive learning media, which also successfully increased student motivation. This training had a positive impact, especially in applying the outcomes in classroom learning, making it an effective alternative to enhance student interaction and engagement.

Page 1 of 2 | Total Record : 13