Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
17,078 Documents
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR
Sovia Astari;
Firman;
Desyandri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2015). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). ADDIE merupakan suatu model yang dirancang secara terprogram dalam upaya pemecahan masalah terkait pembelajaran dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar sangat menunjang proses pembelajaran, hal ini terlihat dari peningkatan pemahaman terhadap materi pembelajaran dan hasil belajar, peserta didik yang menjadi lebih aktif dan antusias serta juga sangat antusias dalam pembelajaran, karena media yang digunakan membuat siswa termotivasi dan semangat untuk belajar. Video animasi juga memfasilitasi berbagai tipe gaya belajar siswa.
PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN PADA MATEMATIKA PENGURANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Ayuk Rohyani;
Sumartiningsih, Sri;
Yuwono, Agus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22066
Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang termasuk dalam kurikulum di Sekolah Dasar (SD). Matematika merupakan ilmu yang memiliki peran penting dalam meningkatkan daya pikir manusia. Salah satu kajian materi yang tercantum dalam Kurikulum Merdeka pembelajaran matematika sekolah dasar kelas 1 adalah pengurangan khususnya pengurangan (2) yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar dengan baik, karena materi tersebut juga sangat dekat dengan lingkungan siswa sehari-hari. Tujuan penelitian tindakan kelas ini yaitu untuk meningkatkan Hasil Belajar Melalui Media Kubus Satuan Pada Siswa Kelas 1 Mata Pelajaran Matematika Tentang Pengurangan (2) di Sekolah Dasar Semester Genap Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas), yaitu (1) Perencanaan, (2) Implementasi Tindakan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan tabel observasi dan hasil tes dapat diketahui bahwa persentase hasil belajar siswa pada siklus I dengan menggunakan media kubus satuan adalah 3 siswa (50%) dalam kategori baik dan 3 siswa (50%) dalam kategori kurang. Pada siklus II persentase hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu 4 siswa (66,6%) kategori sangat baik, 1 siswa (16,66%) kategori baik, dan 1 siswa (16,66%) kategori kurang. Penggunaan media pembelajaran kubus satuan membawa dampak positif terhadap hasil belajar siswa khususnya materi pengurangan (2), maka diharapkan guru dapat menggunakannya.Dalam menggunakan media kubus satuan diharapkan guru lebih trampil sehingga peserta didik dapat lebih aktif dalam belajar khususnya materi pengurangan (2). Penggunaan media kubus satuan kadang memerlukan waktu lebih sehingga diharapkan guru dapat mengelola waktu dengan baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TAHAPAN POLYA SISWA KELAS VIII MTs NEGERI 5 LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN 2024/2025
Sabti Hajjatul Khotimah;
Laila Hayati;
Eka Kurniawan;
Ketut Sarjana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22088
ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of the guided inquiry learning model on students problem solving ability in class VIII at MTs Negeri 5 Lombok Tengah for the academic year 2024/2025. Research with a quantitative approach that uses a quasi- experimental design, the experimental class learning using the guided inquiry learning model while the control class using direct learning. The population in this study was 5 class VIII students. The samples were taken using a simple random sampling technique, resulting in class VIII A as the experimental class and VIII B as the control class. Data collection was carried out using problem solving ability test questions. From the research results, it was found that there were differences between the experimental class and the control class. Judging from the average score of the experimental class 82,41 and the control class 73,81, this shows that the problem solving ability of the class whose learning uses guided inquiry is better than the class whose learning uses direct learning. The effect size test results obtained were 0,810, which is in the high category. So it can be concluded that there is an effect of the guided inquiry learning model on mathematical problem solving in class VIII of MTs Negeri 5 Lombok Tengah in the high category.
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY DAN GALLERY WALK TERHADAP AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN SISWA KELAS V GUGUS II KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR
Amin, Nur Azza;
Bahri, Aliem;
Paida, Andi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22104
This study aims to determine whether there is a difference between the Two Stay Two Stray learning model and the Gallery Walk learning model on students' activities and abilities in writing pantun. The research approach uses a quantitative approach with the type of research used is quasi-experimental. The population of the study was all fifth grade students of Cluster II, Manggala District, Makassar City, consisting of seven schools with a total of 339 students. The research sample selected was fifth grade students of SD Inpres Antang totaling 54 people using the cluster random sampling technique. The data collection technique in the study was carried out through a test technique to determine the activities and abilities of students writing pantun. Based on the descriptive analysis of the results of the study, the average value of student learning activities through the Two Stay Two Stray learning model was 91.13 and through the Gallery Walk learning model was 90.17. The ability to write pantun students in the application of the Two Stay Two Stray learning model obtained an average value of 91.47 and through the Gallery Walk learning model with an average of 90.23. From the results of the analysis of the hypothesis of student learning activities, it was found that there was a significant difference through the application of the Two Stay Two Stray learning model and the Gallery Walk learning model with a significance value of 0.01 <0.05, so it was stated that H0 was rejected and H1 was accepted. While the analysis of the hypothesis of students' ability to write pantun obtained that H0 was accepted and H1 was rejected with a significance value of 0.152 <0.05. So it can be concluded that the Two Stay Two Stray learning model and the Gallery Walk learning model can improve students' ability to write pantun.
KEMAMPUAN LITERASI STATISTIK PADA MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MATARAM TAHUN AJARAN 2024/2025
Wardha Tsabita, Dhyah;
Hayati, Laila;
Wulandari, Nourma Pramestie;
Hikmah, Nurul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22114
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi statistik pada materi statistika ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mataram tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mataram dengan subjek penelitian adalah 87 siswa yang terdiri dari kelas VIII-A dan VIII-C yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan gaya belajar visual sebagai gaya belajar terbanyak yaitu 47 dari 87 siswa memiliki gaya belajar visual. Selanjutnya, hasil skor kemampuan literasi statistik siswa berada pada kategori rendah yaitu 52 dari 87 siswa dan rata-rata skor seluruh siswa yaitu 47,19. Posisi bangku siswa setiap gaya belajar menghasilkan kategori kemampuan literasi statistik yang berbeda khususnya pada siswa dengan gaya belajar visual dan auditorial, namun siswa dengan gaya belajar kinestetik tidak memiliki perbedaan pada kategori kemampuan literasi statistik berdasarkan posisi bangku siswa.
OPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK MELALUI PMM DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SMPN 1 PONTANG
Fauziyah, Anisa;
Suherman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22115
Sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing sangat bergantung pada pendidikan. Sekolah menengah memainkan peran penting dalam proses pembelajaran karena menjalankan fungsi utama dalam dunia pendidikan. Tindakan yang dapat mengembangkan kemampuan guru mencapai tujuan pendidikan untuk siswanya dikenal sebagai supervisi akademik. Dengan bantuan supervisi akademik, diharapkan kualitas guru akademik akan meningkat. Untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, guru harus memiliki kompetensi pedagogik. Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan sarana meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Metode penelitian mengunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berdasarkan sumber pustaka yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi supervisi akademik melalaui PMM dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik melalui PMM dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam penyelenggaraan pendidikan. Supervisi akademik terdiri dari 3 fase, fase 1 pra observasi, fase 2 observasi dan fase 3 pasca observasi. Tindak lanjut dari supervisi akademik dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan seperti workshop, seminar, komunitas belajar.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMAN 1 MLONGGO, KABUPATEN JEPARA
Sri Nurhayati;
Tri Ani Setiorini;
Soedjono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan mutu pendidikan merupakan prioritas utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kepemimpinan kepala sekolah memegang peran strategis sebagai penggerak utama dalam pengelolaan institusi pendidikan, terutama dalam memotivasi kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 1 Mlonggo, Kabupaten Jepara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah secara konsisten menerapkan tiga dimensi utama kepemimpinan transformasional: motivasi inspiratif, kesadaran individu, dan stimulasi intelektual. Melalui motivasi inspiratif, kepala sekolah mampu menginspirasi guru untuk mencapai visi bersama. Kesadaran individu diwujudkan dengan memperhatikan kebutuhan personal dan profesional guru, sedangkan stimulasi intelektual diberikan melalui pelibatan guru dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Pendekatan ini terbukti meningkatkan komitmen, kepuasan kerja, dan kinerja guru secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model kepemimpinan pendidikan yang relevan di era modern.
PENGAMBANGAN MEDIA POP UP BOOK UNTUK PENGENALAN PROFESI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLAM BAKTI 53 KOTO SALAK
Atina, Mia;
Agus Saputra;
Eka Filahanasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22133
The introduction of professions to children helps children recognize professions that are around, develop thinking skills, and help children prepare for their future. The introduction of professions can be done using Pop Up Book media because of its unique and interesting shape when opened. The type of research is development research using the ADDIE development model.. Data collection used in this research is observation and questionnaire (questionnaire). The results of this study are based on validity tests, practicality tests and effectiveness tests. The results of the media validator analysis obtained a score of 100% with a very valid category, the material expert scored 94% with a very valid category, and the linguist validator obtained 89% with a very valid category. Practicality test with 1 teacher scored 88% with a very practical category. effectiveness test tested 15 children with a score of 93% with a practical category with an average achievement in the emerging category. Thus pop up book media for the introduction of professions is effective and can be used by teachers and children in Bakti 53 Koto Salak Islamic Kindergarten, Dharmasraya Regency.
SINERGI LEADERSHIP DAN ENTREPRENEURSHIP DALAM PERSPEKTIF BELA NEGARA UNTUK MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL
Akbar Tri Prakoso;
Ninis Herawati;
Taufikurrahman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22169
This study examines the synergy between leadership and entrepreneurship from the perspective of national defense to strengthen national resilience. The primary objective is to identify how the concepts of leadership and entrepreneurship can contribute to shaping a more resilient national character in social, economic, and political contexts. The methodology employed includes literature studies, interviews, and surveys with relevant stakeholders. The results indicate that the synergy between leadership and entrepreneurship can enhance the ability of the younger generation to innovate, make effective decisions, and contribute to national development. Recommendations proposed include improving educational programs, fostering intergenerational collaboration, and utilizing technology in national defense education. Through these measures, it is expected that national resilience will be strengthened, and Indonesia's youth will be better prepared to face global challenges.
MENANGKAL PENYEBARAN HOAKS DAN DISINFORMASI DI DUNIA DIGITAL
Bawazir Fadhil Mohammad;
Ahmad Wildan Amrullah;
Taufikurrahman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i04.22170
The development of information and communication technology has brought us into the digital era, where information can spread quickly and widely. This progress provides many advantages, such as easy access to information and increased social interaction. However, the digital environment also presents major challenges in the form of the spread of hoaxes and disinformation. This false information not only confuses the public, but can also have negative impacts, such as damaging public trust, triggering social unrest, and even influencing political decisions. This article aims to provide a comprehensive review of the spread of hoaxes and disinformation in the digital world. One of the main factors driving its spread is the low level of digital literacy among the public. In addition, social media algorithms that prioritize sensational content and economic motives behind the spread of fake news are also significant driving factors. Through literature analysis and case studies, this article emphasizes the importance of digital literacy, regulation, and cross-sector collaboration. Individuals, society, government, and digital platforms must work together to combat this phenomenon.