cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
IMPLEMENTASI URBAN FARMING MELALUI SMART HIDROPONIK BERBASIS TEKNOLOGI IOT DAN PANEL SURYA DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF Hasanah, Rizka; Kurniati, Ety; Kristianti, Novera; Wulandari, Meyta; Ngazizah, Febri Nur; Fernando, Betrand; Marsedes, Jenyper; Hafiizh, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37162

Abstract

Abstrak: Sistem hidroponik menjadi solusi strategis dalam mengembangkan pertanian urban di perkotaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra ekonomi kreatif melalui teknologi Smart hidroponik yaitu PLTS dan Internet of Things (IoT). Hard skill yang diperoleh mitra meliputi kemampuan analisis kebutuhan energi, instalasi dan perawatan PLTS skala kecil, integrasi sistem tenaga surya dengan hidroponik berbasis IoT, serta pemeliharaan berkala untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan pertanian modern. Metode tahapan terdiri dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Mitra Saintis Farm merupakan kelompok tani hidroponik berjumlah 10 orang dengan 4 instalasi hidroponik yang mengandalkan energi listrik konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi relatif tinggi dengan budidaya terbatas (800 lubang tanam) dan masa panen 40–50 hari. Evaluasi efisiensi penggunaan energi listrik dilakukan dengan metode perbandingan konsumsi listrik konvensional sebelum dan sesudah penerapan sistem PLTS. Implementasi teknologi memberikan pengaruh dalam peningkatan produksi dan efisiensi pengurangan penggunaan listrik sebesar 28%. Kegiatan ini juga meningkatkan manajemen mitra dengan diversifikasi tanaman hidroponik menjadi pakcoy, daun mint dan seledri. Abstract: The hydroponic system is a strategic solution in developing urban agriculture in urban areas. This activity aims to improve the welfare of creative economy partners through Smart hydroponic technology, namely solar power plants (PLTS) and the Internet of Things (IoT). The hard skills obtained by partners include the ability to analyze energy needs, install and maintain small-scale solar power plants (PLTS), integrate solar power systems with IoT-based hydroponics, and regular maintenance to maintain the efficiency and sustainability of modern agriculture. The stage method consists of pre-activity, implementation, and evaluation. Saintis Farm partners are a hydroponic farmer group of 10 people with 4 hydroponic installations that rely on conventional electricity. This condition causes relatively high production costs with limited cultivation (800 planting holes) and a harvest period of 40–50 days. Evaluation of the efficiency of electricity use was carried out by comparing conventional electricity consumption before and after the implementation of the PLTS system. The implementation of technology has an impact on increasing production and reducing electricity use efficiency by 28%. This activity also improves partner management by diversifying hydroponic crops into pak choy, mint leaves, and celery.
PENGUATAN PERAN POSYANDU DALAM PENCEGAHAN KECACINGAN MELALUI EDUKASI DAN PEMANFAATAN DAUN PEPAYA SEBAGAI ANTIHELMINTIK ALAMI Ngazizah, Febri Nur; Wulandari, Meyta; Kristianti, Novera; Hasanah, Rizka; Wati, Septia Puji; Carolina, Tria; Robiul, Indah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36254

Abstract

Abstrak: Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering diabaikan namun berdampak besar, terutama pada anak-anak usia dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi yang dilakukan oleh tim pengabdi dalam meningkatkan pengetahuan kelompok posyandu mengenai pencegahan kecacingan serta pemanfaatan daun pepaya sebagai antihelmintik alami. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan edukatif partisipatif melalui dua sesi utama kepada 15 anggota Posyandu Melati. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan 15 soal pilihan ganda. Indikator keberhasilan dari kegiatan pengabdian ini dilihat dari peningkatan nilai postes. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terutama pada aspek pengetahuan tentang kandungan daun pepaya dari 56,33% menjadi 100%. Edukasi melalui permainan interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi praktis terbukti efektif dalam menyampaikan materi dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.Abstract: Helminthiasis remains a public health problem that is often neglected yet has a significant impact, especially among young children. This community service activity aimed to determine the effectiveness of education conducted by the service team in improving the knowledge of Posyandu (community health post) groups regarding the prevention of helminthiasis and the use of papaya (Carica papaya) leaves as a natural anthelmintic.The method used was counseling with a participatory educational approach, carried out in two main sessions involving 15 members of Posyandu Melati. Evaluation was conducted through pretests and posttests using 15 multiple-choice questions. The indicator of success for this community service activity was measured by the increase in posttest scores. The results showed a significant increase in knowledge, particularly regarding the content of papaya leaves, which rose from 56.33% to 100%. Educational activities through interactive games, group discussions, and practical demonstrations proved effective in delivering material and improving community health literacy.
PENGOLAHAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS Wahyuni, Sri; Londa, Maria Adelvin; Rachmawaty, Avianita; Wahyuni, Yuyun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36079

Abstract

Abstrak: Kulit kopi yang dihasilkan pada setiap petani rata-rata 10kg untuk setiap 60kg buah cerry yang dihasilkan, kondisi ini menyebabkan melimpahnya limbah kulit kopi yang menumpuk pada setiap rumah petani dan mengganggu pemandangan serta aroma yang kurang nyaman jika limbah masih basah. Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra berkenaan dengan pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk yang lebih ekonomis untuk mengurangi dampaknya pada lingkungan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah praktik langsung bersama 40 orang petani kopi dan 16 orang ibu-ibu, evaluasi kegiatan dilakukan pretest dan posttest dengan metode wawancara untuk mengetahui pemahaman mitra melalui 4 pertanyaan yaitu pengetahuan tentang pemanfaatan limbah kulit kopi, tekni pembuatan pupuk organik, Cascara dan Cookies dan melakukan pengamatan lansung untuk mengukur keterampilan mitra PKK di desa Tendambonggi. Hasil kegiatan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelempok PKK sebesar 100% sementara petani kurang dari 50%. Harga jual pupuk organic sebesar Rp.1.000/kg, teh Cascara sebesar Rp.7.000/pcs dan Cookies sebesar Rp. 22.000/pcs. Terjadi penurunan limbah kulit buah kopi setiap produksi sebanyak 1.010.750 kg.Abstract: The average coffee husk yield per farmer is 10 kg for every 60 kg of cherry fruit produced. This condition causes an abundance of coffee husk waste to accumulate in every farmer's house and disturbs the view and creates an unpleasant aroma if the waste is still wet. Therefore, this activity aims to increase the knowledge and skills of partners regarding the processing of coffee husk waste into more economical products to reduce its impact on the environment. The method used in this community service activity was direct practice with 40 coffee farmers and 16 women. The activity was evaluated using pre- and post-tests with interviews to assess the partners' understanding through four questions, namely knowledge about the use of coffee husk waste, techniques for making organic fertilizer, Cascara and Cookies, and direct observation to measure the skills of the PKK partners in Tendambonggi village. The results of the activity were able to increase the knowledge and skills of the PKK group by 100%, while that of the farmers was less than 50%. The selling price of organic fertilizer was IDR 1,000/kg, Cascara tea was IDR 7,000/piece, and Cookies were IDR 22,000/piece. There was a reduction in coffee husk waste of 1,010,750 kg per production.
PELATIHAN PENGOLAHAN PUPUK CAIR ORGANIK DARI LIMBAH URIN SAPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUK SAMPING USAHA PETERNAKAN Septiani, Mimin; Darajat, Zakiyah; Yunus, Muhammad Arham; Mufli, Muh Fadil; Rachman, Gunarya Muhammad; Syahputra, Fadhil Dwi; Hayat, A Mufidha Rezky Amalia Azzahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37059

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi mitra peternak sapi di Kabupaten Bone adalah pengelolaan limbah urin yang tidak dimanfaatkan, yang dapat mencemari lingkungan. Program pengabdian ini dilakukan untuk menjawab masalah mitra terkait pengelolaan limbah peternakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pembuatan pupuk organik cair biourine, melalui penerapan teknologi fermentasi. Selain itu, melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran digital, mitra dapat meningkatkan diversivitas produk. Mitra kegiatan ini adalah Usaha Jual Beli Sapi Putri Kembar 77 dengan jumlah anggota pekerja sebanyak 10 orang. Kegiatan ini juga melibatkan partsipasi aktif dari kelompok tani dan ternak Desa Poleonro, kabupaten Bone. Tahapan pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil program ini mampu meningkatkan kemampuan mitra secara signifikan. 80% responden memahami proses pembuatan biourine, 70% mampu membuat biourine sendiri, dan 100% menilai program ini memiliki manfaat ekologis dan ekonomis. Mitra mampu membuat produk yang dikemas dengan baik dan memiliki akun e-commerce untuk memperluas distribusi. Program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas keberdayaan dan kemandirian usaha peternakan dalam memanfaatkan limbah urin sapi.Abstract: One of the problems faced by cattle farmer partners in Bone Regency is the management of unused urine waste, which can pollute the environment. This community service program was carried out to address the partners' problems related to livestock waste management. The purpose of this activity was to increase the partners' knowledge and skills in making biourine liquid organic fertilizer through the application of fermentation technology. In addition, through training in packaging and digital marketing, partners can increase product diversity. The partner in this activity is Usaha Jual Beli Sapi Putri Kembar 77, which has 10 employees. This activity also involves the active participation of the farmer and livestock group of Poleonro Village, Bone Regency. The implementation stages consist of socialization, training, technology application, production assistance, and evaluation. The results of this program have significantly improved the partners' capabilities. 80% of respondents understand the biourine production process, 70% are able to produce biourine themselves, and 100% consider this program to have ecological and economic benefits. Partners are able to produce well-packaged products and have e-commerce accounts to expand distribution. This program has proven effective in enhancing the capacity and self-reliance of livestock businesses in utilizing cattle urine waste.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA KUIS INTERAKTIF MENGGUNAKAN PLATFORM QUIZIZZ UNTUK GURU-GURU DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL Ledoh, Cartika Candra; Sirampun, Elsi; Satar, Suriyah; Listiani, Hanida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36858

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media evaluasi berbasis kuis interaktif menggunakan platform Quizizz. Mitra kegiatan adalah guru sekolah dasar (9 orang) di wilayah papua. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dua hari dengan pendekatan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pra dan pascapelatihan serta observasi produk untuk mengukur peningkatan pada empat aspek, yaitu penguasaan platform, kemampuan membuat kuis, kreativitas media, dan kepercayaan diri. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek dengan capaian akhir rata-rata di atas 75%, dan 90% peserta menyatakan pelatihan bermanfaat. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan kuis digital ke dalam pembelajaran. Disarankan adanya pendampingan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan penerapan media kuis interaktif di sekolah.Abstract: This community service activity aims to improve the competence of elementary school teachers in developing interactive quiz-based evaluation media using the Quizizz platform. The partners in this activity are nine elementary school teachers in the Papua region. The implementation method includes a two-day training with a demonstration approach, hands-on practice, and mentoring. Evaluation was conducted using pre- and post-training questionnaires and product observation to measure improvement in four aspects, namely platform mastery, quiz-making skills, media creativity, and self-confidence. The results showed significant improvement in all aspects with a final average achievement of above 75%, and 90% of participants stated that the training was useful. This activity effectively improved teachers' readiness to integrate digital quizzes into learning. It is recommended that follow-up mentoring be provided to ensure the continued use of interactive quiz media in schools.
PEMBINAAN REMAJA PUTERI MELALUI EDUKASI, PEMBERIAN TABLET FE, DAN OLAHAN KACANG HIJAU DALAM PENCEGAHAN ANEMIA Violentina, Yollanda Dwi Santi; Arbie, Rina Sulisthia; Yulianti, Desak Made
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36073

Abstract

Abstrak: Desa Bunggalo merupakan salah satu desa di Kecamatan Telaga Jaya yang memiliki permasalahan anemia cukup tinggi pada remaja puteri. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan remaja puteri dan kader mengenai pencegahan anemia, sehingga berdampak pada tingginya angka kejadian anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri dan kader tentang pencegahan anemia melalui pembinaan, edukasi kesehatan, pemberian tablet Fe, serta konsumsi olahan kacang hijau. Metode yang digunakan meliputi pembentukan kelas remaja puteri, pelaksanaan pretest pengetahuan anemia sebanyak 20 soal, edukasi kesehatan disertai pembagian leaflet, serta pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pembinaan. Selanjutnya, remaja puteri diberikan tablet Fe dan olahan kacang hijau, kemudian dilakukan evaluasi melalui posttest menggunakan kuesioner 20 soal. Mitra kegiatan ini adalah dua orang kader dengan sasaran 30 remaja puteri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 13,20% menjadi 15,20%. Selain itu, 81% remaja puteri memiliki kadar hemoglobin dalam kategori normal setelah pembinaan dilakukan.Abstract: Bunggalo Village is one of the villages in Telaga Jaya District that has a relatively high prevalence of anemia among adolescent girls. This condition is influenced by limited knowledge of both adolescent girls and community health cadres regarding anemia prevention, which contributes to the high incidence of anemia. This community service program aimed to improve the knowledge of adolescent girls and cadres about anemia prevention through guidance activities, health education, provision of iron (Fe) tablets, and mung bean–based food products. The methods included forming adolescent girl classes, administering a pretest consisting of 20 questions on anemia knowledge, providing educational sessions accompanied by leaflet distribution, and measuring hemoglobin levels before and after the intervention. Furthermore, participants received Fe tablets and mung bean preparations. Evaluation was conducted through a posttest using a 20-item questionnaire. The program involved two cadres as partners and targeted 30 adolescent girls. The results showed that cadres’ knowledge increased from 13.20% to 15.20% after the training. In addition, hemoglobin examination revealed that 81% of adolescent girls were in the normal category after the guidance activities were implemented.
PENGUATAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK MELALUI SKRINING FAKTOR RISIKO DAN EDUKASI KOMPREHENSIF PADA WANITA DEWASA Afriyanti, Esi; Fatmadona, Rika; Lenggogeni, Devia Putri; Merdawati, Leni; Oktarina, Elvi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36551

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama wanita dewasa di Kelurahan Alai Parak Kopi adalah tingginya faktor risiko penyakit ginjal kronik (PGK) serta rendahnya pengetahuan mengenai pencegahannya. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan deteksi dini dan pemahaman masyarakat melalui skrining kesehatan dan edukasi komprehensif. Kegiatan melibatkan 53 wanita dewasa sebagai mitra, mencakup penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, indeks massa tubuh, serta senam kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test pengetahuan dan observasi keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan tingginya proporsi risiko PGK, yaitu IMT tinggi (45,3%), hipertensi (41,5%), hiperglikemia (24,5%), dislipidemia (39,6%), dan hiperurisemia (37,7%). Selain itu, pengetahuan peserta sebesar 18–32% pada aspek PGK, hipertensi, diabetes, asam urat, dan hiperkolesterolemia. Intervensi ini membuktikan bahwa skrining dan edukasi terstruktur efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran pencegahan PGK. Program lanjutan berbasis komunitas direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku.Abstract: The major health concern among adult women in Alai Parak Kopi is the high prevalence of chronic kidney disease (CKD) risk factors and limited knowledge regarding its prevention. This community program aimed to enhance early detection and health literacy through structured screening and educational interventions. A total of 53 adult women participated in health education, screening of blood pressure, glucose, cholesterol, uric acid, body mass index, and group exercise sessions. Evaluation was conducted using a pre-test and behavioral observation. Results showed substantial CKD risk: high BMI (45.3%), hypertension (41.5%), hyperglycemia (24.5%), dyslipidemia (39.6%), and hyperuricemia (37.7%). Knowledge scores increased by 18–32% across CKD, hypertension, diabetes, uric acid, and hypercholesterolemia domains. These findings demonstrate that structured screening and education effectively improve health awareness and early prevention of CKD. Continued community-based programs are recommended to sustain behavioral change.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA MENARIK MINAT SISWA MEMILIH JURUSAN AKUNTANSI Marlinah, Andi; Mariah, Mariah; Payu, Anita Achmad; Asri, Asri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35527

Abstract

Abstrak: Minat siswa terhadap jurusan akuntansi di tingkat sekolah menengah mengalami penurunan akibat persepsi bahwa akuntansi merupakan bidang yang rumit, membosankan, dan tidak relevan dengan kehidupan nyata. Padahal, akuntansi memiliki peran strategis dalam pengelolaan usaha dan kewirausahaan. Guna mengatasi persoalan ini, tim dosen dari Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian berupa Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Akuntansi di salah satu sekolah menengah mitra pada 18 Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa kelas XII melalui pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, workshop interaktif, dan pendampingan dengan simulasi pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta pengenalan aplikasi keuangan digital seperti BukuKas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang relevansi akuntansi dalam kewirausahaan, perubahan persepsi dari negatif menjadi positif, serta peningkatan minat memilih jurusan akuntansi di perguruan tinggi. Metode evaluasi meliputi observasi partisipatif, kuesioner singkat (pre-test dan post-test), serta wawancara informal dengan peserta dan guru pendamping. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung literasi keuangan dan semangat kewirausahaan sejak dini.Abstract: Student interest in accounting majors at the secondary school level has declined due to the perception that accounting is complex, boring, and irrelevant to real life. However, accounting plays a strategic role in business management and entrepreneurship. To address this issue, a team of lecturers from Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia conducted a community service activity titled “Accounting-Based Entrepreneurship Training” at SMA Negeri 9 Sinjai on July 18, 2025. The activity involved 40 grade XII students through a participatory approach, including socialization, interactive workshops, and mentoring sessions featuring transaction recording simulations, simple profit-and-loss statement preparation, and introduction to digital financial applications such as BukuKas. The results showed a significant improvement in students’ understanding of accounting’s relevance to entrepreneurship, a shift in perception from negative to positive, and increased interest in choosing accounting as a university major. This initiative also strengthened collaboration between higher education institutions and schools in promoting financial literacy and entrepreneurial spirit among students.
MODERNISASI AGROINDUSTRI DODOL: INOVASI TEKNOLOGI PENGADUK DAN ANALISIS EKONOMI UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING UMKM Batubara, Silviana; Harahap, Tinur Rahmawati; Hakim, Tharmizi; Harahap, Adek Nilasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35903

Abstract

Abstrak: Program Transformasi Agroindustri Dodol dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan UMKM pengolah dodol yang masih menggunakan metode pengadukan manual yang memakan waktu 4–6 jam dan menguras tenaga kerja. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan inovasi alat pengaduk otomatis dan menganalisis dampaknya terhadap efisiensi produksi serta daya saing UMKM. Program melibatkan satu kelompok mitra beranggotakan 12 pelaku usaha. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi berbasis observasi lapangan dan kuesioner kepuasan mitra. Hasil menunjukkan waktu produksi berkurang hingga 60%, kebutuhan tenaga kerja turun 66%, dan kapasitas produksi meningkat 150%. Keuntungan bersih harian meningkat lebih dari dua kali lipat. Pelatihan manajerial dan pemasaran digital memperkuat kemampuan pencatatan keuangan dan promosi daring. Program ini efektif meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing UMKM dodol. Abstract: The Agroindustry Transformation Program for Dodol aims to address the challenges faced by small and medium enterprises (SMEs) that still rely on manual stirring methods, which require 4–6 hours and extensive labor. This program introduces an automatic stirring machine and analyzes its impact on production efficiency and competitiveness. It involved one partner group consisting of 12 business actors. The implementation used a participatory approach through stages of socialization, technical and managerial training, technology application, mentoring, and evaluation based on field observation and partner satisfaction questionnaires. The results show that production time decreased by up to 60%, labor needs were reduced by 66%, and production capacity increased by 150%. Daily net profits more than doubled. Managerial and digital marketing training strengthened partners’ skills in financial recording and online promotion. This program effectively enhances efficiency, sustainability, and competitiveness of local dodol SMEs.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN BERBASIS LITERASI DIGITAL: MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI BOJONEGORO Cindarbumi, Festian; Kurniawati, Naning; Saida, Ita Aristia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36370

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemanfaatan literasi digital dalam proses pembelajaran pada satuan pendidikan menengah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi literasi digital pendidik dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan workshop penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva untuk e-learning. Peserta kegiatan terdiri atas pendidik dan tenaga kependidikan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner pretest–posttest untuk menilai peningkatan pemahaman serta penerapan hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi digital sebesar 80% berdasarkan perbandingan skor pretest dan posttest peserta, serta peningkatan efektivitas pembelajaran baik secara daring maupun luring. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.Abstract: This community service activity was motivated by the low utilization of digital literacy in the learning process at the secondary education level. The purpose of this activity was to enhance learning effectiveness through strengthening the digital literacy competencies of educators and educational staff. The methods employed included socialization, training, and workshops on the use of digital learning media based on the Canva application for e-learning. The participants consisted of educators and educational staff. The evaluation was conducted through observation and pretest–posttest questionnaires to assess improvements in understanding and the application of training outcomes. The results indicated an 80% increase in participants’ digital literacy understanding based on a comparison of pretest and posttest scores, as well as improved learning effectiveness in both online and offline settings. This activity contributes to promoting a more interactive, creative, and adaptive transformation of learning in response to developments in educational technology.