cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENERAPAN MINDFULNESS AUDIO DIGITAL BINAURAL BEAT DAN RELAKSASI UNTUK PENINGKATAN MANAJEMEN EMOSI DALAM PEMBELAJARAN PJOK Garniwa, Nanang; Gustiawati, Resty; Afrinaldi, Rolly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37178

Abstract

Abstrak: Program kegiatan mindfulness berbasis audio digital binaural beat dan relaksasi diselenggarakan sebagai upaya peningkatan manajemen emosi dalam pembelajaran PJOK. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, khususnya dalam penguatan regulasi diri dan kesadaran penuh (Mindfulness) peserta didik. Kegiatan ini dilaksankan dengan menerapkan media berbasis Audio Digital Binaural Beat dan Relaksasi yang secara sistematis memandu praktik teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) sebagai bentuk intervensi Mindfulness yang aplikatif, sederhana, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa. Peserta pada kegiatan ini adalah siswa SMA kelas XII yang berjumlah 215 siswa. Proses evaluasi dilakukan dengan Instrumen angket manajemen emosi sebanyak 45 butir untuk menilai keberhasilan program yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan manajemen emosi siswa sebelum 66,6% dan setelah diterapkan program ini sebesar 86,4%. Temuan ini membuktikan bahwa program mindfulness berbasis binaural beat efektif meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa dalam pembelajaran PJOK.Abstract: The mindfulness activity program based on digital audio binaural beats and relaxation was implemented as an effort to improve emotional management in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning. The program aimed to enhance the quality of Physical Education learning, particularly in strengthening students’ self-regulation and full awareness (mindfulness). This activity was carried out by applying digital audio–based binaural beat and relaxation media that systematically guided students through the STOP technique (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) as an applicable, simple, and self-practice mindfulness intervention. The participants in this program were twelfth-grade senior high school students. The evaluation process was conducted using a 45-item emotional management questionnaire to assess the effectiveness of the implemented program. Based on the evaluation results, there was an 86,4% improvement in students’ emotional management before 66,6% and after the implementation of the program. These findings demonstrate that the binaural beat–based mindfulness program is effective in enhancing students’ emotional regulation abilities in PJOK learning.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI TECHNOPRENEURSHIP DALAM INOVASI PRODUK OLAHAN SUSU BERNILAI GIZI Haslindah, Haslindah; Febrianti, Devy; Thahir, Inna Mutmainna Cahyani; Herman, Bahtiar; Amri, Andi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36448

Abstract

Abstrak: Pengembangan produk pangan lokal berbasis gizi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Setia Mekar Kabupaten Enrekang dalam mengolah susu sapi murni menjadi produk pangan inovatif, higienis, dan bernilai tambah. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan berupa observasi dan sosialisasi, tahap pelaksanaan meliputi pelatihan inovasi olahan susu, pendampingan produksi berbasis gizi, serta edukasi gizi, dan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi dasar sebesar 49%, keterampilan pengolahan susu sebesar 56%, serta higienitas produksi sebesar 42%. Variasi produk olahan susu meningkat dari dua menjadi lima jenis produk, dan kepercayaan diri anggota KWT dalam menyampaikan manfaat gizi produk kepada konsumen meningkat sebesar 78%. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas teknis, kesadaran gizi, serta penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.Abstract: The development of local nutrition-based food products is a strategic effort to improve public health and strengthen rural economic independence through the utilization of local resources. This community service activity aims to increase the capacity and skills of the Setia Mekar Women Farmers Group (KWT) in Enrekang Regency in processing pure cow's milk into innovative, hygienic, and value-added food products. The implementation method was carried out participatively through three stages, namely pre-activities in the form of observation and socialization, the implementation stage which included training in milk processing innovation, nutrition-based production assistance, and nutrition education, and the evaluation stage. The evaluation was carried out using pre-tests and post-tests, observation, and interviews to measure changes in the knowledge, skills, and attitudes of the partners. The results of the activity showed an increase in basic nutrition knowledge by 49%, milk processing skills by 56%, and production hygiene by 42%. The variety of processed milk products increased from two to five types, and the confidence of KWT members in communicating the nutritional benefits of the products to consumers increased by 78%. This activity contributed to increasing technical capacity, nutrition awareness, and strengthening the village economy in a sustainable manner.
PEMBERDAYAAN KOLABORATIF DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAMI DI SEKOLAH: PENDEKATAN PARTISIPATIF ANTARA GURU, ORANG TUA, DAN MASYARAKAT Sajadah, Melisa; Noverta, Ida; Meri, Wisna; Khoirisun, M.; Hartati, Meri; Afifatun, Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36170

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk budaya Islami di lingkungan sekolah. Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif, dengan melibatkan 150 peserta yang terdiri dari guru, orang tua, dan anggota masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan tahap identifikasi masalah, diikuti dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menilai dampak dari kegiatan yang dilakukan. asil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi orang tua, dengan 70% orang tua terlibat aktif dalam kegiatan sekolah setelah pelaksanaan program. Terbentuknya komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dan masyarakat, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan berlandaskan nilai keislaman tercermin dalam 80% responden yang melaporkan adanya peningkatan hubungan sosial dan spiritual. Selain itu, budaya religius yang terbentuk juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan kasus pelanggaran tata tertib siswa hingga 40% dibandingkan sebelum program dijalankan. Dengan demikian, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam menciptakan budaya sekolah Islami yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi perkembangan moral serta spiritual peserta didik. Abstract: This community service activity aims to strengthen the collaborative role between teachers, parents, and the community in shaping an Islamic culture within the school environment. Community empowerment is a key strategy for creating an educational ecosystem that focuses not only on academic aspects but also on the development of character and noble morals in students. This study used a participatory approach, involving 150 participants consisting of teachers, parents, and community members. The activity began with a problem identification stage, followed by outreach, training, and mentoring. Evaluation was conducted through direct observation, interviews, and analysis of focus group discussions (FGDs) to assess the impact of the activities carried out. The results of the activity showed a significant increase in parental participation, with 70% of parents actively involved in school activities after the program implementation. The establishment of harmonious communication between the school and the community, and growing awareness of the importance of education based on Islamic values, were reflected in 80% of respondents who reported improved social and spiritual relationships. Furthermore, the established religious culture also encouraged the creation of a comfortable, safe, and character-based learning environment. Evaluation results show a 40% decrease in student disciplinary violations compared to before the program was implemented. Thus, cross-stakeholder collaboration is key to creating a sustainable Islamic school culture that has a broad impact on students' moral and spiritual development.
PERANCANGAN KISI-KISI EKSTERIOR KORIDOR SEKOLAH BERBASIS RANGKA BESI DAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL UNTUK PENINGKATAN KENYAMANAN LINGKUNGAN BELAJAR Muhammad, Dzul Fikri; Rifai, Ridwan Muhamad; Wulandari, Fadila Fitria; Abdulrahman, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36331

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang desain eksterior kisi-kisi pada koridor sekolah dasar mitra sebagai solusi terhadap permasalahan tampias hujan dan panas berlebih yang mengganggu kenyamanan aktivitas belajar. Koridor yang menjadi fokus kegiatan merupakan penghubung antara ruang kelas dan perpustakaan. Mitra kegiatan melibatkan pihak sekolah, khususnya guru dan pengelola sarana prasarana, yang berperan aktif dalam diskusi dan evaluasi. Solusi yang ditawarkan berupa desain kisi-kisi eksterior dengan rangka besi hollow dan penutup Aluminium Composite Panel (ACP) bermodul 1×1 meter berwarna putih dan abu-abu. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, diskusi partisipatif, serta perancangan desain konseptual dengan mempertimbangkan aspek fungsional, estetika, dan kondisi iklim setempat. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi serta wawancara reflektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% responden menilai desain sesuai kebutuhan sekolah dan layak dijadikan acuan renovasi. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta kualitas lingkungan belajar.Abstract: This community service activity aims to design an exterior grid for the corridor of the partner elementary school as a solution to the problems of rainwater leakage and excessive heat that interfere with the comfort of learning activities. The corridor that is the focus of the activity is a connector between classrooms and the library. Partners in the activity include the school, particularly teachers and facility managers, who play an active role in discussions and evaluations. The proposed solution is an exterior grille design with a hollow iron frame and 1×1 meter white and gray aluminum composite panel (ACP) coverings. The implementation method included field observations, participatory discussions, and conceptual design planning that took into account functional aspects, aesthetics, and local climate conditions. Monitoring and evaluation were carried out through observations and reflective interviews. The evaluation results showed that 90% of respondents considered the design to be in line with the school's needs and suitable as a reference for renovation. This design is expected to improve comfort and the quality of the learning environment.
PEMANFAATAN APLIKASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN PADA UMKM Diana, Yusvi; Hadi, Febri; Erdian, Muhammad Habib
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36561

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola hubungan pelanggan melalui pemanfaatan aplikasi Customer Relationship Management (CRM). Kegiatan ini melibatkan peserta sebanyak 15 orang dari UMKM UD Susi Sprei dan Bed Cover. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah ketiadaan sistem pengelolaan data pelanggan dan strategi komunikasi yang berkelanjutan, sehingga berdampak pada rendahnya retensi pelanggan dan efektivitas promosi berbasis data. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode pelatihan, pendampingan, dan implementasi aplikasi CRM berbasis web yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test, observasi keterampilan penggunaan aplikasi, serta analisis perbandingan data penjualan dan efektivitas promosi sebelum dan sesudah penerapan CRM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam mengelola data pelanggan, menyusun kampanye promosi digital, serta menganalisis perilaku konsumen. Selain itu, efektivitas promosi meningkat sebesar 88% berdasarkan hasil evaluasi penjualan pasca penerapan CRM. Dengan demikian, pemanfaatan CRM terbukti menjadi solusi strategis bagi UMKM dalam membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat dan meningkatkan kinerja pemasaran secara berkelanjutan.Abstract: This community service activity aims to improve the ability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to manage customer relationships through the use of Customer Relationship Management (CRM) applications. This activity involved 15 participants from the MSME UD Susi Sprei and Bed Cover. The main problem faced by partners is the lack of a customer data management system and a sustainable communication strategy, resulting in low customer retention and the effectiveness of data-driven promotions. The community service activity was carried out through training, mentoring, and the implementation of a web-based CRM application tailored to the partners' needs. The activity was evaluated using pre-test and post-test methods, observation of application usage skills, and comparative analysis of sales data and promotional effectiveness before and after CRM implementation. The results of the activity showed a significant increase in partners' ability to manage customer data, develop digital promotional campaigns, and analyze consumer behavior. In addition, promotional effectiveness increased by 88% based on the results of the sales evaluation after CRM implementation. Thus, the use of CRM has proven to be a strategic solution for MSMEs in building stronger customer relationships and improving marketing performance in a sustainable manner.
PENGUATAN PERAN KOMUNITAS MELALUI FISOTERAPI DENGAN PENDEKATAN TERAPI KELOMPOK BERSAMA ANAK DENGAN DOWN SYNDROME Oktarina, Mona; Sirada, Andy; Ardhiyanti, Lusyta Puri; Jansen, Susiana; Agathy, Ghyffara; Kadaristiana, Agustina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36861

Abstract

Abstrak: Down Syndrome (DS) adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh salinan ekstra kromosom 21, yang memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Di Indonesia, anak-anak dengan DS menghadapi tantangan seperti stigma sosial dan kurangnya pemahaman orang tua mengenai stimulasi yang tepat, yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan perkembangan motorik, sensorik, dan sosial-emosional anak usia 2–6 tahun dengan DS, sekaligus memberdayakan orang tua dan komunitas melalui terapi kelompok yang dipandu oleh fisioterapis anak. Program dilaksanakan bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dari September hingga November sejumlah 25 anak DS beserta pendamping, dengan dua sesi bulanan. Setiap sesi selama 60 menit mencakup pemanasan, aktivitas motorik dan sensorik terstruktur, bonding orang tua-anak, dan permainan kelompok. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan pre-test/post-test pada orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua secara signifikan, dengan skor rata-rata pre-test 85% meningkat menjadi 100% post-test. Observasi anak menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar, interaksi sosial, dan partisipasi dalam kegiatan kelompok. Program ini efektif membangun lingkungan komunitas yang suportif, mengurangi stigma sosial, dan memperkuat kapasitas orang tua dalam stimulasi di rumah, sehingga mendukung perkembangan dan kualitas hidup anak dengan DS.Abstract: Down Syndrome (DS) is a genetic condition caused by an extra copy of chromosome 21, affecting children’s physical, cognitive, and social development. In Indonesia, children with DS face challenges such as social stigma and limited parental knowledge on appropriate stimulation, which impact their quality of life. This community service program aimed to enhance motor, sensory, and socio-emotional development in children aged 2–6 years with DS, while empowering parents and the community through group therapy led by pediatric physiotherapists. The program was implemented in collaboration with the Association of Parents of Children with Down Syndrome (POTADS) from September to November, with two monthly sessions. Each 60-minute session included warm-up, structured motor and sensory activities, parent-child bonding exercises, and group play. Evaluation was conducted through direct observation and pre-test/post-test assessments of parents. Results showed a significant increase in parental understanding, with average pre-test scores improving from 85% to 100% post-test. Observations indicated improvements in children’s gross motor skills, social interaction, and participation in group activities. The program effectively fostered a supportive community environment, reduced social stigma, and strengthened parental capacity for home-based stimulation, supporting the development and quality of life of children with DS.
PENGENDALIAN HAMA PERTANIAN PADI KELOMPOK TANI HARAPAN BERSAMA MELALUI TEKNOLOGI SMART PEST CONTROLLER Ramadhan, Muhammad Nizar; Zulkarnain, Andry Fajar; Shafriani, Karimal Arum; Rohim, Muhammad Nabil; Akbar, Jamaluddin Muhammad; Aziz, Abdul; Fakhri, Gibrael Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37181

Abstract

Abstrak: Desa Padang Luas merupakan salah satu desa di Kecamatan Kurau yang didominasi sektor pertanian. Kelompok Tani Harapan Bersama merupakan kelompok tani di Desa Padang Luas dan beranggotakan 23 orang. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menerapkan teknologi Smart Pest Controller berbasis energi terbarukan sebagai solusi pengendalian hama ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, keterampilan mitra yang ditingkatkan meliputi kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengendali hama, serta pengambilan keputusan berbasis efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan LED ultraviolet, lampu blitz, kawat listrik tegangan tinggi, dan speaker ultrasonik untuk mengendalikan hama serangga, burung, dan tikus. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, instalasi alat, dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap teknologi pengendalian hama sebesar 102%. Dampak dari penerapan alat ini tercermin dalam menurunnya intensitas serangan hama dan penghematan petani dari sisi ekonomi sebesar Rp 1.568.000. Penggunaan alat ini terbukti tidak hanya menekan penggunaan pestisida, tetapi juga meningkatkan keberdayaan petani dalam menghadapi ancaman hama secara berkelanjutan.Abstract: Padang Luas Village is one of the villages in Kurau Subdistrict that is dominated by the agricultural sector. The Harapan Bersama Farmer Group is a farmer group in Padang Luas Village with 23 members. This activity aims to introduce and apply renewable energy-based Smart Pest Controller technology as an environmentally friendly pest control solution. Through this activity, the partners' skills are improved, including the ability to operate and maintain pest control equipment, as well as make decisions based on cost efficiency and environmental sustainability. This technology utilizes ultraviolet LEDs, flash lights, high-voltage electric wires, and ultrasonic speakers to control insect, bird, and rodent pests. The activity was carried out through socialization, training, tool installation, and evaluation. Pre-test and post-test results showed a 102% increase in farmers' understanding of pest control technology. The impact of implementing this tool is reflected in a decrease in pest attack intensity and economic savings for farmers amounting to IDR 1,568,000. The use of this tool has been proven to not only reduce pesticide use but also increase farmers' resilience in facing pest threats in a sustainable manner.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT SIPIL UNTUK ADVOKASI KEBIJAKAN DAN MITIGASI RISIKO KORUPSI DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS Sayrani, Laurensius P.; Gana, Frans; Rohi, Rudi; Enamau, Alferd; Holivil, Ernestus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36742

Abstract

Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah Kupang menghadapi masalah transparansi dan potensi korupsi dalam pengelolaannya, yang berisiko merugikan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkuat kapasitas masyarakat sipil dalam melakukan advokasi kebijakan dan mitigasi risiko korupsi dalam MBG Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sipil melalui penguatan soft skill dan hard skill dalam melakukan advokasi kebijakan dan mitigasi risiko korupsi pada Program MBG. Soft skill yang ditargetkan meliputi kemampuan komunikasi advokatif, kerja kolaboratif, dan kesadaran kritis terhadap tata kelola program, sedangkan hard skill mencakup kemampuan analisis kebijakan, identifikasi titik rawan korupsi, pemetaan risiko, serta penyusunan strategi pengawasan berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah workshop interaktif dengan simulasi praktis, yang melibatkan mitra Komite BPJ, HWDI NTT, Bengkel APPeK, dan JARPUK INA FO’A, dan diikuti oleh 40 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta survei kepuasan untuk menilai kualitas pelatihan. Pre-test dan post-test masing-masing 10 pertanyaan tertutup berbentuk pilihan ganda/skala penilaian. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, yaitu peningkatan kemampuan mengidentifikasi titik rawan korupsi sebesar 17%, keterampilan pengawasan meningkat 17%, dan mitigasi korupsi meningkat 26%, yang menunjukkan peningkatan baik dalam softskill maupun hardskill peserta.Abstract:  The Free Nutritious Meals Program (MBG) in the Kupang region faces issues of transparency and potential corruption in its management, which risks harming the communities in need. The objective of this community service program is to increase the capacity of civil society by strengthening soft skills and hard skills in policy advocacy and corruption risk mitigation in the MBG Program. The targeted soft skills include advocacy communication skills, collaborative work, and critical awareness of program governance, while hard skills include policy analysis skills, identification of corruption-prone areas, risk mapping, and evidence-based monitoring strategy development. The method used was an interactive workshop with practical simulations, involving partners from the BPJ Committee, HWDI NTT, Bengkel APPeK, and JARPUK INA FO'A, and attended by 40 participants. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure understanding improvement, as well as satisfaction surveys to assess training quality. The pre-test and post-test each consisted of 10 closed-ended questions in the form of multiple choice/rating scales. The results showed a significant improvement in participants' skills, namely a 17% increase in the ability to identify corruption-prone areas, a 17% increase in oversight skills, and a 26% increase in corruption mitigation, indicating an improvement in both the soft skills and hard skills of the participants.
DIGITALISASI PEMBELAJARAN DIFERENSIATIF: PEMBUATAN E-LKPD BERBANTUAN CANVA UNTUK MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN MANDIRI GURU SD Harahap, Adek Nilasari; Nurdalilah, Nurdalilah; Siregar, Lukman Hakim; Mutiah, Lanni; Sitompul, Citra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36263

Abstract

Abstrak: Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar dengan tujuan meningkatkan kompetensi digital guru melalui pembuatan E-LKPD berbantuan Canva. Masalah yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital serta belum optimalnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan mandiri. Kegiatan dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, dan keberlanjutan, melibatkan 18 guru sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test keterampilan digital serta observasi selama kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata keterampilan digital sebesar 65,8%, dengan 87% peserta mencapai nilai di atas 60. Selain itu, guru mampu membuat tiga prototipe E-LKPD interaktif yang layak digunakan, serta terbentuk komunitas belajar digital sekolah. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi digital dan kemandirian guru dalam mendesain media pembelajaran sesuai prinsip pembelajaran berdiferensiasi.Abstract: This Community Partnership Program (PKM) was conducted at Elementary School to improve teachers’ digital competence through the development of Canva-assisted Electronic Student Worksheets (E-LKPD). The main problem identified was the limited ability of teachers to integrate digital technology and implement differentiated, self-directed learning. The program consisted of five stages: socialization, training, implementation, mentoring, and sustainability, involving 18 teachers as participants. Evaluation was conducted using pre-test and post-test digital skill assessments and direct observation during the activities. The results showed an average increase of 65.8% in teachers’ digital skills, with 87% scoring above 60 on the final test. Teachers also successfully produced three interactive E-LKPD prototypes and formed a digital learning community within the school. This program effectively enhanced teachers’ digital literacy, creativity, and independence in designing innovative and differentiated learning media for elementary education.
CEGAH STUNTING MELALUI OPTIMALISASI PERAN REMAJA PUTRI DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI KEBUN GIZI Hartini, Diah Ayu; Bahja, Bahja; Sakti, Putri Mulia; Ra'bung, Alfrida Semuel; Dewi, Nikmah Utami; Aiman, Ummu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36466

Abstract

Abstrak: Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang persisten di Indonesia dan sangat terkait dengan anemia pada remaja putri serta terbatasnya akses rumah tangga terhadap pangan bergizi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran remaja putri dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kader remaja serta mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Palu, dengan melibatkan 29 peserta dan menggunakan metode edukasi interaktif yang didukung oleh leaflet. Tingkat pengetahuan diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader mengenai anemia, stunting, dan pemanfaatan pekarangan rumah (p = 0,001). Program ini juga mendorong kader untuk menghidupkan kembali kebun gizi keluarga guna meningkatkan ketersediaan pangan kaya zat gizi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur secara efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan stunting dan menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pendampingan serta implementasi praktik di lapangan.Abstract: Stunting remains a persistent public health issue in Indonesia and is closely linked to anemia among adolescent girls and limited household access to nutritious foods. This community engagement program aimed to strengthen the role of adolescent girls in stunting prevention by improving the knowledge of health and youth cadres and promoting the use of home gardens as nutrition sources. Conducted in Palu City, the program involved 29 participants and utilized interactive education supported by leaflets. Knowledge levels were assessed using pre- and post-tests. Findings showed a significant improvement in cadre knowledge regarding anemia, stunting, and home garden utilization (p = 0.001). The program also encouraged cadres to revitalize home gardens to increase the availability of nutrient-rich foods. These results demonstrate that structured education effectively enhances community capacity for stunting prevention and underscores the importance of sustaining such initiatives through continued mentoring and practical implementation.