cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PROGRAM BANTUAN BAHAN PANGAN DAN KAJIAN STRATEGIK DAMPAK LOCKDOWN MELALUI COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY COVID-19 Erlinda Ningsih; Isa Albanna; Arlini Dyah Radityaningrum; Achmad Chusnun Ni’am; Vivi Nurhadianty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.031 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8396

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 berawal dari Wuhan China pada Desember 2019 dan mulai berkembang di Indonesia pada awal Maret, salah satu untuk mengantisipasi penyebaran virus ini adalah suatu daerah harus melaksanakan karatina lokal. Khusus untuk wilayah Surabaya, lockdown atau karantina lokal akan dilakukan mulai akhir April. Proses karantina lokal sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama perekonomian. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meringankan beban masyarakat kelas menengah ke bawah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dengan memberikan bantuan bahan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Simo Banyu Urip Surabaya. Pembagian sembako dilakukan 4 kali dalam sebulan, setiap hari Jumat, dan dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan ini mengunakan strategi IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact). Data masyarakat terdampak Covid-19 diperoleh dari ketua RT dan RW setempat. Orang yang mendapatkan bantuan lebih diutamakan mereka yang kehilangan mata pencaharian utama, pendapatan berkurang, dan orang tua. Dalam seminggu rata-rata 20 paket sembako dibagikan berdasarkan data yang diperoleh. Bantuan bahan makanan kepada mereka sangat membantu meringankan beban hidup masyarakat dalam mengatasi dampak krisis ekonomi dalam jangka pendek.Abstract: The Covid-19 pandemic started in Wuhan, China, in December 2019 and began to develop in Indonesia in early March. One of the ways to anticipate the spread of this virus is that an area must carry out local quarantine. Especially for the Surabaya area, a local lockdown or quarantine will be carried out starting at the end of April. The local quarantine process is very influential in various aspects of people's lives, especially the economy. This community service activity aims to ease the burden on the lower-middle-class people experiencing economic difficulties by providing food assistance. This activity was carried out in the Simo Banyu Urip area of Surabaya. The distribution of basic needs is carried out four times a month, every Friday, and for three months. This activity uses the IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact) strategy. Data on people affected by Covid-19 were obtained from the local RT, and RW heads. People who get assistance are prioritized for those who have lost their main livelihood, reduced income, and the elderly. In a week, an average of 20 food packages are distributed based on the data obtained. Food assistance to them helps ease the burden on people's lives in overcoming the impact of the economic crisis in the short term.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG CARA MENCEGAH DAN MELAWAN COVID-19 MELALUI STIKER EDUKASI CELAVID DAN PEMBAGIAN MASKER Rika Handayani; Syamsuriyati Syamsuriyati; Nur Asmi; Risna Ayu Rahmadani; Rahmat Haji Saeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.041 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7858

Abstract

Abstrak: Pandemik Covid-19 yang terjadi saat ini menyebar dengan sangat cepat. Salah satu penularan utama Covid-19 melalui kontak erat, droplet, dan melalui udara. Pembagian stiker edukasi Celavid dan masker merupakan salah satu dukungan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang cara mencegah dan melawan Covid-19. Metode yang dilakukan dengan Edukasi pencegahan covid 19 dilakukan dengan pembagian stiker edukasi dari rumah ke rumah warga. Pembagian masker dan edukasi (Celavid) diikuti dengan pemaparan cara pemakaiannya secara lisan. Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang berada di Desa Moncongloe yaitu sebanyak 75 orang. Hasil kegiatan ini adalah sebanyak 90% masyarakat yang tinggal di Desa Moncongloe Bulu menjadi paham tentang cara cegah dan lawan covid 19 serta paham pentingnya penerapan protocol kesehatan. Disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui stiker celavid dan pembagian masker dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara pencegahan covid-19 yaitu sebesar 85%.Abstract: The current Covid-19 pandemic is spreading very fast. One of the main transmissions of Covid-19 is through close contact, droplets, and through the air. Distribution of Celavid educational stickers and masks is one of the supports to help the government in preventing the spread of Covid-19. The purpose of this activity is toincreasing public knowledge about how to prevent and fight Covid-19. The method used is COVID-19 prevention education by distributing educational stickers from house to house. The distribution of masks and education (Celavid) was followed by an oral presentation on how to use them. The partners in this activity are the people in Moncongloe Village, which are 75 people. The result of this activity is that 90% of the people living in Moncongloe Bulu Village understand how to prevent and fight COVID-19 and understand the importance of implementing health protocols. It was concluded that providing education through celavid stickers and distributing masks could increase public knowledge about how to prevent covid-19 by 85%.
WORKSHOP PENAMAAN BADAN USAHA BERBAHASA ASING DI WILAYAH SURAKARTA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PADA GURU SMP DAN SMK DI JAKARTA Gallant Karunia Assidik; Yakub Nasucha; Tina Indri Astuti; Devi Kurnia Khikmawati; Shindy Tresna Vinansih; Erry Widya Kustanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.359 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7723

Abstract

Abstrak: Penamaan badan usaha tidak jarang melibatkan bahasa asing agar terlihat keren, berbeda, dan menarik. Keadaan di lapangan sering ditemukan nama-nama badan usaha yang maknanya tidak diketahui oleh orang lain, bahkan tidak jarang ditemukan nama badan usaha yang dapat membentuk persepsi negatif pembaca. Kegiatan Workshop dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2021 di Jakarta. Peserta pelatihan ini ialah 55 guru SMP-SMK Era Pembangunan 3 Jakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah peserta workshop mampu membuat badan usaha dengan nama yang tepat dan bermakna positif. Workshop dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu penyajian materi, diskusi dan praktik, serta pendampingan langsung. Berdasarkan hasil pengabdian ditemukan 2 guru dengan persentase 3,64% yang cukup paham, guru yang paham sebanyak 23 dengan persentase 41,82%, dan terdapat 30 guru dengan persentase 54,54% yang sangat paham mengenai materi workshop. Hasil pengabdian ini bermanfaat untuk menambah khazanah ilmu sosiolinguistik terutama yang berkaitan dengan model atau penamaan bahasa asing pada badan usaha.Abstract:  Naming a business entity often involves a foreign language to make it look cool, different, and attractive. The situation in the field is often found with the name of a business entity whose meaning is not known by others, and it is rare to find the name of a business entity that can shape the perception of the reader. Workshop activities will be held on August 7, 2021 in Jakarta. The participants of this training were 55 teachers of SMP-SMK Era Pembangunan 3 Jakarta. The purpose of this service is that the workshop participants are able to create a business entity with the right name and positive meaning. The workshop was carried out with three activities, namely material presentation, discussion and practice, and direct assistance. Based on the results of the service, it was found 2 teachers with a percentage of 3.64% who quite understand, 23 teachers who understand with a percentage of 41.82%, and there are 30 teachers with a percentage of 54.54% who are very understanding about material workshops. The results of this service are useful for adding to the treasures of sociolinguistics, especially those related to models or naming foreign languages in business entities.
PEMAHAMAN BUKU KIA MELALUI KELAS IBU HAMIL Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin; Khusnul Nikmah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.153 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8178

Abstract

Abstrak: Pemahaman ibu hamil terkait buku KIA masih kurang. Masyarakat mengganggap buku KIA merupakan buku harus disimpan dengan baik, wajib dibawa setiap berkunjung ke pelayanan kesehatan, namun tidak mengetahui bahwa buku KIA harus dibaca dan mampu menerapkan pesan-pesan dalam buku KIA. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman buku KIA melalui kelas ibu hamil untuk memberikan informasi, menambah pengetahuin sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan berupa pendidikan kesehatan, dengan sasaran mitra ibu hamil dengan jumlah peserta 7 orang. Evaluasi kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pemberian angket dengan dilakukan pretest diawal kegiatan berlangsung dan postest diakhir kegiatan berlangsung. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan peserta kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemahaman buku KIA, terdapat peningkatan yang terjadi sebelum atau sesudah kegiatan, yakni sebesar 36%.Abstract: The understanding of pregnant women regarding the MCH handbook is still lacking. People think that the MCH handbook is a book that must be stored properly and must be taken with them every time they visit the health service, but they do not know that the MCH handbook must be read and are able to apply the messages in the MCH book. The purpose of this community service activity is to increase understanding of the MCH handbook through classes for pregnant women to provide information, increase knowledge as an effort to improve maternal health. The method used is counseling in the form of health education, targeting pregnant women partners with 7 participants. Evaluation of this service activity was carried out by giving a questionnaire with a pretest at the beginning of the activity and a posttest at the end of the activity. The results obtained from this activity were an increase in the knowledge of participants in community service activities related to understanding the MCH book, there was an increase that occurred before or after the activity, that is 36%.
A NEW TREND IN INDONESIA: NEWEST CURRICULUM AND ITS’ IMPACT ON MIDDLE SCHOOL LEVEL Wanda Nugroho Yanuarto; Joko Purwanto; Anton Jaelani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.485 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8544

Abstract

Abstrak: Penerapan revolusi industri 4.0 memberi dampak kepada dunia pendidikan dalam menerapkan teknologi dari segala aspek pembelajaran di sekolah. Making Indonesia 4.0 adalah salah satu upaya pemerintah untuk menyelaraskan kehidupan Indonesia dengan laju teknologi. Salah satu program dalam making Indonesia 4.0 adalah pendidikan 4.0 di Indonesia. Pendidikan 4.0 di Indonesia adalah program yang diciptakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berlandaskan teknologi dalam aktivitasnya di pembelajaran kelas. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui program pendidikan 4.0 di Indonesia dan dampak yang dihadapi dari pendidikan 4.0 di sekolah, khususnya di Muhammadiyah Ajibarang Middle School. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru Muhammadiyah Ajibarang Middle School sebanyak 36 orang. Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah kuesioner pemahaman pengetahuan pendidikan 4.0. Hasil pelatihan ini adalah pemenuhan pendidikan 4.0 di Muhammadiyah Ajibarang Middle School dengan peningkatan pemahaman pengetahuan pendidikan 4.0 sebanyak 63% dari pengetahuan awal. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi alternatif penyelesaian masalah terkait penerapan pendidikan 4.0 di SMP Muhamamdiyah Ajibarang sebagai upaya terciptanya roadmap making Indonesia 4.0.Abstract: The application of the industrial revolution 4.0 has an impact on the field of education in adopting technology from all aspects of learning in schools. Making Indonesia 4.0 is one of the government's efforts to synchronize Indonesian living with the pace of technology. One of the programs in establishing Indonesia 4.0 is education 4.0 in Indonesia. Education 4.0 in Indonesia is a program established to improve the quality of education based on technology in its activities in classroom learning. The goal of this activity is to find out the 4.0 education program in Indonesia and the impact suffered by 4.0 education in schools, especially at Muhammadiyah Ajibarang Middle School. The participants of this exercise were instructors of Muhammadiyah Ajibarang Middle School as many as 36 people. The evaluation carried out in this activity was a questionnaire on comprehending education knowledge 4.0. The result of this training is the fulfillment of education 4.0 at Muhammadiyah Ajibarang Middle School with an increase in understanding of education 4.0 knowledge as much as 63 percent of starting knowledge. It is hoped that this activity can be an alternative to solving challenges linked to the implementation of education 4.0 at Muhamamdiyah Ajibarang Middle School as an effort to build a roadmap for making Indonesia 4.0.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI APLIKASI MANAJEMEN DESIGN PRODUCT PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR Heptari Elita Dewi; Anisa Aprilia; Imaniar Ilmi Pariasa; Andrean Eka Hardana; Novi Haryati; Effy Yuswita; Djoko Koestiono; Rachman Hartono; Fitria Dina Riana; Silvana Maulidah; Dwi Laila Maulida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.461 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8034

Abstract

Abstrak: Setiap tahun, limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga semakin meningkat. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk organik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain: (1) meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan dan manfaat pupuk organik cair melalui kegiatan webinar; (2) meningkatkan kemampuan mitra melalui aplikasi manajemen design product pengolahan limbah jeruk menjadi pupuk organik cair; dan (3) meningkatkan produktivitas mitra melalui pengolahan limbah jeruk menjadi pupuk organik cair. Mitra dari kegiatan ini adalah Komunitas Puri Hijau Royo Royo Kelurahan Arjowinangun Kota Malang. Metode pengabdian meliputi persiapan, sosialisasi, tahap pelatihan awal melalui webinar, dan tahap pelatihan pembuatan pupuk organik dan design product. Hasil dari post test webinar, lebih dari 90% peserta menjawab pertanyaan dengan benar, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pengelolaan limbah. Hasil dari pelatihan pembuatan pupuk organik adalah mitra dapat memproduksi pupuk organik cair secara mandiri.Abstract: Every year, waste produced by households is increasing. This waste can be used as an alternative organic fertilizer. The objectives of the community service program include: (1) increasing community understanding of processing and benefits of liquid organic fertilizer through webinar activities; (2) improve the ability of partners through the application of design product management by processing orange waste into liquid organic fertilizer; and (3) increase the productivity of partners through processing orange waste into liquid organic fertilizer. The partner of this program is Komunitas Puri Hijau Royo Royo, Arjowinangun Village, Malang. The method of service community includes preparation, socialization, initial training through webinar, and training of making organic fertilizer and design product. The results of the webinar' post-test show more than 90% of participants answered questions correctly, which showed an increase in participants' understanding of waste management. The result of training in making organic fertilizer is partners can produce liquid organic fertilizer independently.
PEMBERDAYAAN REMAJA SEBAGAI DAI KESEHATAN Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati; Anna Layla Saftarina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.604 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7629

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia masih mengalami masalah kesehatan baik penyakit menular ataupun tidak menular. Prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan setiap tahunnya antara lain penyakit kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan remaja sebagai dai kesehatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang meliputi pemberian materi dan diskusi bersama remaja yang melibatkan aparat desa. Mitra kegiatan ini adalah 25 remaja Dusun Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Evaluasi dilakukan dengan pre dan post test. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pemahaman tentang kesehatan sebesar 40%. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah pendampingan dan peningkatan keterampilan berkelanjutan bagi remaja dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Abstract: Indonesian community still experience health problems, both infectious and non-communicable diseases. The prevalence of non-communicable diseases has increased every year, including cancer, stroke, chronic kidney disease, diabetes mellitus, and hypertension. The purpose of this activuty is to empower youth as health preachers. The method used is training which includes the provision of materials and discussions with youth involving village officials. The partners of this activity are 25 youths from Kumbung village Hamlet, Lingsar District, West Lombok. Evaluation is done by pre and post test. The result achieved is an increase in understanding of health by 40%. The follow-up plan that can be carried out by the government is mentoring and continuous skill improvement for youth in improving the health status of the community.
EDUKASI STOP PERNIKAHAN DINI MELALUI PENYULUHAN PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN Kurnia Muhajarah; Eka Fitriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.558 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8432

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengadilan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah terjadi kenaikan yang signifikan terhadap kasus pernikahan anak usia dini di Provinsi Jawa Tengah selama masa pandemic Covid-19 tahun 2020. Tercatat di DP3AP2KB Jawa Tengah sebanyak 11.301 kasus pernikahan dini pada perempuan dan 1.671 pada laki-lak. Lonjakan diidentifikasi terjadi didasari dua faktor, yakni akibat dari pandemic Covid-29 dan Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 tahun 2019. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pernikahan dini kepada para pemuda dan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat terdampak dari pernikahan dini. Bentuk kegiatan dari Pengabdian Masyarakat ini dengan melaksanakan penyuluhan yang disusun bersama dan diikuti 25 peserta yang merupakan pemuda pemudi. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peserta mengenai pernikahan dini; juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak pernikahan dini pada kesehatan dan mental anak.Abstract: Based on data from the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Court and Family Planning (DP3AP2KB) there has been a significant increase in cases of early child marriage in Central Java Province during the 2020 Covid-19 pandemic. Recorded in DP3AP2KB Central Java as many as 11,301 cases of early marriage in women and 1,671 in men. The spike was identified as occurring based on two factors, namely the result of the Covid-29 pandemic and the Marriage Law number 16 of 2019. This Community Service aims to provide education regarding early marriage to young people and to provide awareness to communities affected by early marriage. The form of this Community Service activity is by carrying out counseling which was arranged together and attended by 25 participants who are young people. The results of this outreach activity can increase the knowledge and understanding of the participants about early marriage; It also provides an understanding to the public regarding the impact of early marriage on children's mental health.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER UNTUK DETEKSI DINI HIPERTENSI Ika Setyawati; Wahyu Tri Atmojo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.723 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7889

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular disebabkan oleh multifaktor karena melibatkan faktor risiko non genetik (faktor lingkungan) yang terjadi secara bersama-sama (common underlying risk factor) atau faktor genetik atau interaksi antara keduanya. Keterlambatan deteksi dini kejadian hipertensi tentunya dapat menyebabkan peningkatan prevalensi hipertensi dan disabilitas akibat komplikasi penyakit tersebut. Peran kader sangat penting dalam pencegahan prevalensi hipertensi tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk diseminasi informasi dan peningkatan pengetahuan kader tentang penyakit Hipertensi dan melatih para kader agar dapat melakukan pengukuran tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan praktik. Data dan evaluasi terkait kegiatan penyuluhan dan praktik diperoleh melalui metode survey dan pengamatan secara langsung. Sebanyak 100% peserta telah memahami tetang hipertensi dan cara deteksi dini penyakit tersebut.Abstract: Hypertension is a non-communicable disease caused by multifactorial because it involves non-genetic risk factors (environmental factors) that occur together (common underlying risk factors) or genetic factors or interactions between the two. The delay in early detection of the incidence of hypertension can certainly lead to an increase in the prevalence of hypertension and can cause disability due to complications of the disease. The role of cadres is very important in preventing the prevalence of hypertension. This activity aims to disseminate information and increase knowledge of cadres about hypertension and to train cadres to be able to measure blood pressure. Activities are carried out through counseling and practice methods. Data and evaluation related to extension activities and practices were obtained through survey methods and direct observation. As many as 100% of participants have understood about hypertension and how to detect the disease early.
PENYULUHAN PENGGUNAAN JARING SEBAGAI PELINDUNG RUMPUT LAUT DARI SERANGAN HAMA MAKRO PADA PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Isak Feridikson Alelang; Fredrik Abia Kande
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.079 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8637

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya rumput laut terkait upaya melindungi tanaman rumput laut dari serangan hama makro seperti ikan baronang dan penyu untuk menjamin stabilitas produksi rumput laut, keberadaan stok dan kestabilan harga dan kepercayaan pasar, hal ini sangat penting, untuk menjaga kestabilan perekonomian pembudidaya rumput laut yang terguncang akibat lahan budidaya rumput laut di serang hama makro rumput laut yaitu ikan baronang dan penyu dengan intensitas tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain: (1) Tahap Persiapan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan; (3) tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi terkait penggunaan jaring untuk memagari rumput laut yang di budidaya dapat dikatakan berhasil secara signifikan 100%, indikator nya, terlihat jelas adanya perubahan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya rumput laut secara keseluruhan yang mengikuti kegiatan ini. Hal ini nampak dari kemampuan serta ketrampilan pembudidaya rumput laut Desa Allumang yang sudah dapat menerapkan teknik ini, setelah kegiatan penyuluhan dan sosialisasi selesai dilakukan. Abstract: The implementation of this community service activity aims to increase knowledge and understanding of seaweed farmers regarding efforts to protect seaweed plants from macro pests such as baronang fish and turtles to ensure the stability of seaweed production, stock availability and price stability and market confidence, this is very important. , to maintain the stability of the economy of seaweed cultivators who were shaken by the seaweed cultivation area being attacked by macro pests of seaweed, namely baronang fish and turtles with high intensity. The method of implementing Community Service activities is carried out in several stages, including: (1) Preparation Stage; (2) activity implementation stage; (3) evaluation stage. The implementation of counseling and socialization activities related to the use of nets to fence the cultivated seaweed can be said to be significantly successful 100%, the indicator, it is clear that there is a change in knowledge and understanding of seaweed cultivators as a whole who participates in this activity. This can be seen from the abilities and skills of Allumang Village seaweed cultivators who have been able to apply this technique, after the counseling and socialization activities have been completed

Page 89 of 309 | Total Record : 3084