cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan pengenalan makhluk hidup melalui media flashcard berbahasa inggris di SDN 2 Manukaya N. W. S. Darmayanti; Desak Ayu Kembariasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27076

Abstract

Abstrak Kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pengenalan bahasa Inggris sejak dini, terutama dalam memahami konsep-konsep dasar seperti makhluk hidup, yang sekaligus meningkatkan literasi sains. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai makhluk hidup melalui media flashcard berbahasa Inggris di SD N 2 Manukaya.sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok belajar siswa kelas 3 dan 4 SD N 2 Manukaya yang berjumlah 15 siswa. metode pelaksanaan kegiatan meliputi pembuatan dan distribusi media flashcard, pelatihan penggunaan flashcard melalui pendampingan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis makhluk hidup melalui gambar yang disertai nama dalam bahasa Inggris. Proses belajar mengajar juga melibatkan aktivitas interaktif untuk memperkuat pemahaman dan penguasaan kosakata. hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris terkait makhluk hidup,  Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif dalam menggunakan bahasa Inggris selama pembelajaran.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan di sekolah dasar. Kata kunci: pendampingan; media flashcard; berbahasa inggris Abstract This activity is based on the importance of early introduction to English, especially in understanding basic concepts such as living things, which at the same time increases science literacy. This service activity aims to increase students' understanding of living things through United Kingdom flashcard media at SD N 2 Manukaya.The target of this activity is a learning group of 3rd and 4th grade students of SD N 2 Manukaya totaling 15 students. The method of implementing the activity includes the creation and distribution of flashcard media, training in the use of flashcards through direct assistance in learning activities. Students are introduced to different types of living things through pictures accompanied by names in English. The teaching and learning process also involves interactive activities to strengthen understanding and mastery of vocabulary. The results of the activity showed a significant increase in  vocabulary related to living things, qualitatively. This activity is expected to be an innovative and sustainable learning model in elementary schools. Keywords: mentoring; flashcard media; english
Pengolahan sampah tepat guna pada kawasan mangrove di desa Bagan Kuala kabupaten Serdang Bedagai Ameilia Zuliyanti Siregar; M. Basyuni; Delvian Delvian; Netti Herlina; Arida Susilowati; Ridwanti Batubara; Nelly Anna; Masitta Tanjung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25333

Abstract

Abstrak Mangrove Sumatera Utara berpotensi dikembangkan sebagai edu wisata. Pengabdian Masyarakat Desa Binaan LPPM USU dilaksanakan di Pantai merdeka, Desa Bagan kuala sejak bulan April sampai dengan September 2024 kepada 30 orang ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Remaja Peduli Pesisir dan Masyarakat Peduli Sampah Pesisir (MPSP) Serdang Bedagai. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mentabulasi dan mengelola sampah dikawasan mangrove  dengan program 3R(Reuse, Reduce, Recycle) berpotensi secara ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Serdang. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi pengolahan sampah tepat guna, pelatihan program 3R dari limbah olahan hasil laut (kulit kerang, kulit kepah, tiram, dan sisik ikan). Selanjutnya dilakukan Fokus Grup Diskusi (FGD) dan Monitoring Evaluasi dalam pengolahan limbah hasil olahan laut. Dari hasil Pengabdian Desa Binaan LPPM USU, kaum perempuan dan masyarakat  memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah olahan hasil laut sebesar 80% dari kulit kerang, kulit kepah, sisik ikan menjadi gantungan kunci, asbak rokok, frame foto, asbak rokok, mainan depan pintu, magnetik kulkas, dan produk lainnya yang akan meningkatkan perekonomian keluarga dan kesejahteraan masyarakat di Serdang Bedagai. Kata kunci: mangrove; sampah pesisir; kulit kerang; bagan kuala; PUI mangrove AbstractNorth Syumatra North Sumatra mangroves have the potential to be developed as educational tourism. Community Service in Villages Assisted by LPPM USU was carried out at Pantai Merdeka, Bagan Kuala Village from April to September 2024 to 30 peoples of family welfare empowermetn, coastal care youth and coastal waste concern community (CWCC) of Serdang Bedagai. The aim of tabulating and managing waste in mangrove areas with the 3R (Reuse, Reduce, Recycle) program which has economic potential. in improving the welfare of the community in Serdang. Community service activities are carried out by providing socialization on appropriate waste processing, training on the 3R program from processed marine waste (shells, kepah shells, oyster, fish scales), followed by Focus Group Discussions (FGD) and Evaluation Monitoring in the appropriate processing of processed marine waste. From the results of the service community of foster village LPPM USU, especially women and community have knowledge and skillsas much as 80% in managing processed marine waste products from shells, kepah shells, fish scales into key chains, cigarette ashtrays, photo frames, cigarette ashtrays, doorstep toys, refrigerator magnets, and other products that will improve the family economy and community welfare in Serdang Bedagai Keywords: mangrove; coastal waste; seashells; bagan kuala, IFP of mangrove
Implementasi pembelajaran diferensiasi berbasis projek dalam mengakselerasi kurikulum merdeka Rita Juliani; Rahmatsyah Rahmatsyah; Rajo Hasim Lubis; Agung Setia Batu Bara; Budiman Nasution; Aji Ibnu Khoir; Tiara Rizka Febriza; Nur Saimah Lubis; Tiara Syahdila; Khairanum Andini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25881

Abstract

AbstrakSMA Negeri 1 Percut Sei Tuan merupakan sekolah yang menerapkan kurikulum Merdeka. Kegiatan PKM Implementasi Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Projek dalam Mengakselerasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memahami dan meningkatkan efektivitas pembelajaran diferensiasi yang didasarkan pada pendekatan projek dalam konteks Kurikulum Merdeka. Fokus kegiatan terletak pada penerapan strategi diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam di tengah kurikulum yang memberikan kebebasan dan fleksibilitas khususnya dalam menghasilkan media berorientasi diferensiasi. Kegiatan PKM mengeksplorasi integrasi model pembelajaran projek dengan diferensiasi untuk memfasilitasi perkembangan keterampilan dan pemahaman siswa secara holistik, menciptakan landasan untuk penerapan Kurikulum Merdeka yang memungkinkan perkembangan optimal siswa sesuai dengan potensi individu siswa serta melalui pengabdian diharapkan mempercepat kurikulum merdeka. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM dengan tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Tahap persiapan dimulai dari observasi dan wawancara, pemetaan potensi, pendataan calon peserta dan persiapan tim dan bahan. Tahap pelaksanaan kegiatan dengan melakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta tahap penutup dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh guru memahami dan mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi berbasis projek dengan membuat inovasi media dan bahan ajar terintegrasi diferensiasi sehingga terwujud efektivitas dalam mengakslerasi kurikulum merdeka. Kata kunci: pembelajaran diferensiasi; proyek; kurikulum merdeka. Abstract SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan is a school that implements the Merdeka curriculum. The PKM activity of Optimizing Project-Based Differentiated Learning to Accelerate the Merdeka Curriculum aims to understand and improve the effectiveness of differentiated learning based on the project approach in the context of the Merdeka Curriculum. The focus of the activity lies in the application of differentiation strategies to meet diverse learning needs in the midst of a curriculum that provides freedom and flexibility, especially in producing differentiation-oriented media. The PKM activity explores the integration of the project learning model with differentiation to facilitate the development of students' skills and understanding holistically, creating a foundation for the implementation of the Merdeka Curriculum that allows for optimal student development according to the potential of individual students and through devotion it is hoped that it can accelerate the Merdeka curriculum. The method used in the PKM activity has three stages, namely the preparation, implementation, and closing stages. The preparation stage starts from observation and interviews, potential mapping, data collection of prospective participants and preparation of teams and materials. The implementation stage of the activity by conducting socialization, training and mentoring, and the closing stage by carrying out monitoring and evaluation. The results obtained by teachers understand and implement project-based differentiation learning by creating innovative media and integrated differentiation teaching materials so that effectiveness can be realized in accelerating the independent curriculum. Keywords: differentiated learning; project; independent curriculum.
Pelatihan Chat GPT sebagai alat bantu membuat instrumen tes berbasis taksonomi bloom di MTs Nurul Islah Linda Sekar Utami; M.Firman Ramadhan; Islahudin Islahudin; M.Abdul Majid; Basilius Rinaldi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26221

Abstract

AbstrakKurangnya pengetahuan guru tentang instrumen tes sesuai dengan tingkatan taksonomi Bloom membuat para guru dalam membuat instrumen tes tidak mudah, selain harus menyesuaikan ada 6 tingkatan kata operasiaonal untuk memenuhi standar instrumen yang baik. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi kemudahan bagi guru dalam menyusun instrumen tes dengan berbantuan aplikasi Chat GPT. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan dengan tahapan pengenalan aplikasi, praktik penggunaan aplikasi Chat GPT, evaluasi hasil pelatihan. Setelah melakukan pelatihan diperoleh bahwa 100% guru dapat dengan mudah membuat instrumen tes dengan berbagai kata operasional sesuai Taksonomi Bloom. Kata kunci: chat GPT; instrumen tes. AbstractTeachers' lack of knowledge about test instruments according to Bloom's taxonomy levels makes it challenging for them to create test instruments. They must not only adjust to the six levels of operational words to meet the standards of a good instrument but also navigate the complexities involved. The aim of this service is to provide teachers with ease in developing test instruments using the Chat GPT application. The method implemented includes training sessions with steps of application introduction, practical use of the Chat GPT application, and evaluation of the training results. After the training, it was found that 100% of the teachers could easily create test instruments with various operational words in accordance with Bloom's Taxonomy. Keywords: chat GPT; instrument test.
Strategi optimalisasi penerapan elektronik resep di depo farmasi rawat jalan RSUD provinsi Nusa Tenggara Barat Putu Oka Prasetia Ningsih; July Yuspita; Joko Prasetyo; Harry Irawan Johari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26918

Abstract

AbstrakResep elektronik (E-resep) adalah cara elektronik untuk menulis peresepan melalui proses entry data yang otomatis menggunakan software tertentu dengan jaringan internet yang terhubung di bagian farmasi rumah sakit. Sistem e-prescribing ini merupakan sistem yang dapat menggantikan peresepan obat secara konvensional yakni penulisan resep obat oleh dokter menggunakan kertas. Dengan menggunakan sistem komputerisasi, e-prescribing dapat menghubungkan berbagai informasi antara dokter, alat pembuat resep elektronik, apotek, hingga bagian keuangan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Hal ini akan memangkas waktu pelayanan karena peresepan dilakukan tidak melalui kertas dan dapat diimplementasikan ke dalam alur kerja yang efisien. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi kepada petugas farmasi untuk meningkatkan pengetahuan petugas terhadap permasalahan yang terjadi di Depo Farmasi Rawat jalan. Tujuan dan Manfaat dari peresepan melalui e-prescribing ini adalah Mencegah risiko human error, Mempercepat penginputan data, Menghemat waktu pelayanan dan sumber daya, Meningkatkan keamanan obat (medication safety), dan Meningkatkan kepatuhan pasien sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Kata Kunci : pemanfaatan; elektronik resep; depo farmasi; rawat jalan, AbstractElectronic prescriptions (E-prescriptions) are an electronic way to write prescriptions through an automatic data entry process using certain software with an internet network connected to the hospital pharmacy. This e-prescribing system is a system that can replace conventional drug prescribing, namely writing drug prescriptions by doctors using paper. By using a computerized system, e-prescribing can link various information between doctors, electronic prescription tools, pharmacies, and finance departments, either directly or indirectly. This will reduce service time because prescribing is done without paper and can be implemented into an efficient workflow. This community service activity takes the form of outreach to pharmacy officers to increase officers' knowledge of problems that occur at the Outpatient Pharmacy Depot. The aims and benefits of prescribing via e-prescribing are preventing the risk of human error, speeding up data input, saving service time and resources, increasing medication safety, and increasing patient compliance so as to improve service quality. Keywords: Utilization; electronic prescriptions; pharmacy deposit; outpatient.
WORKSHOP PENERAPAN ABC DAN BEP UNTUK PENINGKATAN LABA BAGI PARA PARICARA Agus Munandar; Didik Sugiyanto; Jerry Maratis; Kadlina Kadlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.26851

Abstract

ABSTRAKArtikel bertujuan untuk memberikan deskripsi pelaksanaan workshop tentang implementasi Activity Based Costing (ABC) bagi para pelaku pengobatan tradisional (paricara). Berdasarkan data statistik, pengobatan tradisional telah menjadi alternatif utama bagi layanan kesehatan modern di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kesehatan modern. Implementasi metode Activity Based Costing (ABC) diharapkan mampu meningkatkan laba bagi para pelaku pengobatan tradisional. Metode pengukuran keberhasilan workshop menggunakan one group pretest-posttest design dengan melibatkan 20 peserta. Hasil pengujian menunjukan bahwa implementasi metode ABC mampu meningkatkan akurasi penentuan biaya produksi, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan laba para pelaku pengobatan tradisional. Kata kunci: pengobatan tradisional; activity based costing; laba; perhitungan biaya; peningkatan profitabilitas. ABSTRACTThis article aims to delineate the implementation of workshop focused on the application of Activity Based Costing (ABC) for practitioners of traditional medicine (paricara). Based on statistical data indicate that traditional medicine has emerged as a viable alternative to modern healthcare services in Indonesia, particularly in regions with limited access to modern medical facilities. The adoption of the ABC is anticipated to enhance profitability for traditional medicine practitioners. The efficacy of workshop is asses using a one-gorup pretest and post tes design involving 20 participants. Results demonstrate that the application of the ABC method significantly improves the accuraccy of production cost, thereby positively influencing profit margins for practitioners of traditional medicine. Keywords: traditional medicine, activity based costing; profit; cost calculation; profitability enhancement
Pelatihan pembuatan ecoenzym dari limbah organik sebagai sabun padat di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lombok Utara Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Earlyna Sinthia Dewi; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani; Handika Purnama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25877

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengolahan sampah atau sisa buah dan sayur dari rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga solusi penanganan sampah tersebut juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.  Kegiatan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu koordinasi dengan mitra, pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yaitu memperkenalkan variasi pengolahan limbah, tahapan pembuatan ecoenzym dari sampah rumah tangga (kulit buah dan sisa sayuran segar), serta meningkatkan pemahaman mitra mengenai manfaat ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan ecoenzyme dengan bahan baku limbah rumah tangga (sisa buah dan sayur yang masih segar). Setelah produk ecoenzyme dipanen, dilakukan pelatihan pembuatan sabun padat ecoenzyme. Kegiatan praktek dilakukan dalam kelompok-kelompok dan dibimbing oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan , dimana 87% responden menyatakan puas dengan kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: ecoenzym; limbah organik; sabun. Abstract This community service activity is focused on processing waste or fruit and vegetable scraps from households into useful products and can become products of economic value so that the waste handling solution can also be one of the solutions to increase community income. Service activities are carried out in three stages, namely coordination with partners, training and mentoring. The objectives of the service activities are to introduce variations of waste processing, the stages of making ecoenzymes from household waste (fruit peels and fresh vegetable scraps), and increase partners' understanding of the benefits of ecoenzymes in everyday life. The first training conducted was training in making ecoenzyme with household waste raw materials (fresh fruit and vegetable scraps). After the ecoenzyme products were harvested, training was conducted on making ecoenzyme solid soap. Practical activities were carried out in groups and guided by the team implementing the service activities. Partners were very enthusiastic about participating in the training activities, where 87% of respondents expressed satisfaction with the activities carried out Keywords: ecoenzymes; organic waste; soap
Penyuluhan manajemen pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan bagi pengelola pendidikan anak usia dini Sanisah, Siti; Rochayati, Nurin; Tarmizi, Muhammad Alfin; Banmalei, Irmawati M.; Azali, Lia; Wathoni, Nurul; Rauhun, Baiq; Ipayati, Ipayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25278

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi penguatan tentang manajemen pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan kepada pengelola PAUD. Pengabdian dilakukan secara langsung dengan memberikan penyuluhan melalui tahapan koordinasi awal, perencanaan, pelaksanaan penyuluhan, kontrol dan evaluasi, serta penyusunan laporan. Mitra strategis selama pelaksanaan pengabdian adalah IGTKI Kecamatan Jonggat dengan melibatkan 26 orang pengelola PAUD di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah sebagai sasaran penyuluhan. Pengabdian berproses dengan baik, pelaksanaan kegiatan sesuai dengan hasil koordinasi awal dan perencanaan yang sudah disusun sebelumnya, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari 55 (pre-test) menjadi 94 (post-test), dan terpenuhinya indikator keberhasilan proses penyuluhan. Untuk memaksimalkan capaian, disarankan agar pemerintah atau stakeholder lebih memperhatikan penyelenggaraan PAUD dengan cara memberikan dampingan dan pembinaan secara intens, termasuk dalam hal pengelolaan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan agar pengelolaan pendidikan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien menuju pendidikan bermutu untuk semua. Kata kunci: penyuluhan; manajemen; pembiayaan pendidikan berkelanjutan; pendidikan anak usia dini AbstractThis community service aims to reinforce sustainable education financing management to PAUD managers. The service is carried out directly by providing counseling through initial coordination, planning, implementation of counseling, control and evaluation, and preparation of reports. The strategic partner during the implementation of the service was IGTKI Jonggat Subdistrict involving 26 PAUD managers in Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency as the counseling target. The service process went well, the implementation of activities resulted from the initial coordination and planning that had been prepared previously, there was an increase in participant knowledge from 55 (pre-test) to 94 (post-test), and the fulfillment of the success indicators of the extension process. To maximize achievements, it is recommended that the government or stakeholders pay more attention to the implementation of PAUD by providing intense assistance and guidance, including in terms of sustainable education financing management so that education management becomes more directed, effective, and efficient towards quality education for all. Keywords: extension; management; financing continuing education; early childhood education
Peningkatan kompetensi pembelajaran dengan generative AI guru SMKN 1 Rembang Purbalingga: to be or not to be future of learning Ranu Iskandar; Putri Khoirin Nashiroh; Khoirul Huda; Majora Nuansa Al-Ghin; Galih Pradipto Wisnujati; Nurkholis Nurkholis; Panggah Bowo Leksono; Muhammad Alfa Khoiruddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25469

Abstract

Abstrak Saat ini muncul teknologi generative AI yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan generative AI guru SMK N 1 Rembang Purbalingga, peningkatan keterampilan generative AI guru SMK N 1 Rembang Purbalingga pada tanggal 24 Juni 2024, Kebermanfaatan pengabdian masyarakat, dan kepuasan mitra pengabdian. Metode yang digunakan adalah pretest, ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan, dan posttest. Jenis tes yang digunakan adalah pilihan ganda sedangkan data kebermanfaatan dan kepuasan mitra pengabdian didapatkan menggunakan instrumen non tes, kuesioner. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan generative AI guru SMK N 1 Rembang Purbalingga dari median 5 menjadi median 9. Keterampilan guru juga meningkat dimana guru dapat membuat akun, menginstall generative AI di chrome extension dan dapat mengoperasikan generative AI. Pengabdian selanjutnya sebaiknya dilakukan pelatihan lebih lanjut tentang teknologi AI lainnya dapat diadakan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan guru, sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang. Kata kunci: generative AI; guru; keterampilan; pengetahuan Abstract Currently, generative AI technologies are emerging which can be used in learning. This service aims to determine the increase in generative AI knowledge of SMK N 1 Rembang Purbalingga teachers, the increase in generative AI skills of SMK N 1 Rembang Purbalingga teachers, the usefulness of community service, and the satisfaction of service partners. The methods used are pretest, lecture, question and answer, demonstration, assignment, and posttest. The type of test used is multiple choice, while data on the usefulness and satisfaction of service partners is obtained using non-test instruments, questionnaires. The results of this service show that there has been an increase in the generative AI of SMK N 1 Rembang Purbalingga teachers from a median of 5 to a median of 9. Teacher skills have also increased where teachers can create accounts, install generative AI in the chrome extension and can operate generative AI. Further service should include further training on other AI technologies to continuously update teachers' knowledge and skills, so that they can keep up with developments in technology that continue to develop. Keywords: generative AI; knowledge; teacher; skills
Kolaborasi LPPM UBT dan mahasiswa KKN melalui pelatihan pembuatan pupuk organik guna mendukung pertanian ramah lingkungan di desa Long Bia Sulistyo, Anang; Wahyuni, Etty; Santoso, Dwi; CCW, Dewi Elviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25480

Abstract

Abstrak Desa Long Bia di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki potensi pertanian yang besar namun menghadapi masalah keberlanjutan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan (UBT) berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik. Pelatihan dilaksanakan di bulan Juli tahun 2024, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang merusak lingkungan. Metode partisipatif digunakan dalam kegiatan ini, dengan mahasiswa KKN berperan sebagai motor penggerak masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, dan monitoring. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan minat yang tinggi terhadap penggunaan pupuk organik dan berhasil mengaplikasikan teknik pembuatan pupuk organik yang dipelajari. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan praktik pertanian berkelanjutan, memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat, serta berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di desa-desa lain. Kesimpulannya, kolaborasi ini berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian, pengurangan dampak lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kata kunci: pengabdian; mahasiswa KKN; pupuk organik; pertanian ramah lingkungan Abstract The village of Long Bia in Bulungan Regency, North Kalimantan, has significant agricultural potential but faces sustainability issues due to excessive use of chemical fertilizers. To address this issue, the Research and Community Service Institute (LPPM) of Universitas Borneo Tarakan (UBT) collaborated with students from the Community Service Program (KKN) to conduct training on organic fertilizer production. The training, held in July 2024, aimed to enhance the knowledge and skills of the community in producing organic fertilizers and to reduce dependency on environmentally harmful chemical fertilizers. A participatory method was employed in this activity, with KKN students acting as community mobilizers. The stages of the activity included problem identification, socialization, training, and monitoring. The training results showed a high level of community interest in using organic fertilizers and successful application of the organic fertilizer production techniques learned. This program not only provided technical knowledge but also raised awareness of sustainable agricultural practices, strengthened the relationship between the university and the community, and has the potential to serve as a model for other villages. In conclusion, this collaboration contributed to improving agricultural yields, reducing environmental impact, and empowering the local community.Keywords: community service; KKN students; organic fertilizer; sustainable agriculture