cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Upaya pencegahan dan pengobatan diabetes melitus di RPLSU Wening Wardoyo Kabupaten Semarang Ramadhani, Melati Aprilliana; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa; Pradana, Andi; Untari, Untari; Maulana, Muhammad Rifqi; Hikmawati, Septiana Rohama Ria; Ramadhani, Afni Nadya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34125

Abstract

Abstrak Era modern saat ini dan struktur masyarakat yang juga berubah seiring dengan berjalannya waktu menyebabkan terjadinya masa transisi dari pola hidup masyarakat agraris menuju masyarakat industri. Adanya perubahan tersebut maka terjadilah perubahan pada pola makan dan aktivitas fisik di masyarakat, yang menyebabkan terjadi penyakit gangguan metabolisme, salah satunya Diabetes Mellitus (DM). Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPLSU) Wening Wardoyo merupakan mitra pada program PkM ini, dimana banyak lansia yang memiliki riwayat penyakit DM. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan pengobatan DM melalui usaha pembuatan jamu secara sederhana yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kadar gula darah yang tinggi, serta makanan dan minuman yang perlu diwaspadai. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dilakukan dengan tatap muka secara langsung dengan sasaran bapak ibu lansia. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, persiapan, partisipasi mitra, pelaksanaan pretest, edukasi dan pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian ini adalah terdapat kenaikan pengetahuan peserta, dengan % rata-rata peningkatan pengetahuan adalah 33,92%. Setiap pertanyaan terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan antara hasil pretest dan postest. Pertanyaan nomor 1 dan 2 memiliki persentase pengetahuan yang paling tinggi yaitu 91,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang cara-cara yang dapat digunakan untuk untuk mengontrol kadar gula. Kesimpulan pengabdian ini adalah kegiatan ini memberikan manfaat kepada peserta tentang diabetes melitus, pola makan yang perlu diwaspadai, dan pembuatan herbal secara sederhana terlihat dari peningkatan presentase pada kuisioner posttest. Kata kunci: diabetes mellitus; pengobatan herbal; lansia; peningkatan pengetahuan. Abstract The modern era and the changing structure of society over time have led to a transition from an agrarian lifestyle to an industrial one. This change has resulted in changes in dietary patterns and physical activity in society, leading to metabolic disorders, one of which is diabetes mellitus (DM). The Wening Wardoyo Elderly Social Service Centre (RPLSU) is a partner in this PkM programme, where many elderly people have a history of DM. The aim of this PkM activity is to increase knowledge about the prevention and treatment of DM through the simple preparation of herbal medicine that can be used to help control high blood sugar levels, as well as foods and drinks that need to be watched out for. The implementation method of this community service was conducted through direct face-to-face interactions with the elderly participants. The stages of the activity included socialisation, preparation, partner participation, pre-test implementation, education and training, as well as mentoring and evaluation. The results of this community service showed an increase in participants' knowledge, with an average knowledge improvement rate of 33.92%. Each question shows a significant increase in knowledge between the pre-test and post-test results. Questions 1 and 2 have the highest knowledge percentage, namely 91.67%. The results indicate that this community service activity increased participants' knowledge of methods for controlling blood sugar levels. The conclusion is that this community service activity provided participants with valuable information about diabetes mellitus, dietary concerns, and simple herbal preparations, as evidenced by the increased percentage of participants on the post-test questionnaire Keywords: diabetes mellitus; herbal medicine; elderly;, knowledge enhancement.
Peningkatan pendapatan petani melalui budidaya mina padi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian hama di Desa Sumberjambe Dewi, Nilasari; Haryadi, Nanang Tri; Kurnianto, Agung Sih; Ratriningtyas, Ajeng; Safitri, Amelia; Rosyid, Abdullah Al Halimir
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35370

Abstract

Abstrak Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, merupakan desa binaan Universitas Jember dengan potensi lahan sawah seluas 4.633 ha dan produktivitas 5,82 ton/ha. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah serangan hama, khususnya wereng batang coklat dan walang sangit, yang menyebabkan penurunan hasil panen. Program pengabdian ini menerapkan sistem mina padi, yaitu integrasi budidaya padi dan ikan, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menekan populasi hama secara ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya mina padi serta meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dengan melibatkan kelompok tani “Setia Tani”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani terhadap teknik mina padi dari 20% menjadi 100%. Meskipun tinggi tanaman dan jumlah anakan padi pada sistem mina padi sedikit lebih rendah dibandingkan metode konvensional, sistem ini terbukti mampu menekan populasi hama walang sangit (27 ekor pada sistem konvensional menjadi 19 ekor pada sistem mina padi) serta memberikan tambahan hasil berupa panen ikan nila sebanyak 1.500 ekor. Temuan ini membuktikan bahwa sistem mina padi tidak hanya mendukung diversifikasi pangan dan peningkatan pendapatan petani, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia. Kata kunci: padi; wereng batang coklat; mina padi; ikan. AbstractSumberjambe Village, Sumberjambe Subdistrict, Jember Regency, is a village assisted by the University of Jember with 4,633 hectares of rice fields and a productivity of 5.82 tons/hectare. The main problem faced by farmers is pest infestation, particularly brown planthoppers and leafhoppers, which cause a decline in crop yields. This community service program implements a rice-fish farming system, which integrates rice and fish cultivation, as an effort to improve food security while reducing pest populations in an environmentally friendly manner. The objective of this program is to enhance farmers’ knowledge and technical skills in mina padi cultivation and to improve their income. The activities were carried out through socialization, training, mentoring, and evaluation involving the “Setia Tani” farmer group. The results of the activities showed an increase in farmers' knowledge of rice-fish farming techniques from 20% to 100%. Although the height of the plants and the number of rice seedlings in the rice-fish farming system were slightly lower than in the conventional method, this system proved to be able to reduce the population of brown planthoppers (from 27 insects in the conventional system to 19 insects in the rice-fish farming system) and provide additional income in the form of a tilapia harvest of 1,500 fish. These findings prove that the rice-fish farming system not only supports food diversification and increases farmers' income, but also reduces dependence on chemical pesticides. Keywords: paddy; brown planthopper; rice-fish farming; fish.
Edukasi penatalaksanaan demam berdarah dengue melalui pendekatan family-centered care di Kelurahan Dukuh Sutorejo Purnamasari, Ira; Mardiyah, Siti; Widyastuti, Rahma; Aisyah, Siti; Sumarliyah, Eni; Firman, Firman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37671

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. DBD merupakan infeksi akut yang disebabkan virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Prevalensi DBD pada tahun 2024 di Jawa Timur sebanyak 32.156 kasus dan Surabaya sebanyak 231 orang. Masalah utama yang sering muncul adalah rendahnya pengetahuan keluarga terkait pencegahan, deteksi dini, serta penatalaksanaan awal DBD, sehingga kasus yang seharusnya dapat dicegah atau ditangani lebih cepat justru berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dengan pemberian edukasi melalui pendekatan family-centered care. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 2 minggu pada tanggal 19 Mei – 1 Juni 2025 dengan melibatkan 139 keluarga di RW 04 Kelurahan Dukuh Sutorejo. Tim pengabdi memberikan edukasi dan pendampingan tidak hanya diberikan kepada individu, tetapi melibatkan seluruh anggota keluarga melalui metode ceramah dan diskusi, sehingga pengetahuan terkait pencegahan dan penatalaksanaan DBD dapat ditingkatkan secara kolektif. Hasil kuesioner didapatkan pengetahuan responden sebelum kegiatan pendampingan, mayoritas memiliki pengetahuan cukup 59.7% dan setelah kegiatan pendampingan menjadi pengetahuan baik 74.8%. Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat keluarga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mencegah, mengenali, dan menangani DBD secara tepat sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD); edukasi; family-centered care. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health problem in Indonesia. DHF is an acute infection caused by the dengue virus and transmitted by Aedes aegypti mosquitoes. In 2024, the prevalence of DHF in East Java reached 32,156 cases, with 231 cases reported in Surabaya. A major issue frequently encountered is the low level of family knowledge regarding prevention, early detection, and initial management of DHF, causing cases that could have been prevented or treated promptly to progress into more severe conditions. This community service activity aimed to improve family knowledge through educational interventions using a family-centered care approach. The activity was conducted over a two-week period from May 19 to June 1, 2025, involving 139 families in RW 04, Dukuh Sutorejo Subdistrict. Education and assistance were provided not only to individuals but also involved all family members through lectures and discussion methods, enabling collective improvement in knowledge related to DHF prevention and management. Questionnaire results showed that prior to the intervention, the majority of respondents had a moderate level of knowledge (59.7%), which increased to a good level of knowledge (74.8%) after the intervention. Following this community service activity, families are expected to have improved abilities to prevent, recognize, and appropriately manage DHF, thereby reducing the risk of complications. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); education; family-centered care
Penerapan sistem informasi berbasis digital untuk monitoring data penjualan pada usaha mikro Alanaya Bakery Cahyani, Septa; Permatasari, Indah; Sari, Diah Komala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37845

Abstract

Abstrak Usaha mikro sering menghadapi permasalahan dalam pengelolaan pencatatan penjualan yang masih dilakukan secara manual dan tidak terstruktur. Kondisi tersebut menyebabkan data penjualan sulit direkap, kurang terdokumentasi dengan baik, serta belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Alanaya Bakery sebagai usaha mikro di bidang kuliner juga mengalami kendala serupa, khususnya dalam memantau perkembangan penjualan dan menyusun laporan usaha secara sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan sistem pencatatan penjualan dan monitoring usaha berbasis digital yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan mitra. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah pemilik dan pengelola Alanaya Bakery dengan jumlah peserta sebanyak lima orang (n = 5). Metode pelaksanaan meliputi observasi awal untuk mengidentifikasi permasalahan mitra, perancangan sistem pencatatan penjualan berbasis spreadsheet digital, pelatihan penggunaan sistem, serta pendampingan dan evaluasi penerapan sistem. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung terhadap penggunaan sistem, wawancara dengan mitra, serta analisis data yang dihasilkan oleh sistem pencatatan penjualan digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem pencatatan penjualan berbasis digital mampu meningkatkan keteraturan pencatatan transaksi, menyediakan rekap penjualan harian dan bulanan secara otomatis, serta mempermudah monitoring perkembangan usaha. Secara kuantitatif, penerapan sistem mampu meningkatkan efisiensi waktu pencatatan transaksi hingga lebih dari 50% dan meningkatkan pemahaman mitra berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan usaha mikro secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian; pencatatan penjualan digital; umkm; teknologi informasi; monitoring usaha. Abstract Micro enterprises often face challenges in managing sales records that are still conducted manually and in an unstructured manner. This condition causes sales data to be difficult to summarize, poorly documented, and not optimally utilized as a basis for business decision-making. Alanaya Bakery, a micro enterprise operating in the culinary sector, experiences similar issues, particularly in monitoring sales performance and preparing simple business reports. This community service activity aims to implement a digital-based sales recording and business monitoring system that is easy to use and aligned with the partner’s needs. The target partners of this activity were the owner and managers of Alanaya Bakery, involving five participants (n = 5). The implementation methods included initial observation to identify partner problems, design of a digital sales recording system based on spreadsheet applications, training on system usage, as well as mentoring and evaluation of system implementation. The evaluation was conducted through direct observation of system usage, interviews with partners, and analysis of data generated by the digital sales recording system. The results indicate that the implemented system improves the organization of sales records, provides automatic daily and monthly sales recaps, and facilitates business performance monitoring. Quantitatively, the system increases the efficiency of transaction recording time by more than 50% and enhances partners’ understanding based on pre-test and post-test results. This activity has a positive impact on improving partners’ ability to utilize information technology to support more effective and sustainable micro-enterprise management. Keywords: community service; digital sales recording; micro enterprises; information technology; business monitoring.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis digital Yanuardi, Alindra; Aswad, Muhammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37642

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah pada masyarakat di Desa Mlinjon Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek sebagai respon atas rendahnya pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah serta minimya penggunaan layanan keuangan syariah berbasis digital. Menggunakan  pendekatan Community Based Research (CBR), kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan pemetaan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan literasi dan inklusi keuangan syariah, dan pendampingan dalam praktik penggunaan aplikasi keuangan syariah digital. Hasil Pengabdian dan berdasarkan evaluasi setelah proses kegiatan, menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman peserta mengenai prinsip keuangan syariah, perbedaan keuangan konvensional dan syariah, pengetahuan produk keuangan digital, serta antusiasme masyarakat dalam mendaftar aplikasi keuangan digital. Meskipun hasil respon masyarakat yang positif, masih ditemukan adanya kendala infrastruktur internet yang kurang memadai. Lalu terdapat tantangan, terutama bagi peserta lansia dan perempuan dalam adaptasi teknologi. Temuan lapangan lainnya menegaskan pentingnya peran komunitas lokal sebagai penggerak utama dalam menyebarkan pengetahuan tentang keuangan syariah secara berkelanjutan di tingkat masyarakat . Program ini merekomendasikan penguatan kolaborasi multipihak, peningkatan infrastruktur digital, serta pelatihan lanjutan untuk mendukung keberlanjutan. Secara keseluruhan, model ini juga potensial direplikasi pada desa lainnya. Kata kunci: literasi keuangan syariah; inklusi keuangan syariah; pemberdayaan ekonomi. Abstract This community service program aims to improve Islamic financial literacy and inclusion in the community of Mlinjon Village, Suruh District, Trenggalek Regency, in response to the community's low understanding of Islamic finance and minimal use of digital Islamic financial services. Using a Community Based Research (CBR) approach, this activity was implemented through needs mapping, outreach, training in Islamic financial literacy and inclusion, and mentoring in the practical use of digital Islamic financial applications. The results of the Community Service program and post-activity evaluations showed an increase in participants' understanding of Islamic financial principles, the differences between conventional and Islamic finance, knowledge of digital financial products, and community enthusiasm in registering for digital financial applications. Despite the positive community response, inadequate internet infrastructure remained an issue. Furthermore, there were challenges, particularly for elderly and female participants, in adapting to technology. Other field findings emphasized the importance of the local community as a key driver in disseminating knowledge about Islamic finance sustainably at the community level. The program recommends strengthening multi-stakeholder collaboration, improving digital infrastructure, and further training to support sustainability. Overall, this model has the potential to be replicated in other villages. Keywords:  islamic financial literacy; islamic financial inclusion; economic empowerment.
Penguatan kapasitas kewirausahaan perempuan melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC) pada sekolah wirausaha ‘Aisyiyah Kecamatan Sirampog Salma, Dzikrina Fikrotus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37742

Abstract

Abstrak Masalah utama yang dihadapi oleh perempuan pelaku usaha mikro di Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes adalah keterbatasan dalam kemampuan merancang perencanaan bisnis yang terstruktur dan dapat diterapkan. Hal ini berpengaruh pada arah pengembangan usaha yang rendah dan keputusan bisnis yang kurang optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam menyusun rencana bisnis menggunakan metode Business Model Canvas (BMC). Mitra kegiatan ini adalah Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang, yang terdiri dari perempuan pelaku usaha mikro serta calon wirausaha. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara interaktif, diskusi, studi kasus, praktik penyusunan BMC, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memahami komponen model bisnis. Secara kuantitatif, 95% peserta berhasil menyusun sembilan elemen Business Model Canvas secara lengkap dan sesuai dengan karakteristik usaha mereka. Secara kualitatif, peserta menunjukkan kemajuan dalam pemahaman mengenai segmentasi pasar, nilai proposisi, serta struktur biaya dan sumber pendapatan usaha. Kegiatan ini berperan dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan perempuan dan mendukung peran ‘Aisyiyah sebagai gerakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang progresif. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; perencanaan bisnis; BMC; kewirausahaan perempuan. Abstract The primary challenge encountered by female micro-entrepreneurs at the Aisyiyah Entrepreneurship School is their restricted capability to develop organized and actionable business plans. This leads to unclear business development trajectories and suboptimal decision-making. This community service initiative aims to enhance the participants' knowledge and skills in creating business plans using the Business Model Canvas (BMC) technique. The collaborating organization for this initiative is the Aisyiyah Entrepreneurship School, with 100 participants, which includes both female micro-entrepreneurs and those aspiring to start their own businesses. The method of implementation features interactive presentations, group discussions, case study analyses, and practical workshops on BMC preparation, along with mentoring and assessment. The outcomes of this initiative reveal an improvement in the participants' comprehension of business model elements. On a quantitative level, 95% of participants successfully formulated all nine components of the Business Model Canvas in complete alignment with the specifics of their businesses. From a qualitative standpoint, participants showed advancement in their understanding of market segmentation, value propositions, and the structure and sources of business revenue. This initiative contributes to enhancing women's entrepreneurial skills and reinforces Aisyiyah's mission as an advocate for progressive economic empowerment within the community. Keywords: community service; training; business plan; bmc; women's entrepreneurship.
Edukasi mitigasi bencana pesisir bagi generasi muda melalui program penanaman mangrove di Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah Pietersz, Janson Hans; Huliselan, Niette V.; Pello, Frederika S.; Tupan, Charlotha I.; Pentury, Reinhardus; Tuapattinaja, Maureen A.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37452

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti abrasi pantai, banjir rob, dan gelombang pasang, yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan tekanan aktivitas antropogenik. Salah satu upaya mitigasi bencana pesisir berbasis ekosistem yang efektif adalah melalui pelestarian dan rehabilitasi hutan mangrove. Namun demikian, rendahnya pemahaman dan keterlibatan generasi muda dalam upaya pengelolaan ekosistem pesisir masih menjadi tantangan dalam mewujudkan keberlanjutan mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai peran strategis ekosistem mangrove dalam mitigasi bencana pesisir serta mengimplementasikan upaya perlindungan pantai melalui aksi penanaman mangrove di pesisir Negeri Hila. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Negeri Hila Kabupaten Maluku Tengah, dengan melibatkan siswa sekolah menengah atas sebagai mitra sasaran utama dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 44 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 80% yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dan ketepatan jawaban pada sesi tanya jawab setelah materi diberikan, serta tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa anakan mangrove yang bertahan mengalami perkembangan vegetatif yang baik, meskipun menghadapi berbagai tantangan lingkungan pesisir. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap rehabilitasi ekosistem mangrove serta memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam mendukung mitigasi bencana pesisir berbasis ekosistem secara berkelanjutan di Negeri Hila. Kata kunci: pesisir; mitigasi bencana; generasi muda; mangrove; Hila. Abstract Coastal areas are vulnerable to various disaster threats, such as coastal abrasion, tidal flooding, and tidal waves, which are increasing due to climate change and the pressure of anthropogenic activities. One effective ecosystem-based coastal disaster mitigation effort is through the preservation and rehabilitation of mangrove forests. However, the limited understanding and involvement of the younger generation in coastal ecosystem management efforts remain a challenge to realizing sustainable disaster mitigation. This community service activity aims to educate the younger generation about the strategic role of mangrove ecosystems in coastal disaster mitigation and implement coastal protection efforts through mangrove planting actions on the coast of Negeri Hila. This community service activity was carried out in Negeri Hila, Central Maluku Regency, targeting high school students as the main partners, with a total of 44 participants. The implementation method used an educational, participatory, and practical approach. The service activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the activity showed an 80% increase in participants' understanding, reflected in increased participation and answer accuracy during the question-and-answer session after the material was presented, as well as in participants' high enthusiasm for the entire series of activities.Furthermore, growth monitoring results indicate that the surviving mangrove seedlings are exhibiting good vegetative development despite various coastal environmental challenges. This activity makes a significant contribution to the rehabilitation of the mangrove ecosystem. It strengthens the role of the younger generation as agents of change in supporting sustainable, ecosystem-based coastal disaster mitigation in Hila State. Keywords: coastal; disaster mitigation; young generation; mangrove; Hila.
Pengembangan budidaya dan pengolahan jahe sebagai produk bernilai ekonomi pada kelompok tani Weo Baru Wongga Murdaningsih, Murdaningsih; Peni, Natalia; Supardi, Philipus Nerius
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36270

Abstract

Abstrak Jahe merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan makanan, minuman herbal maupun bahan baku industri farmasi. Salah satu penghasil jahe di Kabupaten Ende adalah desa Nduaria kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Luas wilayah desa Nduaria 21, 53 Km², dengan jumlah penduduk 1467 jiwa yang terdiri dari 674 laki-laki dan 739. Potensi budidaya tanaman jahe di Desa Nduaria termasuk varietas jahe gajah, jahe merah. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yakni melakukan pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani Weo Baru Wonga guna peningkatan produktivitas jahe, efisiensi penggunaan lahan dan diversifikasi produksi olahan berbasis jahe untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian anggota kelompok. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan budidaya dan pengolahan jahe dilakukan secara sistematis dengan beberapa tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi budidaya jahe, pelatihan dan pendampingan pengolahan jahe serta pendampingan manajemen usaha dan evaluasi. Kegiatan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan bantuan peralatan berupa mesin perajang, oven listrik, grinder dan peralatan kemasan. Dampak dari kegiatan yang diukur menggunakan kuisener pada sebelum dan sesudah kegiatan, terlihat terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dapat membuat pupuk organik, penerapan teknologi budidaya jahe dengan teknologi ramah lingkungan, pola tumpangsari jahe dan sorgum serta pengolahan jahe menjadi produk yang bernilai tambah berupa Teh Lea Wongga, Serbuk Lea Wongga dan Minuman jahe instan. Demikian juga terjadi peningkatan kapasitas kelompok dengan adanya usaha bersama yang mendapatkan ijin regristrasi dari BPOM berupa PIRT dan manajemen keuangan kelompok. Kata kunci: Budidaya; pengolahan; pelatihan; jahe; produk. Abstract Ginger is one of the leading commodities that has high economic value, both as a food ingredient, herbal drink and raw material for the pharmaceutical industry. One of the ginger producers in Ende Regency is Nduaria Village, Kelimutu District, Ende Regency. Nduaria Village covers an area of 21.53 km² and has a population of 1,467, consisting of 674 males and 739 females. The potential for ginger cultivation in Nduaria Village includes varieties of elephant ginger and red ginger. The purpose of the Community Service activity is to provide training and assistance to the Weo Baru Wonga farmer group to increase ginger productivity, land use efficiency and diversification of ginger-based processed production to improve the welfare and economy of group members. The method of implementing community service in developing ginger cultivation and processing is carried out systematically with several stages starting from socialization, training and assistance in the application of ginger cultivation technology, training and assistance in ginger processing as well as assistance in business management and evaluation. The Community Service Team (PKM) provided equipment assistance in the form of chopping machines, electric ovens, grinders, and packaging equipment. The impact of the activities, measured using questionnaires before and after the activities, showed an increase in farmers' knowledge and skills in making organic fertilizer, implementing environmentally friendly ginger cultivation technology, intercropping ginger and sorghum, and processing ginger into value-added products such as Lea Wongga Tea, Lea Wongga Powder, and instant ginger drinks. Likewise, there was an increase in group capacity with the existence of a joint venture that received registration permits from BPOM in the form of PIRT and group financial management Keywords: cultivation; processing; training; ginger; products.
Pelatihan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA) sebagai upaya penguatan kompetensi reflektif guru dalam menganalisis interaksi pembelajaran Juandi, Tarpin; Novianti, Baiq Aryani; Sapiruddin, Sapiruddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37854

Abstract

Abstrak Kemampuan refleksi merupakan salah satu kompetensi penting bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas praktik pembelajaran. Namun, banyak guru belum terbiasa melakukan refleksi secara sistematis sehingga berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan refleksi guru melalui pelatihan penerapan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA). Program pelatihan dilaksanakan bagi guru-guru dari sekolah di bawah naungan YPH PPD NWDI Pancor dan mencakup kegiatan sosialisasi, workshop, praktik analisis transkrip, serta observasi pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan sesi pembekalan teori, praktik TBLA, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif dalam pelatihan dan mampu memahami langkah-langkah penerapan TBLA, mulai dari pembuatan transkrip hingga analisis interaksi pembelajaran. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kualitas refleksi guru secara sistematis sehingga dapat berdampak pada peningkatan proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: refleksi pembelajaran; TBLA; analisis transkrip; peningkatan kompetensi guru. Abstract Reflective ability is one of the essential competencies for educators in improving the quality of instructional practices. However, many teachers are not yet accustomed to conducting systematic reflection, which leads to less optimal learning processes. This community service program (PkM) aims to enhance teachers’ reflective skills through training on the implementation of Transcript Based Lesson Analysis (TBLA). The training program was carried out for teachers from schools under the YPH PPD NWDI Pancor foundation and included dissemination sessions, workshops, transcript analysis practices, and classroom observation activities. The implementation employed a participatory approach consisting of theoretical briefing, TBLA practice, and evaluation. The results indicate that participants were actively engaged in the training and were able to understand the steps in implementing TBLA, from transcript development to the analysis of classroom interactions. This program has the potential to systematically improve teachers’ reflective capacity, thereby contributing to the enhancement of classroom teaching and learning processes. Keywords: learning reflection; TBLA; transcript analysis; teacher competency development.
Peran kader posyandu dalam gerakan sadar gizi dan pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui literasi digital Nazarullail, Fikri; Antono, Mixghan Norman; Choiro, Umu Da’watul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35746

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 dilaksanakan di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur. Kegiatan pengabdian ini berdokus kepada edukasi kepada kader serta orang tua tentang pemenuhan gizi melalui pemilihan dan pemilahan makanan yang sehat dan dapat mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kader posyandu bersama orang tua juga terlibat dalam penggunaan aplikasi yang diciptakan oleh TIM Pengabdian yaitu GESPA “Gerakan Sadar Gizi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak”. beberapa permasalahan yang muncul pada hasil identifikasi adalah kader posyandu sebenarnya telah memiliki pemahaman dasar terkait gizi anak usia dini, namun pengetahuan mereka masih terbatas pada jenis-jenis makanan yang umum dan belum spesifik kepada bagaimana memberikan edukasi kepada orang-tua jika terjadi GTM pada anak, pemahaman kader terkait isu pencegahan kekerasan seksual pada anak masih kurang, dimana kasus-kasus bulliying masih sering terjadi dan salah satu peran yang bisa diimplementasikan adalah pencegahan sedini mungkin, sebagian besar kader memiliki gawai (smartphone), tetapi keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi dan penyebaran informasi seputar kesehatan dan gizi anak masih minim. Metode yang digunakan adalah Ceramah, Dialog, dan Forum Group Discussion (FGD) kepada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu PKK Desa Campur yang lebih spesifiknya adalah kepada Kader Posyandu. Jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini berasal dari kader PKK yang bertigas sebagai Kader Posyandu di Desa Campur sejumlah 35 orang, dan orang tua sebanyak 71 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa berdasarkan kuesioner yang diisi kader posyandu tentang pemahaman kader posyandu terhadap pemenuhan gizi anak sebesar 75,1%, pemahaman tentang pencegahan kekerasan seksual sebesar 71, 27%, dan pemahaman tentang literasi digital sebesar 84,32%. Berdasarkan perolehan skor kegiatan pengabdian yang telah dilaksakakan untuk membentuk kesadaran kader posyandu dan orang tua tentang gizi anak memperoleh kategori skor baik. Kata kunci: gerakan sadar gizi; kader posyandu; pemanfaatan literasi digital; pencegahan kekerasan seksual. AbstractThe Community Service Program funded by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Ministry of Higher Education, Science, and Technology in 2025 was implemented in Campur Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java. This community service activity focused on providing education to community health cadres and parents regarding nutritional fulfillment through the selection and sorting of healthy foods that support children's growth and development. In addition, Posyandu cadres and parents were involved in the utilization of an application developed by the Community Service Team, namely GESPA (Nutrition Awareness and Child Sexual Violence Prevention Movement). Several issues identified during the preliminary assessment indicated that Posyandu cadres already possessed basic knowledge related to early childhood nutrition; however, their understanding remained limited to general types of food and had not specifically addressed strategies for educating parents when children experience feeding difficulties (GTM). Furthermore, cadres’ understanding of child sexual violence prevention was still inadequate, as bullying cases frequently occurred, highlighting the need for early preventive measures. Although most cadres owned smartphones, their skills in utilizing digital technology for educational purposes and disseminating information related to child health and nutrition remained limited. The methods employed in this program included lectures, dialogue sessions, and Focus Group Discussions (FGD) conducted with community service partners, namely the Family Welfare Empowerment (PKK) organization of Campur Village, specifically targeting Posyandu cadres. The participants involved in this program consisted of 35 PKK members serving as Posyandu cadres and 71 parents. The results of the community service activities demonstrated that, based on questionnaires completed by the Posyandu cadres, their level of understanding regarding child nutritional fulfillment reached 75.1%, understanding of child sexual violence prevention reached 71.27%, and digital literacy comprehension reached 84.32%. Based on the overall score achievement, the implemented community service program successfully enhanced the awareness of Posyandu cadres and parents regarding child nutrition and was categorized as achieving a good level of outcome. Keywords: integrated health post cadres; nutrition awareness movement; sexual violence prevention; utilization of digital literacy