cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Penerapan Art Therapy berkelompok dalam menurunkan tanda dan gejala pasien dengan halusinasi Giyaningtyas, Ika Juita; Sianturi, Renta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.36609

Abstract

AbstrakRumah Sakit Jiwa (RSJ) Islam Klender yang berlokasi di Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, merupakan fasilitas kesehatan yang berfokus pada pelayanan kesehatan mental. Masalah kesehatan mental yang paling banyak ditemukan di rumah sakit ini adalah halusinasi, yaitu sekitar 93% dari total pasien. Halusinasi merupakan sensasi yang dialami melalui panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar dan dapat menimbulkan dampak serius seperti kehilangan kontrol diri, perilaku kekerasan, bahkan upaya bunuh diri. Program ini bertujuan untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi melalui penerapan art therapy berkelompok serta meningkatkan kemampuan pasien dalam mengalihkan perhatian dari halusinasi ke aktivitas yang lebih positif dan bermakna. Kegiatan dilakukan dengan metode demonstrasi langsung pelaksanaan art therapy. Program dilaksanakan pada tanggal 8 dan 10 juli 2025 dengan 2 kali sesi terapi berkelompok yang diikuti oleh 10 pasien dengan diagnosis halusinasi. Pasien diajak mengekspresikan emosi dan pikiran melalui kegiatan menggambar dan mewarnai untuk mengalihkan fokus dari halusinasi. Setelah dua kali sesi pelaksanaan art therapy berkelompok, pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan interaksi sosial dan ekspresi emosional positif pasien selama berada di ruang rawat. Penerapan art therapy secara berkelompok efektif membantu pasien dengan halusinasi dalam menurunkan tanda dan gejala yang dialami, sekaligus meningkatkan kemampuan ekspresi diri dan interaksi sosial. Intervensi ini dapat menjadi alternatif pendukung terapi keperawatan jiwa di rumah sakit. Kata kunci: art therapy; gangguan jiwa; intervensi halusinasi; terapi kelompok; terapi modalitas AbstractThe Islamic Mental Hospital (RSJ) Klender, located in Duren Sawit District, East Jakarta City, is a healthcare facility focused on mental health services. The most prevalent mental health problem found in this hospital is hallucination, affecting approximately 93% of the total patients. Hallucinations are sensations perceived through the senses without any external stimulus and can lead to serious consequences such as loss of self-control, violent behavior, and even suicidal attempts. This program aimed to reduce the signs and symptoms of hallucinations through the implementation of group art therapy and to improve patients’ ability to redirect their attention from hallucinations to more positive and meaningful activities. The activity was conducted using a direct demonstration method of art therapy implementation. The program was carried out on July 8 and 10, 2025, consisting of two group therapy sessions attended by 10 patients diagnosed with hallucinations. Patients were encouraged to express their emotions and thoughts through drawing and coloring activities to help divert their focus from hallucinations. After two group art therapy sessions, patients showed a reduction in the signs and symptoms of hallucinations. In addition, the activity enhanced patients’ social interactions and positive emotional expressions during hospitalization. The implementation of group art therapy proved effective in helping patients with hallucinations reduce their symptoms while improving self-expression and social interaction skills. This intervention can serve as a supportive alternative in psychiatric nursing care within hospital settings. Keywords: art therapy; group therapy; hallucination management; mental health disorders; modality intervention
Pendampingan pengelolaan aplikasi berbasis web sebagai relawan penanggulangan bencana (medis dan non medis) Hutagaol, Emmelia Kristina; Suwarno, Niko; Ali, Nur; Hidayat, Afif Wahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37765

Abstract

AbstrakBencana alam selalu diiringi dengan kerusakan, Dukungan dalam upaya penanggulangan bencana berupakan komunikasi verbal mapun non verbal di percaya dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Memiliki aplikasi  berbasis web dalam  sistem Informasi  untuk koordinasi yang lebih baik menjadi pilihan yang tepat bagi relawan penanggulangan medis dan non medis. Pendampingan ini bertujuan agar adanya peningkatan tingkat pemahaman relawan baik medis dan non medis untuk dapat memberikan Informasi dan mendapatkan Informasi melalui data dan dokumentasi.Metode pengabdian kepada masyarakat yang tergabung dalam TAGANA (Taruna Siaga Bencana) unsur Rajawali ini adalah melalui pelatihan, praktik langsung dan evaluasi dalam penggunakan aplikasi berbasis web baik kepada relawan medis dan non medis, Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang didapatkan hasil adanya  peningkatan sebesar 20% dari sebelam dan sesudah penadampingan. Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan rasa percara diri dari Para Admin yang ditunjuk untuk memiliki otoritas  input data.Dari hasil Forus Discussion Group dihasilkan kesepakatan SOP alur dan kriteria data yang di upload, serta adanya Tim editor.Melalui pendampingan ini telah mewujudkan empowering dari Relawan Penanggulangan dalam hal untuk melaksanakan sistem koordinasi dan merespon bencana serta terpadu. Kata kunci: relawan bencana; pendampingan; digitalisasi; manajemen bencana; aplikasi berbasis web. Abstract Natural disasters inevitably cause significant destruction, underscoring the critical need for effective disaster management. Both verbal and nonverbal communication are vital for enhancing disaster preparedness. Implementing a web-based information system provides an effective means to facilitate coordination among medical and non-medical response volunteers alike. This initiative sought to improve volunteers’ capacity to provide and access information efficiently through better data sharing and documentation. Community service activities for TAGANA Rajawali  group members included targeted training sessions, hands-on practice, and evaluations on the use of web-based applications in disaster response. The program’s impact was measured through pre- and post-training assessments, revealing a 20% increase in volunteer performance. Additionally, the training significantly enhanced the confidence of administrators tasked with data entry. A Focus Group Discussion achieved consensus on standard operating procedures (SOPs) for managing data flow and upload criteria, and established an editorial team to oversee data quality. This capacity-building support has ultimately empowered Disaster Response Volunteers by enabling integrated coordination and promoting more effective disaster response operations Keywords: disaster volunteers; assistance; digitalization; disaster management; web-based applications.
Sinergi imajinasi & teknologi: mengembangkan kewirausahaan siswa SMK dengan technocraft pipe cleaner Khalid, Zulvia; Santika, Reva Ragam; Idris, Idris
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35898

Abstract

Abstrak Minat Wirausaha siswa SMK masih rendah karena terbatasnya saraan pembelajaran yang menunjang kreativitas dan inovasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat wirausaha siswa melalui pendekatan experiental learning dengan media technocraft pipe cleaner. Mitra sasaran adalah siswa/i SMK yang dipilih berdasarkan rekomendasi pihak sekolah sebagai perwakilan kelas. Tahapan pelaksanaan dimulai dari persiapan, penerapan experiental learning yang meliputi empat tahapan yaitu pengalaman nyata (concrete experience), Observasi Refleksi(Reflection Observation), Abstract conceptualization (thinking), Active  experimentation (doing), serta evaluasi yang menggunakan metode Kirkpatrick (Reaction, Learning, Behavior, Results), peningkatan minat wirausaha diukur melalui kusioner motivasi dan persepsi sebelum dan sesesudah pelatihan. Untuk aspek pembelajaran berupa instrumen pretest dan post test berupa soal pilihan ganda dan esai singkat yang telah ditelaah oleh ahli  untuk mengukur pemahaman dan menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 27%. Hasil kegiatan menunjukan antusias, kepercayaan diri, tingkat kepuasan sebesar 81,44% dan observasi perilaku wirausaha mencapai 80%, dan 81,76% siswa menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai estetika serta potensi ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi dan keterampilan kewirausahaan siswa SMK melalui pendekatan kreatif dan aplikatif. Kata kunci: experiental learning; technocraft pipe cleaner; enterpreneurship. Abstract Entrepreneurial interest among vocational high school students remains low due to limited learning facilities that support creativity and innovation. This community service program aims to increase students’ entrepreneurial interest through an experiential learning approach using technocraft pipe cleaner media. The target partners were vocational students selected based on school recommendations as class representatives. The implementation stages consisted of preparation, application of experiential learning involving four phases—concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization (thinking), and active experimentation (doing)—followed by evaluation using the Kirkpatrick model (Reaction, Learning, Behavior, Results). The increase in entrepreneurial interest was measured through motivation and perception questionnaires administered before and after the training. The learning aspect was assessed through pre-test and post-test instruments consisting of multiple-choice and short-essay questions that had been reviewed by experts, resulting in a 27% increase in students’ understanding. The results showed that students were enthusiastic and more confident, with a satisfaction level of 81.44% and entrepreneurial behavior observation reaching 80%. Furthermore, 81.76% of students successfully produced creative products with aesthetic value and economic potential. Thus, this program proved effective in fostering entrepreneurial motivation and skills among vocational students through a creative and applicable approach. Keywords: experiental learning; technocraft pipe cleaner; enterpreneurship.
Pendampingan teknik pijat foxy: inovasi stimulasi oksitosin dan prolaktin untuk keberhasilan menyusui pada ibu nifas Silaban, Marta Armita; Simanjorang, Novita Adriani; Nainggolan, Anna Waris; Yun, Deby Cytia; Lusianti, Juana; Pratiwi, Mutia; Sihombing, Santi Sri Nengsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38126

Abstract

Abstrak Rendahnya cakupan ASI eksklusif sering kali disebabkan oleh persepsi ibu mengenai ketidak cukupan produksi ASI, yang berisiko pada pertumbuhan bayi dan peningkatan angka stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi "Foxy Massage", yaitu kombinasi pijat oksitosin dengan penggunaan Foxy Oil (minyak berbahan adas/Foeniculum vulgare) untuk meningkatkan produksi ASI secara mandiri. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan intensif selama 14 hari kepada 30 ibu nifas beserta keluarga di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Tahapan kegiatan meliputi edukasi mekanisme laktasi, serta demonstrasi teknik pijat oksitosin bagi suami/keluarga sebagai pendukung utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan keluarga dalam melakukan intervensi secara mandiri. Secara klinis, terdapat peningkatan volume ASI yang diikuti dengan frekuensi popok basah bayi yang ideal (6-8 kali sehari). Inovasi ini terbukti aman, ekonomis, dan efektif dalam merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Simpulan dari pengabdian ini adalah pemberdayaan keluarga melalui teknik Foxy Massage dapat menjadi strategi aplikatif dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan percepatan penurunan angka stunting di tingkat komunitas. Kata kunci: ASI eksklusif; foxy oil; pijat oksitosin; pemberdayaan keluarga; stunting Abstract Low rates of exclusive breastfeeding are often triggered by maternal perceptions of insufficient milk supply, which poses a risk to infant growth and increases stunting rates. This community service program aims to implement the "Foxy Massage" innovation, a combination of oxytocin massage and the use of Foxy Oil (fennel-based oil/Foeniculum vulgare) to independently increase breast milk production. The program was conducted through intensive mentoring over one month for 30 postpartum mothers and their families in the Tanjung Morawa Health Center working area. The activities included education on lactation mechanisms, training in Foxy Oil production, and demonstrations of oxytocin massage techniques for husbands and families as primary support systems. The results showed a significant improvement in the families' skills to perform the intervention independently. Clinically, there was an increase in breast milk volume, followed by an ideal frequency of infant wet diapers (6-8 times per day) and a stable upward trend in infant weight gain. This innovation proved to be safe, economical, and effective in stimulating prolactin and oxytocin hormones. In conclusion, empowering families through the Foxy Massage technique serves as an applicable strategy to support exclusive breastfeeding success and accelerate the reduction of stunting at the community level. Keywords: exclusive breastfeeding; family empowerment; foxy oil; oxytocin massage; stunting.
Edukasi dan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi furnitur bernilai ekonomis di lingkungan Undana Adoe, Dominggus G.H; Jasron, Jahirwan Ut; Pah, Jack C. A.; Riwu, Defmit B. N.; Selan, Rima Nindia; Rohi, Jemssy Ronald
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37850

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi furnitur bernilai ekonomis bagi civitas akademika dan khususnya bagi mahasiswa dilingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa Prodi Teknik Mesin maupun mahasiswa KKN yang berkegiatan di Prodi Teknik Mesin, mengenai cara memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual, seperti furnitur. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan mahasiswa dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, khususnya furnitur. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam upaya penanganan sampah plastik yang saat ini sudah menjadi masalah Nasional bahkan Global. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat kampus untuk "zero waste recycle" yang pada akhirnya dapat mengurangi volume sampah plastik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), meningkatkan kesadaran masyarakat kampus maupun seputar kampus tentang pentingnya pengelolaan sampah, serta memberikan keterampilan baru yang bernilai ekonomis. Materi Pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini mencakup pemilahan sampah plastik, teknik pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku furnitur, desain serta pembuatan furnitur/produk dari limbah plastik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode partisipatif, di mana peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan praktik langsung. Target luaran kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran civitas akademika dalam mengatasi masalah sampah plastik serta produk furnitur berupa meja, kursi dan bangku dari sampah plastik. Selain itu, model penanganan sampah plastik ini diharapkan dapat diadopsi oleh Bank Sampah Undana dalam mengelola sampah plastik dilingkunagn Undana sehingga bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang, dalam pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis Kata kunci: pengolahan; sampah plastik; zero waste recycle. AbstractThe purpose of this community service activity is to provide education and training on processing plastic waste into economically valuable furniture for the academic community, and specifically for students at Nusa Cendana University (Undana). This program aims to provide knowledge and skills to Mechanical Engineering students and KKN students participating in the Mechanical Engineering Study Program on how to utilize plastic waste into products with market value, such as furniture. After participating in this activity, it is hoped that students will have increased their understanding, awareness, and skills in processing plastic waste into economically valuable products, particularly furniture. Thus, students can become a driving force in efforts to address plastic waste, which has now become a national and even global problem. This activity is expected to raise awareness throughout the campus community about "zero waste recycling," which will ultimately reduce the volume of plastic waste disposed of in landfills (TPA), raise awareness among the campus community and surrounding areas about the importance of waste management, and provide new skills with economic value. Training materials in this community service activity include plastic waste sorting, techniques for processing plastic waste into raw materials for furniture, and the design and manufacture of furniture/products from plastic waste. The method used in this activity is a participatory method, where participants are actively involved in the learning process and direct practice. The target output of this activity is to increase awareness of the academic community in addressing the problem of plastic waste and furniture products in the form of tables, chairs and benches made from plastic waste. In addition, this plastic waste management model is expected to be adopted by the Undana Waste Bank in managing plastic waste in the Undana environment so that it can inspire other parties, such as the Kupang City Environmental Agency, in managing plastic waste into products with economic value.template Keywords:  processing; plastic waste; zero waste recycling.
Pendampingan pembuatan ethno-comic sebagai sarana penguatan karakter nasionalis siswa dalam pembelajaran matematika Rizqi, Hesti Yunitiara; Suhirno, Suhirno; Purwanti, Rina; Budiyanto, Ari Eko; Lesa, Misela Marda; Putri, Chelsi Arifina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37970

Abstract

Abstrak Pembelajaran matematika sering dipandang pembelajaran paling sulit dan kurang menarik oleh siswa karena memuat perhitungan, simbol, serta konsep abstrak yang kompleks. Hal tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Kondisi ini disebabkan oleh salah satu faktor yaitu terbatasnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Alternatif yang dirasa mudah dan efektif dalam mengembangkan media adalah media komik yang memuat etnomatematika dengan mengaitkan konsep matematika dan budaya lokal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendampingi guru dalam pembuatan media ethno-comic sebagai sarana pembelajaran matematika sekaligus penguatan karakter nasionalis siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MA Al Bidayah Candi Bandungan dengan  peserta dari kalangan guru sebanyak 18 orang. Metode yang digunakan yaitu hands-on practice. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebesar 94,4% peserta memahami konsep etnomatematika dan mampu menjelaskan keterkaitannya dengan pembelajaran, 88,8% peserta mampu menggunakan media pembelajaran yang memuat etnomatematika, dan 83,3% peserta menghasilkan media pembelajaran ethno-comic yang siap digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan pembuatan ethno-comic menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kreatifitas guru dan kualitas pembelajaran matematika yang berorientasi pada penguatan karakter nasionalis siswa. Kata kunci: Ethno-comic; karakter nasionalis; pembelajaran matematika. Abstract Mathematics learning is often considered the most difficult and least interesting subject by students because it involves complex calculations, symbols, and abstract concepts. This has an impact on low student learning motivation. This condition is caused by one factor, namely the limited creativity of teachers in developing learning media that are appropriate to the characteristics and needs of students. An alternative that is considered easy and effective in developing media is comic media containing ethnomathematics by linking mathematical concepts and local culture. The purpose of this activity is to assist teachers in creating ethno-comic media as a means of learning mathematics while strengthening students' nationalist character. The community service activity was held at MA Al Bidayah Candi Bandungan, with 18 teachers participating. The method used was hands-on practice. The method used was hands-on practice. The results of the activity showed that 94.4% of participants understood the concept of ethnomathematics and were able to explain its relationship to learning, 88.8% of participants were able to use learning media containing ethnomathematics, and 83.3% of participants produced ethno-comic learning media that were ready to be used in the learning process. Thus, mentoring in creating ethno-comics is an effective solution in increasing teacher creativity and the quality of mathematics learning that is oriented towards strengthening students' nationalist character. Keywords: ethno-comic; national character; mathematics learning
Pelatihan pembelajaran mendalam bagi guru SD di Magelang sebagai transformasi pembelajaran kurikulum merdeka. Muqtada, Moh. Rikza; Agustyaningrum, Nina; Normawati, Afi; Manggolo, Noor Sahid Kusuma Hadi; Nailufar, Uyun; Oktavia, Fahsa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35641

Abstract

Abstrak Saat ini banyak permasalahan pada penerapan pembelajaran. Pembelajaran masih monoton serta metode pembelajaran yang digunakan kurang tepat. Perlu dilakukan inovasi pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan yaitu Pendekatan pembelajaran mendalam. Kondisi terkini yang ada yaitu guru-guru masih belum memahami penerapan pembelajaran mendalam. Hal ini dikarenakan pendekatan ini baru saja diinstruksikan untuk dilaksanakan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu meningkatkan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran mendalam. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2025 ini diikuti oleh 7 guru dari SDN Girirejo Magelang dan 9 guru dari SDN Geger Magelang. PKM terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan terkait konsep pembelajaran mendalam serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan yaitu nilai rata-rata pretest 42,5 menjadi nilai rata-rata posttest 81,5. Hal ini berarti terdapat peningkatan pengetahuan guru terkait pembelajaran mendalam. Kata kunci: kurikulum merdeka; pelatihan; pembelajaran mendalam. AbstractCurrently, there are many problems in the implementation of learning. Learning is still monotonous and the learning methods used are inappropriate. It is necessary to innovate learning that can create conscious, meaningful, and enjoyable learning so that the implementation of learning can be meaningful. One approach that can be used is the Deep Learning Approach. The current situation is that teachers still do not understand the implementation of Deep Learning. This is because the approach has only recently been instructed to be implemented. The objectives of this Community Service Program (PKM) are 1) to provide an understanding of the concept of Deep Learning; 2) to provide an understanding of the Deep Learning framework; and 3) to provide an understanding of Deep Learning strategies in the classroom. The participants were 12 teachers from SDN Girirejo Magelang and 12 teachers from SDN Geger Magelang. PKM consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The activities were carried out in the form of training and mentoring related to the concept of Deep Learning and its implementation in classroom learning. The results of the activity showed an increase in teachers' knowledge of Deep Learning, with an average pretest score of 42.5 and an average posttest score of 81.5. Furthermore, the training participants assessed that the teachers responded very positively to the training. Keywords: deep learning; merdeka curriculum; training          
Edukasi Investasi Keuangan Pasar Modal Pada Siswa: Menuju Financial Freedom dan Mitigasi dari Investasi Bodong Darmawan, I Made Dwi Hita; Putra, Ida Bagus Ardhi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37825

Abstract

Rendahnya literasi keuangan dan literasi investasi pada pelajar meningkatkan kerentanan terhadap keputusan finansial yang kurang tepat, termasuk paparan investasi ilegal dan perilaku spekulatif di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai investasi pasar modal yang aman, prinsip risiko–imbal hasil, serta kewaspadaan terhadap penipuan investasi melalui edukasi dan praktik aplikatif. Mitra kegiatan adalah SMK Bali Dewata, dengan peserta sebanyak 40 siswa jurusan Akuntansi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui penyampaian materi interaktif, studi kasus promosi investasi berisiko, simulasi investasi digital, serta diskusi dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 35% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Secara kualitatif, peserta menunjukkan keterlibatan aktif selama sesi, mampu mengidentifikasi ciri promosi investasi tidak wajar, serta menegaskan pentingnya verifikasi legalitas dan pengelolaan risiko sebelum berinvestasi. Survei kepuasan juga memperlihatkan respons positif, dengan mayoritas peserta menyatakan sangat puas terhadap penyampaian materi dan seluruh peserta merekomendasikan pelatihan lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi investasi berbasis praktik dan simulasi efektif untuk memperkuat pemahaman dan nalar kritis pelajar terhadap keputusan investasi, serta berpotensi direplikasi pada sekolah menengah lain untuk mendukung pembentukan perilaku finansial yang aman dan berorientasi jangka panjang.
Youth for human security: membangun literasi global dan kesadaran human security di SMA Negeri 14 Palembang Supli, Nur Aslamiah; Yusa, Muchammad Yustian; Nuaba, I Kadek Andre; Wulindari, Adetia; Setiawan, Roy; Fadhlia, Maudy Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35970

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat “Youth for Human Security” dilaksanakan sebagai upaya peningkatan literasi global dan kesadaran siswa terhadap isu-isu keamanan manusia (human security) di SMA Negeri 14 Palembang. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya pemahaman pelajar terhadap keterkaitan antara fenomena global dan realitas lokal, khususnya dalam konteks ancaman multidimensi seperti lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan komunitas. Melalui pendekatan edukatif partisipatif, program ini mengintegrasikan seminar interaktif, kampanye visual, dan pemetaan digital berbasis Google MyMaps sebagai media reflektif dan pembelajaran kontekstual. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap enam dimensi human security. Selain itu, observasi partisipatif dan analisis naratif siswa digunakan untuk menilai keterlibatan dan kualitas refleksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mendorong partisipasi aktif, membentuk kesadaran kritis, dan memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya bernalar kritis dan berkebinekaan global. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta memiliki potensi replikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: literasi global; human security; pendidikan partisipatif; pelajar pancasila. Abstract The community service program “Youth for Human Security” was implemented as an effort to enhance students’ global literacy and awareness of human security issues at SMA Negeri 14 Palembang. This initiative was designed to address the limited understanding among students regarding the interconnection between global phenomena and local realities, particularly in the context of multidimensional threats such as environmental degradation, health vulnerabilities, economic disparities, and community insecurity. Through a participatory educational approach, the program integrated interactive seminars, visual campaigns, and digital mapping using Google MyMaps as reflective and contextual learning tools. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test method to measure the effectiveness of the intervention in improving students’ comprehension of the six dimensions of human security. In addition, participatory observation and narrative analysis of student reflections were employed to assess engagement and the depth of social awareness. The results indicate that this approach successfully fostered active participation, critical consciousness, and strengthened the values of the Pancasila Student Profile, particularly critical thinking and global diversity. The program also contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) and holds potential for replication in other schools with similar characteristics. Keywords: global literacy; human security; participatory education; pancasila student profile
Pemberdayaan kelompok pedagang tahu melalui inovasi dan digitalisasi limbah untuk penguatan industri lokal Budiono, Desi; Wulandari, Ika Arthalia; Suprihatin, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37852

Abstract

Abstrak Inovasi dan pemanfaatan digitalisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produk olahan tahu, sehingga para pedagang dapat memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Limbah tahu yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui penerapan teknologi tepat guna. Program pengabdian Pemberdayaan Kelompok Pedagang Tahu melalui Inovasi dan Digitalisasi Limbah Tahu yang dilaksanakan oleh tim dosen bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pedagang dalam mengolah limbah tahu menjadi produk olahan sekaligus memperkenalkan strategi pemasaran digital agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Metode kegiatan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 5,72 pada pretest menjadi 7,83 pada posttest, dengan capaian n-gain score sebesar 49% yang menggambarkan peningkatan pemahaman secara signifikan. Program ini dinilai efektif dalam mengubah pola pikir pedagang dari sekadar menjual tahu konvensional menjadi pengusaha kreatif yang memanfaatkan limbah untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Kata kunci: ampas tahu;  inovasi;  digitalisasi. Abstract Technological innovation and the use of digitalization are essential to improve the quality and quantity of processed tofu products, enabling traders to expand their market and increase their income while positively impacting the surrounding community. Unutilized tofu waste can be transformed into value-added products through the application of appropriate technology. The Tofu Trader Group Empowerment Program through Innovation and Tofu Waste Digitalization, implemented by a team of lecturers, aims to improve traders' skills in processing tofu waste into processed products while introducing digital marketing strategies to enable the resulting products to compete in a wider market. The activity methods include observation, training, mentoring, and pretest-posttest-based evaluation. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score of participants from 5.72 in the pretest to 7.83 in the posttest, with an n-gain score of 49%, indicating a significant increase in understanding. This program is considered effective in changing the mindset of traders from simply selling conventional tofu to being creative entrepreneurs who utilize waste to create new economic value. Keywords: tofu dregs; innovation; digitalization