cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Pendampingan bina diri mencuci tangan anak berkebutuhan khusus berbasis video animasi interaktif Oktaviani, Eva; Ridawati, Indah Dewi; Malasari, Elis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37840

Abstract

AbstrakAnak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan hidup mandiri, termasuk dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu aspek PHBS yang penting adalah kemampuan bina diri dalam praktik mencuci tangan. Namun, keterbatasan kognitif, motorik, dan adaptif pada ABK sering menjadi tantangan dalam pembelajaran praktik mencuci tangan yang benar. Hasil survei awal di SLB Negeri Musi Rawas menunjukkan perlunya dukungan dan pendampingan berkelanjutan dalam penguatan keterampilan bina diri siswa terkait PHBS, khususnya praktik mencuci tangan, serta adanya tantangan bagi guru dalam memberikan edukasi kesehatan secara lisan yang mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bina diri mencuci tangan pada anak berkebutuhan khusus melalui optimalisasi penggunaan video animasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada siswa ABK semua jenjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pendampingan praktik, serta pemanfaatan media video animasi interaktif yang terintegrasi. Media dirancang secara sederhana, menarik, dan dilengkapi unsur interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi kemampuan bina diri mencuci tangan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan tahapan mencuci tangan menggunakan sabun secara lebih mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan video animasi interaktif dapat menjadi media edukasi PHBS yang efektif dan aplikatif bagi anak berkebutuhan khusus serta berpotensi mendukung peran sekolah dan keluarga dalam pembinaan kesehatan anak secara berkelanjutan. Kata kunci: anak berkebutuhan khusus; bina diri; cuci tangan; video animasi. AbstractChildren with special needs have the same rights to grow, develop, and live independently, including in the implementation of clean and healthy living behaviors. One important aspect of PHBS is the ability to self-manage handwashing practices. However, cognitive, motor, and adaptive limitations in ABK often present challenges in learning proper handwashing practices. The results of an initial survey at the Musi Rawas State Special Needs School (SLB Negeri) indicate the need for ongoing support and mentoring in strengthening students' self-management skills related to PHBS, particularly handwashing practices, as well as the challenge for teachers in providing oral health education that is easily understood by students. This community service activity aims to improve the ability to self-manage handwashing in children with special needs through optimizing the use of interactive animated videos. The activities were carried out with ABK students at all levels. The methods used included health education, practical mentoring, and the use of integrated interactive animated video media. The media was designed to be simple, attractive, and equipped with interactive elements to increase children's understanding and engagement in the learning process. Evaluation of the activity was carried out through observations of self-management handwashing skills before and after the intervention. The results of the community service showed an increase in students' ability to perform the stages of handwashing with soap more independently. This activity demonstrates that the use of interactive animated videos can be an effective and applicable PHBS education medium for children with special needs and has the potential to support the role of schools and families in fostering children's health on an ongoing basis. Keywords: children with special needs; self-care skills; handwashing; animated video.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pengajar Pancasila (P5) rekayasa teknologi di tingkat satuan pendidikan melalui Kegiatan IHT (In House Training) SMP Negeri 19 Kota Pontianak Hadary, Ferry; Saziati, Ochih; Putri, Lisa Astridni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35481

Abstract

Abstrak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Satu diantara tema yang dapat diterapkan  untuk mendukung pembelajaran adalah rekayasa dan teknologi. Rekayasa teknologi menawarkan kemudahan untuk membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mengenalkan dan mengembangkan rekayasa teknologi di lingkungan masyarakat adalah dengan melaksanakan pelatihan dasar In House Training (IHT) di tingkat sekolah. Kegiatan pelatihan IHT merupakan bentuk dari usaha untuk mengenalkan rekayasa teknologi dengan memberikan pemahaman secara teori, demonstrasi alat, pembuatan prototipe, dan uji coba alat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang rekayasa teknologi, terbukti dari hasil presentase kuisioner yang dibagikan diperoleh rata-rata pada kategori sangat setuju mencapai 47% dan setuju mencapai 53%. Hal kuisioner ini membuktikan peningkatan pemahaman peserta dari penyajian materi dan meningkatkan penggunaan dan pengembangan rekayasa teknologi serta meningkatkan motivasi belajar untuk mengaplikasikan rekayasa teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memiliki dampak sangat positif bagi mitra untuk menghadapi era digital dengan ide dan gagasan baru terkait rekayasa teknologi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar. Kata kunci: in house training; P5; rekayasa teknologi; SMP Negeri 19 Pontianak. Abstract The Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5) represents a strategic initiative to cultivate the competencies and character traits outlined in the Pancasila Student Profile, as mandated by the Graduate Competency Standards (SKL). As a project-based co-curricular activity, P5 integrates thematic learning to reinforce holistic education. One such theme—engineering and technology—offers practical innovations that enhance effectiveness and efficiency in daily tasks. To introduce and promote technological engineering within school communities, basic-level In-House Training (IHT) programs have been implemented. These training sessions aim to build foundational understanding through theoretical instruction, equipment demonstrations, prototype development, and tool testing. This approach not only fosters technical literacy but also supports the broader goal of character and competency development in line with Pancasila values. This program successfully increased participant knowledge of engineering technology, as evidenced by the results of the questionnaire distributed, which showed an average of 47% strongly agreed and 53% agreed. This questionnaire proves the increase in participants understanding of the material presented and increases the use and development of engineering technology as well as increasing motivation to learn to apply engineering technology in everyday life. This program activity has a very positive impacton partners in facing the digital era with new ideas and concepts related to engineering technology to solve existing problems. Keywords: in-house training; P5; technological engineering; SMP Negeri 19 Pontianak
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang gizi, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi untuk kesejahteraan lansia di Desa Antiga Kelod Kecamatan Manggis Marhaeni, A. A. I. N.; Yuliarmi, Ni Nyoman; Budhi, Made Kembar Sri; Rustariyuni, Surya Dewi; Pradnyadewi T, Diah; Wijaya, Gede Crisna; Primajana, Dewa Jati; Adiyadnya, Made Santana Putra; Jayanthi, Ni Kadek Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37530

Abstract

AbstrakPeningkatan usia harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia yang memerlukan intervensi terintegrasi pada aspek kesehatan dan ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan: (1) meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi seimbang, (2) meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan mental dan pengelolaan stres, serta (3) mendorong kemandirian ekonomi lansia. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dengan melibatkan 45 lansia, kader Posyandu Lansia, BKL, dan pemerintah desa. Metode pemberdayaan menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi senam lansia, serta pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan, sikap, dan praktik sebelum–sesudah kegiatan menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman gizi dan kesehatan yang signifikan; sebelum kegiatan 53% peserta tidak memahami materi, setelah KIE 89% menjadi paham–sangat paham. Sebanyak 95,5% peserta mampu mempraktikkan senam ringan untuk pengelolaan stres, dan >80% menyatakan termotivasi mengikuti aktivitas ekonomi produktif berbasis rumah tangga. Program KIE terbukti efektif meningkatkan kapasitas lansia pada aspek gizi, kesehatan mental, dan kemandirian ekonomi. Kata kunci: gizi; kesehatan; lansia; pemberdayaan ekonomi; stres. Abstract The increase in life expectancy in Indonesia has led to a growing elderly population that requires integrated interventions in health and economic aspects. This community service program aimed to: (1) improve knowledge and practices of balanced nutrition, (2) enhance understanding of mental health and stress management, and (3) encourage economic independence among the elderly. The activity was conducted in May 2025 at Antiga Kelod Village, Manggis District, Karangasem Regency, involving 45 elderly participants, Posyandu Lansia cadres, BKL, and village authorities. Empowerment methods included interactive lectures, group discussions, elderly exercise demonstrations, and health screenings by medical personnel. Evaluation was carried out through pre–post measurement of participants’ knowledge, attitudes, and practices using descriptive analysis. The results showed a significant improvement in nutrition and health understanding; prior to the program, 53% of participants did not understand the materials, while after the CIE session 89% became understand to highly understand. As many as 95.5% of participants were able to practice light exercise for stress management, and more than 80% expressed motivation to engage in home-based productive economic activities. The CIE program proved effective in strengthening elderly capacity in nutrition, mental health, and economic empowerment. Keywords: economic empowerment; elderly; health; nutrition; stress.
Pemberdayaan kearifan lokal melalui transformasi eduwisata mangrove Kalisodo berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs) Puspitacandri, Ardhiana; Moejiono, Moejiono; Pratama, Devangga Putra Adhitya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37487

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui penguatan kearifan lokal dan transformasi kawasan Mangrove Kalisodo menjadi eduwisata berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs). Program PKM dilaksanakan di Desa Kalisodo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan total 60 peserta kegiatan pengabdian yang terdiri atas unsur masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan utama: observasi dan pemetaan sosial-ekologis, perancangan dan pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan program pelatihan literasi konservasi dan kapasitas masyarakat, serta evaluasi hasil dan dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar dalam pengelolaan kawasan mangrove, namun sebelumnya belum memahami nilai edukatif dan ekonomi dari sumber daya tersebut. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan konservasi, keterampilan pengelolaan wisata edukatif, serta kemampuan interpretasi lingkungan. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis konservasi yang berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan eduwisata mangrove berkelanjutan. Program pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi antara kearifan lokal, pendidikan maritim, dan konservasi lingkungan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang selaras dengan tujuan SDG 14 dan 8. Kata kunci: eduwisata mangrove; kearifan local; konservasi maritime; pemberdayaan masyarakat pesisir; sustainable development goals. AbstractThis community service activity aims to empower coastal communities by strengthening local wisdom and transforming the Kalisodo Mangrove area into an ecotourism destination based on sustainable coastal development (SDGs). The PKM program was implemented in Kalisodo Village, Grati District, Pasuruan Regency, involving community members, village government, and students of the Surabaya Maritime Polytechnic's Ship. The implementation method used a participatory approach through four main stages: observation and socio-ecological mapping, designing and organizing activities, implementing conservation literacy and community capacity training programs, and evaluating the results and impacts of the activities. The results of the activity showed that the community has great potential in managing mangrove areas, but previously did not understand the educational and economic value of these resources. Through training and mentoring, the community succeeded in improving their conservation knowledge, educational tourism management skills, and environmental interpretation abilities. This activity also resulted in the formation of a conservation-based Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which plays a key role in the development of sustainable mangrove ecotourism. This community service program proves that the integration of local wisdom, maritime education, and environmental conservation can create a model of coastal community empowerment that aligns with SDGs 14 and 8. Keywords: mangrove educational tourism; local wisdom; maritime conservation; coastal community empowerment; sustainable development goals.
Sosialisasi dan penerapan teknologi sederhana filtrasi air untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa di SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar Kadir, Hamdan; Thamrin, Halida; Husnah, Nurul; Nung, Agil; Fais, Akmal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37731

Abstract

Abstrak Akses terhadap air bersih yang aman merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan anak usia sekolah dasar. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan air dan rendahnya kesadaran kebersihan masih menjadi permasalahan di sejumlah sekolah, termasuk SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar yang menggunakan air sumur tanpa sistem filtrasi memadai. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan siswa melalui sosialisasi serta penerapan teknologi sederhana filtrasi air. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai pentingnya air bersih, demonstrasi pembuatan alat filtrasi sederhana berbasis pasir, karbon aktif, dan keramik, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas V sebagai peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa sebesar 43,33% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif dan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dinilai efektif sebagai upaya edukasi kesehatan lingkungan di sekolah dasar dan berpotensi untuk direplikasi pada sekolah lain guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang air bersih dan sanitasi. Kata kunci: air bersih; filtrasi air sederhana; pengolahan air; kesehatan siswa; sekolah dasar. Abstract Access to safe and clean water is essential for maintaining the health of elementary school children. However, limited water treatment facilities and low hygiene awareness remain challenges in many schools, including SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar, which relies on untreated well water without an adequate filtration system. This community service program aimed to improve students’ knowledge and health awareness through educational activities and the implementation of simple water filtration technology. The program methods included interactive sessions on the importance of clean water, demonstrations of simple filtration devices using sand, activated carbon, and ceramic materials, as well as pre-test and post-test assessments to evaluate students’ understanding. A total of 30 fifth-grade students participated in the program. The results showed an average increase of 43.33% in students’ knowledge scores after the program implementation. In addition, students demonstrated active participation and a better understanding of clean water utilization and clean and healthy living behaviors. These findings indicate that the integration of simple water filtration technology with health education is effective in enhancing environmental health literacy among elementary school students. This program has the potential to be replicated in other schools to support improved health outcomes and the achievement of sustainable development goals related to clean water and sanitation. Keywords: clean water; simple water filtration; water treatment; health awareness; elementary school.
Workshop pendampingan persiapan akreditasi program studi di lingkungan jurusan PMIPA Fitriawan, Dona; Hamdani, Hamdani; Mirza, Ade; Yani T., Ahmad; Meldi, Nadya Febriani; Ningsih, Kurnia; Afandi, Afandi; Karmadi, Rexy Maulana Dwi; Oktavianty, Erwina; Karmadi, Lanang Maulana Dwi; Erlina, Erlina; Mayasari, Eny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36210

Abstract

Abstrak Tujuan dari workshop persiapan akreditasi ini secara umum adalah untuk mempersiapkan sumber daya lembaga, program studi, dosen maupun mahasiswa yang berorientasi ke masa depan dan ditempa dengan transformasi pendidikan tinggi sehingga menjadi lembaga, program studi, dosen dan mahasiswa yang unggul, semangat bekerja di lingkungan jurusan PMIPA tersebut dengan berpedoman kepada tridharma perguruan tinggi. Pengabdian ini diselenggarakan secara hybrid dengan cara daring melalui zoom meeting dan luring di Aula FKIP, Ruang Kelas, dan ruangan belajar lainnya yang berguna dalam kegiatan pelaksanaan yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan atau keberlanjutan antara bulan Maret sampai dengan November 2025. Pelaksanaan kegiatan pengadbian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pimpinan jurusan dan program studi, analisis kebutuhan, penyusunan materi serta perangkat kegiatan, dan sosialisasi kepada peserta. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui workshop yang mencakup pemahaman dasar akreditasi, pelatihan penyusunan dokumen LED dan LKPS, simulasi asesmen lapangan, serta penguatan mutu tridharma dan penyusunan rencana tindak lanjut program studi. Tahap evaluasi dilakukan melalui penilaian proses, hasil, dan keberlanjutan kegiatan menggunakan observasi dan angket umpan balik peserta. Selanjutnya, tahap tindak lanjut dilakukan melalui pembentukan tim pendamping akreditasi, pendampingan penyusunan dokumen secara berkelanjutan, pelaksanaan simulasi asesmen internal, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dari dosen serta mahasiswa. Banyak peserta yang menunjukkan pemahaman lebih baik terhadap proses akreditasi dan pentingnya konstribusi masing-masing dalam menjaga mutu program studi. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong dosen untuk lebih memahami dan bersemangat dalam pengajuan jabatan fungsional serta kenaikan pangkat di lingkungan Universitas Tanjungpura. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian ini tidak hanya menghasilkan kesepahaman Bersama terkait persiapan akreditasi, tetapi juga menumbuhkan budaya akademik yang kolaboratif dan berorientasi mutu di Lingkungan Jurusan PMIPA FKIP Untan. Kata kunci: akreditasi; program studi; jurusan; workshop. Abstract The general objective of this accreditation preparation workshop is to prepare institutional resources, study programs, lecturers, and students who are future-oriented and shaped by higher education transformation so that they become excellent institutions, study programs, lecturers, and students who are enthusiastic about working in the PMIPA department environment by adhering to the three pillars of higher education. This service is conducted in a hybrid manner, both online via Zoom meetings and offline in the FKIP Hall, classrooms, and other learning spaces that are useful for the implementation of activities that will be carried out continuously from March to November 2025. The implementation of the community service activities was carried out in several stages, namely the preparation stage, implementation stage, evaluation stage, and follow-up stage. The preparation stage was carried out through coordination with the department and study program leaders, needs analysis, preparation of materials and activity tools, and socialization to participants. The implementation stage is carried out through workshops covering basic understanding of accreditation, training in the preparation of LED and LKPS documents, field assessment simulations, and strengthening the quality of the tridharma and preparation of follow-up plans for study programs. The evaluation stage is carried out through assessment of the process, results, and sustainability of activities using observation and participant feedback questionnaires. Next, the follow-up stage was carried out through the formation of an accreditation assistance team, ongoing assistance in document preparation, implementation of internal assessment simulations, as well as monitoring and evaluation to ensure the readiness of study programs in facing accreditation and continuous improvement of academic quality. In general, the results of the activities showed enthusiasm and active participation from lecturers and students. Many participants demonstrated a better understanding of the accreditation process and the importance of their respective contributions in maintaining the quality of the study program. Additionally, this activity encouraged lecturers to better understand and be more enthusiastic about applying for functional positions and promotions within Tanjungpura University. Thus, this community service activity not only resulted in a common understanding regarding accreditation preparation but also fostered a collaborative and quality-oriented academic culture within the PMIPA Department of FKIP Untan. Keywords: accreditation; study programs; departments; workshop.
Sosialisasi literasi gizi seimbang melalui komunikasi kesehatan partisipatif Nurhadi, Zikri Fachrul; Suseno, Novie Susanti; Febrina, R. Ismira; Abdurazaq, Fauzan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37883

Abstract

AbstrakKondisi gizi anak usia sekolah dasar masih menjadi persoalan penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Rendahnya pemahaman tentang gizi seimbang, kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, serta minimnya edukasi gizi di lingkungan sekolah menjadi faktor penyebab yang perlu mendapat perhatian. Tujuan pengabdian ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orangtua siswa terhadap pentingnya pola makan gizi seimbang melalui pendekatan komunikasi kesehatan partisipatif. Mitra sasaran pengabdian SD Negeri 2 Regol Garut, Orangtua Siswa kelas VI, dengan jumlah 32. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan tahapan (1) sosialisasi literasi gizi seimbang melalui media interaktif dan ceramah edukatif; (2) diskusi partisipatif terkait kebiasaan makan sehat; serta (3) evaluasi perubahan pengetahuan dan sikap melalui observasi, dan post-test. Pendekatan komunikasi partisipatif digunakan untuk memastikan terjadinya dialog dua arah antara fasilitator, dan orang tua siswa, sehingga pesan kesehatan dapat dipahami dan diinternalisasi secara lebih efektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep gizi seimbang, kesadaran dalam memilih makanan bergizi, dan keterlibatan aktif orangtua dalam menindaklanjuti kegiatan literasi gizi. Selain itu, lingkungan sekolah mulai menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat melalui kegiatan “Bekal Sehat Bersama”. Kegiatan ini, membuktikan bahwa komunikasi kesehatan partisipatif efektif dalam menumbuhkan gerakan literasi gizi seimbang yang berkelanjutan di lingkungan SDN 2 Regol, Garut. Kata kunci: gerakan literasi; komunikasi kesehatan partisipatif; literasi gizi seimbang; pola makan; sosialisasi. AbstractThe nutritional condition of elementary school-aged children remains a significant issue in public health development. The low level of understanding of balanced nutrition, fast food consumption habits, and the lack of nutrition education in the school environment are contributing factors that require attention. The purpose of this community service is to increase the knowledge and awareness of parents of students regarding the importance of a balanced nutritional diet through a participatory health communication approach. The community service partners of SD Negeri 2 Regol Garut are 32 parents of grade VI students. The community service implementation method is carried out in stages: (1) socialization of balanced nutrition literacy through interactive media and educational lectures; (2) participatory discussions related to healthy eating habits; and (3) evaluation of changes in knowledge and attitudes through observation and post-tests. The participatory communication approach is used to ensure a two-way dialogue between facilitators and parents, so that health messages can be understood and internalized more effectively. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the concept of balanced nutrition, awareness in choosing nutritious foods, and active parental involvement in coordinating nutritional literacy activities. Furthermore, the school environment began to show behavioral changes toward healthier behavior through the "Healthy Lunch Together" activity. This activity demonstrated the effectiveness of participatory health communication in fostering a sustainable balanced nutrition literacy movement at SDN 2 Regol, Garut. Keywords: literacy movement; participatory health communication; balanced nutrition literacy; diet; socialization.
Peningkatan branding bengkel melalui pelatihan canva di Desa Tenggong Kabupaten Tulungagung Ardiyanta, Anggara Sukma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35928

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha bengkel di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung dalam menerapkan branding digital menggunakan Canva. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman pelaku usaha mikro khususnya bengkel, tentang promosi digital yang penting untuk meningkatkan daya saing di era digital. Kegiatan ini diikuti oleh 5 peserta yang merupakan pemilik bengkel setempat. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan praktik Canva, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung pada 13 Oktober 2025. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan branding dan promosi sebesar 51,9% termasuk kategori baik, pengetahuan aplikasi Canva sebesar 72,7% termasuk kategori baik, serta penerapan dalam usaha sebesar 58,6% termasuk kategori baik. Dari ketiga aspek tersebut, rerata peningkatan termasuk kategori baik yaitu sebesar 61,1%. Kendala yang dihadapi berupa keterbatasan perangkat dan koneksi internet, namun kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan dasar serta motivasi peserta dalam mengembangkan strategi pemasaran berbasis branding digital berkelanjutan. Kata kunci: branding bengkel; pelatihan canva; peningkatan. Abstract This community service activity aimed to enhance the skills of motorcycle repair shop owners in Tenggong Village, Rejotangan District, Tulungagung Regency, in applying digital branding using Canva. The program was initiated due to the low understanding among micro-entrepreneurs regarding visual identity and digital promotion, which are crucial for competitiveness in the digital era. The activity involved five participants, all local workshop owners. The implementation methods included preparation, interactive Canva training, and evaluation through pretest and posttest questionnaires. The results indicate a significant improvement across all evaluated aspects. Branding and promotion knowledge increased by 51.9%, which is classified as good. Knowledge of the Canva application showed a 72.7% improvement, also falling within the good category. Furthermore, implementation in workshop business practices improved by 58.6%, which is likewise categorized as good. Overall, the average improvement across the three assessed aspects reached 61.1% and was categorized as good. Despite challenges such as limited devices and internet connectivity, the activity successfully enhanced participant’s basic digital skills and motivation to develop sustainable marketing strategies based on digital branding. Keywords: canva training; upgrading; workshop branding
Ibu sehat anak bebas stunting; sosialisasi dan pendampingan konsumsi pangan fungsional "pisbro (pisang brokoli)" di Puskesmas Sentosa Baru S., Damayanty; Siregar, Erin Padilla; Rista, Henny; Darmawan, Hari Putra; Pitaloka, Diah; Siagian, Hazizah Salsabila; Kalira, Aurel Sessfy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38129

Abstract

Abstrak Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) dalam darah lebih rendah dari normal. Anemia yang berhubungan dengan kehamilan dapat memiliki konsekuensi fatal bagi ibu dan janin. Risiko berat badan lahir rendah (LBW), yang secara alami meningkatkan kemungkinan stunting, semakin meningkat akibat anemia selama kehamilan. Mengurangi angka kematian ibu menjadi kurang dari 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 merupakan salah satu tujuan pilar 3 SDG. Indonesia harus memaksimalkan upayanya untuk menurunkan angka kematian ibu. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi dan pendampingan pangan fungsional Pisbro (pisang brokoli) dalam meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil di puskesmas sentosa baru dengan melibatkan mitra dan ibu hamil, anggota keluarga serta masyarakat untuk memberikan pengetahuan bahan pangan alami yang mudah didapat dan sangan mudah di olah dan salah satu alternative cemilan sehat pada ibu hamil. Hasil evaluasi adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Sebelum penyuluhan, hanya 20% responden yang memiliki pengetahuan kategori "Baik". Namun, setelah diberikan edukasi mengenai manfaat pangan fungsional "Pisbro", tingkat pengetahuan kategori "Baik" meningkat drastis menjadi 90% Kata kunci: ibu hamil; kadar hemoglobin; anemia; pisang ambon; brokolli Abstract Anemia is a condition characterized by lower than normal hemoglobin (HB) levels in the blood. Anemia during pregnancy can have serious complications and even lead to death for both the mother and the fetus. Furthermore, anemia during pregnancy increases the risk of low birth weight (LBW), which in turn increases the risk of stunting. Reducing the maternal mortality rate to less than 70 deaths per 100,000 live births by 2030 is one of the goals of pillar 3 of the SDGs. Indonesia must maximize its efforts to reduce maternal mortality. This Community Service aims to socialize and provide assistance with Pisbro (broccoli banana) functional food in increasing hemoglobin levels of pregnant women at the Sentosa Baru Community Health Center by involving partners and pregnant women, family members and the community to provide knowledge of natural food ingredients that are easily obtained and very easy to process and one of the alternative healthy snacks for pregnant women. The evaluation results showed a very significant increase in knowledge. Before the counseling, only 20% of respondents had knowledge in the "Good" category. However, after being given education about the benefits of "Pisbro" functional food, the level of knowledge in the "Good" category increased drastically to 90%. Keywords: pregnant women; hemoglobin levels; anemia; ambon bananas; broccoli.
Pelatihan manajemen pemasaran dan produksi kopi robusta di kelompok tani Sidomulyo - Jember Masnilah, Rachmi; Irawan, Bambang; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Pradana, Ankardiansyah Pandu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35160

Abstract

AbstrakKabupaten Jember, Jawa Timur merupakan salah satu sentra kopi Robusta, namun Kelompok Tani Sidomulyo masih menghadapi kendala manajemen produksi dan pemasaran, terutama pada pencatatan usaha tani, penataan fasilitas pascapanen, penerapan standar mutu, serta pemasaran yang masih bertumpu pada konsumen lokal sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial petani dalam manajemen produksi dan strategi pemasaran kopi Robusta, termasuk penguatan branding produk. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan capacity building melalui tahapan identifikasi masalah (wawancara dan diskusi dengan pengurus), pelatihan berbasis diskusi yang mencakup manajemen produksi (pencatatan biaya-hasil, perencanaan panen, standardisasi mutu) dan manajemen pemasaran (branding, pengemasan, promosi digital, diversifikasi saluran distribusi), dilanjutkan pendampingan agar praktik dapat diterapkan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, dan perbandingan praktik sebelum-sesudah kegiatan. Kegiatan menghasilkan peningkatan kesadaran dan praktik awal pada pencatatan usaha tani, penataan lokasi produksi (pemisahan area pengeringan dan penyimpanan), serta pengenalan SOP sederhana untuk kendali mutu dan penerapan standar pascapanen. Dari sisi pemasaran, kelompok mulai mengenal diversifikasi saluran distribusi, pemanfaatan media digital/marketplace, dan pemetaan peluang akses pasar internasional, disertai penguatan branding melalui kemasan dan identitas produk yang mendorong pergeseran orientasi dari penjualan curah menuju produk bernilai tambah. Kedepannya, diperlukan fasilitasi sertifikasi mutu, pendampingan digital marketing lanjutan, serta penguatan jejaring dengan konsumen dan mitra dagang. Kata kunci: agribisnis; branding; pascapanen; pemberdayaan; rantai pasok. AbstractJember Regency, East Java, is one of the main centers of Robusta coffee production; however, the Sidomulyo Farmer Group continues to face constraints in production and marketing management, particularly in farm record-keeping, organization of postharvest facilities, application of quality standards, and marketing that remains largely dependent on local buyers, resulting in suboptimal value addition. This community service program aimed to enhance farmers’ managerial capacity in Robusta coffee production management and marketing strategies, including the strengthening of product branding. The approach adopted was community empowerment and capacity building, implemented through stages of problem identification (interviews and discussions with group leaders), discussion-based training covering production management (cost-output recording, harvest planning, and quality standardization) and marketing management (branding, packaging, digital promotion, and diversification of distribution channels), followed by mentoring to support practical implementation. Evaluation was conducted participatively through discussions, question-and-answer sessions, and comparisons of practices before and after the activities. The program resulted in improved awareness and initial adoption of farm record-keeping, better organization of production areas (separation of drying and storage facilities), and the introduction of simple standard operating procedures for quality control and postharvest standards. In terms of marketing, the group began to recognize diversified distribution channels, the use of digital media and marketplaces, and the mapping of opportunities for access to international markets, accompanied by strengthened branding through packaging and product identity that encouraged a shift from bulk commodity sales toward value-added products. For future sustainability, facilitation of quality certification, advanced digital marketing assistance, and strengthened networking with consumers and trading partners are required. Keywords: agribusiness; branding; postharvest; empowerment; supply chain.