cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENGUATAN PEMAHAMAN MATERI LINTAS BUDAYA BAGI GURU MGMP BAHASA MANDARIN Lukluk Ul Muyassaroh; Octi Rjeky Mardasari; Aiga Ventivani; Karina Fefi Laksana Sakti; Nurruddin Aniq Zahran Risqi Atho'ullah; Trikora Mahardhika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5161

Abstract

ABSTRAKSaat ini, dengan meningkatnya hubungan politik, budaya, ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dengan China, membuat hubungan antara kedua negara secara bertahap semakin hangat dan erat. Kedudukan bahasa Mandarin di Indonesia juga sangat penting. Hal tersebut terbukti dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa Mandarin dan diimbangi dengan semakin banyaknya instansi atau lembaga pendidikan yang membuka pembelajaran bahasa Mandarin. Dampak dari peningkatan investasi adalah dibangunnya banyak perusahaan dan membantu Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja. Kelancaran kegiatan usaha tentunya perusahaan tersebut banyak membutuhkan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi lancar bahasa Mandarin. Dari observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap MGMP bahasa Mandarin di kota Malang mendapatkan hasil data berupa guru memerlukan penguatan pemahaman terhadap wawasan bahasa Mandarin pada aspek materi lintas budaya. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu metode pembimbingan, diskusi dan ceramah. Data yang diambil selain dari data observasi selama dilaksanakan kegiatan juga mengambil data hasil kegiatan yang didapat berdasarkan angket yang disebar. Hasil dan tanggapan positif dapatkan dari hasil observasi maupun angket dan terlihat sekali antusias para guru dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dan juga pemahaman materi lintas budaya. Harapan peneliti melalui pelatihan yang singkat ini terjadinya jalinan komunikasi yang lebih baik guna membantu mengatasi kendala yang dihadapi dalam melakukan pembelajaran Mandarin. Kata kunci: pemahaman; mandarin; lintas budaya; MGMP. ABSTRACTCurrently, with the increasing political, cultural, economic and educational relations between Indonesia and China, the relations between the two countries are gradually getting warmer and closer. The position of Chinese in Indonesia is also very important. This is evidenced by the increasing public awareness of the importance of Chinese and balanced by the increasing number of institutions or educational institutions that open Chinese language learning. The smooth running of business activities, of course, the company requires a lot of workers who are able to communicate fluently in Chinese. From observations and interviews conducted by researchrers on The Chinese MGMP in the city of Malang obtained data results in the form of teachers requiring strengthening understanding of Chinese language insights on cross-cultural aspects of material. The implementation method used is the method of mentoring, discussion and lecture. The data taken apart from observation data during the activities carried out also took data from the results of activities obtained based on the questionnaires distributed. Positive results and responses were obtained from the results of observations and questionnaires and it was seen that the teachers were very enthusiastic in participating in the activities carried out and also understanding cross-cultural material. The researchers hope that through this short training, there will be a better communication network to help overcome the obstacles faced in learning Chinese. Keywords: understanding; chinese; cross-cultural; MGMP.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-MODUL SIGIL SOFTWARE BERBASIS CONTENT LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMK DI KABUPATEN KARAWANG Nina Puspitaloka; Zaenal Arifin; Purwantoro Masbro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6195

Abstract

ABSTRAKKemajuan teknologi membangun perubahan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang pendidikan. Semua elemen dalam bidang tersebut dituntut untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti hal nya guru yang harus mampu beralih dari penggunaan modul cetak ke modul elektronik (e-modul). Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan dan melatih keterampilan teknologi para guru bahasa Inggris SMK di Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendampingan membuat e-modul interaktif berbasis Content Language Integrated Learning (CLIL) menggunakan Sigil Software kepada 15 orang guru Bahasa Inggris SMK di Karawang. Pendampingan pembuatan e-modul ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, serta praktik pembuatan e-modul. Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium komputer SMK Saintek Nurul Muslimin. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukan bahwa program pengadian kepada masyarakat mampu meningkatkan kompetensi para guru bahasa Inggris dalam penguasaan materi dan pengajaran sesuai dengan jurusan bidang keahlian di sekolah. Selain itu, dapat memberikan manfaat yang sangat besar dan tepat sasaran bagi guru Bahasa Inggris. Bentuk pendampingan seperti ini merupakan bentuk yang sangat efektif untuk memberikan tambahan wawasan serta pengetahuan baru di bidang teknologi informasi di luar proses pembelajaran yang sekolah berikan untuk meningkatkan kualitas guru. Kata kunci: bahasa inggris; content language integrated learning (clil); e-modul; pendampingan; sigil software. ABSTRACTThe Advances in technology build changes in various fields, especially in the field of education. All elements in these fields can take advantage of technological developments, such as teachers who must be able to switch from using print modules to electronic modules (e-modules). This community service activity is carried out by providing assistance in the form of interactive e-modules based on Content Language Integrated Learning (CLIL) using Sigil Software to 15 English Vocational High School teachers in Karawang. Assistance in the manufacture of e-modules is carried out by means of lectures, questions and answers, and the practice of making e-modules. This activity was carried out in the computer laboratory of SMK Saintek Nurul Muslimin. The purpose of implementing this community service program is to improve and train the technology skills of vocational English teachers in Karawang. The results of the implementation of this activity show that the community service program is able to improve the competence of English teachers in mastering the material and teaching in accordance with the field of expertise at school. In addition, it can provide enormous and targeted benefits for English teachers. This form of assistance is a very effective form of providing additional insight and new knowledge in the field of technology outside of the learning process provided by schools to improve the quality of teachers.             Keywords: assistance; e-modul; english language; content language integrated learning (clil); sigil software.
PENERAPAN TEKNOLOGI ALAT PENANAM BENIH JAGUNG TIPE ROW SEEDER DI KELOMPOK TANI SUKA MAJU UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN UTARA Dwi Santoso; Galih Yogi Rahajeng; Saat Egra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6399

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi oleh Kelompok tani Suka Maju hingga saat ini yaitu masih menggunakan metode manual dalam proses penanaman benih jagung, hal ini membuat waktu pengerjaan lebih lama dan posisi lubang tidak sejajar dan presisi. Dampak dari dua hal tersebut yaitu akan menambah biaya tenaga kerja dan posisi jagung yang tidak sejajar ataupun berhimpitan akan membuat petumbuhan tanaman jagung tidak optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi alat penanam benih tipe row seeder untuk mengurangi jerih kerja petani pada saat proses penanaman benih khususnya tanaman jagung. Kegiatan PKM ini dilakukan di lahan Kelompok tani Suka Maju  Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu survey, sosialisasi, pembuatan alat, bimbingan teknis serta evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program oleh Kelompok Tani. Kegiatan PKM penerapan teknologi alat penanam tipe row seeder di kelompok tani Suka Maju berjalan dengan baik serta para petani bersemangat untuk mengaplikasikan alat penanam di setiap lahan mereka. Selain itu terjadi peningkatan efisiensi dalam proses budidaya tanaman jagung dikelompok tani suka maju yaitu proses penananam jagung bisa lebih cepat 45% dibandingkan pada saat penanaman benih jagung secara manual Kata kunci: penerapan; alat penanam benih jagung; tipe row seeder. ABSTRACTThe problem faced by the Suka Maju farmer group until now is that they still use manual methods in the process of planting corn seeds, this makes the processing time longer and the position of the planting holes is not parallel and precise. The impact of these two things is that it will increase labor costs and the position of corn that is not parallel or coincides will make corn plant growth not optimal. This service aims to apply row seeder type seed planter technology to reduce the labor of farmers during the seed planting process, especially for corn plants. This PKM activity was carried out on agricultural land belonging to the Suka Maju farmer group, Juata Laut Village, North Tarakan District, Tarakan City. This activity is divided into several stages, namely survey, socialization, tool making, technical guidance and evaluation of the implementation and sustainability of the program by the Farmer Group. The PKM activity for the application of row seeder type planter technology in the Suka Maju farmer group is going well and the farmers are excited to apply the planter in each of their lands. In addition, there is an increase in efficiency in the corn cultivation process in the advanced farmer group, namely the corn planting process can be 45% faster than when planting corn seeds manually. Keywords: application; corn seed planter; row seeder type.
PENENTUAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA UMKN JAMU JAWA ASLI MBAK SUM DI KELURAHAN PEDURUNGAN KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Windasari Rachmawati; Abdul Karim; Vinsensia Retno Widi Wisayang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6555

Abstract

ABSTRAKPersaingan global memicu adanya ekonomi kreatif yang identik dengan industri kreatif. Untuk peningkatan taraf hidup masyarakat, UMKNjamu jawa asli yang di miliki oleh ibu suminah yang berada di desa pedurungan kidul kecamatan pedurungan kota Semarang, sudah berkecimpung di dalam usaha kecil menengah, tetapi UMKNini belum bisa mengatur keuangan dengan baik. Tim pengabdian masyarakat Universitas Semarang ingin membantu UMKNini di desa pedurungan kidul dengan cara penentuan biaya harga pokok penjualan dan inovasi produk. Dengan melihat peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan, terutama pada masa pandemik ini, sehingga peningkatan usaha pada UMKNjamu sebagai minuman warisan tradisional nenek moyang semakin dicari masyarakat. Sehingga pendapatan UMKNjamu meningkat, tetapi masih minimnya pengetahuan tentang penentuan harga pokok penjualan membuat UMKNjamu ini masih mencampur aduk dengan kebutuhan pribadi, maka tim pengabdian masyarakat ingin memberikan pelatihan penentuan harga pokok penjualan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi kegiatan pelatihan dan workshop.  Kegiatan  pelatihan  yang  dilakukan  meliputi  1) Penentuan harga pokok penjualan  dan akuntansi dasar 2) penentuan strategi yang tepat. Kegiatan PKM ini meliputi 1) Pra Survei Lapangan 2) Persiapan Alat dan Bahan Pelatihan 3) Persiapan Tempat Pelatihan dan Workshop 4)  Penentuan harga pokok penjualan dan Akuntansi Dasar 5) Penentuan strategi yang tepat dengan pemakaian harga yang sudah ditentukan bagi umk  6) Pembuatan Laporan dan Publikasi. Peran kedua mitra adalah sebagai obyek dan subyek. Sebagai obyek, mitra merupakan sasaran untuk ditangani permasalahannya dalam mengembangkan usaha. Hasilnya UMKNjamu jawa asli semakin bertambah wawasannya tentang penentuan harga pokok penjualan dan diterapkan di pembukuannya. Kata kunci: industri kreatif; penenntuan harga pokok penjualan; jamu jawa   ABSTRACTGlobal competition triggers a creative economy that is identical to the creative industry. To improve people's living standards, MSMEs for indigenous Javanese herbal medicine owned by Mrs. Suminah who are in Pedurungan Kidul village, Pedurungan sub-district, Semarang city, are already involved in small and medium enterprises, but these MSMEs have not been able to manage finances properly. The Semarang University community service team wants to help these SMEs in the village of Pedurungan Kidul by determining the cost of goods sold and product innovation. By looking at the increase in public awareness of health, especially during this pandemic period, so that the increasing number of businesses on herbal medicine as a traditional heritage drink from their ancestors is increasingly sought after by the community. So that the income of herbal medicine MSMEs increases, but the lack of knowledge about determining the cost of goods sold makes these herbal MSMEs still mix up with their personal needs, so the community service team wants to provide training on determining the cost of goods sold. The methods used in this PKM activity include training activities and workshops. The training activities carried out include 1) Determining the cost of goods sold and basic accounting 2) determining the right strategy. This PKM activity includes 1) Pre-Field Survey 2) Preparation of Training Tools and Materials 3) Preparation of Training Places and Workshops 4) Determination of the cost of goods sold and Basic Accounting 5) Determining the right strategy by using prices that have been determined for MSEs 6) Reporting and Publications. The roles of the two partners are as objects and subjects. As objects, partners are targets to deal with problems in developing a business. As a result, indigenous Javanese herbal medicine companies have increased their insight into determining the cost of goods sold and applied it to their books. Keywords: creative industry; determination of cost of goods sold; Javanese herbal medicine
TERAPI BIRTHING BALL UNTUK MENGURANGI NYERI KALA I PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI RSUD KOTA MATARAM Indriyani Makmun; Rizkia Amilia; Ana Pujianti Harahap; Desi Rofita; Nurul Qamariah Rista Andaruni; Biantari Alika Maharani; Mifanatul Hairah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6000

Abstract

ABSTRAKBirthing ball merupakan salah satu metode active  birth menggunakan bola pilates yang membantu ibu  inpartu kala I. Penggunaan bola pilates dengan melakukan gerakan seperti duduk dibola dan bergoyang-goyang, membuat kemajuan persalinan, memberikan rasa nyaman dan, serta  meningkatkan sekresi endoprin disebabkan kelenturan  dan kelengkungan bola merangsang reseptor dipanggul. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang birth ball. Metode yang digunakan antara lain ceramah/penyampaian materi menggunakan leaflet, praktikum atau pelatihan langsung kepada peserta serta tanya jawab guna mendukung pengetahuan ibu tentang terapi birthing ball. Hasil dari kegiatan pengabdian dibuktikan dengan keaktifan peserta dalam kegiatan ini, pelaksanaan kegiatan telah mampu meningkatkan pengetahuan ibu bersalin dalam mengurangi nyeri pada kala I persalinan, dapat mengelola rasa nyeri saat kontraksi dan ketidaknyaman ibu seperti rasa cemas berlebih dan mengelola pernafasan serta dapat mengurangi sakit punggung, sesak nafas. Hasil kegiatan ini sangat berdampak positif pada proses persalinan ibu yang lahir dengan normal atau pervaginam tanpa adanya intervensi dilakukan tindakan Sectio Caesaria. Kata kunci: birthing ball; nyeri kala I persalinan; ibu bersalin. ABSTRACTBirthing ball is one of the active birth methods using a pilates ball that helps pregnant women in the first stage. The use of a pilates ball by doing movements such as sitting on a ball and rocking, makes labor progress, provides a sense of comfort and, and increases the secretion of endorphins due to the flexibility and curvature of the ball. stimulate hip receptors. The purpose of this community service is to provide counseling and training about birth balls. The methods used include lectures/delivery of material using leaflets, practicum or direct training to participants and questions and answers to support mother's knowledge about birthing ball therapy. The results of the service activities are evidenced by the activeness of the participants in this activity, the implementation of the activities has been able to increase the knowledge of maternity mothers in reducing pain in the first stage of labor, can manage pain during contractions and maternal discomfort such as excessive anxiety and manage breathing and can reduce back pain, out of breath. The results of this activity have a very positive impact on the delivery process for mothers who are born normally or vaginally without any intervention by performing Sectio Caesaria. Keywords: birthing ball; pain in the first stage of labor; mother gave birth.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK ECO FARMING PADA KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN DUSUN PAOK KAMBUT DESA TELAGAWARU KECAMATAN LABUAPI Sanapiah Sanapiah; Yuntawati Yuntawati; Ade Kurniawan; Eliska Juliangkary; Pujilestari Pujilestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6040

Abstract

ABSTRAKKelompok Tani Sinar Harapan adalah kelompok tani di Dusun Paok Kambut Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat yang fokus membudidayakan  jagung manis pada setiap musim tanam tanpa dijeda dengan tanaman lainnya. Kelompok tani ini termasuk salah satu daerah produksi jagung manis untuk mensuplay kebutuhan pedagang- pedagang sayur di lokal dan regional Kota Mataram dan Lombok Barat, termasuk untuk para penjual jagung manis keliling. Namun ditengah wabah pandemic Covid-19, kelompok tani jagung manis ini dan juga kelompok-kelompok tani lainnya di berbagai daerah mengalami permasalahan yang sama terkait dengan pupuk subsidi yang langka dan sulit di dapatkan. Adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Insan Harapan adalah 1) memberikan penyuluhan kepada anggota kelompok tani untuk mulai beralih ke pupuk organik Eco Farming yang kualitasnya sudah teruji dan harganya juga terjangkau sebagai  upaya           membuka wawasan para petani yang selama ini selalu tergantung pada pupuk Kimia, dan 2) melakukan pendampingan kepada anggota kelompok tani Sinar Harapan dalam pengaplikasian Pupuk Eco Farming untuk memberikan keyakinan akan manfaat dan kualitas dari pupuk organic eco farming. Metode Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan grup Focus Diskusi (FGD) yang diaplikasikan dalam kegiatan Penyuluhan dan pendampingan. Data hasil pengabdian diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan langsung. Dari hasil kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil panen jagung manis sekitar  20% dengan pengurangan Pukim hingga 80% setelah musim tanam kedua sampai ke empat (4 kali musim tanam) dan meningkatkan keterampilan anggota kelompok tani Sinar Harapan dalam pengaplikasian Pupuk Organik Eco Farming dengan tanpa pendampingan. Kata kunci: pendampingan; pupuk organic; eco farming; kelompok tani. ABSTRACTSinar Harapan Farmers Group is a farmer group in Paok Kambut Hamlet, Telagawaru Village, Labuapi District, West Lombok Regency that focuses on cultivating sweet corn in each growing season without being paused with other crops. This farmer group is one of the sweet corn production areas to supply the needs of local and regional vegetable traders in Mataram and West Lombok, including itinerant sweet corn sellers. However, in the midst of the Covid-19 pandemic, this sweet corn farmer group as well as other farmer groups in various regions experienced the same problem related to subsidized fertilizers which were scarce and difficult to obtain. The solutions offered to overcome the problems faced by the Insan Harapan Farmer Group are 1) providing counseling to members of the farmer group to start switching to Eco Farming organic fertilizers whose quality has been tested and the price is also affordable as an effort to open the horizons of the farmers who have always depended on them. on chemical fertilizers, and 2) providing assistance to members of the Sinar Harapan farmer group in the application of Eco Farming Fertilizers to provide confidence in the benefits and quality of organic eco farming fertilizers. Methods This service activity is carried out with Focus Discussion groups (FGD) which are applied in counseling and mentoring activities. The data from the service was obtained from the results of interviews and direct observations. From the results of this service activity, it can be concluded that there is an increase in sweet corn yields of about 20% with a Pukim reduction of up to 80% after the second to fourth growing season (4 planting seasons) and improving the skills of members of the Sinar Harapan farmer group in the application of Eco Farming Organic Fertilizers. with no assistance. Keywords: assistance; organic fertilizer; eco farming; farmer groups. 
Edukasi Analisis Teknologi Pada Pengembangan Produk Oatmeal Berbahan Potensi Lokal Larawang Terubuk (Saccharum edule Hasskarl) Sebagai Sumber Pangan Alternatif di SMK Teknologi Karawang Arnisa Stefanie; Farradina Choria Suci; Ratna Dewi Anjani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6058

Abstract

Pertanian Karawang sangat melimpah dan potensial untuk dikembangkan. Salah satu wilayah yang melimpah dan potensial yaitu wilayah Loji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang yang khas akan tanaman terubuk. Terubuk (Saccharum edule Hasskarl), merupakan tanaman yang banyak mengandung mineral terutama kalsium dan fosfor, disamping vitamin C. Kandungan yang ada dalam terubuk sangat potensial untuk dikembangan menjadi sumber pangan alternatif dengan kandungan karbohidrat dan energi yang relatif tinggi. Terubuk dapat digunakan untuk substitusi dalam pembuatan makanan, salah satunya adalah dalam pembuatan oats. Oats terubuk dapat dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif yang kaya dengan kandungan nutrisi. Tim iBM akan melakukan edukasi analisis teknologi pada pengembangan produk oats terubuk dengan berbahan potensi lokal daerah. Melalui adanya edukasi tentang pengembangan produk lokal oats-terubuk diharapkan dapat memberikan keterampilan dalam pemanfaatan produk lokal yang berpeluang untuk dijadikan usaha mikro.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBAHAN SAMBAL DESA KEDUNGRAWAN KECAMATAN KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Ririn Febriyanti; Oemi Noer Qomariyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.979 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2858

Abstract

ABSTRAKBisnis makanan terutama aneka bumbu dapur sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu banyak dari masyarakat baik di pedesaan atau di perkotaan yang bekerja sampai malam sehingga tidak sempat untuk memasak di rumah. Selain faktor tersebut, bumbu dapur juga memiliki banyak peminat dari segala macam usia dan berbagai macam kalangan. Dari faktor- faktor tersebut, harus ada inovasi yang diberikan agar ulahan aneka bumbu dapur dapat bersaing selain mempunyai rasa yang lebih enak, “Labelling” yang menarik, harga yang ekonomis, dan terdapat berbagai level tingkat pedasnya, serta aneka produk olahan yang sangat “yummy” .Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk membantu mengembangkan pemasaran baik dari segi manajemen dan sarana,prasarana mitra usaha “Arthur”. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah (1) belum diberikan kemasan yang baik pada produk kue basah yang dipasarkan dan (2) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya dan yang (3) belum maksimalnya produksi yang dihasilkan. Metode pelaksanaan pengabdian yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah pada tahapan: membantu dengan memberikan bantuan berupa alat untuk untuk meningkatkan hasil produksi aneka bumbu dapur; mengganti kemasan dengan yang lebih bagus, serta membantu membuatkan label yang menarik pada kemasan dengan mengganti label yang lama.  Hasil pada tahap ini adalah semakin bertambahnya jumlah pembeli / customer dari mitra kami yakni Home Industri produk sambal Di Desa KedungRawan Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo dikarenakan labelling dan kemasan yang lebih bagus. Kata kunci: diversifikasi; produk olahan berbahan sambal. ABSTRACTThe food business, especially various ingredients, is very promising. This is due to several factors, including many of the community, both in rural and urban areas, who work late at night so they don't have time to cook at home. Apart from these factors, spices also have many enthusiasts of all ages and various groups. From these factors, there must be an innovation given so that various cooking ingredients can compete in addition to having a better taste, attractive labeling, economical prices, and various levels of spiciness, as well as various processed products that are very “yummy ". The problems faced by this community service partner include (1) not yet given proper packaging for the wet cake products being marketed and (2) not yet given labeling to introduce the product and (3) the resulting production has not been maximized. The stages of the implementation of the service that have been carried out to date are at the following stages: assisting by providing assistance in the form of tools to increase the production of various cooking spices; replace the packaging with a better one, and help make an attractive label on the package by replacing the old label. The expected results at this stage are the increasing number of buyers / customers from our partners, namely the Home Industry of chili products in KedungRawan Village, Krembung District, Sidoarjo Regency. Key words: diversification; sambal processed products.
EDUKASI PEMANFAATAN BAWANG PUTIH SEBAGAI IMMUNOMODULATOR DI DESA WISATA SEMBALUN LAWANG Anna Pradiningsih; Mahacita Andanalusia; Nurul Qiyaam; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Legis Ocktaviana Saputri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6700

Abstract

ABSTRAKImmunomodulator merupakan suatu senyawa yang dapat membantu sistem imun dalam mempertahankan dan melindungi tubuh dari paparan organisme. Bawang putih mampu meningkatkan aktifitas fagositosis pada limfa, rongga intra peritoneal dan nodus limfe. Mekanisme lainnya adalah dengan meningkatkan proliferasi limfosit sehingga mampu dalam mempertahankan diri dari serangan organisme asing. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat bawang putih sebagai immunomodulator. Pelaksanaan pra kegiatan meliputi pemilihan kelompok sasaran, melakukan kegiatan survei survei lokasi kegiatan di Desa Wisata Sembalun Lawang, proses pembuatan leaflet leaflet dan pencetakan leaflet leaflet. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 13 November 2021 bertempat di Balai Desa Sembalun. Leaflet Leaflet yang telah disiapkan didistribusikan kepada peserta kegiatan. Pada tahap pasca kegiatan dilakukan evaluasi hasil dari sosialisasi edukasi bawang putih. Edukasi pemanfaatan bawang putih sebagai immunomodulator memberikan ide kreatif yang baru dalam proses pengolahan bawang putih tersebut. Hasil pengolahan dapat dijadikan produk UMKM yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan memanfaatkan bawang putih sebagai immunomodulator ini. Kata kunci: immunomodulator; bawang putih; desa sembalun lawang ABSTRACTImmunomodulators are compounds that can help the immune system in maintaining and protecting the body from exposure to organisms. Garlic is able to increase phagocytosis activity in the lymph, intraperitoneal cavity, and lymph nodes. Another mechanism is to increase the proliferation of lymphocytes so that they are able to defend themselves from the attack of foreign organisms. This activity aims to provide education to the public about the benefits of garlic as an immunomodulator. The implementation of pre-activities includes the selection of target groups, conducting activity location survey activities in Sembalun Lawang Tourism Village, the process of making leaflets and printing leaflets. The implementation of the activity was carried out on Saturday, November 13, 2021, at Sembalun Village Hall. Leaflets that have been prepared are distributed to participants of the activity. In the post-activity stage, evaluation of the results of garlic education socialization. Education on the use of garlic as an immunomodulator provides a new creative idea in the process of processing garlic. Processing results can be used as MSME products that have high economic value by utilizing garlic as an immunomodulator. Keywords: immunomodulator; garlic; sembalun lawang village
EDUKASI REMAJA SADAR GIZI UNTUK PENCEGAHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI WILAYAH LAHAN BASAH Fakhriyah Fakhriyah; Isnaini Isnaini; Meitria Syahadatina Noor; Andini Octaviana Putri; Lisa Fitriani; Muhammad Hashfi Abdurrahman; Ranindy Qadrinnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5764

Abstract

ABSTRAKKekurangan Energi Kronik (KEK) pada remaja putri/wanita adalah suatu kondisi di mana remaja putri/wanita mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 angka kejadian KEK pada remaja putri sebesar 33,5 %. Data Riskesdas Kalimantan Selatan angka KEK paling banyak pada kategori usia remaja (15-19 tahun)  yaitu sebanyak 41,24% pada wanita hamil dan 38,27%  pada wanita yang tidak hamil. Berdasarkan survei pendahuluan terdapat 58,3 % remaja di Kecamatan Aluh-aluh mengalami KEK. Mitra sasaran kegiatan PKM adalah siswi SMAN 1 Aluh-aluh. Berdasarkan hasil survei dan diskusi dengan mitra, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra, yaitu mereka tidak pernah melakukan pemantauan status gizi dan rendahnya pengetahuan terhadap makanan dengan gizi seimbang. Metode pelaksanaan pengabdian adalah dengan memberikan edukasi remaja sadar gizi secara daring dengan cara diskusi menggunakan media ebooklet tentang gizi seimbang dan KEK. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan siswi SMAN 1  Aluh-aluh tentang gizi seimbang dan KEK. Sebanyak 62 % meningkat, 20% menurun dan 18% tetap. Rekomendasi kepada pihak sekolah adalah melaksanakan kegiatan edukasi tentang gizi seimbang dan KEK secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan dapat mengaplikasikannya dalam rangka mencegah terjadi KEK. Kata kunci: edukasi; pemberdayaan; siswi SMAN 1 Aluh-aluh; gizi seimbang; KEK; booklet.  ABSTRACTChronic Energy Deficiency (CED) in adolescent girls/women are young women/women who experience malnutrition (calories and protein) that lasts for a long time or are chronic. Based on the results of the 2018 Riskesdas, the incidence of CED in adolescent girls is 33.5%. Data from Riskesdas South Kalimantan has the highest number of CED in the category of adolescents (15-19 years) as many as 41.24% in pregnant women and 38.27% in women who are not pregnant. Based on the preliminary survey, there were 58.3% of adolescents in Aluh-aluh District experienced CED. The target partners of PKM activities are students of SMAN 1 Aluh-aluh. Based on the survey results and discussions with partners, there are several problems faced by partners, namely they have never monitored their nutritional status and have low knowledge of balanced nutrition. The method of implementing the service is to provide nutrition-aware youth education online by means of discussions using ebooklet media about balanced nutrition and CED and online quizzes about balanced nutrition. Based on the results of the evaluation, there was an increase in the knowledge of SMAN 1 Aluh-aluh students about balanced nutrition and CED. A total of 62% increased, 20% decreased and 18% remained. Recommendations to the school are to carry out educational activities about balanced nutrition and CED on a regular basis to increase adolescent knowledge and be able to apply it in order to prevent CED from occurring. Keywords: education; empowerment; students of SMAN 1 Aluh-aluh; balanced nutrition; CED; booklet.

Page 49 of 272 | Total Record : 2711