cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 183 Documents
Hubungan Status Gizi dan Kualitas Tidur dengan Kadar Hemoglobin pada Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Tadulako Nadila, Devi; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Randani, Aldiza Intan; Rakhman, Aulia; Aiman, Ummu; Ariani, Ariani; Putri, Linda Ayu Rizka; Hijra, Hijra; Fitrasyah, St Ika; Jayanti, Zulaikhah Dwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.936

Abstract

Kadar hemoglobin yang rendah menandakan seseorang menderita anemia. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya kadar hemoglobin yaitu status gizi, siklus menstruasi, pola makan, serta kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi Program Studi Gizi Universitas Tadulako. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 174 orang. Variabel dalam penelitian ini antara lain status gizi, kualitas tidur, dan kadar hemoglobin. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran tinggi dan berat badan, data kualitas tidur diperoleh dengan pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan alat digital Easy Touch GCHb. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,095) sedangkan kualitas tidur memiliki hubungan dengan kadar hemoglobin (p=0,006). Kebanyakan responden memiliki status gizi yang normal dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang baik. Diharapkan responden tetap menjaga status gizi yang baik dan menjaga kualitas tidur sehingga kadar hemoglobin tetap normal.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Makanan pada Remaja dengan Status Gizi Normal dan Tidak Normal di Kota Palu Diah Ayu Hartini; Dwi Erma Kusumawati; Bahja Bahja; Nikmah Utami Dewi; Ummu Aiman
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.959

Abstract

Pemilihan makanan merupakan jumlah pangan yang dikonsumsi seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, dan sosiologis. Pemilihan makanan pada remaja dapat menentukan pemenuhan kebutuhan zat gizi remaja. Status gizi remaja saat ini juga dapat menentukan status gizi generasi selanjutnya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan makanan seperti faktor biologis, pengalaman dengan makanan, pribadi dan antarpribadi, serta faktor lingkungan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja dengan status gizi normal dan tidak normal di Kota Palu. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Palu, Sulawesi Tengah. Waktu penelitian pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Populasi adalah semua remaja SMA di Kota Palu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu remaja usia 15-18 tahun dan bersedia menjadi responden dalam penelitian. Besar sampel sebanyak 96 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pemilihan makanan atau food choice questionare (FCQ) dan alat yang digunakan untuk mengukur status gizi yaitu timbangan berat badan dan microtoise. Hasil penelitian adalah faktor biologis, pengalaman dengan makanan, pribadi dan antarpribadi, serta faktor lingkungan tidak berhubungan dengan status gizi remaja dengan smeua nilai p > 0,05. Begitu pula semua nilai OR < 1, sehingga dapat disimpulkan faktor pemilihan makanan tidak mempengaruhi status gizi remaja. Perlu menilai berbagai faktor lain yang mungkin berhubungan dengan status gizi remaja.
Survei Kesiapan Sekolah Dasar Negeri di Kota Jambi dalam Mengikuti Program Nutrition Goes to School (NGTS) SEAMEO-RECFON Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Enis, Rina Nofri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.967

Abstract

Kebutuhan gizi untuk anak usia sekolah dasar sangat penting mengingat masa pertumbuhan fisik, kognitif, mental dan emosional sangat cepat. Melalui upaya perbaikan gizi dan kesehatan di sekolah yang dilaksanakan dalam bentuk usaha kesehatan sekolah (UKS) beberapa poin yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya yaitu pendidikan kesehatan mencakup peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku hidup sehat. SEAMEO RECFON menggagas sebuah program bernama “Gizi untuk Prestasi” yang juga diperkenalkan ke negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara dengan nama “Nutrition Goes to School (NGTS)”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen unit sekolah dasar negeri di Kota Jambi dalam kelayakan mengikuti program NGTS SEAMEO-RECFON. Penelitian observasional menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain rapid survei. Populasi penelitian iadalah seluruh sekolah dasar Negeri di Kota Jambi tahun 2023, yaitu 208 unit sekolah. Sampel penelitian sebanyak 158 sekolah setelah sampel tereksklusi. Instrumen survei yang digunakan adalah Indikator Program Intervensi Gizi (Penilaian Kantin Sekolah) yang dikembangkan oleh SEAMEO-RECFON. dari empat pilar kesiapan kantin sekolah mengikuti program NGTS, sekolah dasar negeri di Kota Jambi sudah cukup siap dalam hal komitmen manajamen (77,8%) dan sumber daya manusia (60,1%), sedangkan elemen sarana prasarana kantin sekolah (55,1%) dan mutu pangan (56,3%) yang disediakan di kantin sekolah masih sangat rendah kualitasnya. Berdasarkan kesiapan syarat program NGST dengan menjumlahkan seluruh elemen kesiapan kantin sekolah, hanya sebanyak 53,8% sekolah yang siap memenuhi syarat program untuk seluruh elemen. Sebagian besar sekolah dasar negeri di Kota Jambi layak mengikuti Program NGTS yang dicanangkan oleh SEAMEO-RECFON. Rekomendasi kepada pihak sekolah hendaknya lebih memperhatikan ketersediaan sarana prasarana dan mutu pangan bagi tersedianya pemenuhan gizi bagi anak usia sekolah dasar. Sedangkan kepada dinas pendidikan dan dinas kesehatan agar melakukan audit pengawasan terhadap jajanan sekolah, sanitasi sekolah, dan sarana prasarana sekolah secara berkala.
Hubungan Karakteristik Ibu, Pelayanan dan Fasillitas Posyandu dengan Partisipasi Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Lilik Sofiatus Solikhah; Windiarsih R. Huraera; Adillah Imansari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1000

Abstract

Rendahnya partisipasi ibu balita ke posyandu di Puskesmas Kinovaro (71,5%) dapat berdampak pada bertambahnya kasus malnutrisi, dengan mengikuti kegiatan posyandu ibu dapat memantau tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu, pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro. Desain cross sectional dengan populasi seluruh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro. Sampel sebanyak 104 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendah tingkat partisipasi ibu di posyandu Puskesmas Kinovaro (58,7%), tidak terdapat hubungan umur dan pendidikan ibu (p=0,890 dan p=0,304) dan ada hubungan pekerjaan, pengetahuan ibu, pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu (p=0,005; p=0,001; p=0,017 dan p=0,059). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan pekerjaan, pengetahuan ibu pelayanan dan fasilitas posyandu dengan partisipasi ibu balita ke posyandu sedangkan umur dan pendidikan ibu tidak terdapat hubungan.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Permen Jeli Berbasis Sawo, Kurma dan Jahe sebagai Pangan Fungsional Imunitas Tubuh Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Kusumaningati, Walliyana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1001

Abstract

Setelah masa pandemi Covid-19 berakhir, kalangan masyarakat masih membutuhkan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yang berasal dari buah-buahan dan rempah. Kandungan antioksidan digunakan sebagai upaya pencegahan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi, menganalisis karakteristik sensori dan kandungan gizi dan antioksidan permen berbasis buah sawo dan kurma dengan penambahan sari jahe. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis kandungan gizi serta antioksidan. Komposisi bahan dalam setiap formula terdiri dari buah sawo, kurma, jahe, gelatin, gula pasir, dan asam sitrat. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna dan aroma pada karakteristik permen jeli. Sedangkan berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada aroma permen jeli, Formula terbaik dari permen jeli dengan menggunakan metode MPE yaitu F3 (40% buah sawo : 60% kurma). Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa permen jeli memiliki kandungan energi 259,85 kkal per 100gram. Aktivitas antioksidan permen jeli yaitu 152,6 mg/kg dan kadar abu pada permen jeli 0.86%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik permen jeli yaitu F3 dengan aktivitas antioksidan permen jeli berada dalam kategori lemah dan kadar abu permen jeli sudah memenuhi standar mutu kembang gula lunak yaitu SNI 3547.2-2008
Nutritional Characteristic of Snack bar Formulation Based on Snakehead Fish-Sorghum Flour Flakes and Kidney Beans Bahriyatul Ma'rifah; Ari Pebru Nurlaily; Adhi Wardhana Amrullah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1005

Abstract

Proving supplementary food such as snack bar from high in energy, protein and iron local foods (snakehead fish flour, sorghum and kidney bean) can be used as specific nutrition intervention for CED and anemia in pregnant women. This study aimed to analyze and nutritional characteristic of snakehead fish-sorghum flour flakes and kidney bean snack bar. The experimental method was Completely Randomized Design (CRD) with four ratios of snakehead fish flour-sorghum flakes and kidney beans, namely F1 (50%:50%), F2 (60%:40%), F3 (70%:30%) and F4 (80%:20%). Nutritional characteristic of snack bar was analyzed using One Way ANOVA and Duncan’s further test. The results showed that the difference ratios of snakehead fish flour-sorghum flakes and kidney beans had significant effect on energy, moisture, carbohydrates, fat, protein, zinc, iron and calcium of snack bar (p<0.05). The nutrient content of snack bar F2, F2, F3 and F4 were energy (432,04 kcal; 433,77 kcal; 4329,49 kcal; 437,56 kcal), ash content (3,21%; 3,24%; 3,29%; 3,24%), moisture content (14,46%; 14,71%, 13,35%; 13,72%), fat (20,54%; 21,11%, 19,21%; 21,08%), protein (16,87%; 16,97%; 19,63%; 18,57%), carbohydrates (44,93%; 43,98%; 44,53%; 43,41%), zinc (2,07 mg ; 2,04 mg; 2,07 mg, 2,18 mg), iron (4,35 mg; 6,02 mg; 6,23 mg; 6,76 mg) and calcium (114,21 mg; 130,27 mg; 123,41 mg; 131,83 mg). F4 potentially used as alternative supplementary food for pregnant women with CED and anemia because can be claimed as source of protein and iron product based on food label reference for pregnant women.
Hubungan Usia Ibu, Kadar Hemoglobin, dan Status KEK saat Kehamilan dengan Berat Badan Lahir Bayi Marini Marini; Siti Aisyah Solechah; Desya Medinasari Fathullah; Nany Suryani; Fahrini Yulidasari; Muhammad Irwan Setiawan; Atikah Rahayu
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1009

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang dan menjadi salah satu indikator untuk memprediksi kematian bayi, stunting, dan penyakit pada saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu, paritas, kadar hemoglobin, dan status KEK (Kurang Energi Kronis) saat kehamilan dengan berat badan lahir bayi di RSUD Pambalah Batung Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 130 ibu yang melahirkan di Ruang Nifas RSUD Pambalah Batung, Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Responden yang melahirkan bayi dengan BBLR sebesar 31,5%. Sebagian besar responden (61,5%) berada pada kategori paritas yang berisiko. Responden yang mengalami anemia sebesar 28,5% dan yang mengalami KEK saat kehamilan sebesar 25,4%. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia ibu (p=0,003), kadar Hb (p=0,004) dan status KEK saat kehamilan (p=0,002) berhubungan dengan berat badan lahir bayi. Paritas tidak berhubungan dengan berat badan lahir bayi (p=0,379). WUS dianjurkan untuk melakukan program kehamilan pada usia yang tidak berisiko serta meningkatkan pengetahuan dalam mempersiapkan kehamilan terutama mengenai status gizi yang optimal untuk mencegah kejadian KEK saat kehamilan. Selain itu, ibu hamil dianjurkan melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) secara rutin di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesehatan, terutama berkaitan dengan status anemia untuk mencegah kejadian BBLR.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi dan Hiperglikemia di Indonesia Badriyah, Lulu'ul; Pratiwi, Retno Inten Rizqi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1021

Abstract

Berat badan berlebih akan memicu meningkatkan kadar hormon leptin dalam tubuh. Leptin berperan dalam resistensi insulin dengan mengganggu penyerapan glukosa sehingga meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, berat badan berlebih juga memicu peningkatan aktivitas saraf simpatis, resistensi insulin, dan peningkatan aktivitas sistem renin-angiotensin di ginjal yang berkontribusi terhadap hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi dan hiperglikemia di Indonesia. Penelitian ini menggunakan survei nasional Riskesdas 2018 yang memiliki desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel Riskesdas tahun 2018 yang dilakukan pada bulan Maret 2018. Sasaran sampelnya adalah 300.000 rumah tangga di 30.000 blok sensus (BS) Susenas dengan metode PPS (probability proportional to size) menggunakan linear systematic sampling dengan two stage sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh individu berusia 25-45 tahun di Indonesia. Jumlah sampel awal penelitian adalah 305.457 responden dan setelah dilakukan cleaning data, sampel yang memiliki kelengkapan data ada 9.954 responden. Selanjutnya, data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 44,9% responden mengalami obesitas, 34,0% menderita hipertensi, dan 4,6% mengalami hiperglikemia. Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,001) Responden yang kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 2,73 kali lebih besar untuk menderita hipertensi dibandingkan responden dengan gizi normal (OR 2,73 2,51–2,97). Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan hiperglikemia (p=0,001). Responden yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan 1,89 kali lebih besar untuk mengalami hiperglikemia dibandingkan responden dengan gizi normal (OR 1,89 1,57-2,30). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi dan hiperglikemia.
Pola Makan dan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SD Inpres 36 Rumah Tiga Nilfar Ruaida; Wahyuni Sammeng; Merlin K Haluruk
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1022

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang mengalami proses tumbuh kembang secara pesat, hasil Riskesdas 2018 menunjukan prevalensi status gizi anak sekolah dasar umur 5-12 tahun, dari 9,3 terdiri dari 2,5% sangat kurus dan 6,8% kurus. Di Provinsi Maluku pada umur 5-12 tahun, dari 3,7% sangat kurus dan 11,5% kurus. Pola makan dengan gizi seimbang merupakan perilaku sehat yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi anak sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola makan dan status gizi anak sekolah dasar di SD Inpres 36 Rumah Tiga, Ambon. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Penentuan sampel menggunakan cara purposive sampling, besar sampel adalah 38 orang. Pengumpulan data tingkat konsumsi makan menggunakan food frequency questionnaire, dan data status gizi menggunakan indeks IMT/U dengan mengukur berat badan dan tinggi badan anak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsumsi energi baik sebanyak 21 orang (55%), kurang sebanyak 17 orang (45%), asupan protein baik sebanyak 28 orang (74%), kurang sebanyak 10 orang (26%). Jenis konsumsi makanan kategori baik 36 orang (95%), kurang 2 orang (5%). Frekuensi makan baik 30 (79%), kurang 8 (21%). Status gizi anak sekolah dasar SD Inpres 36 Rumah Tiga, gizi kurang 10 orang (26%), gizi baik 27 orang (71%), dan obesitas 1 orang (3%). Kesimpulan tingkat konsumsi dan status gizi responden, sebagian besar baik.
Potensi Peningkatan Kadar Hemoglobin dengan Pemberian Jus Kurma Bayam Merah pada Remaja Putri Masfufah Masfufah; Safitri Safitri; Ni Ketut Kariani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1024

Abstract

Masalah remaja putri yang paling sering ditemukan adalah anemia. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalamai menstruasi setiap bulannya dan masih dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020 di Palu menyatakan bahwa terdapat 16 orang usia 10-14 tahun dan sebanyak 22 orang usia 16-18 tahun mengalami anemia. Adapun tumbuhan dapat menunjang kenaikan kadar hemoglobin antara ain kurma dan bayam merah yang tinggi akan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan kadar hemoglobin terhadap pemberian kombinasi jus kurma bayam merah pada remaja putri anemia. Metode yang digunakan pra-eksperimental one group pra post test design. Teknik sample dengan purposive sampling sebanyak 23 sampel remaja putri dengan variabel independen pemberian jus kurma bayam merah, variabel dependen adalah kadar hemoglobin. Analisis univariat distribusi, frekuensi, persentase. Analisis bivariat menggunakan uji paired sample t test. Hasilnya menunjukkan ada pengaruh jus kurma bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu dengan p-value (0,000) (<0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi jus kurma bayam merah dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu.