cover
Contact Name
Elsa Efrina
Contact Email
Elsa Efrina
Phone
-
Journal Mail Official
jpkk@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus
ISSN : 25985183     EISSN : 25982508     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus merupakan jurnal yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UNP sebagai sarana publikasi ilmiah di bidang Pendidikan Kebutuhan Khusus. Jurnal akan terbit dua kali dalam satu tahun (bulan April dan November). Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus merupakan jurnal publikasi dibidang penelitian, khususnya pada penelitian anak-anak berkebutuhan khusus. Fokus pada jurnal ini diantaranya yaitu: identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus, intervensi dini bagi anak berkebutuhan khusus, pengembangan teknologi pembelajran bagi anak berkebutuhan khusus, strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, program pembelajaran serta layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
Korelasi Antara Tingkat Harga Diri Guru Sekolah Khusus dan Keterampilan Kepemimpinan Siti Musayaroh; Dedi Mulia; Imala Aprilia Aprida Nova; Ulfaeni Rohmawati; Supinah Supinah; Ade Risnawati; Rohimatul Jannah; Aini Apriliani Rosadi
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.634

Abstract

Nilai harga diri yang tinggi merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap profesional, termasuk guru. Dalam kenyatannya, tugas guru bukan hanya mengajar tetapi juga menginovasi, memotivasi dan memimpin siswa serta organisasi sekolah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi harga diri guru terhadap keterampilan kepemimpinan yang dimiliki. Sebanyak 30 guru sekolah khusus di Provinsi Banten telah berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi tiga set kuesioner, yaitu demografi partisipan, Rosenberg Self-Esteem Scale dan Leadership Skills Questionnaire. Data diolah menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan prediktor jenis kelamin, usia dan pengalaman kerja berkorelasi positif terhadap tingkat kepercyaan diri dan keterampilan kepimpinan guru. Tingkat harga diri guru cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan tidak ditemukan adanya penurunan pada usia 51 tahun ke atas. Lebih lanjut, tingkat harga diri guru adalah positif signifikan dan cukup berkorelasi terhadap keterampilan kepemimpinan dengan besaran korelasi koefisein yaitu .361.
Implementasi Tugas Guru Pembimbing Khusus Serta Kendala sebagai Tenaga Pendidik Profesional di Sekolah Inklusi Kota Surabaya Nindya Ayu Rizqianti; Putri Kartika Ningsih; Ediyanto Ediyanto; Asep Sunandar
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.609

Abstract

Sebuah sekolah dikatakan inklusif ditandai dengan adanya anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. Beberapa kota di Indonesia telah melaksanakan pendidikan inklusif dan mendapatkan hasil yang beragam dalam pelaksanaannya. Untuk memfasilitasi segala kebutuhan dan pelayanan anak berkebutuhan khusus maka sekolah perlu menambahkan guru pendamping khusus atau GPK. Guna mewujudkan suatu pendidikan inklusi yang ideal, ada beberapa aspek yang perlu dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh, satu diantaranya adalah kompetensi dasar tenaga pendidik. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu terungkapnya beberapa kendala implementasi pendidikan inklusif dan gambaran pengetahuan profesional dari GPK di sekolah dasar inklusi kota Surabaya yang sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah guna terciptanya pendidikan inklusi yang ideal.
Augmentative and Alternative Communication (AAC) sebagai Teknologi Assistive dalam Mendukung Anak Cerebral Palsy dengan Kebutuhan Komunikasi yang Kompleks Fina Riswari; Ediyanto Ediyanto; Mohammad Efendi; Asep Sunandar
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.610

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah teknologi atau strategi yang dapat membantu cerebaral palsy yang memiliki kebutuhan komunikasi yang kompleks dalam mengekspresikan emosi, ide, dan pendapat serta untuk berinteraksi secara sosial. Metode yang digunakan adalah melakukan analisis tinjauan literature dari artikel yang terbit tahun 2007 sampai dengan 2020. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi dan pengembangan teknologi bantu dapat berimplikasi positif dalam perkembangan komunikasi anak CP. Anak CP mencapai peningkatan keterampilan komunikasi yang efektif dan berdampak mampu menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, teknologi dan strategi harus mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, dan fungsionalitas sebagai prioritas utama untuk menjadi teknologi tepat guna bagi anak CP.
Gambaran Psikologis Anak Tuna laras Mega Prasrihamni; Asep Supena; Tiurida Intika
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.620

Abstract

Artikel  ini bertujuan untuk menentukan kondisi psikologis anak-anak penyandang cacat. Menurut Tamsik Udin dan Tejaningsih, anak penyandang disabilitas adalah anak yang mengalami kendala dalam perkembangan sosial dan emosionalnya, sehingga dikukuhkan melalui perilaku norma hukum, sosial, agama yang berlaku di lingkungannya dengan frekuensi yang cukup tinggi. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek berjumlah 4 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penyediaan Daftar Periksa Masalah (DCM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak penyandang disabilitas mengalami ketidakstabilan emosional sehingga ada kendala dalam berperilaku baik di masyarakat. Hambatan untuk perkembangan sosial pada anak-anak penyandang disabilitas ditunjukkan oleh kesulitan berteman. Ini karena mereka tidak dapat beradaptasi dengan kelompok yang lebih luas dan kesadaran sosial mereka sangat rendah dan mereka lebih suka bermain sendiri. Pendekatan yang lebih baik diperlukan untuk anak-anak penyandang disabilitas seperti pendekatan dalam bimbingan karena akan sangat mempengaruhi kehidupan di masa depan
Identifikasi Kesiapan dan Kebutuhan Pelatihan Profesional Guru Bahasa Inggris di Gorontalo dalam Mengajar Siswa Disleksia Sri Ekawati Anwar; Harwintha Yuhria Anjarningsih
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesiapan dan kebutuhan guru dalam meningkatkan profesionalitas mereka dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada siswa-siswa disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang didistribusikan secara daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam konteks pengetahuan dan keterampilan mengajar Bahasa Inggris kepada siswa disleksia. Selanjutnya, kebutuhan profesional guru menunjukkan bahwa mayoritas guru belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mengajar Bahasa Inggris untuk siswa disleksia karena mereka tidak memperoleh pengetahuan baik di perguruan tinggi, pelatihan profesional guru, atau mempelajarinya secara mandiri.  Para guru melaporkan preferensi format pelatihan profesional yang meliputi sumber belajar mandiri baik dalam bentuk bentuk cetak dan digital, pelatihan tatap maya dan tatap muka, dan panduan untuk orang tua di rumah. Selain itu, materi pelatihan yang dibutuhkan adalah karakteristik disleksia, kesulitan belajar lain yang berhubungan dengan disleksia, tantangan siswa disleksia dalam belajar bahasa asing, cara diagnosis disleksia, strategi mengajar siswa disleksia, dan tips dan manajemen kelas. Terakhir, terdapat beragam aktifitas yang dipandang mampu meningkatkan kemampuan guru yang diantaranya yaitu kuliah singkat, membaca artikel, membaca buku, membaca materi digital, menonton video pembelajaran dan wawancara terhadap siswa disleksia dan guru yang mengajar siswa disleksia, mengevaluasi materi ajar, merancang dan mengevaluasi rencana pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Penggunaan Alfabet Geser pada Murid Tunagrahita Tatiana Meidina; Dwiyatmi Sulasminah; St Kasmawati
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i2.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan alphabet geser untuk meningkatkan kemampuan membaca  murid tunagrahita kelas dasar II di SLB Negeri 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen subjek tunggal (single subjek research) dengan desain penelitian A-B-A. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alphabet geser berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca pada murid tunagrahita. Hasil tersebut dibuktikan berdasarkan hasil analisis dalam kondisi: 1) pada fase baseline 1 (A1) kemampuan membaca berada pada kategori sangat rendah, 2) Fase intervensi (B) kemampuan membaca meningkat dan berada pada kategori cukup ,  3) fase baseline 2 (A2) kemampuan membaca meningkat dan berada pada kategori tinggi.  Berdasarkan analisis antar kondisi tidak terjadi data tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa alphabet geser dapat meningkatkan kemampuan membaca pada  murid tunagrahita kelas dasar II di SLB Negeri 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
Kelengkapan Sarana dan Prasarana dalam Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Yalda Suvita; Tryastuti Irawati Belliny Manullang; Sunardi Sunardi; Mamat Supriatna
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i2.601

Abstract

Kelengkapan fasilitas di sekolah menjadi hal penting yang harus disediakan oleh sekolah untuk mengimbangi saat pembelajaran berlangsung, siswa akan sangat terbantu dengan fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri penyelenggara pendidikan inklusif di Garut dengan menggunakan metode survei dengan delapan butir pertanyaan untuk kepala sekolah dengan deskriptif kualitatif, dua butir pertanyaan untuk staf sarana dan prasarana dengan pilihan (checklist), sepuluh butir pertanyaan isian untuk guru mata pelajaran serta lima butir pertanyaan isian untuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan sekolah tersebut sudah mencapai standar nasional dalam sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan inklusif dan mampu dimanfaatkan para siswa dan guru dengan optimal. Untuk pelayanan anak berkebutuhan khusus disediakan konseling individual dengan guru BK yang profesional dalam membantu anak saat pembelajaran di kelas.
Persepsi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling terhadap Kompetensi Konselor di Lingkungan Pendidikan Inklusif Marwan Maulana Yusuf; Tryastuti Irawati Belliny Manullang; Sunardi Sunardi; Ipah Saripah
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i2.637

Abstract

Inclusive education is a way to support the diversity of students. Therefore, guidance and counselling teachers must have competence related to diversity issues. The purpose of this study was to determine student perceptions of the competence of counselors in an inclusive education environment. This research was conducted on 130 students of the Guidance and Counselling Study Program using a quantitative approach with a descriptive method with a questionnaire containing 30 questions via Google form. The results show: (1) Students' perceptions of the counsellor's professional competence were categorized as positive with an average score of 73%; (2) Students' perceptions of the counsellor's pedagogic competence were categorized as positive with an average score of 74%; (3) Students' perceptions of the counsellor's personality competence were categorized as positive with an average score of 74%; (4) Students' perceptions of the counsellor's social competence were categorized as positive with an average score of 72%; and (5) Overall, students' perceptions of counsellor competence were categorized as positive with an average score of 73%. This research was conducted only on Guidance and Counselling Study Program students through online questionnaires; therefore, the number of respondents and online collection could be taken into consideration when interpreting the data displayed.
Disiplin Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Panam Mulia Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Nada Monika; Said Suhil Achmad; Daeng Ayub
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i2.640

Abstract

This study is held back by the discipline of learning on special welfare children, so researchers want to study and formulate the problem vaitu studied how the discipline of the study of special needs children The study Uses a qualitative approach using a descriptive method, in this study its instrument is a person ora human instrument, that the researcher's sending data collection techniques in the study Interviews and documentaries based on data analysis and research findings on the discipline of the study of special-needs children in the new panam district, and asa result, the discipline of the learn of special-needs children in the New York City has been received. The rules, and the discipline used by a democratic type, as children need guidance and direction by teachers, and parental attention.
Pengaruh Pelatihan Pengenalan Diri terhadap Self Esteem Remaja Tunanetra di Panti Sosial Bina Netra Tuah Sakato Padang Tasha Dwilamiisa Putri; Devi Rusli
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i2.642

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengenalan diri terhadap self-esteem remaja tunanetra di panti sosial bina netra tuah sakato padang. Jenis penilitian ini ialah kuasi eksperimen dengan one group pretest posttest design. Dengan teknik purposive sampling didapatkan 15 subjek. Instrumen yang digunakan ialah Self-Liking dan Self Competence Questionnaires - Revised Version (SLCS-R) oleh Tafarodi & Swann (1995) dengan 16 item pernyataan yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil uji wilcoxon signed berupa Zhitung sebesar - 3.417 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001. Dengan nilai probabilitas sebesar α = 0,05, maka probabilitas Z hitung kurang dari probabilitas yang telah ditentukan (0,001 < 0,05). Sehingga hipotesis diterima atau dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan pengenalan diri terhadap self-esteem remaja tunanetra.