cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
Asuhan keperawatan pada pre dan pasca ORIF kasus fraktur intra artikular fibula ½ distal sinistra : Nursing care for pre- and post-ORIF of an intra-articular fracture of the distal ½ fibula sinistra Ruth; Silalahi, Malianti; Marpaung, Yosi Marin; Dasat , Mariam
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2591

Abstract

Fraktur fibula adalah patah tulang pada fibula yang umumnya disebabkan oleh trauma langsung atau gerakan memutar, dan sering memerlukan tindakan pembedahan berupa Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Penelitian ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan fraktur fibula intraartikular ½ distal sinistra pada fase pra dan pasca ORIF. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Asuhan keperawatan diberikan selama tiga hari, yaitu tanggal 17–20 Desember 2024 di rumah sakit swasta Jakarta Barat. Pasien, Tn. S (27 tahun), memiliki riwayat diabetes melitus yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka. Gejala yang dialami pasien antara lain nyeri hebat, bengkak, dan kesulitan berjalan. Ditemukan tiga diagnosis aktual: nyeri akut pra-ORIF, nyeri akut pasca-ORIF, dan gangguan mobilitas fisik; serta dua diagnosis risiko: risiko infeksi pra dan pasca-ORIF. Ansietas tidak ditemukan karena koping adaptif yang baik dan dukungan keluarga. Intervensi keperawatan meliputi teknik relaksasi napas dalam, hipnotis lima jari, distraksi, mobilisasi bertahap, dan pemantauan infeksi. Edukasi mandiri pasca-ORIF penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, Fraktur, Nyeri, ORIF
Pengaruh stimulasi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku siswa taman kanak-kanak: The effect of touch stimulation on changes in behavioral disorders of students kindergarten Qoriapsari, Allya; Abdullah, Khabib; Swandari, Atik
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2593

Abstract

Gangguan perilaku pada anak prasekolah (3-6 tahun) masih umum terjadi dan menghambat perkembangan mereka. Masalah ini teridentifikasi pada sejumlah anak di TK X Surabaya. Terapi sentuh dinilai potensial untuk mengurangi gangguan perilaku melalui stimulasi sensoris. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pengaruh pemberian terapi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku pada anak TK. Metode: Penelitian eksperimen one group pretest-posttest pada 11 anak laki-laki usia 4-8 tahun dengan gangguan perilaku di TK X, dipilih melalui purposive sampling. Terapi sentuh diberikan 3x/pekan selama 4 minggu (12 sesi, 30 menit/sesi) dengan gerakan sentuhan kulit spesifik. Gangguan perilaku diukur menggunakan SDQ sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan skor SDQ yang bermakna antara pretest dan posttest dan terdapat penurunan gejala gangguan perilaku. Kesimpulan: Pemberian stimulasi sentuh efektif menurunkan gangguan perilaku pada anak TK di TK X Surabaya. Ini mendukung terapi sentuh sebagai intervensi non-farmakologis.
Peran berpikir kritis perawat dalam menghadapi dilema etik pada pasien penyakit menular HIV/AIDS: The role of critical thinking of nurses in facing ethical dilemmas in HIV/AIDS infectious disease patients Boanerges, Alfinny; Putri, Salsabila Francisca; Regina Venus Yuniar; Akhmad Ryan Hidayat; Farrel Maulana Gunawan; Popon Haryeti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2601

Abstract

Perawat kerap dihadapkan pada persoalan etik dalam merawat pasien HIV/AIDS, terutama dalam menjaga rahasia medis pasien sembari mempertimbangkan keselamatan pihak lain dari kemungkinan penularan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas bagaimana kemampuan berpikir kritis mendukung perawat dalam menangani dilema etik tersebut. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, lalu dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa berpikir kritis memampukan perawat untuk menilai persoalan etik secara mendalam, menerapkan prinsip-prinsip etika seperti otonomi, keadilan, tidak merugikan, dan berbuat baik, serta mengambil keputusan yang tepat dan profesional. Empat aspek utama dari berpikir kritis yang teridentifikasi meliputi peningkatan keselamatan pasien, efisiensi layanan keperawatan, peningkatan mutu pelayanan, dan penerapan praktik keperawatan berbasis bukti ilmiah. Kesimpulannya, keterampilan berpikir kritis sangat penting bagi perawat dalam menyikapi dilema etik pada perawatan HIV/AIDS, sehingga perlu ditanamkan sejak pendidikan keperawatan dan terus dikembangkan melalui pelatihan berkelanjutan.
Pola pemberian asi dan makanan pendamping asi terhadap status gizi balita: Breastfeeding and supplementary food patterns on the nutritional status of toddlers Saraswati, Devi Endah; Hariastuti, Fela Putri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2606

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan untuk mencapai tumbuh kembang optimal pada masa bayi. Kekurangan gizi pada masa bayi dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemberian ASI dan makanan pendamping ASI terhadap status gizi balita. Desain penelitian menggunakan desain analitik kolerasonal dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita, sampel penelitian menggunakan 20 responden. Lokasi penelitian di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didaparkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI Eksklusif dan sebagaian besar dengan pola pemberian makanan makanan pendamping ASI pada balita dengan kategori baik. Status gizi balita didapatkan hasil balita terbanyak dengan gizi kurang. Hasil uji SPSS dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil terdapat hubungan pola pemberian ASI dengan status gizi balita. Variabel hubungan makanan pendamping ASI dengan status gizi balita dengan uji Spearman Rho didapatkan hasil terdapat hubungan makanan pendamping ASI dengan status gizi balita. Untuk mendapatkan status gizi yang optimal sangat penting pemberian ASI secara ekaklusif serta pemberian makanan pendamping ASI secara tepat sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan.
Pengaruh edukasi menyusui terhadap Keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum: The effect of breastfeeding education on the success of breastfeeding techniques in Post-Partum Mothers Ulfa, Ana farida; Wardani, Tri Ari
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2607

Abstract

Menyusui merupakan suatu proses yang terjadi secara alami, namun sering kali ibu tidak berhasil dalam memberikan ASI dengan baik,. Penyebab kegagalan dalam menyusui salah satu diantaranya adalah kurang atau tidak sama sekali mempenyuai pengalaman serta pengetahuan tentang bagaimana cara menyusui yang benar. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian pendidikan kesehatan untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI pada bayi baru lahirnya secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menyusui terhadap keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum di RSIA Muslimat Jombang. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental design dengan pendekatan pre-post test control group design dan pemilihan sample menggunakan purposive sampling sebanyak 60 responden dengan masing-masing 30 responden eksperimen dan 30 responden kontrol. Perilaku menyusui diukur menggunakan lembar observasi sebagai data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf sidnifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi menyusui terhadap keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum dengan (p-value 0,000). Hal ini membuktikan bahwa pemberian pendidikan kesehatan terkait menyusui dapat memberikan dampak yang baik terhadap perilaku menyusui karena semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang akan berdampak pada perubahan perilaku menjadi lebih baik.
Konsepsi ibadah bagi penderita fistula ani oleh perawat dan tokoh pesantren Attarbiyah: Conception of worship for patients with ani fistula by nurses and leaders of Attarbiyah pesantren Kanya, Dinda Gladys; Oktaviyani, Fitri; Rosana, Marsha Emilia; Lestari, Rosyana Putri; Indriani, Silvi; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2609

Abstract

Fistula ani merupakan kondisi kronis medis yang menimbulkan tantangan dalam menjaga kebersihan dan pelaksanaan ibadah bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan ulama dan peran tenaga kesehatan dalam mendampingi pasien fistula ani agar tetap menjalankan ibadah secara sah dan bermakna. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di Pondok Pesantren Attarbiyah Sumedang, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu tokoh agama dan dua orang perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan pasien memerlukan penyesuaian praktik ibadah melalui konsep rukhsah (keringanan) dalam Islam, seperti tayamum dan salat posisi tertentu. Para ulama menekankan pentingnya menjaga prinsip kesucian dan ibadah sesuai dengan kemampuan, serta mendorong kolaborasi antara panduan syariah dan saran medis. Sementara itu, petugas kesehatan berperan aktif dalam memberikan dukungan fisik, emosional, dan spiritual, termasuk mengedukasi keluarga pasien dalam perawatan sehari-hari. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik berdasarkan nilai-nilai Islam dalam asuhan keperawatan, yang tidak hanya memperhatikan aspek medis, tetapi juga aspek spiritual dan psikososial pasien. Integrasi ajaran Islam, pendidikan kesehatan dan praktik perawatan modern menciptakan model perawatan yang inklusif, berempati bagi penderita fistula ani. Dengan demikian, kolaborasi antara tenaga medis dan pemuka agama menjadi kunci dalam menjembatani tantangan ibadah dan kondisi kesehatan kronis melalui pendekatan spiritual yang aplikatif dan kontekstual.
Pengaruh pendidikan seksual berbasis media body mapping terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pendidikan seksual pada anak usia dini: The effect of sexual education based on body mapping media on the level of knowledge and attitudes of sexual education in early childhood Ekawati, Heny; Gumelar, Wahyu Retno; Fitriandra, Alya Nur; Fadhilah, Nurul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2612

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak usia dini meningkat di Indonesia karena kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seksual. Kendala dalam penyampaian pendidikan seksual mencakup kurangnya integrasi di lingkungan sekolah dan stigma terhadap pembicaraan tentang seksualitas. Penggunaan media, khususnya Body Mapping dapat membantu anak untukmemahami batasan tubuh dan melindungi diri dari kekerasan seksual. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pendidikan seksual berbasis media Body Mapping terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pendidikan seksual pada anak usia dini di TK ABA II Made Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini  sebanyak 150 anak, didapatkan 121 anak sebagaisampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seksual. Berdasarkan hasil di atas didapatkan terdapat pengaruh pendidikan seksual berbasis media Body Mapping terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pendidikan seksual pada anak usia dini di TK ABA II Made Kecamatan Lamongan. Pendidikan seksual berbasis media Body Mapping merupakan salah satu strategi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pendidikan seksual pada anak usia dini. 
Pengaruh edukasi pop up book terhadap tingkat pengetahuan seksual pada anak usia 9-10 tahun : The influence of pop up book education on the level of sexual knowledge in children aged 9-10 Years Octavia, Rizka; Kholifah, Silvia Nur; Ekawati, Heny; Gumelar, Wayu Retno
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2613

Abstract

Kurangnya Pengetahuan seksual pada anak menyebabkan kurangnya pemahaman tentang kesehatan alat reproduksi dan upaya pencegahan penyimpangan perilaku seksual dalam kehidupan manusia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh edukasi Pop Up Book terhadap tingkat pengetahuan seksual pada anak usia 9-10 Tahun di SDN 1 Made. Penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan Pre Eksperimental One-group pre-post test design. Populasi pada penenlitian ini adalah seluruh anak usia 9-10 tahun di SDN 1 Made dan didapatkan ada 67 responden dengan tahnik Random sampling. Data penelitian ini diambil menggunakan instrument kuesioner dengan jumlah 20 soal tentang pengetahuan seksual. Analisis data merupakan salah satu proses penelitian yang dilakukan setelah semua data yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang diteliti sudah diperoleh secara lengkap. Sebelum dilakukan edukasi menggunakan Pop Up book siswa belum begitu paham ap aitu pengetahuan seksual dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan Pop Up book siswa sudah paham apa sih pengetahuan sesksual dan seberapa penting pengetahuan seksual itu..Setelah data dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kemaknaan alpha <0,05 dengan hasil penelitian didapatkan p=0,000 yang artinya ada pengaruh pengaruh yang signifikan pada pengetahuan anak tentang pengetahuan seksual sesudah diberikan metode Pop Up Book.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB paru di Puskesmas Kemayoran: Factors influencing treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at Kemayoran Community Health Center Wulandari, Reissa Amalia; Natashia, Dhea; Fitria, Dian
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2629

Abstract

Kepatuhan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB). Meskipun program dan pedoman pencegahan TB telah diterapkan sesuai standar nasional, tingkat ketidakpatuhan pengobatan masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan guna mengendalikan angka kejadian TB.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kemayoran. Sampel diambil secara purposive sebanyak 88 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent t-test untuk menilai hubungan antara faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, efikasi diri, motivasi, dan stigma dengan kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan (t = 2,290; p = 0,007). Sedangkan efikasi diri memiliki hubungan dengan pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, dan stigma diri. Efikasi diri berperan penting dalam kepatuhan pasien menjalani pengobatan TB. Kesimpulan: Dari beberapa faktor yang dikaji, hanya efikasi diri yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri melalui intervensi terarah—seperti pendidikan kesehatan, keterlibatan keluarga, dan pengurangan stigma—merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan TB.
Penerapan Theory of Planned Behaviour pada asuhan keperawatan pasien limfoma: Clinical case report : Application of the Theory of Planned Behaviour in nursing care for lymphoma patients: A clinical case report Wibawa, Shinta Restu; Waluyo , Agung; Nuraini , Tuti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2597

Abstract

Pasien limfoma sering mengalami berbagai tanda dan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Theory Of Planned Behaviour pada asuhan keperawatan pasien Limfoma. Pendekatan ini menekankan pentingnya sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan dalam membentuk diagnosis keperawatan. Dalam konteks pasien limfoma, pemahaman tentang faktor-faktor dari Planned of Behavior yakni sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dapat membantu mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, adopsi gaya hidup sehat, dan partisipasi dalam perawatan tindak lanjut.  Kerangka kerja ini dapat meningkatkan pemahaman dan meningkatkan perawatan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan Theory of Planned Behavior memungkinkan perawat untuk memberikan perawatan secara holistik yang melibatkan berbagai aspek kehidupan pasien limfoma termasuk fisik, emosional, sosial, spiritual dan kultural. Dengan memahami konsep Theory of Planned Behavior, perawat dapat mengenali bahwa didalam perubahan kebiasaan perilaku pasien itu membutuhkan perencanaan, dimana dari sikap menerima sampai menjadi suatu kebiasaan melakukan terapi itu membutuhkan proses dan perlu mendapat dukungan baik dari keluarga maupun tenaga kesehatan sehingga dapat mencapai goals dan outcome yang diharapkan.