cover
Contact Name
fatoni
Contact Email
cahayapaudunkhair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cahayapaudunkhair@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan PG-PAUD FKIP Universitas Khairun Kampus I Jln. Bandara Babullah Ternate Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24071064     EISSN : 28075552     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cp
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah jurnal hasil penelitian lapangan, studi teoritis, ide-ide kreatif-inovatif, solutif, untuk masalah pendidikan anak usia dini dan pengembangan pengetahuan. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah Jurnal bidang ke-paud-an yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Terbit setahun 2 Kali yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud P-ISSN : 2407-1064 dan E-ISSN : 2807-5552. Alamat Digital Object Identifier (DOI) yang diterbitkan dari Crossref http://dx.doi.org/10.33387/cp
Articles 241 Documents
Pengaruh Permainan Tradisional Boy-Boyan (New Modification) Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Gender Siti Sarah Nursa'bani; Lutfi Nur; Anggi Maulana Rizqi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8332

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar, khususnya pada koordinasi gerak tubuh anak, yang disebabkan oleh kurangnya alat permainan edukatif dan permainan yang masih monoton, khususnya permainan tradisional di TK Aisyah Tasikmalaya. Teknik yang dilakukan peneliti adalah melalui permainan boy-boyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan boy-boyan terhadap perkembangan motorik kasar, khususnya koordinasi gerak tubuh anak laki-laki dan anak perempuan usia 5–6 tahun. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 14 orang, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi awal (pra-siklus) pada anak laki-laki untuk kategori berkembang sangat baik (BSB) sebesar 14% mengalami peningkatan menjadi 86% pada siklus II. Sedangkan pada anak perempuan mengalami peningkatan signifikan dari 14% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan melalui permainan boy-boyan dapat mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak laki-laki maupun perempuan di SPS TAAM Syifaurrahman Tasikmalaya.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Dengan Media Bahan Alam Terhadap Kreativitas Anak Pada Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Rumah Sekolah Cendekia Rusmayadi Rusmayadi; Herman Herman; Mubasysyirah Mubasysyirah; Ayu Wulansari; Awanda Erna
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8363

Abstract

Pendidikan anak usia dini diarahkan untuk menjembatani tumbuh kembang anak secara optimal sesuai dengan norma, nilai, dan harapan masyarakat serta bersifat holistik dan terpadu, yang mengembangkan semua aspek perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan salah satu aspek perkembangan tersebut, yaitu mengembangkan kreativitas anak karena berdasarkan hasil observasi awal di Taman Kanak-Kanak Rumah Sekolah Cendekia pada kelompok B, diperoleh informasi bahwa tingkat kreativitas anak didik di sekolah tersebut belum berkembang secara optimal. Untuk itu, peneliti menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan media bahan alam untuk mengembangkan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen, dan desain penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada kelompok eksperimen dan menyediakan kelompok kontrol sebagai pembanding. Penelitian juga dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2022 di kelompok B Rumah Sekolah Cendekia. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan media bahan alam memberikan dampak positif terhadap perkembangan kreativitas anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Rumah Sekolah Cendekia. Hal tersebut terlihat dari berkembangnya berbagai aspek kreativitas anak, termasuk fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Diharapkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dengan media bahan alam dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.
Studi Literatur Penerapan Teknik Modelling Sebagai Upaya Pengubahan Perilaku Adikti Smartphone Pada Anak Usia Dini Wulan Purnama Sari; Gilar Gandana; Herman Syafri
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8451

Abstract

Di era revolusi industri 4.0 ini, perkembangan teknologi sangat pesat sehingga banyak anak usia dini yang menggunakan Smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Smartphone pada anak semakin meningkat karena perangkat ini mudah diakses dan memiliki berbagai fitur yang menarik perhatian anak. Pada dasarnya, Smartphone belum tepat diberikan kepada anak sebagai telepon genggam pribadi karena dapat memicu perilaku adiktif yang berlebihan pada anak. Perilaku adiktif tersebut dapat berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan kemampuan komunikasi anak apabila tidak diawasi dengan baik oleh orang tua maupun lingkungan sekitar. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji teknik modeling dalam proses perubahan perilaku adiktif Smartphone pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber atau referensi yang berkaitan dengan teknik modeling dalam proses mengubah atau memperbaiki perilaku adiktif Smartphone pada anak. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan teknik modeling dapat mengubah perilaku adiktif Smartphone ke arah perilaku yang lebih positif melalui model sebagai figur atau panutan yang akan ditiru dan dicontoh oleh anak. Anak akan meniru, mengamati, dan merasakan sosok model sehingga kecanduannya terhadap Smartphone dapat berkurang melalui model tersebut. Selain itu, keberhasilan teknik modeling juga dipengaruhi oleh konsistensi pendampingan orang tua dan lingkungan dalam memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak.
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Pendulum Painting Di TK Negeri Unggulan Kabupaten Kuningan Tridewi Bungsu Tanbrin; Edi Hendri Mulyana; Aini Loita
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8462

Abstract

Pembelajaran di kelas mengenai kreativitas sangat penting. Namun, sering kali ditemukan berbagai permasalahan dalam pembelajaran kreativitas di kelas. Kegiatan kreativitas yang diberikan kepada anak sering kali bersifat monoton karena media yang digunakan cenderung sama pada setiap pembelajaran. Kondisi tersebut membuat anak merasa bosan, kurang antusias mengikuti kegiatan, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil belajar anak. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih aktif dalam proses belajar. Peneliti menawarkan solusi melalui kegiatan pendulum painting, yaitu kegiatan menggunakan media pendulum dan cat lukis untuk membuat lukisan abstrak yang dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kreativitas anak. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat menuangkan berbagai ide, imajinasi, dan ekspresi kreatif dalam bentuk lukisan abstrak menggunakan media pendulum. Anak juga dapat belajar mengenai pencampuran warna dengan menggunakan cat lukis, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan kreativitas anak. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan pendulum painting terbukti dapat meningkatkan hasil belajar anak. Implikasi dari penelitian ini adalah guru harus senantiasa peka terhadap kebutuhan anak dan terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik agar dapat meningkatkan kreativitas anak.
Penggunaan Media Bubur Kertas Untuk Memfasilitasi Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Al-Ikhlas Kabupaten Ciamis Rahma Rizkia Aulia Rahman; Sima Mulyadi; Anggi Maulana Rizqi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8525

Abstract

Kesulitan dalam kemampuan motorik halus merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan atau keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Kemampuan motorik halus merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia karena berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, kebutuhan, serta kemampuan dalam proses pembelajaran. Hambatan dalam kemampuan motorik halus dapat membuat anak merasa frustrasi, minder, dan kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Perkembangan anak usia dini dapat distimulasi dengan berbagai cara, salah satunya melalui aktivitas bermain bubur kertas. Aktivitas bermain bubur kertas dapat dikembangkan sejak dini karena pada masa ini anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta antusiasme yang kuat terhadap berbagai hal di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen subjek tunggal (single subject research) berpola A-B-A. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap baseline (A) diperoleh skor dengan kriteria MB (Mulai Berkembang). Pada tahap intervensi (B) diperoleh skor dengan kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) dalam kegiatan membuat media bubur kertas. Tahap terakhir, yaitu baseline-2 (A2), memperoleh kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Dengan demikian, penggunaan media bubur kertas efektif dan berpengaruh dalam mengatasi kesulitan atau hambatan kemampuan motorik halus.
Profil Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Di Kota Tasikmalaya Sirin Nida Juliana; Resa Respati; Qonita Qonita
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8528

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah banyaknya satuan pendidikan anak usia dini di Kota Tasikmalaya yang belum melakukan penilaian secara detail mengenai kecerdasan musikal peserta didiknya. Padahal, kecerdasan musikal merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang berkaitan dengan kemampuan mengenali nada, irama, ritme, serta kepekaan terhadap bunyi dan musik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan musikal anak usia dini di Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 185 siswa yang berasal dari 10 sekolah pada 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian berupa rubrik penilaian soal tes kecerdasan musikal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan musikal anak usia dini di Kota Tasikmalaya. Kategori penilaian yang digunakan meliputi Tidak Musikal, Kurang Musikal, Cukup Musikal, Musikal, dan Sangat Musikal. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat kecerdasan musikal anak usia dini secara menyeluruh.
Analisis Permainan Tradisional Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Al-Munawar Vika Triana; Edi Hendri Mulyana; Gilar Gandana
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di RA Al-Munawwar, seperti kurangnya kemampuan bekerja sama, berinteraksi, dan menunjukkan sikap peduli terhadap teman sebaya. Oleh karena itu, permainan tradisional digunakan sebagai salah satu upaya untuk menstimulasi perkembangan sosial emosional anak melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan melibatkan interaksi langsung antaranak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan untuk melihat kondisi secara alamiah sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional anak mampu bergabung dan mengikuti permainan bersama teman-temannya, terjadi interaksi sosial yang lebih baik dengan teman sebaya, serta anak mampu menolong teman yang mengalami kesulitan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, anak juga menunjukkan sikap kerja sama, rasa percaya diri, dan kemampuan mengendalikan emosi saat bermain. Dengan demikian, permainan tradisional terbukti dapat membantu mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini secara optimal.
Pendidikan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Salat Duha Untuk Anak Usia Dini Di TK An-Nur Kabupaten Ciamis Shanti Nuroktaviani Lestari; Elan Elan; Purwati Purwati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8538

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter religius dan akhlak anak-anak. Pendidikan karakter religius di sekolah sangat penting sebagai salah satu upaya sekolah untuk membina karakter anak agar memiliki akhlak dan moral yang sesuai dengan norma serta agama yang dianutnya. Pendidikan karakter religius di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembiasaan sehari-hari, seperti pembiasaan salat duha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun partisipan dalam penelitian ini terdiri atas anak usia 5–6 tahun di TK An-Nur, kepala sekolah, dan guru kelas TK An-Nur. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter religius melalui pembiasaan salat duha di TK An-Nur dapat dijadikan salah satu metode untuk membina karakter religius anak. Melalui pembiasaan salat duha, anak mengalami banyak perubahan, mulai dari mengetahui gerakan dan bacaan salat, menghafal doa dan surat-surat pendek, berlatih bersabar dan menaati aturan, hingga mengenal agama serta ajaran agama yang dianutnya.
Penanaman Karakter Pada Anak Usia Dini Melalui Salat Jenazah Di TK Aisyiyah 5 Tasikmalaya Nurul Lathifah; Purwati Purwati; Anggi Maulana Rizki
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8545

Abstract

Sebagai generasi penerus, anak harus dipersiapkan sejak dini untuk menjadi pribadi yang berkarakter dan berkualitas. Pada usia dini, pendampingan orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan karena untuk menjadi manusia yang berkualitas, anak tidak hanya perlu memiliki kecerdasan, tetapi juga keterampilan sosial dan karakter yang baik. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern, pelaksanaan salat jenazah pada anak usia dini di TK Aisyiyah 5 Kota Tasikmalaya menjadi fokus yang menarik untuk dianalisis. TK Aisyiyah 5 dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus agar lebih fokus dan sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini juga didukung oleh pendekatan kepustakaan (library research) yang berfokus pada pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan. Anak usia dini merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanaman karakter pada anak usia dini melalui praktik salat jenazah menjadi hal yang perlu diperhatikan secara seksama. Pemberian stimulasi dan fasilitas yang sesuai pada tahap ini akan memberikan pengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang anak pada tahap selanjutnya.  
Pengaruh Kehangatan Keluarga Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini: Studi Literatur Fiar Nadiah; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11697

Abstract

Kehangatan keluarga merupakan faktor penting dalam perkembangan sosial anak usia dini. Lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, perhatian, dan komunikasi yang baik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sosial secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kehangatan keluarga terhadap perilaku sosial anak usia dini melalui metode studi literatur. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan buku yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan serta menginterpretasikan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehangatan keluarga berpengaruh positif terhadap perkembangan perilaku sosial anak, seperti kemampuan bekerja sama, berbagi, menghargai orang lain, dan menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat cenderung lebih mudah menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya maupun orang dewasa di sekitarnya. Sebaliknya, kurangnya kehangatan dalam keluarga dapat menghambat kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, bahkan dapat memengaruhi perkembangan emosional dan rasa percaya diri anak. Dengan demikian, kehangatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini serta membantu pembentukan karakter positif sejak dini.