cover
Contact Name
fatoni
Contact Email
cahayapaudunkhair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cahayapaudunkhair@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan PG-PAUD FKIP Universitas Khairun Kampus I Jln. Bandara Babullah Ternate Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24071064     EISSN : 28075552     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cp
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah jurnal hasil penelitian lapangan, studi teoritis, ide-ide kreatif-inovatif, solutif, untuk masalah pendidikan anak usia dini dan pengembangan pengetahuan. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah Jurnal bidang ke-paud-an yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Terbit setahun 2 Kali yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud P-ISSN : 2407-1064 dan E-ISSN : 2807-5552. Alamat Digital Object Identifier (DOI) yang diterbitkan dari Crossref http://dx.doi.org/10.33387/cp
Articles 241 Documents
Nilai-Nilai Spiritual Islam Sebagai Fondasi Kesejahteraan Anak Usia Dini Dalam Konteks Sosial Budaya Tiara Suherman; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dalam ajaran Islam dapat menjadi dasar penting dalam membentuk kesejahteraan anak usia dini, khususnya dalam konteks kehidupan sosial budaya yang beragam. Masa anak usia dini merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian sehingga penanaman nilai seperti keimanan, ketakwaan, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama perlu dilakukan sejak awal secara konsisten dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur serta analisis terhadap praktik pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai spiritual Islam pada anak usia dini dapat dilakukan melalui: a) pembiasaan dalam menanamkan keimanan dan ketakwaan, b) penguatan sikap sayang dan kepedulian terhadap sesama, c) pembentukan perilaku jujur dan tanggung jawab, serta d) penciptaan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual anak secara menyeluruh. Selain itu, keterlibatan keluarga, pendidik, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan teladan yang positif bagi anak. Nilai-nilai spiritual yang diterapkan sejak dini tidak hanya membantu perkembangan moral dan emosional anak, tetapi juga membentuk karakter yang mampu menghargai keberagaman, hidup harmonis, serta memiliki keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Permainan Tradisional Dalam Kesejahteraan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Di Era Digital Enok Dini Nuraini; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11715

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif dan berperan penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak dari interaksi langsung menjadi aktivitas berbasis layar yang cenderung individualistik, sehingga berpotensi menurunkan kemampuan interaksi sosial, empati, dan regulasi emosi anak. Kajian yang secara khusus mengaitkan permainan tradisional dengan kesejahteraan sosial-emosional anak dalam konteks era digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional berperan signifikan dalam mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi langsung, kerja sama, serta internalisasi nilai-nilai sosial. Selain itu, permainan tradisional juga mendukung perkembangan regulasi emosi, empati, dan kemampuan komunikasi anak. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan sosial dan kognitif yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses perkembangan anak. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alternatif strategis dalam mendukung kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di tengah tantangan era digital.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Pada ABK Tunagrahita Di SDLB Negeri Kota Ternate Nikma Awaludin; Andi Agustan Arifin; Fatoni Achmad; Bujuna Alhadad; Farida Samad; Agus Sultoni
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas penyebab kesulitan belajar yang dialami anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi terhadap guru, orang tua, dan siswa tunagrahita. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar anak tunagrahita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami anak tunagrahita meliputi keterbatasan daya ingat, kesulitan memahami materi akademik, gangguan konsentrasi, serta hambatan dalam keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Faktor internal yang mempengaruhi meliputi minat, motivasi, dan bakat anak, sedangkan faktor eksternal mencakup kondisi lingkungan belajar, dukungan keluarga, serta metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Upaya guru yang efektif antara lain penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian penguatan positif melalui pujian, penyesuaian materi dengan minat dan kemampuan anak, serta kolaborasi aktif dengan orang tua. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan keluarga terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan, semangat, dan perkembangan kemampuan belajar anak tunagrahita di sekolah maupun di rumah.
Peran Pemerintah Desa Dalam Upaya Mengurangi Angka Stunting Pada Anak Usia Dini Di Desa Kedi Kecamatan Loloda Selatan Rindi Hanafi; Nurhamsa Mahmud; Nurul Jariah; Rosita Wondal; Yusuf Maronta
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11719

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis peran Pemerintah Desa dalam upaya mengurangi angka stunting pada anak usia dini di Desa Kedi, Kecamatan Loloda Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Subjek penelitian mencakup Kepala Desa dan Kader Posyandu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Kedi telah menjalankan perannya, terutama sebagai fasilitator, melalui berbagai program intervensi. Program tersebut meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang terindikasi stunting, pelaksanaan Posyandu secara rutin setiap bulan, serta sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Upaya ini memberikan hasil yang positif, yang ditandai dengan menurunnya angka stunting dari 6 anak pada tahun 2023 menjadi 4 anak pada tahun 2024. Namun, efektivitas program masih menghadapi tantangan, yang tercermin dari stagnasi angka stunting pada tahun 2025 yang tetap berada pada angka 4 anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran Pemerintah Desa Kedi telah dilaksanakan dan memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting. Meskipun demikian, optimalisasi peran tersebut masih terhambat oleh dua faktor utama, yaitu rendahnya kesadaran dan partisipasi orang tua dalam mendukung program pencegahan stunting secara berkelanjutan, serta belum adanya regulasi desa (Perdes) yang secara khusus dan terstruktur mengatur percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, penguatan strategi melalui pemberdayaan masyarakat dan dukungan kebijakan desa sangat dibutuhkan agar upaya penurunan stunting dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Alam (Air) Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di Paud Telkom Kota Ternate Umrianti Hi Hamid; Rita Samad; Dyla Fajhriani; Winda Oktaviani; Umikalsum Arfa
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media berbasis alam (air) dalam meningkatkan kompetensi kognitif anak usia 5–6 tahun melalui eksperimen kapilaritas air pada media tisu di PAUD Telkom Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode descriptive qualitative dengan melibatkan 17 anak dari kelompok B1 sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen sains ini memberikan kontribusi positif terhadap lima indikator capaian kognitif, yaitu kemampuan eksplorasi, penyelesaian masalah praktis, adaptasi terhadap pengalaman baru, kreativitas, serta pemahaman logika sebab-akibat. Sebagian besar peserta didik menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun beberapa anak masih memerlukan pendampingan secara intensif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media alam mampu mengoptimalkan kemampuan berpikir logis anak secara signifikan. Implikasinya, pendidik disarankan untuk mengadopsi metode pembelajaran sains berbasis lingkungan guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan aplikatif bagi perkembangan kognitif anak.  
Kesejahteraan Dan Profesionalisme Guru PAUD Di Daerah Terpencil: Studi Kasus Di TK Nagari Koto Anau Tapan Windi Elsa Putri; Zahra Tsabita Putri; Delfi Eliza
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesejahteraan guru pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di daerah terpencil, yang berpotensi memengaruhi profesionalisme serta kualitas pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan profesionalisme guru dan dukungan kesejahteraan yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesejahteraan guru, praktik etika profesi, serta implementasi regulasi pendidikan pada guru PAUD di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Objek penelitian meliputi kesejahteraan, profesionalisme, dan implementasi regulasi guru PAUD, sedangkan subjek penelitian terdiri atas guru PAUD dan kepala sekolah di TK Nagari Koto Anau Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru masih rendah, dengan kisaran gaji sebesar Rp300.000–Rp500.000 per bulan yang belum mencukupi kebutuhan hidup. Meskipun demikian, guru tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi dan mempertahankan profesionalisme dalam proses pembelajaran. Selain itu, implementasi regulasi pendidikan belum dirasakan secara optimal, terutama bagi guru honorer di daerah terpencil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan profesionalisme dan kesejahteraan guru PAUD sehingga diperlukan kebijakan yang lebih kontekstual dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya di daerah terpencil.
Peran Pendampingan Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Untuk Menjaga Digital Well-Being Anak Usia Dini Afrillia Junianti; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11732

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi hal yang sulit untuk dihindari seiring perkembangan teknologi digital pada masa kini. Di sisi lain, gadget juga memberikan manfaat sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak apabila tidak digunakan secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget guna menjaga digital well-being anak. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendampingan orang tua sangat penting, seperti dalam mengatur durasi penggunaan, memilih konten yang sesuai, serta memberikan arahan dan contoh penggunaan gadget yang sehat. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam hal ini membantu anak mengembangkan kemampuan kontrol diri dan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara positif. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten juga dapat mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak, sehingga anak merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan teknologi digital. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik yang membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan demikian, pendampingan yang tepat dari orang tua dapat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak negatif sekaligus mengoptimalkan manfaat gadget bagi anak usia dini.
Peran Guru Dalam Mendukung Kesejahteraan Sosial Emosional Anak Usia Dini Tantri Sundari Santoso; Taopik Rahman; Risbon Sianturi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga dalam memberikan dukungan emosional, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, serta memfasilitasi interaksi sosial anak. Guru menciptakan suasana kelas yang positif melalui keterlibatan yang hangat, penggunaan berbagai metode pembelajaran, dan penerapan penguatan positif terhadap perilaku anak. Praktik-praktik tersebut secara efektif mendukung anak dalam mengenali dan mengatur emosi, memperkuat kepercayaan diri, serta secara bertahap meningkatkan kompetensi sosial mereka. Meskipun demikian, guru menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keberagaman karakteristik anak dan kemampuan mereka dalam mengelola emosi, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan fleksibel. Studi ini menyoroti bahwa responsivitas guru dan lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor penting dalam menumbuhkan kesejahteraan sosial-emosional anak. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan lembaga pendidikan anak usia dini mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan berpusat pada anak untuk mengakomodasi kebutuhan emosional dan perkembangan anak secara lebih optimal.
Pengaruh Kualifikasi Akademik Guru PAUD Terhadap Mutu Pembelajaran Anak Usia Dini Bela Anggreini Wahyu; Cucu Atikah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualifikasi akademik guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap mutu pembelajaran anak usia dini. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru PAUD di wilayah penelitian, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualifikasi akademik guru dan mutu pembelajaran anak usia dini. Guru dengan kualifikasi akademik yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan pedagogik, profesional, dan sosial yang lebih baik dalam mengelola pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran anak usia dini.
Kompetensi Pedagogik Guru PAUD: Studi Kasus Di Taman Kanak-Kanak Tunas Harapan Kampar Elvi Helmi Saputri; Humairah Humairah; Delfi Eliza
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11769

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Anak Usia Dini merupakan aspek krusial yang menentukan kualitas layanan pendidikan pada tahap paling fundamental dalam kehidupan manusia. Penelitian ini berangkat dari pentingnya penguatan kompetensi profesional guru PAUD sebagai kunci dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Fokus penelitian ini adalah mengkaji bagaimana kemampuan profesional guru, pelaksanaan pembelajaran, serta bentuk-bentuk pengembangan diri yang telah dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru PAUD di Taman Kanak-Kanak Tunas Harapan Kampar berdasarkan standar nasional dan kondisi faktual guna meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAUD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui model analisis interaktif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kompetensi profesional guru masih belum optimal, terutama dalam hal penguasaan materi ajar, penerapan strategi pembelajaran yang variatif, dan penggunaan media yang mendukung kreativitas anak. Namun demikian, para guru tetap memperlihatkan tanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu, kegiatan pengembangan profesional seperti pelatihan dan workshop masih terbatas sehingga belum sepenuhnya menunjang peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi profesional guru perlu menjadi perhatian utama guna mendorong mutu pendidikan di TK Tunas Harapan Kampar.