cover
Contact Name
Miftahul Fikri
Contact Email
miftahulfikrisiwa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atthulab@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
ISSN : 25035282     EISSN : 25030971     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal merupakan Jurnal Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bertujuan untuk mewadahi para dosen, para peneliti dan pendidik Agama Islam di sekolah/madrasah dalam mempublikasikan hasil penelitian mereka di bidang pembelajaran PAI.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
The Conceptual Model of Improving The Perfomance of Madrasah Teachers Khoerudin, Liana Ariesha; Qomariyah, Siti; Sanjaya, Hani; Supendi, Pepen
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i1.24228

Abstract

This article examines the role of leadership style in improving teacher performance at MTs Al Matuq Sukabumi. Leadership is defined as the overall action to influence and move people, in a joint effort to achieve goals, or a more complete definition can be said that leadership is an organized process of giving way in a formal organization, to achieve the goals that have been set. This research uses a descriptive qualitative approach. This research site is located at MTs Al Matuq Sukabumi. Data collection techniques that researchers use are observation and interviews. The results of the study show that the head of MTs Al Matuq has the competency as the head of the madrasah and is able to implement the madrasah programs that have been planned. Therefore, forming an effective and efficient climate, madrasah culture and teacher job satisfaction. This has implications for the high involvement and participation of MTs Al Matuq teachers in making organizational decisions for their educational institution. Instilled in the teacher of MTs Al Matuq psychologically sided with his work and considers his performance as his self-esteem too at the same time. Artikel ini mengkaji tentang peran gaya kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja guru di MTs Al Matuq Sukabumi.  Kepemimpinan didefinisikan sebagai keseluruhan tindakan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang-orang, dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau definisi lebih lengkapnya dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah proses pemberian jalan yang terorganisir dalam sebuah organisasi formal, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Situs penelitian ini berada di MTs Al Matuq Sukabumi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu obserasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala MTs Al Matuq memiliki kompetensi sebagai kepala madrasah dan mampu mengimplementasikan program-program madrasah yang telah di rencanakan. Sehingga, membentuk iklim, budaya madrasah dan kepuasan kerja guru yang efektif dan efisien. Hal ini berimplikasi pada keterlibatan dan partisipasi yang tinggi dari para guru MTs Al Matuq dalam ikut mengambil keputusan organisasi lembaga pendidikannya itu. Tertanam pada diri guru MTs Al Matuq memihak secara psikologis terhadap pekerjaannya dan menganggap kinerjanya adalah sebagai harga dirinya juga sekaligus.
Stakeholder Perceptions of the Implementation of the Independent Campus Independent Learning Policy Jaenuddin, Mohammad; Natsir, Nanat Fatah
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i1.24731

Abstract

This study aims to determine the response of Stakeholders to the Implementation of MBKM at UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Research on Community Users of Graduates in Garut Regency, Bogor Regency and Cianjur Regency). This research uses a qualitative approach, the method used in this research is descriptive analytic research method Data collection techniques to be carried out in this study are observation, interviews, and documentary studies. The results of his research show that the purpose of implementing the values of the four pillars of nationality is very important in building student character so that there are no deviations in understanding about nationality and statehood, and are not easily influenced by bad things. The implementation of the four pillars of nationality in shaping the character of UIN Sunan students Gunung Djati Bandung cannot be separated from its supporting and inhibiting factors. Among the supporting factors in the implementation of the four pillars of nationality include lecturers being given 'freedom' in creativity, including in carrying out learning designs and in developing material for the four pillars of nationality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Stakeholder terhadap Implementasi MBKM di UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Penelitian pada Masyarakat Pengguna Lulusan di Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analitik Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentatif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tujuan implementasi nilai-nilai empat pilar kebangsaan merupakan hal yang sangat penting dalam membangun karakter mahasiswa agar tidak terjadi penyimpangan pemahaman tentang kebangsaan dan kenegaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk Pelaksanaan empat pilar kebangsaan dalam membentuk karakter mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak telepas dari faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Di antara faktor pendukung dalam pelaksanaan empat pilar kebangsaan di antaranya Dosen diberi ‘kebebasan’ dalam berkreativitas, termasuk dalam melakukan desain pembelajaran dan dalam mengembangkan materi empat Pilar kebangsaan.
Design for Change: Mindful Improvement Ideas Fikri, Miftahul; Nurulhaq, Dadan
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i1.24740

Abstract

The purpose of writing this article is to find out the study of the Design for Change approach, to improve morals and care. The research method used is library research on a qualitative approach, data collection with documentation and analysis with content analysis. The results of this study are that Design for Change consists of four steps, namely Feel which feels the surrounding conditions, Image which imagines what will be done, Do which does what is planned, and Share which shares what has been done. Morals are formed by instinct, habituation and environment. Caring is influenced by culture, espoused values, price obtained, exclusivity and level of maturity. The conclusion from this research is that the Design for Change approach will form habits that improve awareness. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kajian pendekatan Design for Change, untuk memperbaiki akhlak dan kepedulian. Metode penelitian yang digunakan adalah library research pada pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan dokumentasi dan analisis dengan analisis konten. Hasil penelitian ini adalah Design for Change terdiri dari empat Langkah, yaitu Feel yang merasakan kondisi sekitar, Image yang membayangkan apa yang akan dilakukan, Do yang melakukan apa yang direncanakan, dan Share yang membagikan apa yang sudah dilakukan. Akhlak dibentuk oleh naluri, pembiasaan dan lingkungan. Kepedulian dipengaruhi oleh budaya, nilai yang dianut, harga yang didapat, keeksklusifan dan level kematangan. Simpulan dari penelitian ini adalah pendekatan Design for Change akan membentuk pembiasaan yang memperbaiki kepedulian.
Assignment Methods in Online Learning with Cognitive Learning Outcomes Materials of the Golden Age of Islam Suntiah, Ratu; Maslani, Maslani; Umami, Resa
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i1.24742

Abstract

This study aims to find out students' responses to the assignment method relates to their cognitive learning outcomes in PAI subjects  heyday of Islam class XI  1SMA Plus Damar Bangsa. This study uses a quantitative approach and descriptive method with data collection techniques through observation, tests, questionnaires, and interviews. And in this research, the data analysis is descriptive analysis and correlation analysis. From the results of the study, it was obtained: 1) The reality of student responses to the assignment method in online learning was in the sufficient category, based on an average result of 3.49 which was at intervals of 2.5-3.5. 2) The reality of students' cognitive learning outcomes in PAI subjects is in the sufficient category, based on an average value of 68.96 which is in the 60-69 interval. 3) The reality of students' responses to the assignment method in online learning has a relationship with students' cognitive learning outcomes which are in the sufficient category because they are in the interval 0.40-0.70. The results of the hypothesis test prove that t count = 2.93 > t table 2.04, then H0 is rejected and H1 is accepted. Thus, the hypothesis proposed is accepted, namely that there is a relationship between the assignment method in online learning and their cognitive learning outcomes in PAI subjects heyday of Islam  in class XI 1 SMA Plus Damar Bangsa Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode penugasan hubungannya dengan hasil belajar kognitif  PAI  materi Masa Kejayaan Islam kelas XI 1 SMA Plus Damar Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan  metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, angket, dan wawancara. Dan dalam penelitian ini analisis datanya yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi. Dari hasil penelitian diperoleh: 1) Realitas tanggapan siswa terhadap metode penugasan dalam pembelajaran daring berkategori cukup, berdasarkan hasil rata-rata sebesar 3.49 yang berada pada interval 2.5-3.5. 2)  Realitas hasil belajar kognitif PAI materi Masa Kejayaan Islam berkategori cukup, berdasarkan nilai rata-rata sebesar 68.96 yang berada pada interval 60-69. 3) Realitas tanggapan siswa terhadap metode penugasan dalam pembelajaran daring hubungannya dengan hasil belajar kognitif PAI materi Masa Kejayaan Islam  termasuk kategori cukup karena berada pada interval 0.40-0.70. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa t hitung= 2.93 > t tabel 2.04 maka H0 Ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan antara metode penugasan dalam pembelajaran daring dengan hasil belajar kognitif  PAI  materi Masa Kejayaan Islam di kelas XI 1 SMA Plus Damar Bangsa Kab. Sukabumi. 
Implementation of Islamic character education in developing religious moderation at vocational high school Hilmi, Fuad; Annibras, Nablur Rahman; Ghani, Abdul
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.24900

Abstract

The aim of the research is the implementation of Islamic Character Education in fostering religious moderation at the Syahida Vocational High School (SMK). This study used descriptive qualitative method. Research subjects were selected using purposive sampling. Data collection techniques include: observation, interviews, and documentation. The research subjects were school principals, student affairs, Islamic religious education teachers, and students. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and verification. The research results show that the implementation of Islamic Character Education at Syahida Vocational School can be seen from students praying before and after studying, celebrating religious holidays, facilitating the use of worship, and tolerance in the school environment. This is proven by data verification using a data assessment rubric, that the results of observations, interviews and documentation show that the application of Islamic Character Education can produce students who are moderate in religion. The conclusion of this research is that the application of Islamic Character Education is very appropriate for forming students who are moderate in religion. Tujuan dari penelitian Implementasi Pendidikan Karakter islami dalam pembinaan moderasi beragama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Syahida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala Sekolah, bidang kesiswaan, Guru Pendidikan Agama Islam, dan Siswa. Tekhnik analisis data menggunakan data collection, data reduction, data display, dan verifying. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pendidikan Karakter islami yang dilaksanakan di SMK Syahida dilihat siswa yang berdoa sebelum dan sesudah melakukan belajar, merayakan hari-hari besar keagamaan, memfasilitasi yang digunakan untuk beribadah, dan toleransi di lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan verifikasi data dengan rubrik penilaian data, bahwa dari hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter islami dapat menciptakan siswa yang moderat dalam beragama. Simpulan dari Penelitian ini bahwa mengimplementasikan pendidikan karakter islami sangat tepat untuk membentuk siswa yang moderat yang moderat adalam beragama.
Religious moderation without context: critical analysis of Islamic Education textbooks junior high school in Indonesia Saparudin, Saparudin; Emawati, Emawati
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.24920

Abstract

This study aims to analyze the value of religious moderation articulated in the textbooks on Islamic Education (PAI) and Morals for Junior High School. A qualitative approach was used using content analysis techniques which carried out by unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, and narrating the samples. Furthermore, data validity was conducted through a focus group discussion technique involving experts in the field of moderation and teachers using textbooks. The results found that the content of religious moderation values has not been given proper space in PAI textbooks, although it is considered to be one of the gateways for the spread of radicalism in schools. This tendency is evidently seen in the following, first, the value of anti-violence being surpassed by normatively based dominance of personal morals and fiqh of worship. Second, national values are still neglected, meaning that the concept of islah and deliberation in the arguments cited for this theme has not been further elaborated. Third, the narrative of tolerance presented is very limited. Fourth, the description of local culture is almost forgotten. For example, the Walisongo's contextualization of local culture with Islam, has not been used to elaborate the value of moderation. Therefore, these findings indicate that there is an urgent need to strengthen the values of religious moderation in PAI textbooks used at Junior High School level in Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai moderasi beragama yang diartikulasikan dalam buku teks PAI dan Budi Pekerti SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik content analysis terhadap buku teks yang digunakan di SMP. Tahapan analisis dilakukan melalui unitizing, sampling, recording/coding, reducing, abductively inferring, dan narrating. Keabsahan data dilakukan dengan teknik focus group discussion dengan melibatkan pakar bidang moderasi dan guru pengguna buku teks. Penelitian ini menemukan bahwa meski mengutip ayat-ayat al-Qurán yang relevan, namun muatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku teks PAI belum memperoleh ruang yang memadai, bahkan diasumsikan sebagai salah satu pintu masuk penyebaran paham radikal di sekolah. Kecenderungan ini nampak pada: pertama, nilai anti kekerasan terungguli oleh dominasi akhlak personal dan fikih ibadah yang dijelaskan secara normative; Kedua, nilai kebangsaan masih terabaikan. Konsep ishlah dan musyawarah dalam dalil yang dikutip untuk tema ini belum diperdalam penjelasannya; Ketiga, narasi toleransi disajikan sangat terbatas; dan keempat, deskripsi kebudayaan lokal nyaris terlupakan. Kontekstualisasi kebudayaan lokal dengan Islam yang dilakukan Walisongo misalnya tidak dimanfaatkan untuk mengelaborasi nilai moderasi. Implikasi penelitian menunjukkan adanya kebutuhan mendesak penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam buku-buku teks PAI yang digunakan pada tingkat SMP di Indonesia. 
Integration of Tarekat teachings in the Islamic education curriculum: a case study at the Miftahul Huda Gading Islamic Boarding School in Malang Amboro, Kamas Wahyu
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.25167

Abstract

Islamic education in Indonesia is closely related to pesantren. Islamic boarding schools in Indonesia have varied styles. almost all pesantren have tasawuf values but not all pesantren teach tarekat. Even though the tarekat is something that becomes the teachings of Sufism. So that research on the integration of tarekat in the education curriculum is very important to study to find out how the integration of tasawuf is in the Islamic education curriculum. The approach used in this study is a qualitative approach. The data collection technique in this study was carried out with documentation and the data analysis technique used in this research was the Miles and Huberman model. The results of this study are that the tarekat taught in this pesantren is the qodiriyah wa Naqsabandiyah tarekat, there is formal and non-formal education, and there is integration of the tarekat's teachings into the Islamic education curriculum. Teaching tarekat is carried out outside of formal learning such as sunnah recitation, dhikr 165 times after obligatory prayers, khususiyah and manaqiban. Pendidikan islam di Indonesia sangat erat kaitannya dengan pesantren. Pesantren di Indonesia memiliki corak yang variatif. hampir semua pesantren memiliki nilai-nilai tasawuf tetapi tidak semua pesantren mengajarkan tarekat. Padahal tarekat merupakan sesuatu hal yang menjadi ajaran tasawuf. Sehingga penelitian tentang Integrasi tarekat dalam kurikulum Pendidikan menjadi sangat penting diteliti untuk mengetahui bagaimana Integrasi tasawuf dalam kurikulum pendidikan islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi dan Teknik analisis data yang digunakan dalam penilitian ini adalah model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini bahwa tarekat yang diajarkan dipesantren ini adalah tarekat qodiriyah wa Naqsabandiyah, terdapat Pendidikan formal dan non formal, serta terjadi integrasi Ajaran tarekat dalam kurikulum Pendidikan islam. Pengajaran tarekat dilaksanakan diluar pembelajaran formal seperti pengajian sunnah, dzikir 165 kali setelah solat wajib, khususiyah dan manaqiban.
Implementation of National Morals in Islamic Boarding Schools to Strengthen Religious Identity and Superior Character Anwar, Cecep; Sobandi, Oban; Ihsan, Mahlil Nurul; Maliki, Sabila Nur
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i1.27149

Abstract

Pesantren has an important role in fostering the morals of the nation by strengthening religious identity and building superior character. In the era of the Industrial Revolution 4.0, which is dominated by digitalization and technological developments, moral challenges are increasingly urgent in building an ethical society. The purpose of this study is to examine the role of pesantren in fostering the nation's morals in this digital era. This research is included in library research, which is descriptive qualitative in nature. The results show that pesantren provide in-depth religious education to students, strengthen their religious identity, and teach strong moral values. In addition, pesantren also build superior character through a holistic education approach. They encourage the development of positive attitudes such as discipline, responsibility, honesty, hard work, and helping. Pesantren also provide leadership and social skills training to santri. This research resulted in an in-depth understanding of the strategic role of pesantren in fostering the nation's morals. The development of the nation's morals through pesantren contributes to creating a young generation that is technologically savvy, has integrity, and is able to contribute positively in building a civilized society. Pesantren memiliki peran penting dalam membina akhlak bangsa dengan memperkuat identitas keagamaan dan membangun karakter unggul. Dalam era Revolusi Industri 4.0 yang didominasi oleh digitalisasi dan perkembangan teknologi, tantangan moral semakin mendesak dalam membangun masyarakat yang beretika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pesantren dalam pembinaan akhlak bangsa di era digital ini. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research), yang bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memberikan pendidikan agama yang mendalam kepada santri, memperkuat identitas keagamaan mereka, dan mengajarkan nilai-nilai moral yang kuat. Selain itu, pesantren juga membangun karakter unggul melalui pendekatan pendidikan holistik. Mereka mendorong pengembangan sikap positif seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, dan tolong-menolong. Pesantren juga memberikan pelatihan kepemimpinan dan keterampilan sosial kepada santri. Penelitian ini menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang peran strategis pesantren dalam membina akhlak bangsa. Pembinaan akhlak bangsa melalui pesantren berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang cerdas teknologi, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif dalam membangun masyarakat yang beradab.
Ushul Fiqh on the Evidences of Interfaith Marriage: An Islamic Education Perspective Siregar, Hariman Surya; Nurhamzah, Nurhamzah; Siti Nurazizah, Vina Berliana; Nurfauzi, Bayu Bambang
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i1.27692

Abstract

The purpose of this article is to find out the law of interfaith marriage in terms of the results of ushul fiqh analysis of the arguments regarding interfaith marriage. The method used is the content analysis method (content study), by examining the ushul fiqh rules and Islamic studies related to the Quranic proposition regarding interfaith marriage. The type of data used is qualitative data, using literature study techniques in data collection. Interfaith marriage is the marriage of a Muslim with a non-Muslim. Islam has absolutely prohibited marriage with non-Muslims based on Q.S. Al-Baqarah verse 221 and Q.S. Al-Mumtahanah verse 10, seen in terms of the rules of ushul fiqh, the verse clearly has a prohibition and the origin in the prohibition shows the prohibition. However, in Q.S. Al-Maidah verse 5 a Muslim man is allowed to marry a woman of the book (Jews and Christians). However, in this day and age there is no longer someone who can be called a member of the book. Marriage with non-Muslims is better avoided, because in the ushul fiqh rules, rejecting mudharat takes precedence over taking benefits.  Tujuan artikel ini untuk mengetahui hukum pernikahan beda agama dari segi hasil analisis ushul fikih terhadap dalil mengenai pernikahan beda agama. Metode yang digunakan adalah metode content analysis (kajian isi), dengan mengkaji kaidah ushul fikih dan kajian Islam berkaitan dengan dalil Al-Quran mengenai pernikahan beda agama. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, menggunakan teknik studi kepustakaan dalam pengumpulan datanya. Pernikahan beda agama ialah pernikahan orang Islam dengan orang yang bukan Islam. Islam telah melarang secara mutlak pernikahan dengan non muslim berdasarkan Q.S. Al-Baqarah ayat 221 dan Q.S. Al-Mumtahanah ayat 10, dilihat dari segi kaidah ushul fikih ayat tersebut jelas terdapat larangan dan asal dalam larangan menunjukkan keharaman. Akan tetapi, dalam Q.S. Al-Maidah ayat 5 seorang pria muslim dibolehkan menikah dengan seorang wanita ahli kitab (Yahudi dan Kristen). Namun, di zaman sekarang sudah tidak ditemukan lagi seseorang yang bisa disebut dengan istilah ahli kitab tersebut. Pernikahan dengan non muslim lebih baik dihindarkan, karena dalam kaidah ushul fikih pun menolak mudharat lebih didahulukan dari mengambil manfaat.
Multicultural education in perspective Islamic educational science Sholihah, Lilis; Kurniasih, Nia; Sahliah, Sahliah; Erihadiana, Mohamad
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v8i2.27799

Abstract

This research aims to examine multicultural education from the perspective of Islamic Education Science by identifying multicultural values in Islam and chlorinating challenges and obstacles in realizing multicultural education in the Islamic context. The research method used is qualitative with a library research approach. The results showed that multicultural education from an Islamic perspective is by integrating multicultural values into  Islamic religious learning and the focus is on developing attitudes and behaviors that respect cultural, religious, and ethnic diversity and of course by involving the development of character, knowledge, and attitudes by Islamic teachings. The challenges and obstacles in realizing multicultural education in the Islamic context are the difficulty of building a strong perception and awareness of the importance of multicultural education in Islamic societies, the existence of several traditions and cultures in Islamic societies emphasizing homogeneity, and resisting change or outside influences. Finally, the development of curricula and teaching methods that conform to multicultural principles in the Islamic context requires profound adjustment. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam tentang  pendidikan multikultural dari perspektif Ilmu Pendidikan Islam dengan mengidentifikasi nilai –nilai multicultural dalam Islam dan mengeklorasi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan pendidikan multicultural dalam konteks Islam.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam  persfektif Islam yaitu dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran agama Islam dan fokusnya adalah pada pengembangan sikap dan perilaku yang menghargai keragaman budaya, agama, dan etnis dan tentunya dengan melibatkan pengembangan karakter , pengetahuan, dan sikap yang sesuai dengan ajaran Islam. Adapun yang menjadi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan pendidikan multicultural dalam kontek Islam adalah sulitnya membangun persepsi dan kesadaran yang kuat tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam masyarakat Islam,adanya beberapa tradisi dan budaya dalam masyarakat Islam menekankan pada homogenitas dan menolak perubahan atau pengaruh luar. Dan terkahir pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip multikultural dalam konteks Islam memerlukan penyesuaian yang mendalam.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2025): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 2 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 2 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 8, No 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 7 No. 2 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 7, No 2 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 7, No 1 (2022): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 6, No 1 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 5, No 2 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 5, No 1 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 3, No 2 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 3, No 1 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 2, No 2 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 2, No 1 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 1, No 2 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol 1, No 1 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal More Issue