cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Pendidikan Islam (MSDPI) Hamdan Junaidi; Desy Eka Citra Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38861

Abstract

Manajemen Sumber Daya Pendidikan Islam (MSDPI) merupakan proses pengelolaan seluruh sumber daya yang dimiliki lembaga pendidikan Islam untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep dasar MSDPI, ruang lingkup, prinsip, serta peranannya dalam peningkatan mutu pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap buku, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait manajemen pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSDPI meliputi manajemen sumber daya manusia, peserta didik, sarana prasarana, kurikulum, pembiayaan, dan lingkungan pendidikan. Penerapan prinsip-prinsip Islam seperti amanah, adil, musyawarah, dan profesionalitas terbukti mampu memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, MSDPI menjadi dasar penting dalam menciptakan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dan berdaya saing.
Eksplorasi Pengalaman dan Motivasi Belajar dalam Penggunaan Media Berbasis ICT di Program Pendidikan Masyarakat Rifky Armadiansyah; Rahmat Fahmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38862

Abstract

Rendahnya motivasi belajar warga belajar dalam Program Pendidikan Masyarakat Universitas Riau (PPM UNRI) menjadi permasalahan yang perlu ditangani secara serius, terutama di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Ketersediaan media berbasis ICT membuka peluang baru untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran yang diselenggarakan UNRI bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan motivasi belajar warga dalam penggunaan media berbasis ICT pada PPM UNRI. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan teknik wawancara mendalam terhadap peserta, fasilitator, dan pengelola program di tiga kelompok belajar PPM UNRI Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis ICT secara signifikan meningkatkan motivasi intrinsik. Warga belajar memperkaya pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan menyenangkan, serta mendorong terbentuknya komunitas praktik digital yang aktif dan berkelanjutan di lingkungan PPM UNRI.
Kesalahan Penggunaan Istilah Biologi dalam Diskusi Kelas Annisa Rahmah; Hanifa Litania; Intan Nuraini; Latifah Zahra Gajah; Revana Alisya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan penggunaan istilah biologi yang terjadi dalam kegiatan diskusi kelas oleh siswa. Mata pelajaran biologi memuat banyak istilah ilmiah yang bersumber dari bahasa Latin dan bahasa Yunani, sehingga sering kali menjadi sumber kebingungan bagi siswa ketika harus menggunakannya secara lisan maupun tulisan dalam konteks diskusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research), yaitu dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan, berupa jurnal-jurnal pendidikan biologi, linguistik pendidikan, dan pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan istilah biologi dalam diskusi kelas mencakup empat kategori utama: (1) kesalahan fonologis berupa pelafalan istilah Latin/Yunani yang tidak tepat, (2) kesalahan semantik berupa penggunaan istilah dengan makna yang tidak sesuai, (3) kesalahan morfologis berupa perubahan bentuk istilah yang menyimpang, serta (4) kesalahan konseptual berupa ketidaksesuaian antara istilah yang digunakan dengan konsep yang dimaksud. Faktor penyebab kesalahan meliputi minimnya penguasaan kosakata ilmiah, pengaruh bahasa gaul, keterbatasan lingkungan belajar, dan kurangnya latihan berbahasa ilmiah dalam diskusi. Kajian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya penguatan literasi istilah ilmiah biologi secara terstruktur dalam proses pembelajaran, khususnya melalui kegiatan diskusi kelas yang terbimbing.
Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Irdianti Irdianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38864

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kondisi psikologis mahasiswa, khususnya kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis pada mahasiswa pengguna media sosial di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif terhadap 200 mahasiswa aktif pengguna media sosial yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala kesejahteraan psikologis berdasarkan teori Ryff dengan model skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kesejahteraan psikologis sedang sebanyak 140 orang (70%), sedangkan kategori rendah sebanyak 24 orang (12%) dan tinggi sebanyak 36 orang (18%). Responden didominasi perempuan dan berada pada rentang usia 20–22 tahun. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penggunaan media sosial secara sehat serta penguatan dukungan sosial dan layanan kesehatan mental di perguruan tinggi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Analisis Penerapan Safety Stock dan Reorder Point dalam Manajemen Persediaan Pada Usaha Mikro Toko Sembako Triana Novitasari Br Lumban Gaol; Dwita Agustina Rumahorbo; Dhea Evangkye Sinaga; One Prasetia Giawa; Devica Natali Tambunan; Ramita Br Gultom
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan barang dagang pada Toko Sembako Rezeki Mandiri serta merumuskan estimasi safety stock dan reorder point sebagai upaya meminimalkan risiko kehabisan stok. Toko sembako sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sehingga ketersediaan barang harus dijaga secara konsisten. Namun, pengelolaan persediaan pada banyak toko sembako masih dilakukan secara manual dan berdasarkan intuisi pemilik tanpa sistem pencatatan yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Sembako Rezeki Mandiri belum menerapkan sistem pengendalian persediaan yang terukur sehingga sering mengalami stockout pada produk fast moving seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh estimasi safety stock sebesar 20 karung untuk beras 5 kg, 50 botol untuk minyak goreng 1 liter, dan 26 kg untuk gula pasir. Sementara itu, nilai reorder point yang disarankan adalah 28 karung untuk beras, 70 botol untuk minyak goreng, dan 36 kg untuk gula pasir. Penerapan metode safety stock dan reorder point diharapkan mampu membantu toko dalam menjaga ketersediaan barang, mengurangi risiko kehilangan penjualan, meningkatkan efisiensi pengelolaan modal kerja, serta mendukung kelancaran operasional usaha.
The Fun or Fear Factor: Exploring Young Learners' Affective Responses to English Learning in Indonesian Private Elementary Schools Adittiya Warman; Andika Prasetya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38882

Abstract

Studi ini menyelidiki respons afektif siswa muda terhadap bahasa Inggris di sebuah sekolah dasar swasta di Indonesia, dengan fokus pada apakah bahasa Inggris dianggap menyenangkan atau menimbulkan kecemasan. Menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuesioner kuantitatif, penelitian ini melibatkan dua belas siswa kelas enam (berusia 11-12 tahun) yang mengisi kuesioner sikap 10 item menggunakan skala berbasis emoji (skor rata-rata = 31,25, menunjukkan sikap positif), lima di antaranya berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,6% siswa melaporkan emosi positif (senang atau sangat senang), 25% merasa netral, dan 8,3% menyatakan takut. Analisis tematik mengidentifikasi lima faktor yang saling terkait yang membentuk respons afektif siswa: (1) kenikmatan melalui aktivitas pembelajaran interaktif, (2) rasa takut dan kecemasan dalam situasi penampilan, (3) pengaruh guru terhadap emosi, (4) lingkungan kelas dan dinamika teman sebaya, dan (5) pembelajaran di luar kelas. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis permainan menumbuhkan kesenangan dan motivasi, sementara tugas-tugas yang berfokus pada tata bahasa, rasa takut membuat kesalahan di depan teman sebaya, dan kurangnya dukungan memicu kecemasan. Studi ini menyimpulkan bahwa dimensi afektif sangat penting dalam pendidikan bahasa Inggris usia dini di Indonesia, dan guru dapat meningkatkan sikap positif dengan menciptakan lingkungan yang aman secara emosional, menarik, dan relevan secara kontekstual.
Literasi Ekologi Mahasiswa di Indonesia Dea Valerina Sirait; Kristalenta Maylani Panjaitan; Nazwa Indira Purnama; Novida Suci Wati Tambunan; Ramauly Maret Lyana Simarmata; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38883

Abstract

Literasi ekologi merupakan kompetensi fundamental yang memungkinkan individu memahami prinsip-prinsip ekosistem dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji konsep, dimensi, dan faktor-faktor yang memengaruhi literasi ekologi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi ekologi mahasiswa di Indonesia, umumnya berada pada kategori sedang, dengan kesenjangan nyata antara dimensi pengetahuan ekologi, sikap pro-lingkungan, dan perilaku ramah lingkungan. Faktor-faktor yang berpengaruh meliputi kurikulum berbasis lingkungan, pengalaman belajar di alam terbuka, keterlibatan dalam organisasi peduli lingkungan, dan paparan media digital bertema ekologi. Kajian ini merekomendasikan pengintegrasian pendidikan ekologi secara lintas disiplin dalam kurikulum, penguatan program kampus hijau (green campus/Eco Campus), serta perancangan instrumen penilaian literasi ekologi yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal Sumatera.
Perkembangan Sistem Politik Indonesia Pasca Pemilu I hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Salsa Nabila; Nayla Fitri; Fitra Ananda Ramadhan; Fadil Maulidina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38884

Abstract

Perkembangan sistem politik Indonesia pasca Pemilu I tahun 1955 hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menunjukkan dinamika politik yang kompleks dan ditandai oleh berbagai permasalahan, seperti ketidakstabilan kabinet, persaingan antarpartai politik, kegagalan Konstituante dalam menyusun konstitusi baru, serta munculnya konflik daerah melalui pemberontakan PRRI dan Permesta. Kondisi tersebut menyebabkan sistem demokrasi parlementer mengalami berbagai hambatan dalam menciptakan pemerintahan yang stabil dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem politik Indonesia setelah Pemilu I tahun 1955, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sistem pemerintahan, serta menjelaskan dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 terhadap perubahan arah politik nasional. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari dokumen sejarah, arsip negara, buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan politik pada masa demokrasi parlementer, konflik ideologi, ketimpangan pembangunan daerah, serta kebuntuan Konstituante menjadi faktor utama yang mendorong perubahan sistem pemerintahan. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menjadi titik penting yang mengakhiri demokrasi parlementer dan mengawali penerapan sistem Demokrasi Terpimpin di Indonesia.
Efektivitas Penggunaan Media Digital terhadap Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa SMA/SMK: Sebuah Kajian Literatur Helena Purnama Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38885

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA/SMK melalui metode kajian literatur dengan pendekatan narrative review. Data diperoleh dari artikel yang terindeks melalui Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish periode 2020 sampai 2025 menggunakan kata kunci media pembelajaran digital dan hasil belajar siswa. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai media digital, seperti Digital Physics Module (DPM), Assemblr Edu, Edmodo, Smart Apps Creator, komik digital, flipbook digital, dan Genially efektif meningkatkan pemahaman materi, hasil belajar, motivasi, perhatian, partisipasi, kreativitas, serta keterlibatan siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses internet, hambatan teknis, distraksi penggunaan media sosial, tuntutan kompetensi digital guru, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Keberhasilan pembelajaran digital dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, literasi digital, dan dukungan infrastruktur sekolah.
Urgensi Pendidikan Karakter Pada Anak dalam Perspektif Katolik Maria Yovina Alus; Natalia Relsi Ndoang; Maria Rusliyanti Sinar; Melita Ndia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38886

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi membawa pengaruh besar terhadap pembentukan moral dan perilaku sosial anak. Selain memberikan manfaat dalam pendidikan, teknologi juga memunculkan berbagai permasalahan seperti cyberbullying, rendahnya disiplin, individualisme, serta menurunnya sikap hormat terhadap orang tua dan guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pendidikan karakter pada anak dalam perspektif Katolik di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis jurnal ilmiah, buku, dan dokumen Gereja Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam perspektif Katolik menekankan nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan solidaritas sebagai dasar pembentukan manusia seutuhnya. Pendidikan karakter yang dilakukan melalui keluarga, sekolah, Gereja, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang bermoral, berintegritas, dan bertanggung jawab.