cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FIKRAH
ISSN : 20854404     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam published twice a year since 2012 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic Education. This journal is published by the Islamic Education Department, Faculty of Islamic Studies, Ibn Khaldun University, Bogor, Indonesia, in partnership with ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic Education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH SE-KECAMATAN CIPUTAT Marliyah, Marliyah
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20577

Abstract

Penelitian ini berawal dari keresahan peneliti melihat kondisi Madrasah di wilayah Tangerang Selatan yang sebagian besar dengan kondisi sarana dan prasarana yang sangat terbatas karena kekurangan lahan dan posisinya yang sangat sulit untuk berkembang. Namun demikian madrasah menjadi lembaga yang tetap diminiati oleh warga tangerang selatan. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada hendaknya madrasah mengadakan perbaikan pada aspek kompetensi pembelajaran. Materi fiqih adalah pelajaran yang dapat menjadi ikon keberahasilan pendidikan di Madrasah, karena mengajarkan pengetahuan dasar tentang ibadah dan tata caranya. Dan usia anak-anak yang masih mampu diberi dan menerima iinformasi dengan baik. Oleh karena itu dalam membelajarkan fiqih perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya dan mampu memilih sumber belajar yang sesuai. Di antara sumber belajar yang dapat digunakan yaitu lingkungan, meliputi lingkungan alam , lingkungan sosial dan lingkungan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan seberapa luas pemanfaaatan lingkungan sebagai sumber belajar fikih digunakan oleh guru-guru madrasah dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif analisis dan sumber data madrasah sebanyak 7 madrasah dengan mengelompokannya menjadi dua situs. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengirimkan baahan peneltian melalui media google form, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan lingkungan dalam pembelajaran fiqih secara umum digunakan sesuai dengan objek yang dipelajari juga keterampilan guru dalam mengelola perencanaan pembelajaran Fiqih seperti mendesign sumber belajar yang digunakan serta perhatian yang cukup dari pimpinan dan penyelenggara Madrasah untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran Fiqih di Madrasah.
THE REJUVENATION OF AKHLAK EDUCATION IN ISLAMIC EDUCATION Ridholloh, Ridholloh; Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20578

Abstract

This paper is a literature study on akhlak education contained in Islamic education. The discussion focused on the role of religion on akhlaks. Akhlak education really requires the role of religion that has urgency and significance in akhlaks. Therefore, it is necessary to rejuvenate the akhlak education contained in Islamic education, so that akhlak education becomes attractive. This paper finds that akhlak education contained in Islamic education is constructed based on religious relations. Therefore, akhlak education strengthens Islamic education.
PEMBINAAN DALAM ETIKA BERBUSANA SISWA DI MTS NURUL FALAH LENGKONG GUDANG KOTA TANGERANG SELATAN Sa’diyah, Rika; Shofiyah, Siti; Silvia, Ade
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam membina etika berbusana siswa di MTS Nurul Falah Lengkong Gudang Kota Tangerang Selatan. Latar belakang dalam penelitian ini adalah bahwa pembinaan etika berbusana merupakan pembinaan yang baik dan merupakan suatu pembinaan dasar, dalam aqidah akhlak upaya atau usaha membina siswa dengan memberikan pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai agama. Untuk meningkatkan etika berbusana peserta didik tidak terlepas dari keterkaitan dengan faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study) yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dilokasi penelitian. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam teknis menganalisis data, yaitu reduksi data, paparan data dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian yaitu upaya guru dalam pembinaan etika berbusana siswa di MTS Nurul Falah Lengkong Gudang Kota Tangerang Selatan. Dengan mengenakan busana yang sopan menunjukan bahwa siswa telah memahami etika berbusana agar tidak mendapat teguran ataupun sanksi. Pembelajaran yang dilakukan guru memiliki konstribusi dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Penegakkan pembinaan cara berbusana bagi siswa yaitu dengan menegakkan tata tertib dan kode etik yang ada di Madrasah, mengadakan program yang dilakukan setiap hari Jum’at yaitu ceramah agama yang dilakukan oleh guru dan murid secara bergilir untuk melatih mental dan pemahaman. Hambatan bagi guru di dalam Madrasah yaitu dari diri siswa sendiri kurang perhatian orang tua, dari guru sendiri masih ada yang belum mencontohkan etika berbusana yang baik. Hambatan dari luar sekolah yaitu kurang kerjasama guru dengan orang tua, lingkungan sekitar dan teman sebayanya.
NILAI-NILAI EDUKASI SPIRITUAL DALAM REDAKSI HADIS SHALAT TASBIH Edidarmo, Toto; Ma’muroh, Ma’muroh
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20580

Abstract

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada pamannya, al-‘Abbas. Tata cara shalat ini berbeda dengan shalat fardu dan shalat sunnah lainnya. Shalat sunnah tasbih berjumlah 4 rakaat; pada tiap rakaatnya dibaca tasbih 75 kali, sehingga total bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Ditinjau dari perspektif ilmu hadis, hadis tentang Shalat Tasbih ditemukan pada Sunan Abi Dawud (w. 275 H), hadis nomor 1297; Sunan al-Tirmidzi (w. 279 H), hadis nomor 481, Sunan Ibn Majah (w. 273 H), hadis nomor 1387, Shahih Ibn Khuzaimah (w. 311 H), alMustadrak ‘ala al-Shahihain karya al-Imam al-Hakim (w. 405 H), dan al-Sunan alKubra karya al-Imam al-Baihaqi (w. 458 H). Hadis-hadis shalat tasbih memiliki kualitas yang hasan (bagus) karena jalur periwayatannya (sanad) banyak dan bersambung. Terdapat perawi yang dianggap majhul (tidak diketahui), tetapi setelah ditelusuri dapat dibuktikan kejujurannya serta ketersambungan sanadnya. Ada juga yang dianggap lemah hafalannya, tetapi didukung hadis penguat (syāhid) sehingga peringkatnya naik menjadi hasan li-ghairi (bagus karena didukung hadis lain). Untuk memahami hadis shalat tasbih, terdapat dua metode, yaitu metode ahli hadis dan metode ahli fikih. Metode ahli hadis cenderung tekstualis dan menerima shalat tasbih sebagai amal sunnah yang disyariatkan. Metode ahli fikih lebih kontekstual dan rasional serta memahami shalat tasbih sebagai sunnah yang disyariatkan dengan cara tertentu. Hasil analisis terhadap redaksi hadis, ditemukan pula nilai-nilai edukasi spiritual yang amat berharga, yaitu: (1) pengulangan bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebanyak 300 kali, (2) anjuran mengulangi shalat tasbih minimal setahun sekali atau seumur hidup, (3) penguatan sikap tawajjuh (fokus menghadap) kepada Allah Swt. dalam durasi yang lama, (4) penguatan kesabaran dan keteguhan hati dalam beribadah, (5) penguatan nilai kesetaraan dalam kehidupan sosial dan nilai kerendahan manusia di hadapan Sang Khalik sebagai aktulisasi rukuk dan sujud, (6) pengampunan atas semua dosa yang pernah dilakukan, (7) benefit spiritual berupa ketenteraman dan kebahagiaan hati.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIZ Karimah, Ummah; Mutiara, Diah; Hilman, Muhammad Raihan; Handayani, Nagina Wahyu; Nurussalamah, Nurussalamah
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20581

Abstract

Santri di pondok pesantren berasal dari berbagai daerah. Tentunya membutuhkan adaptasi dalam sosialnya. Namun terkadang terdapat permasalahan sosial antar santri. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran Bimbingan dan KonselingIslami Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro dalam meningkatkan hubungan sosial santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif tentang peran Bimbingan dan Konseling Islami dalam meningkatkan hubungan sosial Santri di Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data diolah dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa : peran Bimbingan dan Konseling Islami dalam meningkatkan hubungan sosial santri Pondok Pesantren Maskanul Huffadz Bintaro memiliki strategi khusus seperti memberikan layanan bimbingan klasikal tentang mengenali fitrah diri menuju kepada kesehatan mental dan spiritual, dimana ketika strategi guru diterapkan yaitu dengan memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam maka terjadi peningkatan dan perubahan. Dengan berperannya Bimbingan dan Konseling Islami di Pondok Pesantren Maskanul Huffadz itu menjadikan santri semakin baik dan tidak mempunyai masalah dan menunjukkan hubungan sosial yang baik kepada personel yang berada di pondok pesantren.
LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HADITS Fauziah, Ai Samrotul
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20586

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis lembaga pendidikan dalam perspektif hadits dikarenakan banyak lembaga pendidikan yang tidak sesuai dengan Undang-undang Sistem Penndidikan Nasional (UUSPN), sehingga akan dikaji bagaimana hadits berbicara tentang lembaga pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode causal efektual dengan menggunakan kajian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan klasik (naqliyyah dan aqliyyah) dan pendekatan secara kontemporer. Dari pembahasan dan hasil literatur menyimpulkan hadits pendidikan informal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, hadits pendidikan non formal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dan hadits pendidikan formal adalah hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani. Dengan demikian sejatinya pendidikan Islam mendekati lembaga pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sehingga tidak ada alasan bagi umat muslim untuk menjauhi pendidikan yang bersifat nasional.
MODEL INKULTURASI NILAI RELIGIOUS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN DISKOVERI Mulyani, Aty; Rusdi, M.; Yelianti, Upik; Sudarmin, Sudarmin
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20587

Abstract

The objectives of research Biology matter are (1) aspects of mastery of concepts related to cognitive learning outcomes, (2) aspects of scientific work skills; and (3) aspects of religious and scientific attitudes. At this time science (Biology) learning integrated with Religious Values is still being debated regarding how what theories support it and why does it require integration? Therefore, this researcher aims to describe the inculturation learning model of Religious Values in Biology Learning with the Approach Approach because at this time religious and scientific learning has not been integrated in the sense that when teachers teach do not associate religious values. Religious values can be integrated into science learning because science and religion are closely related. While the pattern that was carried out for integration was through the process of inculturation. Inculturation has been studied by several western theologians, walisongo scholars, religious leaders in the archipelago and national education figures such as Ki Hajar Dewantara. This study developed a discovers learning model that is integrated with religious values. Through the inculturation process in its implementation, the instructional design process for the inculturation process using the ADDIE model. In the ADDIE process an analysis of the needs of students, teaching materials, learning facilities and infrastructure and needs related to the design of learning inculturation of religious values in science learning (Biology) in regular and flexible activities includes knowledge of effective teaching and learning, development that is to develop learning models inculturation of religious values in learning Biology so that it can be implemented in the learning process and evaluated. In this research conceptually, the teaching material of each sub-topic is related to the Qur'anic verses/hadith and the process can use the media of songs, poetry, religious poetry, and sholawat following the content of the subject matter of science.
INTEGRASI KEILMUAN DAN IMPLIKASI AIK DALAM MEWUJUDKAN INSAN BERKEMAJUAN DI PERGURUAN TINGGI Busahdiar, Busahdiar; Karimah, Ummah; Idrus, Ali; Taufik, Azhar; Wahyuni, Sri; Akbar, Tubagus Osama; Agustin, Cahya Lestari
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20588

Abstract

The concept of Insan Berkemajuan is found in the Muhammadiyah slogan as a da'wah movement. The perspective of a progressive person is a person who has superior science and technology achievements. People who have prosperous and prosperous conditions. And progressive people can bring people to power, so that the governance of the people and nation can be carried out according to the values of Islamic da'wah. And progressive people are able to invite, teach and realize Islamic values in society. So that a truly Islamic society will be realized. Through educational institutions in higher education to realize students become progressive people, they integrate knowledge on Al Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) in every lecture. This research is a qualitative research with interview method. The data collection method in this study uses the documentation method by viewing and recording relevant available reports. The data analysis technique used is content analysis to draw conclusions from the documents used. Based on the results of the researcher's study of scientific integration in AIK implications for realizing progressive people in every lecture applied by lecturers, namely in the learning process integrated with Islamic teachings, Lecturers explicitly include AIK values in the Syllabus / RPS, Lecturers and Students behave and behave in accordance with Islamic teachings, Lecturers in the lecture process are integrated with Islamic teachings, and internalize Islamic values in each course.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAS BINA PUTERA-KOPOv Dirjo, Dirjo; Ilzamudin, Ilzamudin; Hidayat, Wahyu; Lugowi, Rifyal Ahmad; Wasehudin, Wasehudin
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20589

Abstract

In implementing an independent curriculum, educators are expected to be able to meet the learning needs of each student with different characteristics. To realize the expected learning objectives of differentiated learning is the right idea. But the facts show that it is still rare for teachers to be willing to work on this because they do not have a clear concept to carry it out. This study aims to fulfill the implementation of differentiated learning in Islamic Religious Education subjects at SMAS Bina Putera-Kopo. This research uses descriptive qualitative research methods. Research that uses hypothesis testing through data on words compiled, and data can be compiled for analysis using narrative descriptions. This study found that in an effort to implement differentiation, the following steps are needed; first, planning is carried out by mapping the initial abilities of students, what must be learned is interest and readiness to learn and determine essential material in learning outcomes; Second, it performs three components, namely the differentiation of content, processes, and products. Third, conduct an evaluation to determine the effectiveness and success rate of the objectives of the learning carried out. The researcher concluded that differentiation learning in Islamic Religious Education subjects provides an opportunity to learn naturally, starting from the initial ability of each student. The success of differentiated learning implementation is obtained due to the support of good communication and collaboration between both parties, namely the school and parents.
PENGARUH DIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM HASIL PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Sidqy, Mukhrij; Fauziah, Eva
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20590

Abstract

Pendidikan dalam suatu Instansi sekolah sudah jelas mempunyai banyak pengaruh untuk suatu proses perkembangan hasil didik anak , dan salah satu yang mempengaruhi dalam porsesnya adalah orang tua, karena bukan hanya berpaku kepada seorangpendidik dikarenakan Orangtua adalah yang paling bisa ditiru oleh peserta didik didalam kesehariannya dan menjadikan anak termotivasi dalam belajar, merasa diperhatikan dan menjadi pemicu acuan perkembangan yang pesat dalam hasil belajar anak atau bahkan bisa menjadi pemicu utama turunnya proses pembelajaran juga hasil yang diperoleh anak secara drastic dari sebuah factor internal dan exsternal pada diri peserta didik. Dalam rangka itulah penelitian ini dilakukan sebagai upaya dalam mengemukakan dan memberikan pencerahan wawasan kepada orangtua untuk tidak hanya berfokus pada proses yang dilakukan seorang anak namun bisa melihat pada pengaruh dan aspek dalam kehidupan dirumah dari orangtua nya sendiri dalam suatu motivasi belajar anak dan hasil yang akan dicapai secara maksimal akan lebih terlihat di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalu suatu metode Library research. Dalam penguatan objek penelitiannya diambil dari jurnaljurnal, dokumen-dokumen, koran serta buku-buku atau biasa disebut dengan metode sekunder. Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki andil dan peran yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam mendidik anak untuk tercapai nya suatu hasil prestasi belajar yang optimal.

Page 8 of 13 | Total Record : 121